Transcription

BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1Metode Penelitian yang Digunakan3.1.1 Metode PenelitianMetode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untukmendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Untuk mencapai tujuantersebut diperlukan suatu metode yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode survey. MenurutSugiyono (2013:11) pengertian metode survey adalah :“Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan angket sebagai alatpenelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi datayang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasitersebut, sehingga ditemukan kejadian relatif, distribusi, dan hubunganantar variabel, sosiologis maupun psikologis”.Tujuan penelitian survey adalah untuk memberikan gambaran secaramendetail tentang latar belakang, sifat-sifat, serta karakter-karakter yang khas darikasus atau kejadian suatu hal yang bersifat umum.Dalam penyusunan skripsi ini dibutuhkan data dan informasi yang sesuaidengan sifat permasalahannya agar data dan informasi yang diperoleh cukuplengkap digunakan sebagai dasar dalam membahas masalah yang ada metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskritif dan metodepenelitian asosiatif.45

46Menurut Sugiyono (2013:206) yang dimaksud dengan metode analisisdeskritif adalah :“Metode analisis deskritif adalah statistik yang digunakan untukmenganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan datayang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuatkesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi”.Dalam penelitian deskriptif digunakan untuk menganalisis Pemeriksaanpajak dan Kepatuhan Wajib Pajak badan.Sedangkan menurut Sugiyono (2013:207) penelitian asosiatif adalah :“Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan duavariabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatuteori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, danmengontrol suatu gejala”.Dalam penelitian asosiatif digunakan untu menganalisis pengaruhpemeriksaan pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak badan.Data yang diperoleh kemudian diolah, dianalisis dan diproses lebih lanjutdengan dasar-dasar teori yang telah dipelajari untuk menarik kesimpulan.Sedangkan analisis dilakukan melalui pendekatan kuantitatif yang menggunakanmetode statistik yang relevan untuk menguji hipotesis. Untuk itu, ditempuhlangkah-langkah yang dimulai dari operasionalisasi variabel,rancanganpengukuran hipotesis, dan metode pengumpulan data.Menurut Sugiyono (2013:13) yang dimaksud metode kuantitatif adalah :“Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitianyang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk menelitipada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sempel pada

47umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakaninstrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengantujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi atau gambaransecara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat, serta hubungan antarafenomena yang diselidiki. Ada dua instrument yang digunakan dalam penelitianini yaitu menggunakan wawancara, dan angket metode tertutup. Indikatorindikator untuk kedua variabel tersebut kemudian dijabarkan oleh penulis menjadisejumlah pertanyan-pertanyaan sehingga diperoleh data primer. Data ini akandianalisis dengan menggunakan uji statistika yang relevan untuk mengujihipotesis. Sedangkan teknik ukuran yang digunakan yaitu teknik Skala Likert3.1.2 Objek PenelitianObjek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatupenelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untukmendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Objekpenelitian dalam penelitian ini mengenai pemeriksaan pajak dan kepatuhan WajibPajak badan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bandung yang bertempatdi Jl. Asia Afrika No.14 Bandung. Kantor Palayanan Pajak Madya Bandungmerupakan instansi pemerintah yang mengurusi penerimaan negara khususnyapenerimaan pajak yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengaruh pemeriksaanpajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak badan.

483.1.3 Model PenelitianModel penelitian ini merupakan abstraksi dari fenomena-fenomena yangsedang diteliti. Dalam hal ini sesuai dengan judul skripsi yang penulis kemukakanmaka model penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1 sebagai berikut :Pemeriksaan PajakKepatuhan WajibPajak Badan(X)(Y)Gambar 3.1 Model PenelitianBila dijabarkan secara matematis, maka hubungan dari variabel tersebutadalah sebagai berikut :Y f (X)Di mana :Y Kepatuhan Wajib Pajak BadanX Pemeriksaan PajakF FungsiBerdasarkan model penelitian di atas, maka dapat diartikan bahwakepatuhan Wajib Pajak badan dipengaruhi oleh pemeriksaan pajak.

