Transcription

BAB IIIMETODE PENELITIANA. Setting PenelitianPenelitian ini dilakukan di SMA Kemala Bhayangkari Bandung yangterletak di jalan Palasari No. 46 Bandung, Jawa Barat. Sekolah yang berdiri dibawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari telah mendapatkan nilai akreditasi“A” dari dinas pendidikan. SMA Kemala Bhayangkari Bandung saat ini memilikisiswa aktif sebanyak 155 orang, didukung oleh tenaga pengajar sebanyak 20dengan kualifikasi Sarjana (S1) baik lulusan Perguruan Tinggi Negeri maupunSwasta.Lokasi serta kondisi sekolah ini pun dapat dikatakan baik. Luas tanahseluas 2, 150 m2. Ruang kelas yang terdapat di sekolah ini sebanyak 13 kelas dansemuanya dalam keadaan baik. Kelas X sebanyak 4 kelas, kelas XI ada 5 kelasdan kelas XII sebanyak 4 kelas. Jumlah tenaga pengajar biologi di sekolah inisebanyak 1 orang yaitu bapak Asep Juanda, S.Pd yang menjabat juga sebagaipembina Osis. Guru tersebut memiliki kemampuan mengajar yang baik.Itulah beberapa gambaran mengenai SMA Kemala Bhayangkari Bandungyang menjadi alasan bagi penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut.B. Metode PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya peningkatanpengetahuan prosedural siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakanlaboratorium virtual pada pokok bahasan sistem ekskresi. Metode penelitian yangdipilih dalam melaksanakan penelitian ini adalah metode eksperimen. Eksperimenadalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yangsengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi faktor-faktor yang lain yangmengganggu. Metode eksperimen juga dilakukan dengan tujuan untuk melihatakibat dari suatu perlakuan (Arikunto, 2015, hlm. 9).49

50C. Desain PenelitianDesain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PreExperimental Design karena dalam penelitian ini tidak digunakan kelaskontrol/pembanding dan sampel tidak dipilih secara random. Jenis PreExperimental Design yang dipilih adalah One Group Pret-est Post-test Designdimana observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan setelaheksperimen. Observasi yang dilakukan sebelum eksperimen disebut Pre-test danobservasi setelah eksperimen disebut Post-test. Pola desain penelitian tersebutadalah sebagai berikut:O1XO2Keterangan:O1 Sebelum eksperimen (Pre-test)X Perlakuan yang diberikan adalahlaboratorium virtualO2 Setelah eksperimen (Post-test)(Arikunto, 2015, hlm. 124).pembelajaranmenggunakanD. Subjek dan Objek PenelitianSubjek dan objek pada penelitian ini yaitu mencakup hal-hal sebagaiberikut:1.Subjek PenelitianPenelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IPA SMA KemalaBhayangkari Bandung tahun ajaran 2016/2017.2.Objek PenelitianPenelitian dilakukan di SMA Kemala Bhayangkari Bandung. Penelitibertujuan meningkatkan pengetahuan prosedural siswa setelah dilaksanakankegiatan pembelajaran menggunakan media laboratorium virtual.3.Populasi dan Sampel PenelitianPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMAKemala Bhayangkari Bandung. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasiyang diteliti. Penelitian yang dilakukan ini menentukan sampel denganmenggunakan Simple Random Sampling, karena populasinya bersifat homogen.Pengambilan sampel dengan sistem Simple Random Sampling ini dilakukan

51secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono,2012, hlm. 120). Berdasarkan hal tersebut, maka sampel yang diambil adalahkelas XI IPA 1 di SMA Kemala Bhayangkari Bandung.E. Rancangan Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis danstandar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antarametode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang akan diberikan solusi.Di bawah ini adalah teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu:1.Jenis Instrumena.TesTes ini disebut juga tes prestasi belajar. Mengukur hasil belajar siswayang dicapai selama kurun waktu tertentu. Bentuk tes yang digunakan pada tesawal dan tes akhir ini berupa soal pilihan ganda dengan 4 pilihan. Tes awal dantes akhir digunakan soal yang sama berdasarkan anggapan prestasi belajar siswayang akan benar-benar dilihat dan diukur dengan soal yang sama. Butir-butir soalmencakup ranah kognitif C1, C2, C3, C4, C5 dan C6 sesuai dengan TaksonomiBloom. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan tes adalah sebagaiberikut:1) Memakai kompetensi inti dan kompetensi dasar berdasarkan Kurikulum 2013mata pelajaran biologi kelas XI SMA semester 2 pada pokok bahasan sistemekskresi2) Membuat kisi-kisi soal pengetahuan prosedural berdasarkan Kurikulum 2013mata pelajaran biologi kelas XI SMA semester 2 pada pokok bahasan sistemekskresi dan membuat kunci jawaban serta penskoran3) Menulis soal tes pengetahuan prosedural berdasarkan kisi-kisi yang telahdibuat4) Instrumen yang telah dibuat kemudian dikonsultasikan kepada dosenpembimbing5) Melakukan analisis soal berupa uji validitas, uji reliabilitas, menghitungtingkat kesukaran dan daya pembeda soal.

52b.Non Tes1) AngketAngket atau kuisioner merupakan suatu teknik atau cara pengumpulandata secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya-jawab denganresponden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisisejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau direspon olehresponden. Bentuk pertanyaan atau peryataan adalah tertutup, telah disediakanalternatif jawaban dan tiap alternatif hanya berisi satu pesan sederhana. Jawabanatau respon dari responden dapat langsung diberikan pada alternatif jawaban(Syaodih, 2015, hlm. 219).2) ObservasiObservasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data denganmengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Observasidilakukan secara nonpartisipasif, pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, diahanya berperan mengamati kegiatan (Syaodih, 2015, hlm. 220). Observasi dalampenelitian ini meliputi observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru.F. Instrumen PenelitianBerdasarkan rancangan pengumpulan data yang telah diuraikan di atas,maka dilakukan pengembangan instrumen penelitian dan data sebagai berikut:1.Instrumen Tes KognitifInstrumen berupa soal yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soaldengan 4 pilihan. Instrumen ini digunakan untuk tes awal dan tes akhir. Kisi-kisidari soal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:

53Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Pengetahuan ProseduralPG: 20 SoalNo.IndikatorNo. Soal1.Membedakan indikator pada uji urineMengaplikasikan bahan yang2.digunakan pada uji urineMengurutkan langkah kerja pada uji3.urineRanahKognitifJumlah1 dan 14C222, 6 dan 8C333, 15 dan 17C334 dan 18C427, 9 dan 10C335, 11 dan 16C4312C4113C5119C4120C61Menganalisis adanya penyakit padatubuh seseorang dilihat dari4.kandungan zat yang terdapat padaurineMenggunakan alat laboratorium pada5.saat praktikumMengelompokkan alat dan bahan6.yang digunakan pada uji urineMenganalisis indikator-indikator7.yang terdapat pada uji urineMenyimpulkan manfaat pemeriksaan8.urineMenganalisis reaksi yang terjadi pada9.urine10.Menyajikan data mengenai uji urineKeterangan:1) PG artinya jenis soal pilihan ganda sebanyak 20 soal2) C2 (pemahaman), C3 (aplikasi), C4 (analisis), C5 (evaluasi), C6 (membuat)3) Angka jumlah menunjukkan banyaknya soal pada tingkatan kognitif2.Angket Respon SiswaAngket yang digunakan menggunakan skala 1 sampai 4, skala yangdigunakan yaitu skala likert (Riduwan, 2014, hlm. 91). Angket ini digunakanuntuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media tersebut dalamkegiatan pembelajaran. Angket ini berisi 10 pertanyaan/pernyataan yang berkaitan

