Transcription

33BAB IIIPROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELASA. Metode PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom cahkanmasalahpembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebabmenggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan danbagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.Menurut pengertiannya penelitian tindakan adalah penelitian tentang halhal yang terjadi dimasyarakat atau sekolompok sasaran, dan hasilnya langsungdapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan. Ciri atau karakteristikutama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaborasiantara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tidakan adalahsatu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalambentuk proses pengembangan inovatif yang dicoba sambil jalan dalammendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yangterlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.Menurut Sukidin dkk. ada 4 macam bentuk penelitian tindakan, yaitu: (1)penelitian tindakan guru sebagai peneliti, (2) penelitian tindakan kolaboratif,(3) penelitian tindakan simultan terintegratif, dan (4) penelitian tindakan sosialeksperimental. 2222Sukidin dkk, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, (Surabaya: Insan Cendekia, 2002), 5433

34Keempat bentuk penelitian tindakan di atas, ada persamaan danperbedaannya. Menurut Oja dan Smulyan sebagaimana dikutip oleh Kasbolah,ciri-ciri dari setiap penelitian tergantung pada: (1) tujuan utamanya atau padatekanannya, (2) tingkat kolaborasi antara pelaku peneliti dan peneliti dari luar,(3) proses yang digunakan dalam melakukan penelitian, dan (4) hubunganantara proyek dengan sekolah. 23Dalam penelitian ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, dimanaguru sangat berperan sekali dalam proses penelitian tindakan kelas. Dalambentuk ini, tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkanpraktik-praktik pembelajaran di kelas. Dalam kegiatan ini, guru terlibatlangsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, danrefleksi. Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini peranannya tidak dominandan sangat nyangberkesinambungan. Kemmis dan Taggart menyatakan bahwa model penelitiantindakan adalah berbentuk spiral. 24 Tahapan penelitian tindakan pada suatusiklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Siklus iniberlanjut dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudahcukup.2324Sukidin dkk, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, 55Kemmis S dan Mc Taggart R, The Action Research Planner, (Victoria Dearcin UniversityPress: 1988), 14

35Sedangkan tujuan penelitian tindakan harus memenuhi beberapa prinsipsebagai berikut: 251. Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi kriteria, yaitubenar-benar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditanganiserta dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.2. Kegiatan penelitian, baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukantidak boleh sampai mengganggu atau menghambat kegiatan utama.3. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilihdengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana, dan tenaga.4. Metodologi yang digunakan harus jelas, rinci, dan terbuka, setiap langkahdari tindakan dirumuskan dengan tegas sehingga orang yang berminatterhadap penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis danpembuktiannya.5. Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yangberkelanjutan (on-going), mengingat bahwa pengembangan dan perbaikanterhadap kualitas tindakan memang tidak dapat berhenti tetapi menjaditantangan sepanjang waktu.Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis danTaggart yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya.25Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian Suatu Tindakan Praktek, (Jakarta: Rineksa Cipta,2002), 82

36Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation(pengamatan), dan reflection (refleksi). 26Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi,tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukantindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiraldari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar rvasiRefleksiRencana yangdirevisiTindakan/ObservasiGambar 3.1 Alur PTKPenjelasan alur di atas adalah:1. Rancangan/perencana awal, sebelum mengadakan penelitian penelitimenyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.26Kemmis S dan Mc Taggart R, The Action Research Planner, 14

372. Pelaksanaan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan olehpeneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa sertamengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembecahanmasalah (problem solving).3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil ataudampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatanyang diisi oleh pengamat.4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamatmembuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklusberikutnya.Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus/putaran. Observasidibagi dalam dua putaran, yaitu putaran satu dan dua dimana masing putarandikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satusub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing-masingputaran. Dibuat dalam dua putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistempengajaran yang telah dilaksanakan.B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian1. Setting PenelitianSetting dalam penelitian ini meliputi : tempat penelitian, waktu penelitian,dan siklus PTK sebagai berikut :a. Tempat PenelitianTempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukanpenelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini

38bertempat di MI Roudlotul Huda Jedongcangkring KecamatanPrambon Kabupaten Sidoarjo Tahun Pelajaran 2014/2015.b. Waktu PenelitianWaktu penelitian adalah waktu yang diperlukan peneliti selamakegiatan penelitian. Yakni, pada bulan Oktober semester Ganjil tahunpelajaran 2014/2015. Penentuan waktu penelitian mengacu padakalender akademik Madrasah, karena PTK memerlukan beberapasiklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif dikelas. Jadwal pelaksanaan untuk setiap mata pelajaran adalah sebagaiberikut :-Tanggal 22 Oktober 2014 mata pelajaran IPA siklus pertama-Tanggal 29 Oktober 2014 mata pelajaran IPA siklus keduac. Siklus PTKPTK ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat penerapanmetode penemuan (Discovery) untuk meningkatkan hasil belajar nmenghantarkan panas dari berbagai benda pada siswa kelas VI. Setiapsiklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning),tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).2. Subyek PenelitianSubyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VI MI RoudlotulHuda Jedongcangkring yang berjumlah 25 anak, yang terdiri dari 14siswa perempuan dan 11 siswa laki – laki.

39Pemilihan kelas ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa hasilbelajarsiswanya masih perlu ditingkatkan. Selain itu pembelajarandengan menggunakan metode penemuan (Discovery) belum pernahdilaksanakan di sekolah tersebut.C. Variabel yang DiselidikiDalam penelitian ini variabel yang diteliti yaitu: penerapan metode penemuan(Discovery) untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPAdengan kompetensi dasar membandingkan sifat kemampuan menghantarkanpanas dari berbagai benda kelas VI MI Roudlotul Huda JedongcangkringKecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo. Variabel adalah karakter dari unitobservasi yang mempunyai variasi. 27 Atau segala sesuatu yang dijadikanobyek penelitian.Adapun variabel – variabel dalam penelitian ini yaitu :1. Variabel Input: Siswa kelas VI di MI Roudlotul HudaJedongcangkring Kecamatan Prambon KabupatenSidoarjo2. Variabel Proses:Penerapandenganmenggunakanmetodepenemuan (Discovery)3. Variabel Output27: Hasil belajar siswaIbnu Hajar, Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, (Jakarta: PTRaja Grafindo Persada, 1996), 216

40D. Rencana TindakanPenelitian ini dilakukan dengan memberikan tindakan berupa :1. Rencana PenelitianPenelitian ini dilakukan dengan memberikan tindakan denganmenggunakan metode penemuan (Discovery), mata pelajaran IPA dengankompetensi dasar konduktor dan isolator panas dengan harapan adanyapeningkatan hasil belajar siswa. Dalam perencanaan penelitian dilakukankegiatan antara lain :a. Menyusun Proposalb. Persiapan pelaksanaan PTKc. Persiapan partisipan1)Memberikan simulasi kepada guru tentang penyelenggaraanpembelajaran2) Melakukan konsolidasi dengan guru tentang tata cara melakukanpenelitian dan job discriptiona) Penyusunan instrumen dan skenario penelitianb) Menyiapkan alat peraga yang digunakan dalam penelitiand. Menyusun rencana tindakanTindakan yang akan diberikan adalah berupa metode penemuan(Discovery) dan bidang pengembangan yang diharapkan dapatmeningkat adalah aspek kognitif dan psikomotorik, diantara aspeknyameliputi mengolah perolehan belajar.

412. Pelaksanaan PenelitianSesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitiantindakan kelas, maka penelitian ini menggunakan model penelitian dariKemmis dan Taggart, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu dengansiklus berikutnya. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus.a. Siklus I1) PerencanaanPada tahap awal ini peneliti bersama guru mata pelajaranIPA kelas VI bapak M. Sholichin, S.Pd.I melakukan diskusi ataumusyawarah tentang permasalahan yang dialami selama kegiatanbelajar mengajar pada mata pelajaran IPA dengan standarkompetensi memahami saling hubungan antara suhu, sifathantaran, dan kegunaan benda terhadap hasil belajar siswa,mengidentifikasi masalah, kemudian menganalisis masalah danmencari alternatif pemecahan masalah. Dari hasil tersebut penelitimelakukan beberapa langkah sebagai berikut :a)Menyususn RPP untuk siklus I yang dititik beratkan padaperencanaan langkah – langkah perbaikan yang diharapkandapat meningkatkan hasil siswa dalam proses pembelajaran.Dalam rencana ini peneliti menggunakan metode penemuan(Discovery) untuk perbaikan dalam pembelajaran.b)Menyiapkan materi ajar dan lembar kerja siswa yang akandigunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran

42c)Menyiapkan instrumen pengumpul data diantaranya yaitu :1. Lembar observasi aktivitas guru dalam mengelolapembelajaran serta lembar aktivitas siswa dalam mengikutiproses pembelajaran2. Lembar pengamatan3. Lembar tes akhir pembelajarand)Merencanakan aspek – aspek yang diamati dan dinilai daripelaksanaan perbaikan dalam pembelajaran diantaranya :persiapan, kejelasan materi, latihan dan bimbingan penutup.e)Merencanakan kriteria keberhasilan perbaikan pembelajaranditetapkan 80% siswa mencapai ketuntasan belajar dengannilai minimal 75.2) Pelaksanaan TindakanPada tahap ini diimplementasikan rencana yang disusunpada tahap perencanaan. Langkah – langkah pembelajaran denganmetode penemuan (Discovery) untuk pertemuan ke satu adalahsebagai berikut :Tabel 3.1Langkah – Langkah Pembelajaran dengan Metode Penemuan(Discovery)NOAKTIVITAS GURUAKTIVITAS SISWAPendahuluan1.Apersepsi,tentang benda-Mendengarkan penjelasan

43benda yang dapatdari guru, menyampaikanmenghantarkan panas danpengalaman tentang benda-benda-benda yang tidakbenda yang dapatdapat menghantarkan panasmenghantarkan panas danbenda-benda yang tidakdapat menghantarkan panas2.Menyampaikan tujuanMendengarkan penjelasankegiatan pembelajarandari guruKegiatan Inti3.4.Menjelaskan tentangMendengarkan dengan baikkonduktor dan isolatorpenjelasan guruMemberikan contoh benda-Memperhatikan dengan baikbenda yang bersifatdan telitikonduktor dan isolator5.6.7.Membagi siswa menjadi 5Mencari tempat dudukkelompoksesuai dengan kelompoknyaMembagikan lembarMengerjakan lembarkegiatankegiatanMengamati kegiatan siswaMendiskusikan tentangbenda yang bersifat sebagaikonduktor dan isolator8.Mendengarkan presentasiMempresentasikan hasilsiswadiskusi

44Kegiatan Penutup9.Menyimpulkan dari materiMendengarkan penjelasanyang telah dipresentasikandari guru10.Memberikan motivasiMendengarkan dengan baik11.Mengakhiri kegiatan belajarBerdo’a bersama - samamengajar3) Observasi dan PengamatanPada tahap pelaksanaan observasi ini, kegiatan belajarmengajar dengan metode penemuan (Discovery) dilakukan olehpeneliti dan guru melakukan pengamatan aktivitas pembelajarandalam mata pelajaran IPA. Hasil pengamatan dicatat pada lembarpengamatan sebagai berikut :Tabel 3.2Obyek Pengamatan dan Instrumen mampuan guru dalamInstrumen I : Lembar observasimengelola pembelajarankemampuan guru dalamdengan metode penemuanmengelola pembelajaran dengan(Discovery)metode penemuan (Discovery)Aktivitas siswa dalamInstrumen I : Lembar observasimengikuti pembelajaranaktivitas siswa dalam mengikuti

45pembelajaran3.Lembar tes akhirInstrumen I : Lembar tes akhirpembelajaranpembelajaran4) RefleksiPada tahap ini dari hasil observasi akan di analisisdeskripstif untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metodepenemuan (Discovery) dapat meningkatkan hasil belajar IPA padasiswa kelas VI MI Roudlotul Huda Jedongcangkring kecamatanPrambon Kabupaten Sidoarjo.Dari hasil analisis ini kemudian direfleksikan dengan gurumata pelajaran IPA selaku tim peneliti dalam melaksanakantindakan pengajaran. Kemudian merencanakan tindakan untukpenelitian siklus ke II.b. Siklus II1. PerencanaanPada tahap perencanaan siklus II ini di awali denganrefleksi dan analisis bersama antara peneliti dengan guru matapelajaran IPA kelas VI terhadap hasil belajar siswa, kemudianmengidentifikasi masalah, menganalisis masalah dan mencarialternatif pemecahan masalah.Dari hasil tersebut peneliti melakukan beberapa langkahsebagai berikut :