493.2Definisi Variabel Penelitian3.2.1 Definisi Variabel PenelitianSesuai dengan judul skripsi yaitu Pengaruh Pemeriksaan Pajak terhadapKepatuhan Wajib Pajak Badan, maka penulis melakukan penelitiandenganmenghubungkan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel-variabeldalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1.Variabel Bebas (Independent Variable)Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent.Dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas. Menurut Sugiyono(2013:59) yang dimaksud variabel bebas adalah :“Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadisebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”.Variabel bebas (independent variable) dalam penelitian ini adalahpemeriksaan pajak. Pemeriksaan pajak adalah serangkaian kegiatan untukmencari, mengumpulkan, dan mengolah data dan atau keterangan lainnyadalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakanberdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.2.Variable Terikat (Dependent Variable)Variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen.Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. MenurutSugiyono (2013:59) yang dimaksud variabel terikat adalah :

50“Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadiakibat, karena adanya variabel bebas”.Variabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini adalah kepatuhanWajib Pajak badan. Kepatuhan Wajib Pajak badan adalah kemampuan WajibPajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dan melakukan hakperpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.3.2.2 Operasionalisasi Variabel PenelitianOperasionalisasi varibel adalah suatu cara untuk mengukur suatu konsepyang dalam hal ini terdapat variabel-variabel yang langsung mempengaruhi dandipengaruhi, yaitu variabel yang dapat menyebabkan masalah-masalah lain terjadidan atau variabel yang situasi dan kondisinya tergantung variabel lain. Sesuaidengan judul skripsi yaitu “Pengaruh Pemeriksaan Pajak terhadap KepatuhanWajib Pajak Badan” maka terdapat dua variabel penelitian yaitu:1. Pemeriksaan Pajak sebagai variabel bebas (X)2. Kepatuhan Wajib Pajak Badan sebagai variabel terikat (Y)Untuk mengukur variabel bebas dan terikat, dilakukan penyebaran angketkepada sejumlah responden. Angket tersebut disusun berdasarkan indikatorindikator yang digunakan untuk melihat apakah pemeriksaan pajak memilikipengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak badan. Kedua variabel penelitian dapatdijabarkan dalam beberapa dimensi dan indikator seperti dijabarkan dalam tabel3.1 dan 3.2 berikut ini:

51Tabel 3.1Operasionalisasi Variabel Bebas (X)Pemeriksaan PajakVariabelKonsep VariabelDimensiIndikatorPemeriksaan Pemeriksaan pajak 1. Pedomana. Pendidikan,Pajakadalah anketerampilan(X)mencari,pemeriksa pajak.mengumpulkan,b. Sikapjujur,mengolahdatatanggung jawab,dan/atausopan objektif, danketerangan lainnyaprofessionaluntukmengujipemeriksa pajak.kepatuhanc. Pemeriksa pajakpemenuhanmenyusun LaporankewajibanPemeriksaan Pajakperpajakandanberdasarkanuntuk tujuan laintemuanhasildalamrangkapemeriksaan n.2. Pedomana. MelakukanPelaksanaanpersiapanyangPemeriksaanbaik sesuai denganSumber : Erlytujuan pemeriksaanSuandy (2011:203)sebelummelakukanpemeriksaan.b. Melakukanpencocokan data,pengamatan, dantanya jawab untukmenentukan luaspemeriksaan.c. Memberikanpendapat dankesimpulanberdasarkan padatemuan yang kuat.3. Pedomana. inalOrdinal

52LaporanPemeriksaanPajakSumber : ErlySuandy(2011:216)VariabelKepatuhanWajib Pajakbadan(Y)Pemeriksaan Pajakdisusun secararingkas dan jelas,memuat ruanglingkup sesuaidengan tujuanpemeriksaan.b. LaporanPemeriksaan PajakdalampengungkapanpenyimpanganSPT disusundenganmemperhatikanKertas KerjaPemeriksaan.c. LaporanPemeriksaan Pajakdidukung olehdaftar yanglengkap dan rincisesuai dengantujuan pemeriksaanOrdinalOrdinalTabel 3.2Operasionalisasi Variabel Terikat (Y)Kepatuhan Wajib Pajak badanKonsep VariabelDimensiIndikatorSkalaKepatuhan Wajib1. Patuha. Wajib PajakOrdinalPajak dapatterhadapmelaporkan SPTdidefinisikankewajibanMasa PPN dengansebagai suatuinterimtepat waktu.keadaan dimanab. Wajib PajakOrdinalWajib Pajakmelaporkan SPTmemenuhi semuaMasa PPh dengankewajibantepat waktu.perpajakan danc. Wajib PajakOrdinalmelaksanakan hakmembayarperpajakannya.angsuran pajaksetiap bulan dengantepat waktu.2. Patuhterhadapa. Wajib Pajak aktifmenghitung pajakOrdinal

