Transcription

36BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN3.1Model Penelitian dan PengembanganModel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE. ADDIEadalah model yang dibawa dan dikenalkan oleh Reiser Ollenda pada tahun 1990an (Sutarti, 2017:15). Model ADDIE dipopulerkan oleh Robert Maribe pada tahun2009. ADDIE merupakan kepanjangan dari (Analysis-Design-Develop-ImplementEvaluate). Model ADDIE mempunyai satu kesatuan yang saling terintegrasi satusama lain. Salah satu fungsi dari model ADDIE ini adalah sebuah model yang dapatdijadikan sebuah pedoman yang bersifat dinamis dan efektif (Santoso, 2010:72).Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan model ADDIE juga bersifatsistematis dan interaktif dilihat dari tahapan demi tahapan yang tersusun. Kelebihanlainnya yaitu dengan dilakukan evaluasi formatif pada setiap tahapannya misalkanpada tahap Analysis, Design, Develop dan Implement sehingga diperoleh hasil yangmaksimal dan dapat berjalan dengan baik. Model ADDIE juga memberikankesempatan peneliti untuk berkonsultasi dengan beberapa ahli media, materi, ahlipembelajaran yang dapat membuat produk yang dihasilkan memiliki kualitas yangtinggi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau ata(2006:169)mendefinisikan penelitian dan pengembangan merupakan pendekatan penelitianuntuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada.Menurut Sugiyono (2002:407) penelitian dan pengembangan adalah metode

37penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan mengujikeefektifan produk tersebut. Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkanpenelitian dan pengembangan itu adalah suatu cara untuk menciptakan produk yangbelum ada maupun menyempurnakan media produk yang telah ada dan mengujikeefektifitasan penggunaan dari media tersebut.Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan media sumber belajardalam bentuk konkret mata pelajaran Seni Budaya dengan media LARON(Gamelan Saron) dengan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul menggunakan jenispengembangan dan model ADDIE. Materi dalam media konkret ini musikansambel sejenis dan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul. Tingkat kevalidan dankeefektifan media pembelajaran ini diketahui melalui validasi oleh ahli media, ahlumateri, ahli pembelajaran, respon guru dan respon siswa dengan uji cobapenggunaan oleh siswa yang akan terstruktur menggunakan model ADDIE.3.2Prosedur Penelitian dan PengembanganBerdasarkan beberapa pemaparan kajian teori, wawancara, analisiskebutuhan dan observasi langsung yang sudah dilakukan, dapat diajukan berupamedia LARON (Gamelan Saron) dengan lagu daerah untuk mengenalkan anaktunagrahita ringan tentang musik ansambel replika gamelan saron dan lagu daerahdengan model yang diadaptasi dari model ADDIE. Berikut ini gambar 3.1 yangakan dijabarkan membahas tentang tahapan dan deskripsi dari kelima tahapanmodel ADDIE mulai dari Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate) :

38Analisis(Analysis)Desain lementasi(Implement)Sumber dikutip dalam : Bilfaqih, 2015:113.2.1 Analisis (Analysis)Tahap pertama dalam model pengembangan ADDIE ini adalah modeldengan menganalisis hasil observasi dan wawancara serta kajian untukmenganalisis masalah atau hambatan selain proses belajar mengajar. Solusi daripermasalahan tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan sumber daya manusia,pelatihan, motivasi, manajemen, sarana prasarana. Apabila sebuah masalahtersebut dapat diselesaikan misalkan menggunakan produk maka akan dilanjutkandengan tahap selanjutnya.Berdasarkan melakukan studi lapangan dan pengumpulan bukti secaraempiris yang didapat peneliti, bahwa pembelajaran Seni Budaya yang ada diSDLB-C Sumber Dharma Malang diperoleh data pelaksanaan pembelajaran yangmasih verbal dan cenderung monoton khususnya pada mata pelajaran materi senimusik ansambel. Model pembelajaran serta media pembelajaran yang kurangbervariasi sehingga dimungkinkan pembelajaran kurang maksimal. Berdasarkan