54dengan pembelajaran. Angket respon siswa terhadap penggunaan medialaboratorium virtual dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 3.2 Angket Respon Siswa Terhadap STSSaya tertarik mengikuti pembelajaran pada pokokbahasan sistem ekskresi khususnya praktikum denganmenggunakan laboratorium virtualMedia yang digunakan sesuai dengan tujuanpembelajaranMedia yang digunakan mudah dioperasikanMedia yang digunakan dapat membantu pemahamandalam mempelajari uji kandungan zat pada urineTampilan gambar dan animasi dalam media inimenarikSaya senang diberi kesempatan latihan soal danmendapat informasi baruSaya lebih termotivasi untuk belajar eksperimenmenggunakan media laboratorium virtual iniSaya dapat memainkan animasi dalam media ini secaramandiriSaya merasa praktikum dengan menggunakanlaboratorium virtual lebih efektif dan efisienSaya tertarik apabila kegiatan pembelajaran terutamapraktikum dilaksanakan dengan laboratorium virtualdan diterapkan pada materi lainKeterangan:Skor untuk jawaban SS (Sangat Setuju) adalah 4Skor untuk jawaban S (Setuju) adalah 3Skor untuk jawaban KS (Kurang Setuju) adalah 2Skor untuk jawaban TS (Tidak Setuju) adalah 13.Lembar Observasi Aktivitas Siswaa.Ranah AfektifPenilaian ranah afektif siswa merupakan perilaku peserta didik, penilaianafektif tidak bersifat objektif, namun bersifat subjektif untuk mengetahui minatdan sikap siswa. Observasi afektif siswa menggunakan format penilaian sebagaiberikut:

No.NamaSiswadata (mencatat)MengumpulkanpraktikumTertib dalampendapat uti55Tabel 3.3 Format Penilaian Ranah AfektifSkor Aktivitas SiswaTotalPersentaseSkor(%)Kategori

56Rubrik penilaian untuk ranah afektif dapat dilihat pada berikut:Tabel 3.4 Rubrik Penilaian Ranah AfektifAspekKriteriaMengikuti praktikum sesuaiSelalu tampak: Apabila mengikuti 4 kegiatan praktikum sesuaidengan langkah yanglangkah yang ditetapkanditetapkanSering tampak: Apabila mengikuti 3 kegiatan praktikum sesuailangkah yang ditetapkanMulai tampak: Apabila mengikuti 2 kegiatan praktikum sesuailangkah yang ditetapkanBelum tampak: Apabila hanya mengikuti 1 kegiatan praktikumsesuai langkah yang ditetapkanSkor4321Kesungguhan dalamSelalu tampak: Apabila mengerjakan 4 kegiatan praktikum4mengerjakan praktikumSering tampak: Apabila mengerjakan 3 kegiatan praktikum3Mulai tampak: Apabila mengerjakan 2 kegiatan praktikum2Belum tampak: Apabila hanya mengerjakan 1 kegiatan1praktikumMenghargai pendapat temanSelalu tampak: Apabila mendengarkan dan menanggapi pendapat4temanSering tampak: Apabila mendengarkan namun tidak menanggapi3pendapat temanMulai tampak: Apabila tidak mendengarkan namum menanggapi2pendapat temanBelum tampak: Apabila tidak mendengarkan dan tidak1menanggapi pendapat temanTertib dalam mengikutiSelalu tampak: Apabila tertib mengerjakan 4 kegiatan praktikum4kegiatan praktikumSering tampak: Apabila tertib mengerjakan 3 kegiatan praktikum3Mulai tampak: Apabila tertib mengerjakan 2 kegiatan praktikum2Belum tampak: Apabila hanya tertib mengerjakan 1 praktikum1Mengumpulkan data denganSelalu tampak: Apabila mengumpulkan 4 data kegiatan4mencatat pada saatpraktikumpraktikumSering tampak: Apabila mengumpulkan 3 data kegiatan3praktikumMulai tampak: Apabila mengumpulkan 2 data kegiatan2praktikumBelum tampak: Apabila hanya mengumpulkan 1 data kegiatanpraktikumNilai Akhir 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑷𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏X 1001