53Sumber : SafriNurmantu dalamSiti KurniaRahayu(2010:138)kewajibantahunan3. Patuhterhadapketentuanmaterial danyuridisformalperpajakanSumber : ErlySuandy(2011:97)berdasarkan sistemself assessment.b. Untuk SPT PPhtahunan WajibPajak badabmelakukanpelaporan pajakpaling lambat 4bulan setelah akhirtahun pajak.c. Wajib Pajak tidakmemilikitunggakan pajakatau melunasipajak terutang.a. Mendaftarkan dirisebagai WajibPajak.b. Mengisi SPTdengan lengkapdan benar sesuaidengan besarnyapajak terutangyang sebenarnya.c. Wajib Pajakmembayar ataumenyetor pajakyang dipotongatau dipungut.d. Wajib Pajakmelakukanpembukuan sesuaidengan ketentuanyang telahditetapkan.e. Wajib Pajakmelakukanpemungutan danpemotonganpajak.f. Wajib lOrdinalOrdinalOrdinalOrdinalOrdinal

543.3Populasi dan Sampel3.3.1 PopulasiMenurut Sugiyono (2013:115) mengatakan populasi merupakan wilayahgeneralisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dankarakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudianditarik kesimpulannya.Populasi penelitian dalam penyusunan skripsi ini adalah pemeriksa pajakdi Kantor Pelayanan Pajak Madya Bandung. Dengan jumlah populasi sebanyak 49orang untuk pengisian angket.3.3.2 SampelMenurut Sugiyono (2013:116) menyatakan Sampel merupakan bagiandari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.Untuk menentukan ukuran besarnya sampel, peneliti menggunakan rumusdari Slovin yang dikutip Sevilla (1994) dalam Umar (2002:141) sebagai berikut:n Keterangan:n SampelN Populasie Taraf kesalahan atau nilai kritis

55Pengambilan sampel dilakukan pada tingkat kepercayaan 95% atau nilaikritis 5% dengan pertimbangan nilai kritis tersebut digunakan dalam penelitiansebelumnya. Sesuai dengan rumus di atas, maka jumlah sampel dalam penelitianini adalah sebagai berikut:n n 43,6Berdasarkan penghitungan tersebut maka sampel yang diambil dibulatkanmenjadi sebanyak 44 orang pemeriksa pajak.3.3.3 Teknik SamplingTeknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Teknik samplingpada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dannonprobability sampling. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metodeprobability sampling, sedangkan cara pengambilan sampel yang digunakan adalahsimple random sampling.Menurut Sugiyono (2013:118) yang dimaksud Probability samplingadalah sebagai berikut elyangmemberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasiuntuk dipilih menjadi anggota sampel”.

56Adapun pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simplerandom sampling. Menurut Sugiyono (2013:118) Simple random sampling adalahsebagai berikut :“Simple random sampling adalah pengambilan anggota sampel daripopulasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasiitu”.3.4Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data3.4.1 Sumber DataMenurut Sugiyono (2013:193) sumber data penelitian terdiri dari :“a. Sumber PrimerSumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan datakepada pengumpul data.b. Sumber SekunderSumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsungmemberikan data kepada pengumpul data”.Sebagian besar tujuan penelitian adalah untuk memperoleh data yangrelevan, dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunanskripsi ini yang menjadi sumber data penelitian adalah data primer.3.4.2 Teknik Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan untukmemperoleh data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian.Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian iniadalah :