39pemaparan diatas peneliti ingin mengembangkan sebuah media pembelajaranLARON (Gamelan Saron) yang dikemas memiliki desain konkret, menggunakanbahan-bahan dan alat yang standar tanpa membahayakan anak tunagrahita ringan.3.2.2 Desain (Design)Pada tahap ke 2 tahap desain pada tahap desain ini bisa dilakukan denganmendeskripsikan materi, strategi, tujuan, dan memulai mencari penemuanpenemuan dari analisis. Menghasilkan sebuah data yang nantinya dapat digunakansebagai garis besar mengembangkan media dan materi. Dalam pengembanganmedia pada tahap ini materi yang digunakan pada mata pelajaran Seni Budayaadalah alat musik ansambel dan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul denganKompetensi Dasar yaitu “4.7 Memainkan Ansambel Alat Musik Campurandengan Membaca Partitur Sederhana”.Dari pemaparan Kompetensi dasar sudah dipastikan materi yaitu berkaitandengan musik ansambel yaitu gamelan saron dipadukan dengan lagu daerahGundul-Gundul Pacul. Setelah materi tersusun dengan baik maka langkahselanjutnya mengembangkan media dan menyusun media LARON (GamelanSaron) dengan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul untuk anak tunagrahita ringan.Media tersebut tidak lupa disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan anaktunarahita ringan. Apabila dibutuhkan penyederhanaan akan disederhanakan.3.2.3 Pengembangan (Development)Development atau biasa disebut pengembangan ini adalah tahap ketigadalam model pengembangan ADDIE. Pada tahap ini yang dilakukan dapat berupamenyediakan perangkat yang merupakan solusi dari masalah yang adadisesuaikan dengan hasil penelitian dan penyusunan materi di tahap ke 2. Pada

40tahap ini prototype media akan dilihat dan akan direvisi oleh tim ahli media, timahli materi dan ahli pembelajaran. Setelah revisi akan dilakukan validasi produkhasil kevalidan, kemudian diimplementasikan atau tidak pada tahap laksanaankegiatanpengimplementasian media harus sudah disiapkan untuk melakukan pembelajaranmenggunakan media LARON dengan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul untukanak tunagrahita ringan.3.2.4 Implementasi (Implementation)Pada tahap keempat model pengembangan ADDIE ini adalah implementasi.Pada tahap implementasi produk ini diharapkan dapat menyelesaikan masalahmasalah kegiatan pembelajaran yang sebelumnya ada. Diharapkan juga parapeserta didik memahami langsung serta memiliki kompetensi spiritual, sikap,pengetahuan, keterampilan dalam mengaplikasikan media tersebut. Kegiatanimplementasi ini dilakukan dengan melakukan penelitian dengan uji kelompokskala kecil, uji kelompok skala besar.Pada uji kelompok skala kecil, dan uji kelompok skala besar untukmendapat masukan dari anak-anak tunagrahita ringan. Pada uji kelompok skalakecil nantinya akan dipilih 2 anak dan uji skala besar akan dipilih 4 anak. Sebelumdilakukan uji coba siswa, guru kelas akan diberitahu oleh pengembang bagaimanapengaplikasian media LARON dan ditunjang dengan adanya buku panduan.Pemilihan anak tunagrahita ringan bersifat acak yan terpenting memenuhi koutaskala batasan bahwa anak tersebut kriteria anak tunagrahita ringan.3.2.5 Evaluasi (Evaluation)