57b.Ranah PsikomotorPenilaian ranah psikomotor dalam penelitian ini dilakukan untukmengetahui keterampilan siswa berkaitan dengan pengetahuan prosedural.Observasi psikomotor siswa menggunakan format penilaian sebagai berikut:Tabel 3.5 Format Penilaian Ranah PsikomotorMengoperasikan alatdengan benarCara memindahkanletak objekCara membuka objekNamaSiswaMembaca Skor Keterampilan SiswaTotalSkorPersentase(%)Kategori

58Rubrik penilaian untuk ranah psikomotor dapat dilihat pada berikut:Tabel 3.6 Rubrik Penilaian Ranah PsikomotorAspekTahapan menghidupkankomputer/laptopMembaca prosedur kerjaCara membuka objek padamedia laboratorium virtualCara memindahkan letak objekpada media laboratorium virtualMengoperasikan alat denganbenar pada media laboratoriumvirtualNilai Akhir 4.𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 ngat tepat: Apabila menghidupkan komputer/laptop dengan benar,teliti, sungguh-sungguh dan sesuai prosedurTepat: Apabila menghidupkan komputer/laptop dengan benar, telitidan sungguh-sungguhKurang tepat: Apabila menghidupkan komputer/laptop dengan benarnamun tidak sungguh-sungguhTidak tepat: Apabila menghidupkan komputer/laptop dengan benarnamun tidak sesuai prosedurSangat tepat: Apabila membaca seluruh prosedur kerja danmelakukan praktikumTepat: Apabila membaca ½ prosedur kerja dan melakukan praktikumSkorKurang tepat: Apabila membaca ¼ prosedur kerja dan melakukanpraktikumTidak tepat: Apabila tidak membaca prosedur kerja namunmelakukan praktikumSangat tepat: Apabila membuka objek dengan 4 syarat yaitu benar,teliti, sungguh-sungguh dan sesuai prosedurTepat: Apabila membuka objek hanya memenuhi 3 syarat2Kurang tepat: Apabila membuka objek hanya memenuhi 2 syarat2Tidak tepat: Apabila membuka objek hanya memenuhi 1 syarat1Sangat tepat: Apabila memindahkan letak objek dengan 4 syaratyaitu benar, teliti, sungguh-sungguh dan sesuai prosedurTepat: Apabila memindahkan letak objek hanya memenuhi 3 syarat4Kurang tepat: Apabila memindahkan letak objek hanya memenuhi 2syaratTidak tepat: Apabila memindahkan letak objek hanya memenuhi 1syaratSangat tepat: Apabila mengoperasikan alat dengan 4 syarat yaitubenar, teliti, sungguh-sungguh dan sesuai prosedurTepat: Apabila mengoperasikan alat hanya memenuhi 3 syarat2Kurang tepat: Apabila mengoperasikan alat hanya memenuhi 2 syarat2Tidak tepat: Apabila mengoperasikan alat hanya memenuhi 1 syarat1X 100Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Penilaian RPP pada penelitian ini berpedoman pada Peraturan MenteriPendidikan dan Kebudayaan No. 59 tahun 2014. Penilaian ini bertujuan untukmengetahui kesesuaian antara tahapan-tahapan pembelajaran media laboratoriumvirtual dengan dokumen pelaksanaan pembelajaran (RPP). Instrumen penilaianRPP dapat dilihat pada tabel berikut ini:4321431433143