571.Penelitian Lapangan (Field Research)a. Angket (Kuesioner)Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasidari reponden adalah berbentuk angket. Jenis angket yang penulis gunakanadalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya.Adapun alasan penulis menggunakan angket tertutup adalah:-Angket tertutup memberikan kemudahan kepada responden dalammemberikan jawaban.-Angket tertutup lebih praktis.-Keterbatasan waktu penelitian.Dalam melakukan pengukuran atas jawaban dari angket-angket tersebutyang diajukan kepada responden, skala yang digunakan adalah skalaLikert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, danpersepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.Dengan skala Likert,maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadiindikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titiktolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataanatau pertanyaan.Sugiyono (2013:133), menyatakan bahwa :“Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likertmempunyai gradasi dari segala positif sampai sangat negatif, yang dapatberupa kata-kata antara lain :a. Sangat setujua. Selalub. Setujub. Seringc. Ragu-raguc. Kadang-kdangd. Tidak setujud. Tidak pernah

58e. Sangat tidak setujua. Sangat positifa. Sangat baikb. Positifb. Baikc. Negatifc. Tidak baikd. Sangat negatifd. Sangat tidak baikUntuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor,misalnya :1. Setuju/selalu/sangat positif diberi sekor52. Setuju/sering/positif diberi sekor43. Ragu-ragu/kadang-kang/netral diberi sekor34. Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi sekor25. Sangat tidak setuju/tidak pernah/diberi skor1Instrument penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalambentuk checklist ataupun pilihan ganda”.Skala pengukuran semua variabel dalam penelitian adalah pengukuranpada skala ordinal. Untuk kepentingan analisis data dengan korelasi danregresi linier sederhana yang mensyaratkan tingkat pengukuran variabelsekurang-kurangnya interval, indeks pengukuran variabel ini ditingkatkanmenjadi data dalam skala interval melalui Methods Of Successive Interval(MSI) menurut Riduwan dan Kuncoro (2007: 30) adalah sebagai berikut :1.Menentukan berapa banyak orang yang mendapatkan skor 1, 2, 3, 4 dan 5dari setiap butir pertanyaan pada kuesioner, yang disebut denganfrekuensi.2.Membagi setiap frekuensi dengan banyaknya responden dan hasilnyadisebut dengan proporsi. Tentukan proporsi kumulatif.3.Dengan menggunakan tabel distribusi normal baku, lakukan perhitungannilai t tabel untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh.4.Menentukan nilai densitas untuk setiap nilai t yang diperoleh (dari tabel).5.Menentukan Nilai Skala (NS) dengan menggunakan rumus:

59NS Melalui persamaan berikut:Skor NS NSmin 1Menyiapkan pasangan data dari variabel independent dan dependentdari semua sampel penelitian untuk pengujian hipotesis.2.Studi Kepustakaan (Library Research)Dalam studi kepustakaan ini penulis mengumpulkan dan mempelajariberbagai teori dan konsep dasar yang berhubungan dengan masalah yangditeliti. Teori dan konsep dasar tersebut penulis peroleh dengan caramenelaah berbagai macam bacaan seperti buku, jurnal, dan bahan bacaanrelevan lainnya.3.5Metode Analisis yang Digunakan3.5.1 Analisis DataMenurut Sugiyono (2013:206) mendefinisikan analisis data sebagaiberikut :“Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh respondenterkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan databerdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkanvariabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti,melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukanperhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan”.

60Analisis data adalah penyederhanaan data ke dalam satu bentuk yangpaling mudah dibaca dan diinterpretasikan. Hipotetis yang dirumuskan dalampenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara Pemeriksaan Pajakterhadap kepatuhan Wajib Pajak badan. Setelah data dikumpulkan, maka penelitimelakukan pengolahan data untuk mempermudah analisis. Dengan analisis dataini dapat memberikan arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalahpenelitian. Adapun langkah-langkah dalam melakukan proses pengolahan datayang dilakukan adalah :1.EditingLangkah awal yang dilakukan untuk memeriksa kuesioner /angket yangtelah dikumpulkan kembali dari responden, dilakukan untuk dapatmengurangi kesalahan dan kekurangan dalam kuesioner.2.KodingPemberian kobe ini bertujuan untuk memudahkan peneliti pada saatmelakukan analisis. Pemberian kode terhadap jawaban, artinya menaruhangka pada setiap jawaban. Dari hasil pertanyaan yang sifatnya tertutupakan memberikan alternatif jawaban yang bersifat ordinal artinya terdapatgradasi, urutan dan jenjang. Tabel 3.3 di bawah ini menyajikan pemberiankode untuk jawaban tertutup, yaitu sebagai berikut :

