Transcription

1. Tinjauan Singkat Historis Human RelationsWalaupun eksistensi hubungan antar manusia telahada sejak manusia telah mampu bekerja sama dengan oranglain, tetapi seni atau ilmu yang coba menjelaskan hubunganantar manusia dalam situasi dan organisasi kerja dapatdikatakan masih baru, pada permulaan, manusia bekerjasendiri atau dalam kelompok yang sangat kecil, dan sifathubungan kerja mereka relatif sederhana dan langsung. Padasaat itu mereka bekerja dalam kondisi angan-angankebahagiaan dan kepuasan (outopia of happiness andfulfilment), walaupun dalam kenyataannya mereka bekerja dibawah kondisi yang sangat brutal dan menyedihkan, dimanaterdapat jam-jam kerja yang panjang, lingkungan kerja penuhbahaya, penyakit dan lain-lain.Kemudian, datang revolusi industri. Pada permulaanrevolusi industri, banyak pekerja yang semakin burukkeadaanya, tetapi lambat laun keadaan mereka semakin baik,dengan adanya perbaikan lingkungan kerja. Robert Owen,seorang pemilik pabrik ‘welsh’ yang masih muda, sekitartahun 1800, merupakan orang pertama yang menekankanpada kebutuhan-kebutuhan manusia dari para pekerja. RobertOwen mengajarkan pada pekerja untuk menjaga kebersihansambil memperbaiki kondisi kerja. Hal ini hampir sulit untukdisangkal kembali. Para penulis sering menyebut ‘the realfather of personal administration’ bagi Robert Owen.Selanjutnya, oleh Andrew Ure dalam bukunyapholisophy of manufactures, faktor manusia dalamperpabrikan (manufacturing) lebih ditegaskan Andrew Uremenurut tersedianya pengobatan, ventilasi yang baik danpembayaran pengeobatan bagi pekerja.Kemudian pada permulaan abad ke-20, munculahgerakan ‘scientific management’ yang dipelopori oleh F.W.Taylor, yang menekankan pada produktivitas kerja bagi setiapHuman Relations1

pekerja dengan menggunakan metodik ‘time and motionstudy’.Dengan metoda ini setiap pekerja akan diukurproduktivitasnya sesuai dengan prestasi yang di tunjukan.Apabila seorang pekerja tidak dapat menunjukan prestasikerja, maka mendapat teguran/dipecat. Dengan demikiansetiap pekerja dapat didorong untuk selalu berprestasi.Apabila setiap buruh berprestasi, maka hasil produktivitaskeseluruhan akan menguntungkan kedua belah pihak,sehingga keuntungan perusahaan dapat dibagikan lebihbanyak kepada para pekerjanya. Hal ini merupakan segi yangpositif bagi kedua belah pihak, sedangkan segi negatifnyaadalah karena bekerja untuk berprestasi, maka pekerjaandianggap sebagau mesin belaka.Menurut Taylor tujuan utama dari manajemen ilmiahadalah untuk menghilangkan antagonismen antara majikandan bawahannya. Taylor yakin bahwa apabila para pengusahadan para pekerjanya sama-sama mengkonsentrasikan dirinyapada metode untuk meningkatkan produksi, dan bersamasama mengkonsentrasikan dirinya pada metode pahkan perhatian terhadap peningkatan, bukannyamempersoalkan pembagian surplus, maka surplus tersebutakan menjadi sedemikian besarnya, sehingga tidak akanmenimbulkan konflik mengenai bagaimana membaginya,karena sudah lebih dari cukup.Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwapendapat Taylor tidak terlepas dari bebagai kecaman, antaralain manajemen ilmiah tersebut dianggap cenderung untuklebih mengeksploitasi para pekerja dari pada memberikankeuntungan kepadanya. Teori tersebut dikatakan terlalumenitik beratkan pada pengawasan dan disiplin padapengrusakan moral atau daya juang para pekerja. TaylorHuman Relations2