59Tabel 3.7 Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)No1.Aspek yang diamatiPerumusan indikator pembelajaranmenggunakan kata kerja operasional tingkatanC1, C2, C3, C4, C5 dan C6Perumusan indikator pembelajaran diturunkanberdasarkan KD 3.9Perumusan indikator pembelajaran dijabarkankembali dalam tujuan pembelajaranPerumusan dan pengorganisasian materi ajarberdasarkan KD 3.9 tentang sistem ekskresiPenetapan sumber belajar yang digunakanbersumber pada sumber-sumber yang relevanatau berdasarkan hasil penelitian terdahuluPenetapan media pembelajaran menggunakanmedia pembelajaran inovatif yang dapatmemotivasi siswa untuk belajarPerumusan kegiatan pembelajaran di dalam RPPberpusat kepada siswaLangkah-langkah di dalam perumusan kegiatanpembelajaran menggunakan tahapan-tahapandari media laboratorium virtualPerumusan kegiatan inti menggunakanpendekatan saintifik meliputi kegiatan 5 MPenilaian hasil belajar yang dirumuskan di RPPbukan hanya penilaian kognitif sajaPenilaian hasil belajar menggunakan rubrikpenilaian yang sesuaiPenggunaan bahasa di dalam penyusunan RPPmenggunakan kaidah yang sesuai dengan EYDRata-rata2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12.P 𝑛𝑁PersentaseKriteriax 100Keterangan:P persentase penilaian (%)n jumlah skor yang diperolehN jumlah skor maksimum5.Lembar Observasi Aktivitas GuruLembar observasi aktivitas guru dibuat untuk mengetahui pembelajaranyang dilaksanakan oleh guru sudah sesuai atau belum. Sehingga, data yangdiperoleh dapat memperkuat hasil penelitian. Hasil yang didapatkan dari lembarobservasi aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat dilihat padatabel berikut ini:

60Tabel 3.8 Aktivitas Guru Selama PembelajaranNo.1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.Kegiatan Guru yang DiamatiYaTidakKeteranganMengecek kehadiran dan kesiapan siswa untuk memulaipembelajaranPemberian apersepsi yang sesuai dengan materiMemberikan pertanyaan kepada siswa mengenai apersepsi yangdijelaskanPemberian gambaran umum mengenai materi yang akan dipelajariPemberian motivasi dengan menyampaikan manfaat materi yangdipelajariMemberikan soal pretest kepada semua siswaMembimbing siswa untuk melaksanakan pembelajaran sistemekskresi (praktikum uji urine) menggunakan laboratorium virtualMembimbing siswa dalam mengerjakan LKSMembagikan angket respon siswa terhadap media laboratoriumvirtual untuk diisi sesuai petunjuk yang adaMemberikan soal posttest kepada semua siswaKeterangan:Ya : TerlaksanaTidak : Tidak TerlaksanaG. Teknik Analisis DataSebelum digunakan sebagai tes awal dan tes akhir pada kelas yangdijadikan sampel penelitian, soal ini di konsultasikan terlebih dahulu kepadadosen pembimbing. Bentuk instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalahdalam bentuk tes yaitu tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test), serta instrumennon test berupa lembar observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru yang meliputikegiatan pembelajaran yang berlangsung serta angket untuk mengetahui responatau tanggapan siswa mengenai kegiatan pembelajaran.1.Instrumen TesInstrumen tes yang diberikan berupa soal-soal pilihan ganda sebanyak 20soal. Instrumen ini dapat diuji dengan tahapan sebagai berikut:a.Validitas Butir SoalValiditas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkatkevalidan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yangtinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yangrendah. Tinggi rendahnya tingkat validitas suatu instrumen dapat diukur denganrumus korelasi sebagai berikut:

61𝒓𝒙𝒚 𝑵( 𝑿𝒀) ( 𝑿)( 𝒀){𝑵𝟐𝑿𝟐 ( 𝑿)𝟐 }{𝑵𝒀𝟐 ( 𝒀 )}Keterangan:rxy : validitas butir soalN: Jumlah peserta tesX : Skor tiap item dari sampel uji coba variabel XY : Skor tiap item dari sampel uji coba variabel Y xy : Jumlah perkalian XY(Arikunto, 2015, hlm. 72)Adapun koefisien untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasidapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 3.9 Koefisien Validitas Butir SoalNo.RentangKeterangan1.0,80 – 1,00Sangat tinggi2.0,60 – 0,80Tinggi3.0,40 – 0,60Cukup4.0,20 – 0,40Rendah5.0,00 – 0,20Sangat rendah(Arikunto, 2015, hlm. 89)Perhitungan korelasi butir soal ini dilakukan dengan program anates.b.Reliabilitas SoalReliabel artinya dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Dalam tahapan ujiinstrumen, reliabilitas soal memberikan arti bahwa suatu instrumen dapatdipercaya untuk digunakan.Cara menghitung reliabilitas soal yaitu dengan carasebagai berikut:𝑟11 𝑛𝑛 11 𝑆 2 𝑝𝑞𝑆2Keterangan :r11 : Reliabilitas tes secara keseluruhann: Banyak butir pertanyaan atau soal pq : Jumlah hasil perkalian antara p dan qp: Proporsi subjek yang menjawab item dengan benarq: Propori subjek yang menjawab item dengan salah (q 1 – p)S: Standar deviasi dari tesPerhitungan untuk tingkat reliabilitas soal menggunakan program anates.Indeks korelasi menurut Arikunto (2015, hlm. 89) dapat dilihat dalam tabelberikut ini:

62Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitasc.No.RentangKeterangan1.0,80 – 1,00Sangat tinggi2.0,60 – 0,80Tinggi3.0,40 – 0,60Cukup4.0,20 – 0,40Rendah5.0,00 – 0,20Sangat rendahDaya Pembeda SoalDaya pembeda soal adalah kemampuan soal untuk membedakan siswayang memiliki kemampuan tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuanrendah (Arikunto, 2015, hlm. 226). Rumus yang digunakan untuk melihat dayapembeda adalah:𝐵𝐴Rumus : D 𝐽𝐴 𝐵𝐵𝐽𝐵Keterangan :DB : Indeks Daya pembedaJA : Banyaknya peserta kelompok atasJB : Banyaknya kelompok bawahBA : Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benarBB : Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benarPerhitungan tingkat daya pembeda pada setiap butir soal menggunakanprogram anates. Acuan perhitungan daya pembeda pada setiap butir soal dapatdilihat dalam tabel berikut ini:Tabel 3.11 Klasifikasi Daya Pembedad.RentangKriteria0,00 – 0,20Jelek0,21 – 0,40Cukup0,41 – 0,70Baik0,71 – 1,00Baik sekaliTingkat Kesukaran SoalTingkat kesukaran soal dihitung untuk melihat apakah soal tersebutrendah dan tidak terlalu sukar untuk digunakan dalam pembuatan instrumen.Tingkat kesukaran soal ini dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:P 𝐵𝐽𝑆

63Keterangan :P: Indeks kesukaranB: Banyak siswa yang menjawab soal dengan benarJS : Jumlah seluruh siswa peserta test(Arikunto, 2015, hlm. 223)Perhitungan tingkat kesukaran butir soal menggunakan program anates.Acuan perhitungan tingkat kesukaran pada setiap butir soal dapat dilihat dalamtabel berikut:Tabel 3.12 Indeks Tingkat KesukaranNo.RentangKeterangan1.0,00 – 0,30Sukar2.0,31 – 0,70Sedang3.0,71 – 1,00MudahH. Teknik Pengolahan DataData hasil pre-test dan post-test berupa skor. Pengolahan data yangdilakukan untuk nilai tes pengetahuan prosedural dilakukan langkah-langkahsebagai berikut:1.Pemberian SkorSkor untuk soal pilihan ganda ditentukan berdasarkan metode RightsOnly, yaitu jawaban benar diberi skor satu dan jawaban salah atau yang tidakdijawab diberi skor nol. Skor setiap siswa ditentukan dengan menghitung jumlahjawaban benar, kemudian data hasil penelitian akan diolah dengan uji normalitasmenggunakan chi kuadrat (X2), uji homogenitas menggunakan uji F dan untukpengujian hipotesis menggunakan uji t berpasangan.Pemberian skor dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:Nilai 2.𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑛𝑎𝑟𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑆𝑜𝑎𝑙x 100Uji NormalitasUntuk mengetahui data tersebut normal atau tidak maka diadakan ujinormalitas menggunakan chi kuadrat (X2) dengan kriteria pengujian X2hitung X2tabel maka distribusinya dikatakan normal (Suhaerah, 2014, hlm. 43-44).Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji normalitas yaitu:

64a. Menentukan rentang skor (r)r nilai terbesar – nilai terkecilb. Menentukan banyak kelas interval (K)K 1 3,3 log n (n banyak data)c. Menghitung panjang kelas (p)P 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠d. Membuat tabel distribusi frekuensie. Menentukan nilai rata-rata xx 𝑓𝑥 𝑖𝑓f. Mencari simpangan baku (SD)SD 𝑛𝑓 𝑥𝑖 2 ( 𝑓𝑥𝑖 )2𝑛 𝑛 1Keterangan:f banyaknya siswa yang mendapatkan nilai pada kelas intervalXi nilai rata-rata pada suatu kelas intervaln jumlah seluruh siswa yang mengikuti tesg. Menentukan nilai Z – score untuk batas kelas intervalZ 𝑏𝑘 𝑋𝑆𝐷h. Mencari luas 0 – Z dari tabel kurva normal menggunakan angka-angka untukbatas kelas.i. Mencari luas tiap interval (L)j. Menentukan frekuensi yang diharapkan (fe)k. Mencari chi kuadrat (X2hitung) dengan rumus x2 (𝑓𝑜 𝑓𝑒 )2𝑓𝑒l. Menentukan derajat kebebasan (db)m. Penentuan normalitasJika X2hitung X2tabel maka data berdistribusi tidak normalJika X2hitung X2tabel maka data berdistribusi normal3. Uji HomogenitasSetelah mendapatkan hasil pre-test dan post-test yang berdistribusinormal, maka dilakukan uji homogenitas yang dihitung dengan menggunakan ujiF dengan rumus sebagai berikut:a.Menentukan Fhitung dengan rumus:

65Fhitung 𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙Menentukan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel dengan db pembilang n – 1(varians terbesar) dan db penyebut n – 1 (varians terkecil) dengan 0,01c.Menentukan homogenitas dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilaiFtabel berdasarkan taraf kepercayaan 99%. Apabila Fhitung Ftabel maka datatersebut mempunyai varians yang tidak homogen. Akan tetapi, jika Fhitung Ftabel maka data tersebut mempunyai varians yang homogen.4.Uji HipotesisUji hipotesis menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui apakahdata tersebut signifikan atau tidak signifikan. Data yang signifikan artinyaterdapat perbedaan yang nyata antara pre-test dan post-test. Jika thitung ttabel makadata tersebut tidak signifikan dan jika thitung ttabel maka data tersebut signifikanpada taraf nyata 0,01. Langkah-langkah penghitungan uji hipotesis yaitu:a.Mencari standar deviasi gabunganSD gab 𝑛1 1 𝑉1 𝑛2 1 𝑉2𝑛1 𝑛2 2Keterangan:SD gab standar deviasi gabungann1 jumlah sampel yang variansinya besarn2 jumlah sampel yang variansinya kecilV1 varian besarV2 varian kecilb.Menentukan nilai t dengan menggunakan rumus:𝑥2 𝑥1t 1 1𝑆𝐷𝑔𝑎𝑏 𝑛 1 𝑛2c.Menentukan derajat kebebasan db n1 n2 – 2d.Membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel sesuai dengan tingkatkepercayaan yang dipilih yaitu 99%e.Kriteria pengujianDari pengujian akan diperoleh thitung kemudian dibandingkan dengan ttabel,jika thitung ttabel maka tidak berbeda secara signifikan. Akan tetapi, apabilathitung ttabel maka terdapat perbedaan yang signifikan.