61Tabel 3.3Pemberian kode untuk jawaban pertanyaan tertutupPernyataanUntuk sekorPernyataanPositif ( ) Negatif (-)Setuju/selalu/sangat positif diberi sekor51Setuju/sering/positif diberi sekor42Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi sekor33Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi24sekorSangat tidak setuju/tidak pernah/diberi sekor15Sumber, Sugiyono (2013:133)3.TabulasiDengan memasukan data (angka-angka) ke dalam tabel sesuai dengankebutuhan, setelah itu mengatur angka-angka sehingga dapat dihitungjumlah kasus dalam berbagai katagori. Dalam hal ini menggunakan tabelfrekuensi, sehingga dapat diketahui jumlah responden yang menjawabpertanyaan tersebut.4.Analisis gkapengelompokan, membuat suatu urutan, memanipulasi, serta meringkasdata sehingga mudah dibaca dan diberikan arti pada data tersebut.Dalam penelitian ini penulis menggunakan uji statistika, karenamerupakan metode analisis data yang efisien dan efektif dalam suatu penelitian.Untuk menguji X dan Y, maka analisis yang digunakan berdasarkan rata-rata(mean) dari masing-masing variabel. Nilai rata-rata ini didapat dengan

62menjumlahkan data keseluruhan dalam setiap variabel , kemudian dibagi denganjumlah responden.Rumus rata-rata (mean) yang dikutip dari Sugiyono (2013:43) adalahsebagai berikut :Untuk variabel XMe Untuk variabel YMe Keterangan :Me Rata-rata (mean) Sigma (jumlah)Xi Nilai X ke –I sampai ke-nYi Nilai Y ke-I sampai ke-nn Jumlah respondenPersamaan rata-rata (mean) di atas merupakan teknik penjelasan kelompokdidasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata ini didapat denganmenjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu, kemudian dibagidengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut.Setelah didapat rata-rata dari masing-masing variabel, kemudiandibandingkan dengan kriteria yang penulis tentukan berdasarkan nilai terendahdan tertinggi dari hasil kuesioner. Nilai terendah dan tertinggi itu masing-masingdiambil dari banyaknya pernyataan dari kuesioner dikalikan dengan sekor

63terendah yaitu 1 (satu) dan nilai tertinggi yaitu 5 (lima) dengan menggunakanskala Likert, teknik skala Likert dipergunakan dalam melakukan pengukuran atasjawaban dari pernyataan yang diajukan kepada responden penelitian dengan caramemberikan skor pada setiap item jawaban.Dalam penelitian ini skor untuk setiap jawaban dari pernyataan yang akandiajukan kepada responden, penelitian ini akan mengacu pada pernyataanSugiyono (2013:133) yaitu ;“Dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadiindikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titiktolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataanatau pertanyaan”.Menurut Sudjana (2005:47) menyatakan bahwa :“a. Tentukan rentang, ialah data terbesar dikurangi data terkecil.b. Tentukan banyak kelas-kelas interval yang diperlukan. Banyak kelassering biasa diambil paling sedikit 5 kelas dan paling banyak 15 kelas,dipilih menurut keperluan. Cara lain cukup bagus untuk n berukuranbesar n 200 misalnya, dapat menggunakan aturan Sturges, yaitu :banyak kelas 1 (3.3) log n.c. Tentukan panjang kelas interval pp “Atas hal tersebut, maka untuk variabel X diperoleh nilai terendahnya (1x9) 9, dan nilai tertingginya adalah (5x9) 45, maka kelas interval sebesar (45-9) 36 jadi 36:5 7,2. Maka dengan demikian untuk menilai pemeriksaan pajak (X),penulis tentukan sebagai berikut :·9 – 16,2untuk kriteria “Tidak Memadai”·16,3 – 23,4untuk kriteria “Kurang Memadai”·23,5 – 30,6untuk kriteria “Cukup Memadai”