dituduh para pekerja semata-mata alat ekonomi, dipisahkandari unsur manusianya dan merupakan bagian dari prosesproduksi, bukan sebabgai manusia dan kebutuhannya.Kecaman berikutnya menyatakan bahwa manajemenilmiah tidak menaruh perhatian terhadap jaringan sosial yangkompleks yang diciptakan oleh para pekerja di dalamlingkungan kerjanya. Ditegaskan oleh para pengecam itubahwa sesungguhnya jaringan sosial ynng kompleks istilahyang menimbulkan pengaruh paling besar terhaap produksi.Dalam menutupi berbagai kelemahan gerakanmanajemen ilmiah, kemudian tumbuhan gerakan ‘HumanRelations’ yang dipelopori oleh Elton Mayo dan kawankawan, dari hasil penelaahan mereka teradap kaum buruhpabrik ‘Hawthone’ dapat disimpulkan bahwa unsur-unsurmanusiawi perlu diperhatikan, misalnya perhatian pimpinanpada buruh, membangkitkan rasa memiliki sebagai anggotaperusahaan, rasa solidaritas dalam kehidupan organisasi,pergaulan informal dan sebagainya.Teori ‘Human Relations” ini, tidak sekedar untukmemperhatikan manusia, tetapi membuat sekelompokmanusia untuk bergairah, menyadari akan tujuankelompoknya, menampakan kerja sama yang didasari atasunsur-unsur antara lainnya sebagai berikut :a. Komunikasi yang efektif.b. Rasa tanggung jawab yang tinggic. Menyadari adanya kepemimpinan dalam anggotakelompok itu, baik secara formal maupun informal.d. Menyadari adanya peranan dan tanggung jawabsebagai anggota.e. Adanya pertumbuhan norma-norma kelompok yangdapat mempengaruhi pola perilaku anggotanyaf. Adanya suatu pengambilan keputusan yangdidasarkan pada konsensus kelompok.Human Relations3

Apabila unsur-unsur tersebut diatas dapat diperolehsemuanya, maka tercapailah kerja sama yang efektif yangmenjadi ujuan relations.Penelitian produktivitas kerja di pabrik yangdilakukan oleh Elton Mayo dan F.W. Taylor, menghasilkanpenemuan yang berlawanan. Namun ada juga unsur-unsuryang sama. Misalnya mereka keduanya membahas hubungankerja antara pekerja dengan atasannta dan memandang bahwaperanan manajemen sangat penting, khususnya mengenaicara peningkatan peroduktivitas kerja, Taylor menitikberatkan pada peningkatan produktivitas kerja secaraindividual dengan jalan memberikan raangsangan apabila iabersedia menggunakan metode kerja yang telah ditetapkan.Sedangkan menurut Mayo bahwa pada pekerja perlu hidupdalam suasana kekeluargaan, merasakan dirinya sebagaibagian dari pada organisasi (sense of belonging) dan salingmembutuhkan komunikasi antar sesama pekerja danpimpinannya.F.W. Taylor berpendapat, bahwa kondisi fisik peraatandan cara bekerja perlu di tingkatkan untuk meningkatkanproduktivitas kerja, sedangkan Mayo berpendapat bahwafaktor-faktor di luar diri pekerja itu tidak berpengaruh.Taylor berusaha membatasi kontak sosial yang bersifatinformal, sebaliknya Mayo berusaha menyalurkan hubunganinformal antara para pekerja sebagai wahana untukmeningkatkan produktivitas kerja. Terlepas dari berbagaikelemahan dan kecaman terhadap pendapat tersebut, namunpengaruh demikian baik Taylor meupun Mayo terhadapperkembangan hubungan antar manusia dengan berarti.Sekitar tahun 1930, berlangsung depresi yang hebat diAmerika Serikat. Pada waktu perhatian dan minat terhadaphubungan manusiawi sempat menurun . tetapi selama perangdunia ke-II dan sesudahnya, pada industriawan danHuman Relations4