41Pada tahap akhir dari model ADDIE adalah tahap evaluasi. Pada tahap iniadalah tahap dimana menganalisis hasil dari masukan para ahli media, ahlipembelajaran, ahli materi dan uji coba lapangan di SDLB-C Sumber Dharma sertarevisi. Pada tahap kelima pada model ADDIE ini akan diadakan tahap analisisdata secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif pada tahap evaluasi inidigunakan untuk mengolah data berbentuk angka pada angket yang sudahdiberikan kepada responden. Sedangkan secara kualitatif pada tahap ke lima iniyaitu tahap evaluasi merupakan data yang digunakan untuk mengolah data berupakritik, saran, masukan yang bersifat membangun dari ahli media, ahli materi, ahlipembelajaran dan uji coba lapangan (implementasi) yang sudah dilaksanakandemi pengembangan media LARON yang lebih baik. Apabila hasil akhir daripengembangan media LARON ini tidak sesuai yang diaharapkan maka akan adarevisi pada tahap evaluasi merupakan tahap yang diberlakukan semua komponendari media LARON (Gamelan Saron) dengan lagu daerah Gundul-Gundul Paculyang bertujuan media LARON layak dari berbagai segi desain, materi, danpenggunaan.3.3Tempat dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di SDLB-C Sumber Dharma Malang padatanggal 15-20 Januari 2018. Sekolah tersebut beralamatkan di Jalan Candi JagoNo 28 RT 04 RW 10 Dusun Blimbing Kecamatan Blimbing Kota Malang enganmempertimbangkan observasi awal dan analisis kebutuhan yang dilakukan diSDLB-C Sumber Dharma Malang melalui wawancara dengan guru yang akhirnyaterdapat permasalahan yang terkait dengan media pembelajaran.

42Teknik Pengumpulan Data3.4a.WawancaraWawancara merupakan salah satu cara mengumpulkan data denganmelalui kontak antara responden (sumber informasi) dan pewawancara(pengumpul data) baik secara langsung maupun tidak langsung. Dikatakansecara langsung apabila pewawancara behadap-hadapan langsung denganresponden (face to face) dan pewawancara langsung mencatat informasi yangdisampaikan oleh responden. Sedangkan wawancara tidak langsungmerupakan wawancara yang dilakukan secara tidak lansung denganmengirimkan beberapa pertanyaan tanpa bertatap muka secara langsung. (Adi,2004:72).Jenis wawancara ada dua yaitu wawancara terencana dan tidak terencana.Wawancara terencana merupakan wawancara dengan daftar peertanyaan yangsudah disusun dan direncanakan sebelumnya. Sedangkan jenis wawancaratidak terencana merupakan wawancara yang tidak disusun dan direncanakansebelumnya (Raharjo, 2009:86). Sedangkan apabila dari segi pelaksanaanyadibedakan menjadi 3 yaitu wawancara bebas, wawancara terpimpin danwawancara bebas terpimpin. Wawancara bebas adalah wawancara dengandaftar pertanyaan yang tidak direncanakan, antara responden dan pewawancaratidak merasa dalam situasi diwawancara. Wawancara terpimpin merupakanwawancara yang sudah direncanakan dan memilik daftar pertanyaan yangterperinci. Wawancara bebas terpimpin yaitu pengumpulan data denganmembawa pedoman dengan garis besar saja tanpa terinci.

43Wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara langsung (face to face)di SDLB-C Sumber Dharma Malang dengan narasumber wali kelas anaktunagrahita ringan. Wawancara ini beberapa kali pertemuan secara bertahap.Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan (need assesment),karakteristik, materi, tanggapan, komentar, dan saran guru dan anaktunagrahita ringan setelah menggunakan media LARON (Gamelan Saron)dengan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul. Wawancara dilakukan sebagai salahsatu metode untuk memperkuat dan memperjelas data yang diperoleh.b. ObservasiObservasi merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data dengan melihat,mengamati secara langsung dengan panca indra dengan mencatat apa saja datayang diperoleh (Asmadi, 2005:170). Observasi berdasarkan strukturnya dibagimenjadi dua yaitu observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur. MenurutMoleong, 2000:126-127 klasifikasi observasi dibagi menjadi 2 yaitu ikutberperanserta (peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang diamati)dan tidak berperanserta (hanya mengamati kelompok yang diamati saja),pengamatan terbuka (peneliti dalam melakukan pengamatan diketahui secaraterbuka oleh subjek) dan pengamatan tertutup (pengamatan yang dilakukantanpa diketahui oleh subjek pengamatan).Observasi pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan obsrvasitidak berperanserta dan terbuka kepada subjek, karena peneliti terjun langsungmenjadi pengamata di SDLB-C Sumber Dharma Malang. Observasi ini bertujanuntuk mengetahui respon guru dan siswa terhadap penggunaan mediapembelajaran LARON (Gamelan Saron) dengan lagu daerah Gundul-Gundul