64·30,7 – 37,8untuk kriteria “Memadai”·37,9 – 45untuk kriteria “Sangat Memadai”Selanjutnya untuk menilai kepatuhan Wajib Pajak badan (Y) caranya samadengan penilaian untuk variabel X. nilai terendah dari variabel Y adalah (1x12) 12 dan nilai tertinggi adalah (5x12) 60, maka kelas interval sebesar (60-12) 48jadi 48:5 9,6. Atas dasar nilai terendah dan tertinggi tersebut, maka kriteriauntuk menilai kepatuhan Wajib Pajak badan (Y) penulis tentukan sebagai berikut :·12 – 21,6untuk kriteria “Tidak Patuh”·21,7 – 31,2untuk kriteria “Kurang Patuh”·31,3 – 40,8untuk kriteria “Cukup Patuh”·40,9 – 50,4untuk kriteria “Patuh”·50,5 – 60untuk kriteria “Sangat Patuh”3.5.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas InstrumenInstrument yang digunakan dalam penelitian perlu diuji validitas danreliabilitas. Pengujian ini dilakukan agar pada saat penyebaran angket instrumeninstrumen penelitian tersebut sudah valid dan reliabel, yang artinya alat ukuruntuk mendapatkan data sudah dapat digunakan.1.Pengujian Validitas InstrumenValiditas menunjukan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yangingin diukur, atau sejauh mana alat ukur yang digunakan mengenaisasaran. Semakin tinggi validitas suatu alat tes, maka alat tersebut semakin

65mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukan apa yangseharusnya diukur. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai validitas tinggiapabila alat tes tersebut menjalankan fungsi pengukurannya ataumemberikan hasil ukuran sesuai dengan makna dan tujuan diadakannya tesatau penelitian tersebut.Menurut Sugiyono (2013:172) menyatakan bahwa valid berarti instrumentersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.Valid menunjukan derajat ketepatan antara data sesunggunhnya terjadipada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti.Untuk menghitung korelasi pada uji validitas menggunakan metodeProduct Moment Pearson, menurut Sugiyono (2013:248) dengan rumussebagai berikut :r Keterangan :r Koefisien validitas butir pertanyaan yang dicarin Banyaknya korespondenX Skor yang diperoleh subjek dari seluruh itemY Skor total yang diperoleh dari seluruh item Jumlah skor dalam distribusi X Jumlah skor dalam distribusi Y Jumlah kuadrat masing-masing X Jumlah kuadrat masing-masing Y

66Sugiyono (2013:188) menyatakan bahwa :“Item yang mempunyai korelasi positif dengan kriterium (skor total)serta korelasi yang tinggi, menunjukkan bahwa item tersebut mempunyaivaliditas yang tinggi pula. Biasanya syarat minimum untuk dianggapmemenuhi syarat adalah kalau r 0,3”.Jadi jika korelasi antara skor butir dengan skor total kurang dari 0,3 makabutir dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.2.Pengujian Reliabilitas InstrumenPengujian terhadap reliabilitas atau keandalan dimaksudkan untukmengetahui apakah kuesioner dapat memberikan ukuran yang konstan atautidak. Instrumen (kuesioner) yang reliable berarti mampu mengungkapkandata yang dapat dipercaya.Uji reliabilitas diperlukan untuk mengetahui ketetapan atau tingkat presisisuatu ukuran atau alat ukur. Suatu alat ukur mempunyai tingkat reabilitasyang tinggi bila alat ukur tersebut dapat diandalkan dalam artipengukurannya dan dapat diandalkan karena penggunaan alat ukur tersebutberkali-kali akan memberikan hasil yang serupa. Pengujian reliabilitasdalam penelitian ini penulis menggunakan Cronbach’s Alpha (α) menurutGhozali (2007:40) rumus sebagai berikut :a

67Keterangan :a Koefisien reliabilitas instrumen Cronbach’s Alphan Jumlah butir pertanyaan Varian skor secara keseluruhanJumlah varian dicari terlebih dahulu dengan cara mencari nilai varian tiapbutir dengan persamaan sebagai berikut :s Keterangan :S VarianX Nilai skor yang dipilihn Jumlah sampelMenurut Ghozali (2007:42) suatu kontrak atau variabel dikatakan reliabeljika memberikan nilai Cronbach’s Alpha 0,73.6Rancangan Analisis dan Uji HipotesisRancangan uji hipotesis untuk mengetahui korelasi dari dua variabel yangditeliti, dalam lingkup penelitian pengaruhpemeriksaan pajak terhadapkepatuhan Wajib Pajak badan dilakukan secara statistika.Setelah penulis melakukan analisis data lapangan kemudian dilakukanpenghitungan dari hasil angket agar analisis yang dilakukan dapat lebih teruji dandiandalkan.