usahawan telah menunjukan pengertian yang lebih mendalamterhadap hubungan antar produktivitas dan kepuasan hatipara pekerja sumbangan dari para pimpinan bisnis maupunpara ilmuan, telah menyebarkan populer kembali hubunganantar manusia sekitar tahun 1950. Beberapa alasan yangmendorong meningkatnya hubungan antar manusia antaralain :a. Adanya kesenjangan kebudayaan dalam organisasi.Hubungan antar manusia semula kurang mendapatperhatian bila dibandingkan dengan unsur-unsurlainnya dalam organisasi seperti produksi, penjualankeuangan dan lain-lain.b. Perkembangan serikat-serikat buruh di Amerika yangsangat pesat dengan membawa berbagai problemahubungan antar manusia.c. Adanya kesadaran yang muncul dari dalam diri gkatan hubungan antar manusia.d. Dorongan dan fokus perhatian yang diberikan olehpara ilmuan, seperti Mayo dan Rocthliesberger denganaliran ‘human relations’-nya.e. Peningkatan tuntutan dakan tanggung jawab sosialmajikan atau perusahaan.f. Selajan dengan semakin membesarnya organisasi,maka masalah-masalah hubungan antar manusiasemakin pelik dan menonjol.g. Peningkatan spesialisai yang semakin menonjol telahmenimbulkan berbagai masalah hubungan antarmanusia yang relatif baru dan rumit.h. Meningkatkan biaya-biaya pekerja telah mendorongmanajer untuk memanfaatkan sepenuhnya parapekerja, dan salah satu caranya adalah dengan caramenciptakan hubungan antar manusia yang lebih baik.Human Relations5

i.Terakhir adalah, karena standar kehidupan yang tinggipada masyarakat modern, telah mengakibatkanpeningkatan pennekanan akan faktor manusia dalamkondisi standar kehidupan yang tinggi. Maka fokusperhatian para pekerja tidak hanya pada pemuasan,tetapi juga pada kebutuhan-kebutuhan yang lebihtinggi.Menurut Jack Halorran, selanjutnya terdapat duakarya yang penting didalam mendorong perkembanganhubungan antar manusia yakni, karya Mc. Gregor mengenaiteori manajemen tradisional yang lebih dikenal dengansebutan Teori X dan Teori Manajemen Modern yang disebutTeori Y. Sedang karya yang satu lagi adalah berasal dariAbraham Maslow mengenai jenjang kebutuhan manusia.Kontributor lainnya terhadap pertumbuhan disiplinhubungan antar manusia, antara lain yang dapat diajukandisini, tanpa mengurangi penghargaan bagi yang lain, yakniCarl Rogers, Kurt Lewin, Daniel Bell, C. Wright Mills, ChesterI, Bennard, Herzbert Simon, Chrys Argyris Argyris danRensist Likert.Pada tahun 1960-an dan tahun 1970-an para usahawandi berbagai negara maju telah menunjukan penilaiannyabagaimana pentingnya kontribusi secara teoritis daneksperimental tersebut dan hubungan antar manusia telahmenjadi ilmu pengetahuan yang tidak dapat diabaikan, danperanannya diberbagai situasi dan organisasi kerja.Dalam administrasi perpajakan misalnya, hubunganantar manusia dapat terjadi antara aparat pajak atau petugaspajak dengan wajib masing-masing pihak digerakan olehmotivasi tetentu, yang tidak selalu depat sejajar dan olehkarenanya dapat terjadi dua kemungkinan hubungan yakni :Human Relations6