44Pacul. Peneliti dalam kegiatan ini juga berperan sebagai observer untukmengamati jalannya kegiatan dan perilaku semua pihak yang terlibat dalamkegiatan observasi tersebut.c. DokumentasiTeknik dokumentasi adalah pengumpulan data baik secara tertulis, gambar,maupun elektronik. Dokumen dapat berupa catatan harian, struktur organisasi,sejarah, profil, data anak tunagrahita, denah tempat, peta, biografi(Sukmadinata, 2009:221).Penelitian pengembangan media LARON (Gamelan Saron) dengan lagudaerah Gundul-Gundul Pacul peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi.Teknik dokumentasi ini merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti dariberbagai hal media cetak, video, foto. Penelitian menggunakan teknikdokumentasi ini untuk mencari data tentang profil sekolah, dan sarana prasaranasekolah. Dokumen tertulis atau cetak terdapat struktur organisasi, profil SDLBC di Sumber Dharma Malang, data siswa tunagrahita, visi-misi di SDLB-CSumber Dharma Malang. Dokumen gambar contoh: foto anak tunagrahita,media pembelajaran yang ada di SDLB, video anak tunagrahita ringan dalamkegiatan pengaplikasian media.Teknik dokumentasi pada penelitian ini peneliti mengumpulkan datamaupun dokumen yang sudah ada dan dokumen yang dibuat oleh penelitiberupa foto, video proses pengaplikasian media LARON (Gamelan Saron)dengan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul. Berdasarkan hal terebut dari datayang diperoleh dapat dijadikan dan memberikan uraian tentang pentingnya

45kehadiran media LARON (Gamelan Saron) dengan lagu daerah Gundul-GundulPacul.d. AngketAngket merupakan teknik pengumpulan data dengan menyebarkanbeberapa formulir dengan serangkaian pertanyaan kepada responden. Angketdibagi menjadi dua yaitu angket tipe isian (serangkaian pertanyaan yangjawabannya berupa uraian bebas menurut responden) dan angket tipe pilihan(serangkaian pertanyaan yang jawabannya berupa memilih pilihan jawabanbaik secara multiple choice maupun force choice) (Waluyo, 2007:96-97)Teknik angket dalam penelitian ini menggunakan angket tipe pilihan yangakan memudahkan responden menjawab pertanyaan namun dilengkapi dengankolom keterangan yang bertujuan untuk tetap memberikan alasan maupunketerangan tambahan. Selain itu angket dalam penelitian pengembangan inijuga menggunakan teknik angket berstruktur dengan skala likert. Angket padapenelitian pengembangan ini diantaranya ada angket untuk kemenarikan produkuntuk guru dan siswa, kemudahan penggunaan, manfaat media LARON(Gamelan Saron) dengan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul dalam kegiatanpembelajaran.3.5Instrumen PenelitianInstrumen penelitian dan pengembangan ini terdapat lembar validasi dariahli materi dan ahli media, ahli pembelajaran, lembar observasi, respon siswa,respon guru dan wawancara. Untuk mengetahui seberapa dalam materi yangdisampaikan dan relevansinya terhadap kompetensi yang akan dicapai maka akandiberikan lembar validasi ahli materi. Sedangkan untuk mengetahui kelayakan

46mencangkup kevalidan media LARON (Gamelan Saron) dengan lagu daerahGundul-Gundul Pacul dalam kegiatan dan proses pembelajaran maka akandiberikan instrumen penelitian kepada ahli media, ahli materi dan ahlipembelajaran.Lembarobservasinantinyadigunakan untukmengetahuipengaplikasian media pembelajaran LARON (Gamelan Saron) dengan lagu daerahGundul-Gundul Pacul. Pedoman wawancara digunakan untuk mengetahui situasidan kondisi di SDLB-C. Lembar keefektifan didapat untuk mengetahui respon gurumaupun dari siswa setelah mengaplikasikan LARON (Gamelan Saron) dengan lagudaerah Gundul-Gundul Pacul dalam kegiatan pembelajaran. Berikut ini tabel untukmengetahui instrumen penelitian untuk mengumpulkan sejumlah data :No.1.2.Aspek YangDiukurInstrumenAngket validasimaterimediaLARONKelayakanproduk berupa Angket validasikevalidanproduk mediamateri danLARONmedia LARON Angket validasiPraktisiPembelajaranAngket responsiswaKelayakanproduk berupakeefektifanAngket Responmedia LARON GuruData YangDiperolehKevalidanmateripembelajaran terkaitmedia LARONKevalidanprodukmedia LARONRespondenAhli materipembelajaranAhli mediapembelajaranKevalidanAhlipembelajaran dengan Pembelajaranmedia LARONRespon siswa setelah Siswamenggunakan mediapembelajaranLARONRespon guru setelah Gurumenggunakan mediapembelajaranLARONLembarPenerapanmedia PenelitiObservasiLARONTabel 3.1 Tabel instrumen penelitian media LARONInstrumen ini nantinya akan dikonsultasikan dengan dosen pembimbingpenelitian dan pengembangan serta divalidasi secara teoritis. Instrumen yang sudah