665.Uji Nilai N-GainSetelah data hasil pre-test dan post-test diperoleh dari hasil penskoran,maka akan dihitung rata-rata peningkatan pengetahuan prosedural siswa denganpenghitungan N-Gain dengan rumus perhitungan sebagai berikut:N-Gain 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑖𝑑𝑒𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡Acuan kriteria perolehan gain yang sudah dinormalisasikan menurut Hake(1999) dalam Wijayanti (2014) dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 3.13 Interpretasi Nilai Gain TernormalisasiNilai (NG)6.Interpretasi(NG) 0,7Tinggi0,7 (NG) 0,3Sedang(NG) 0,3RendahPengolahan Angket Respon SiswaJawaban responden dapat berupa pernyataan sangat setuju (SS) bernilai 4,Setuju (S) bernilai 3, Kurang Setuju (KS) bernilai 2, Tidak Setuju (TS) bernilai 1.Angket analisis responden dihitung dengan rumus sebagai berikut:P 𝑛𝑁x 100Keterangan:P persentase penilaian (%)n jumlah skor yang diperolehN jumlah skor maksimumBerikut adalah interpretasi angket respon siswa terhadap media yang dapatdilihat pada tabel sebagai berikut:Tabel 3.14 Interpretasi Respon Siswa Terhadap PembelajaranKriteria NilaiPersentase (%)Kategori476 – 100Sangat baik351 – 75Baik226 – 50Kurang baik10 – 25Tidak baikI. Tingkat KeberhasilanPenelitian ini dikatakan berhasil apabila minimal 50% dari jumlah siswayang dijadikan sampel penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuanprosedural dalam aspek afektif dan psikomotor siswa dalam klasifikasi baik.

67penelitian ini pun dikatakan berhasil apabila minimal 50% siswa dari jumlahsiswa yang dijadikan sampel penelitian menunjukkan nilai atau hasil belajar diatasnilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditentukan sekolah.J. Prosedur PenelitianPenelitian ini dilakukan dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan.Adapun tahapannya sebagai berikut:1.Tahap persiapana.Pengajuan judulb.Penyusunan proposal penelitianc.Seminar proposal penelitiand.Mengurus perizinan penelitian kepada pihak-pihak tertentue.Pembuatan instrumen penelitianf.Pengujian instrumen penelitiang.Pengolahan data hasil pengujian instrumen2.Tahap pelaksanaanTahap pelaksanaan penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan datapenelitian berupa pengetahuan prosedural siswa setelah melakukan kegiatanpembelajaran menggunakan media laboratorium virtual. Tahap pelaksanaan inidilakukan dengan urutan sebagai berikut:a.Penentuan kelas yang akan dijadikan subjek penelitianb.Pemberian pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswac.Memberikan perlakuan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaranmenggunakan media laboratorium virtual pada pokok bahasan sistem ekskresid.Penilaian kemampuan afektif dan psikomotor siswa selama pembelajaranberlangsunge.Pemberian post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan proseduralsiswa setelah dilakukan pembelajaran3.Tahap Akhira.Mengolah data dengan pengujian statistikab.Pembahasan hasil penelitianc.Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data

2. Angket Respon Siswa Angket yang digunakan menggunakan skala 1 sampai 4, skala yang digunakan yaitu skala likert (Riduwan, 2014, hlm. 91). Angket ini digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Angket ini berisi 10 pertanyaan/pernyataan yang berkaitan