46a)Menyususn RPP untuk siklus II yang mana pada siklus II inimerupakan siklus perbaikan, karena terjadi kegagalan darisiklus sebelumnya.b)Menyiapkan materi ajar dan lembar kerja siswa yang akandigunakan oleh siswa dalam proses pembelajaranc)Menyiapkan instrumen pengumpul data diantaranya yaitu :1. Lembar observasi aktivitas guru dalam mengelolapembelajaran serta lembar aktivitas siswa dalam mengikutiproses pembelajaran2. Lembar pengamatan3. Lembar tes akhir pembelajarand)Merencanakan aspek – aspek yang diamati dan dinilai daripelaksanaan perbaikan dalam pembelajaran diantaranya :persiapan, kejelasan materi, latihan dan bimbingan penutup.2. Pelaksanaan TindakanPada tahap ini di implementasikan rencana yang disusunpada tahap perencanaan. Langkah – langkah pembelajaran denganmetode penemuan (Discovery) untuk pertemuan ke dua adalahsebagai berikut :

47Tabel 3.3Langkah – Langkah Pembelajaran Dengan Metode Penemuan(Discovery)NOAKTIVITAS GURUAKTIVITAS SISWAKegiatan Awal1.Appersepsi, tentangMendengarkan informasi daritentang benda-benda yanggurudapat menghantarkanpanas dan benda-bendayang tidak dapatmenghantarkan panas2.Menyampaikan tujuanMendengarkan penjelasanpembelajaranguruKegiatan Inti3.Menjelaskan kembaliMendengarkan penjelasanpelajaran minggu lalu4.Membagi lembar kerjaMengerjakan lembar kerja5.Memberikan umpan balikMenjawan pertanyaan secarasetelah mengerjakanlisanlembar kerjaKegiatan Akhir6.Memberikan penguatanMendengarkan penjelasankonsep kepada siswaguru

487.Memberikan motivasiMendengarkan pengarahankepada siswa agar rajindari gurubelajar8.Mengakhiri kegiatanBerdo’a bersama - samapembelajaran3. Observasi dan PengamatanPada tahap pelaksanaan observasi ini, kegiatan belajarmengajar dengan metode penemuan (Discovery) dilakukan olehpeneliti dan guru melakukan pengamatan aktivitas pembelajarandalam mata pelajaran IPA. Hasil pengamatan dicatat pada lembarpengamatan sebagai berikut :Tabel 3.4Obyek Pengamatan dan Instrumen mampuan guru dalam Instrumen II : Lembar observasimengelolapembelajaran kemampuangurudalamdengan metode penemuan mengelola pembelajaran dengan(Discovery)Aktivitasmetode penemuan (Discovery)siswadalam Instrumen II : Lembar observasimengikuti pembelajaranaktivitas siswa dalam mengikutipembelajaran

493.Lembartesakhir Instrumen II : Lembar tes akhirpembelajaranpembelajaran4. RefleksiPada tahap ini tim peneliti melakukan refleksi dari hasilobservasi, dan menganalisis serta menarik kesimpulan dari prosespembelajaran dengan menggunakan metode penemuan (Discovery)pada siswa kelas VI MI Roudlotul Huda Jedongcangkring kecamatanPrambon Kabupaten Sidoarjo.E.Data dan Cara Pengumpulannya1. Sumber DataYang akan dijadikan sumber data saat penelitian ini adalah :a. SiswaSemua siswa kelas VI MI Roudlotul Huda JedongcangkringKecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo, untuk mengetahui datatentang hasil belajar siswa selama proses kegiatan pembelajaran.b. GuruGuru dijadikan sumber data untuk melihat tingkat keberhasilannyadalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan(Discovery).