47divaliadasi oleh dosen pembimbing penelitian dan pengembangan nantinya akansiap digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Peneliti membagi instrumenmenjadi delapan instrumen, yaitu 1. Pedoman wawancara guru, 2. Lembarobservasi awal, 3. Lembar analisis kebutuhan guru 4. Lembar validasi oleh ahlimateri yang terdiri aspek isi atau materi, aspek pembelajaran dan aspek tata bahasa,5. Lembar validasi oleh ahli media yang mencangkup aspek tampilan dan aspekpemograman, 6. Lembar validasi oleh ahli pembelajaran 7. Lembar respon guru, 8.Lembar respon siswa. Kisi-kisi instrumen untuk ahli media, ahli materi, ahlipembelajaran observasi, wawancara, dan respon baik guru maupun siswa sebagaiberikut:Tabel 3.2 Kisi-kisi instrumen pedoman wawancara awal guru untuk mediapembelajaran LARON (Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Aspek YangDinilaiIndikatorKurikulum yang digunakan di SDLB-C SumberDharmaKualifikasi guru di SDLB-C Sumber DharmaPelatihan dan Seminar yang dihadiri Guru SDLB-CInformasi Sekolah Sumber Dharma MalangKurikulum yang digunakan untuk mata pelajaran SenuBudayaMengangggarkan dana untuk membeli mediapembelajaran sebagai penunjangJumlah siswa tunagrahita ringan di SDLB-C khusususia Sekolah DasarMedia pembelajaran dirawat dengan baikMedia pembelajaran Seni Budaya terkait alat musikansambelMedia dibuat sendiri oleh guruKetersediaanMedia dibeli dengan anggaran seadaanyaMediaPembelajaranMedia dibeli dengan anggaran yang sudah disiapkanMedia yang sudah pernah dibuat guruMedia ditempatkan diruangan khusus mediaMedia diletakkan diruangan kelas

4814.15.16.17.PenggunaanmediapembelajaranSeni Budaya18.Penelitian yangserupa yangpernah dilakukan20.di SDLB-CSumber Dharma21.MalangSumber : Olahan Peneliti19.Apakah dalam kegiatan pembelajaran selalumenggunakan mediaMedia apa yang digunakan dalam pembelajaran SeniBudaya (Konkret, berbasis multimedia, gambar dsb)Berapa jumlah media pembelajaran Seni Budaya diSDLB-C Sumber Dharma MalangBagaimana respon siswa dengan hadirnya mediapembelajaran Seni BudayaApakah siswa lebih memahami materi denganmenggunakan mediaApakah penelitian tersebut berkaitan denganpengembangan media pembelajaranPenelitian sebelumnya menggunakan media apaterkait media pembelajaran Seni BudayaBagaimana respon anak tunagrahita terhadap mediatersebutTabel 3.3 Kisi-kisi instrumen lembar observasi awal untuk media pembelajaranLARON (Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul PaculNo12IndikatorGuru menggunakan media saat menjelaskanGuru menyusun rencana pembeljaran yang sesuai karakteristik anaktunagrahita ringan3Guru menggunakan media yang efisien4Guru mengutamakan keterlibatan siswa dalam penggunaan media5Guru menggunakan bahasa yang singkat dan jelas saat pembelajaran6Guru memantau belajar siswa7Guru memberikan tugas pembelajaran8Keadaan di kelas kondusif9Guru menguasai kelas10 Siswa responsif terhadap guru11 Guru mengaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan12 Guru selalu bertanya jawab dengan siswa13 Guru mengulang dan memberikan penekanan materi kepada siswa14 Guru memotivasi siswa15 Guru memberikan pujian-pujian sederhana kepada siswa16 Guru membuat media yang membuat siswa aktifSumber: Olahan PenelitiTabel 3.4 Kisi-kisi instrumen analisis kebutuhan guru media pembelajaran LARON(Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul Pacul