denganmenetapkan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha), pemilihan tes statistikdan penghitungan nilai statistik, penetapan tingkat signifikan dan penetapankriteria pengujian. Untuk mengetahui lebih lanjut langkah-langkah yangdilakukan dapat dilihat sebagai berikut :1.Penetapan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha)Penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) digunakan dengantujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara kedua variabel diatas.Hipotesis penelitian yang diajukan adalah hipotesis alternatif (Ha), sedangkanuntuk keperluan analisis statistika hipotesisnya berpasangan antara hipotesisnol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) dengan hipotesis statistika padapenelitian ini adalah :(Ho) ρ 0: Tidak terdapat pengaruh antara pemeriksaan pajak terhadapkepatuhan Wajib Pajak badan.(Ha) ρ 0: Terdapat pengaruh antarapemeriksaan pajak terhadapkepatuhan Wajib Pajak badan.Bila hasil pengujian statistik menunjukkan Ha diterima, maka hal ini berartibahwa variabel independen (X) mempunyai pengaruh terhadap variabeldependen (Y), tetapi apabila Ha ditolak maka dapat diartikan bahwa variabelindependen (X) tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (Y).

692.Pemilihan Tes Statistik dan Penghitungan Nilai Tes StatistikUntuk mengetahui arah hubungan dan seberapa besar pengaruh pemeriksaanpajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak badan, maka pengujian dilakukandengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi liniersederhana merupakan analisis statistika yang bersifat parametik dimana datayang digunakan harus memiliki skala pengukuran sekurang-kurangnyainterval dan berdistribusi normal. Persamaan umum regresi linier sederhanamenurut Sugiyono (2013:270) adalah :Y a bXKeterangan :Y Subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan.a Harga Y, ketika harga X 0 (harga konstan).b Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angkapeningkatan ataupun penurunan variabel dependen yangdidasarkan pada variabel independen. Bila b ( ) maka naik, danbila (-) maka terjadi penurunan.X Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.Nilai α dan b dapat dihitung dengan rumus berikut :a b

70Keterangan :Y Taksiran nilai X untuk harga Y yang diketahuiX Taksiran nilai Y untuk harga X yang diketahuiα dan b Harga konstanta berdasarkan kumpulan data atau sampelyang digunakan sebagai bahan penelaahan.Untuk menentukan seberapa besar persentase pengaruh variabel X(pemeriksaan pajak) terhadap variabel Y (kepatuhan Wajib Pajak badan)dapat dihitung dengan menggunakan koefisien determinasi, dengan rumussebagai berikut :Kd X 100 %Keterangan :3.Kd Koefisien determinasiR Koefisien korelasiPenetapan Tingkat SignifikanTingkat signifikan (level of significant) yang dipilih adalah 95%. Angka inimerupakan tingkat signifikan yang umum dipakai dan dinilai tepat untukpenelitian ilmu-ilmu sosial dan dinggap cukup kuat mewakili hubunganantara variabel-variabel yang diteliti. Artinya Ho benar, maka profitabilitasmelakukan kesalahan menolak hipotesis adalah sebesar 0,05

714.Penetapan Kriteria PengujianSetelah dilakukan analisis dan pengolahan data dengan software SPSS(Statistical Product and Service Solution) 17.0 For windows, dilakukan uji tterhadap hipotesis. Adapun kaidah keputusan atau kriteria pengujian yangditetapkan adalah sebagai berikut :·Jika atau dengan kata lain Ho diterima.·Jika atau dengan kata lain Ho ditolak.Daerah Penolakan HoDaerah PenerimaanDaerah Penolakan HoHo0Gambar 3.2 Pengujian hipotesis

a. Angket (Kuesioner) Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari reponden adalah berbentuk angket. Jenis angket yang penulis gunakan adalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya. Adapun alasan penulis menggunakan angket