50c. Rekan Sejawat atau KolaboratorDifungsikan untuk melihat implementasi PTK secara komprehensif,baik dari sisi siswa maupun guru. 282. Cara Pengumpulan DataDalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, ada dua jenisdata yang dapat dikumpulkan oleh peneliti, yakni : Data kuantitatif(nilai hasil belajar siswa) dan Data kualitatif yaitu berupa informasiberbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi siswadalam pembelajaran. 29Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data daripenelitian tndakan kelas ini adalah Observasi, Lembar pengamatan,Tes dan Dokumentasi.a. ObservasiAdalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untukmemotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran.30Metode observasi yang digunakan yaitu jenis observasi partisipasiaktif. Dimana dalam observasi ini peneliti ikut melakukan apa yangdilakukan oleh nara sumber. 31 Observasi ini digunakan penelitiuntuk memperoleh data tentang proses pembelajaran baik aktivitasguru maupun siswa dan penerapan metode penemuan (Discovery)28Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009) hal. 279Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Sebagai Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008), 12830Ibid, 14331Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R &D, (Bandung: Alfabeta, 2008),22729

51yang dilaksanakan guru dan peneliti.dengan menggunakan lembarobservasi yang memuat beberapa kriteria pengukuran yang telahditetapkan.Hal-hal yang diamati meliputi nakan metode penemuan (Discovery). Kegiatan gkring2.Aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan mbarpengamatan yang digunakan yaitu, lembar pengamatanpsikomotor dan aktivitas siswa. Lembar pengamatan ini diisiketika proses pembelajaran berlangsung.Kegiatan ini ing.b. Lembar Pengamatan Penilaian Psikomotor dalam KelompokPengamatan terhadap aktivitas siswa dalam kelompokdilaksanakan untuk memberikan penilaian psikomotor pada siswadalam kelompok pengamatan ini dilaksanakan pada saat siswaMengerjakan lembar kerja dan ketika berdiskusi. Pengamatan inidilakukan untuk mengamati aktivitas siswa MI Roudlotul HudaJedongcangkring kelas VI pada mata pelajaran IPA.

52c. Tes Hasil BelajarTes hasil belajar dianalisis untuk mengetahui tingkatkemampuan siswa dalam ranah kognitif. Pengambilan data dengancara tes hasil belajar yaitu menghendaki jawaban atas hasil belajarsiswa pada saat diterapkan metode penemuan (Discovery). Dalammenggunakan tes, peneliti menggunakan instrumen berupaseperangkat soal – soal tes tulis yang berupa Post tes, tes nmenggunakan metode penemuan (Discovery), bertujuan untukmengetahui pemahaman dan pengetahuan siswa tentang materiyang telah disampaikan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasilbelajar IPA kelas VI setelah siswa mengikuti pembelajaran di MIRoudlotul Huda Jedongcangkring.d. DokumentasiDokumen adalah laporan tertulis tentang suatu peristiwayang isinya terdiri daripenjelasan dan pemikiran terhadapperistiwa tersebut. Dokumen terdiri atas buku-buku, surat,dokumen resmi, dan foto. Dalampenelitian ini metodedokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data-data yang adapada lembaga sekolah sebagai penunjang data.Pada penelitian ini data yang didapatkan itu belum berartiapa-apa sebab data tersebut masih merupakan data mentah. Untukitu diperlukan teknik menganalisa data agar bisa ditafsirkan

53hasilnya sesuai dengan rumusan masalah. Dalam penelitian inidigunakan penafsiran skor acuan kriteria (Criterion ReferensiTest). Dokumentasi ini di peroleh selama proses pembelajaran IPAkelas VI MI Roudlotul Huda Jedongcangkring.F. Analisis DataUntuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatanpembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakanteknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yangbersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yangdiperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswajuga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran sertaaktivitas siswa selama proses pembelajaran.Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilansiswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengancara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:1. Untuk Menilai Ulangan Atau Tes FormatifPeneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yangselanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebutsehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan: 3232Zainal Aqib dkk, Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD, SLB,dan TK, (Bandung: CVYrama Widya, 2009), 40

54X X NDengan:X Nilai rata-rataȈ ; Jumlah semua nilai siswaȈ 1 Jumlah siswa2. Untuk Ketuntasan BelajarAda dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dansecara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajarkurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntasbelajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntasbelajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya seraplebih dari atau sama dengan 65%. Untuk menghitung persentaseketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:P Siswa. yang.tuntas.belajar x100% SiswaBerdasarkan petunjuk belajar mengajar, peneliti menganggapbahwa metode penemuan (Discovery) dapat dikatakan berhasil jika siswadapat atau mampu memenuhi ketuntasan belajar yaitu 80% atau denganskor minimal iklasifikasikan dalam bentuk penskoran nilai siswa dengan menggunakankriteria standar penilaian Madrasah Ibtidaiyah sebagai berikut :85 – 100: sangat baik