49No Aspek Yang Dinilai1.2.3.4.Media5.6.7.8.9.Respon Siswa10.Sumber : Olahan PenelitiIndikatorPenggunaan mediaJenis eriSiswa lebih memahami materiTabel 3.5 Kisi-kisi instrumen pedoman lembar validasi ahli materi media LARON(Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul Pacul.No1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12.13.14.15.Aspek Yang DinilaiAspek materiAspek pembelajaran16.17.18.19.20.21.22.Aspek Tata Bahasa23.Sumber : Olahan PenelitiIndikatorKesesuaian dengan Kompetensi DasarKebenaran teori dan konsepMateri mutakhirKeruntutan materiKesesuaian contoh yang diberikanKetepatan menggunakan istilahBersifat konstekstualKejelasan tujuan pembelajaranRelevansi tujuan dengan Kompetensi DasarSistematika yang runtut, logis, dan jelasKejelasan menguraikan materiPenumbuhan motivasi belajarRangkuman materiKejelasan indikator pembelajaranPemberian tugas latihan (Soal Evaluasi)Keseuaian gambar, suara untuk memperjelasmateri yang disampaikanPemberian evaluasiKemudahan siswa untuk belajar secaramandiriBahasa yang digunakan sesuai dengan tingkatberfikir dan sesuai karakteristiknyaPenggunaan bahasa yang baik dan benarKetepatan bahasa dan ejaanBahasa yang digunakan singkat dan jelasBahasa yang digunakan menimbulkan rasaingin tahu

50Tabel 3.6 Kisi-kisi instrumen pedoman lembar validasi ahli media pembelajaranLARON (Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul PaculNoAspek Yang an13.14.15.16.17.18.19.20.21.Sumber : Olahan PenelitiIndikatorMenu tampilanRespon peserta didikPetunjuk penggunaan (Buku Panduan)Format hurufJarak antar kataKeterbacaan teksKualitas tampilanDaya tarik tampilanTata letak materiTombol mediaKomposisi warnaKerapianBahan yang digunakanKeamanan (Savety)Petunjuk mudah dipahamiUkuran hurufTombol mediaTata letak soal evaluasiBentuk notasi musikTata letak gamelan saronKemudahan pembuat produkTabel 3.7 Kisi-kisi instrumen pedoman lembar validasi ahli pembelajaran LARON(Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul PaculNo.Aspek yang dinilai1.Kemudahan23.4.Materi5.6.Manfaat7.Sumber : Olahan PenelitiIndikatorPengoperasianPemindahanKesesuaian dengan Kompetensi DasarKebenaran teori dan konsepMateri mutakhirMotivasiVariasi media pembelajaranTabel 3.8 Kisi-kisi instrumen lembar respon guru terhadap media pembelajaranLARON (Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul Pacul

51No.Aspek Yang mber : Olahan PenelitiIndikatorKemudahan dalam pengapliaksianKemudahan materiKemudahan soal evaluasiDaya tarik siswaKeterampilan baru untuk siswaKebermanfaatan media untuk siswaKesesuaian dengan Kompetensi DasarKebenaran teori dan konsepMateri mutakhirKeruntutan materiKesesuaian contoh yang diberikanKetepatan menggunakan istilahBersifat konstekstualTabel 3.9 Kisi-kisi instrumen lembar respon siswa terhadap media pembelajaranLARON (Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul PaculNo.Aspek Yang Dinilai1.2.3.Tampilan4.5.6.Materi7.Sumber : Olahan PenelitiIndikatorWarnaBentukGambarAudioAlat musik replika SaronAnsambel musikSoal EvaluasiTabel 3.10 Kisi-kisi instrumen lembar observasi penelitian media pembelajaranLARON (Gamelan Saron) dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul PaculNo.Aspek Yang Dinilai12Kemudahan3456Motivasi78.Sumber: Olahan Peneliti3.6Teknik Analisis DataIndikatorKemudahan dalam pengaplikasianKemudahan materiKemudahan soal evaluasiKemudahan dalam penyampaianDaya tarik siswaKeterampilan baru untuk siswaKebermanfaatan media untuk siswaFokus siswa

52Penelitan ini menggunakan teknik analisis data secara kuantitatif dankualitatif yang akan digunakan untuk menganalisis data dari hasil tinjauan para ahlidan hasil uji coba pengembangan media LARON (Ary, 2002:42). Data deskriptifyaitu tinjauan dan saran dari ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran yangsesuai dengan prosedur penelitian dan pengembangan. Tahap awal penelitianpengembangan dilakukan dengan pengumpulan referensi terkait alat musikansambel gamelan saron dan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul, tahap selanjutnyaadalah penyusunan instrumen penelitian dan pengembangan media.Setelah tahap penyusunan instrumen tahap selanjutnya adalah penilaian dariahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. Media ini divalidasikan oleh ahlimateri, ahli media dan ahli pembelajaran kemudian direvisi oleh peneliti sehinggadiperoleh media revisi tahap I. Media hasil revisi I kemudian diujicobakan dengancara digunakan oleh guru dalam pembelajaran dikelas. Setelah diujicobakan makaakan direvisi kembali dan diperoleh media revisi II. Berdasarkan tahap tersebutmaka dihasilkan produk akhir media pembelajaran LARON (Gamelan Saron)dengan Lagu Daerah Gundul-Gundul Pacul untuk anak tunagrahita ringan diSDLB-C Sumber Dharma Malang.Analisis data secara kuantitatif dapat dilakukan dalam skor angket.Sedangkan analisis secara kualitatif digunakan untuk mengolah data saran,masukan, kritikan dari ahli dan pengguna dengan teknik deskriptif. Kualitaspengembangan produk pendidikan akan tinggi apabila mencangkup kevalidan dankeefektifan. Untuk mengetahui dan mengolah hasil keefektifan dan kevalidan dariangket digunakan rumus dibawah ini sebagai berikut:

53Keterangan :N:Rata-rata skor tiap komponen:Jumlah skor:Jumlah indikator yang dinilaiMengubah skor rata-rata menjadi kriteria pada tabel 3.11 sebagai berikut:No1234Interval Nilai3,00 X 4,002,00 X 3,001,00 X 2,000,00 X 1,00KriteriaSangat BaikBaikCukupTidak BaikSumber : Adaptasi dari (Arikunto, 2012:299).Media yang memiliki kualitas yang tinggi mencangkup kevalidan dankeefektifan dengan hasil minimal 71% (Permendikbud No 104 Tahun 2014) dapatdiprosentasikan maka hasil analisis untuk seluruh cakupan adalah sebagai berikut:Presentase (%) Skor hasil keseluruhan yang didapat 100%Skor hasil maksimalSetelah hasil dipersentasekan secara kuantitatif maka dapat diambilkeputusan dengan mendiskriptifkan hasil persentase yang didapat sebagai hasil darikevalidan dan keefektifan dapat dilihat pada tabel 3.12 dibawah ini:NoPersentaseTingkat1 75,01%-100%Sangat valid, sangat efektif, dan dapat digunakan2 50,01%-75,00% Valid, efektif, dapat digunakan dengan revisi kecil3 25,01%-50,00% Kurang valid, kurang efektif perlu revisi besar4 0,00%-25,00%Tidak valid, tidak efektif tidak dapat digunakanSumber : Adaptasi dari Akbar & Sriwijaya, 2011:147

Teknik angket dalam penelitian ini menggunakan angket tipe pilihan yang akan memudahkan responden menjawab pertanyaan namun dilengkapi dengan kolom keterangan yang bertujuan untuk tetap memberikan alasan maupun keterangan tambahan. Selain itu angket dalam penelitian pengembangan ini juga menggunakan teknik angket berstruktur dengan skala