5570 – 84: baik60 – 69: cukup50 – 59: kurang0 - 49: gagalJadi dengan menggunakan metode penemuan (Discovery) dalammata pelajaran IPA dikatakan berhasil apabila ketuntasan belajar minimal80% atau skor 75 dan dikategorikan dengan nilai baik.3. Untuk Lembar Observasia. Lembar observasi pengelolaan metode penemuan (Discovery).Untuk menghitung lembar observasi pengelolaan metode penemuan(Discovery) digunakan rumus sebagai berikut:%Xx100% dengan XDimana:XȈ ; Nilai rata – rata Jumlah semua nilai siswa4. Lembar Observasi Aktivitas Guru Dan SiswaUntuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswadigunakan rumus sebagai berikut.%Xx100% dengan XDimana:% Porsentase pengamatanX Nilai rata-rata X Jumlah nilai rata-rata

56Tabel 3.5Tingkat Keberhasilan Guru dan Siswa dalam PembelajaranTingkat KeberhasilanKriteria 90 %Sangat baik80 – 89 %Baik60 – 79 %Cukup40 – 59 %Kurang 40 %Sangat kurangG. Indikator KinerjaIndikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihattingkat keberhasilan dari kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dalammeningkatkan atau memperbaiki mutu proses belajar mengajar dikelas. 331.Setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas ini akan terjadi peningkatanhasil belajar IPA siswa kelas VI MI Roudlotul Huda JedongcangkringKecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo dengan skor minimal 75, dantuntas secara klasikal jika kelas tersebut terdapat 80% siswa yang telahmencapai nilai lebih dari sama dengan 75.2.Keterlaksanaannya langkah – langkah pembelajaran metode penemuan(Discovery) pada mata pelajaran IPA siswa kelas VI MI Roudlotul Huda33Kusnandar, Langkah Mudah Penelitia, hal. 127

57Jedongcangkring Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo dengan hasilprosentase aktivitas guru dan siswa sebesar 90%.H. Tim Peneliti dan TugasnyaDalam Penelitian Tindakan Kelas ini yang berperan dan ikut terlibatadalah guru mata pelajaran IPA kelas VI yakni bapak M. Sholichin, S.Pd.I,beliau menjadi sebagai observatory. Dan peneliti sendiri adalah mahasiswasemester akhir program Dual Mode Sistem S1 kedua Fakultas Tarbiyah danKeguruan (FTK) Jurusan PGMI UINSA Surabaya dengan nama AchmadMuchlisin.Peneliti dan kolaborator bertanggungjawab penuh dalam penelitiantindakan kelas ini. Yang terlibat dalam perencanaan, tindakan, observasi, danrefleksi pada tiap – tiap siklusnya. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakandalam dua siklus dan sudah dianggap mampu memenuhi hasil yang diinginkndan dapat mengatasi persoalan yang ada.Adapun susunan tugas peneliti dan rekan sejawat adalah sebagaiberikut:1. Penelitia. Nama: Achmad Muchlisinb. NIM: D57213182c. Tugas: 1. Bertanggungjawab atas semua kelancarandalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran2. Menyusun RPP dan instrument penilaian

583. Terlibat dalam semua jenis kegiatan2. Guru Kolaboratora. Nama: M. Sholichin, S.Pd.Ib. Jabatan: Guru mata pelajaran IPA kelas VIc. Tugas: 1. Bertanggungjawab atas semua kelancaran dalampelaksanaan kegiatan pembelajaran2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran denganmenggunakan metode penemuan (Discovery)

benda yang dapat menghantarkan panas dan benda-benda yang tidak dapat menghantarkan panas 2. Menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran Mendengarkan penjelasan dari guru Kegiatan Inti 3. Menjelaskan tentang konduktor dan isolator Mendengarkan dengan baik penjelasan guru 4. Memberikan contoh benda-benda yang bersifat konduktor dan isolator