-Hubungan pertentanganHubungan kerja samaHubungan pertentangan itu dapat terjadi karena beberapakemungkinan berikut :- Komunikasi yang tidak tepat.- Salah satu atau kedua-duanya memiliki resa tanggungjawab yang kurang tinggi.- Kurang menyadari kepentingan administrasi atauorganisasi.- Salah satu atau kedua-duanya melakukan peranannyasecara tida tepat.- Kurang memahami perkembangan norma-norma yangberlaku.- Pengambilan keputusan yang menyimpang darikonsekuensi organisasiMisalnya penetapan pajak yang kurang sesuai dengankenyataan, akan dirasakan sebagai memberatkanbeban wajib pajak, maka timbulah hubunganpetentangan, yaitu wajib pajak mengajukan keberatanatas ketetapan tersebut. Wajib pajak mengemukakanalasan-alasan mengenai ia mengajukan keberatan, danaparat pajak mempertimbangkan alasan-alasan itu,mungkin alasan-alasan itu ditolak, mungkin jugaalasan-alasan itu diterima.Di sini jelas, bahwa hubungan antar manusia yangbersifat pertentangan akan menghambat tercapainya tujuanorganisasi. Lain halnya dengan hubungan antar manusia yangbersifat kerja sama, yang mana depat mempercepattercapainya tujuan organisasi.Misalnya penetapan pajak yang dilakukan oleh aparatpajak telah didasarkan pada komunikasi yang tepat sehinggadata yang digunakan untuk dasar penetapan pajak itu tepatHuman Relations7

pula, pekerjaan penetapan pajak itu tepat pula, pekerjaanpenetapan pajak itu dilakukan dengan rasa tanggung jawabyang tinggi sehingga tidak terjadi penyimpangan, salahhitung maupun salah tulis.Kedua belah pihak memiliki kesadaran administrasiatau kesadaran organisasi serta masing-masing memahamiperanannya dengan tepat. Penetapan pajak dilakukanberdasarkan norma-norma yang benar bahwa keputusanuntuk menetapkan pajak itu tidak menyimpang darikonsensus organisasi dengan demikian, kerja sama itu akanberjalan dengan baik dan efektif serta mempercepattercapainya tujuan organisasi.2. Pengertian Human RelationsSebagai mahluk sosial manusia menyadari bahwa iatidak dapat memisahkan diri dari kehidupan masyarakat, iamembutuhkan pertolongan orang lain, bahkan denganmengadakan interaksi sosial, pengetahuan dan pengalaman iaakan bertambah. Oleh karena itu hubungan sosial dengansesama manusia, baik secara perseorangan maupun secarakelompok, secara harmonis dan efektif sangat diperlukan,lebih-lebih sebagai seorang administrator atau manajer yangbertanggung jawab atas tercapainya tujuan organisasi, harusmampu bergaul dan memiliki kemampuan serta keterampilandalam membina bawahannya.Di negara-negara yang sudah maju, hubungan antarmanusia atau “human relations” semakin mendapat perhatianpara pemimpin dalam jenis jenjang organisasi apapun. Olehkarenanya, hubungan antar manusia semakin dirasakanpenting kehadirannya dalam rangka memecahkan berbagaimasalah yang menyangkut faktor manusia.Bentuk-bentuk psikologis dan konflik-konflik antarkepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi seringHuman Relations8

terjadi, bukan saja antar manajer dan karyawan, benar-benardapat menganggu jalannya organisasi dalam mencapai tujuan.Hubungan antar manusia juga dirasakan penting olehmanajer untuk menghilangkan luka-luka akibat salahkomunikasi dan salah interpretasi yang terjadi antar manajerdengan bawahannya atau dengan publik di luar organsiasi.Sejauh ini telah berkali-kali disebut kata “hubunganantar manusia” yang merupakan terjemahan dari kata humanrelations. Namun sesungguhnya apakah yang dimaksuddengan hubungan antar manusia? Istilah hubungan antarmanusia telah digunakan secara luas, baik dalam arti (yangpaling) luas hingga (paling) sempit. Dalam arti luas,hubungan antar manusia merupakan interaksi antar orangorang dalam semua jenis kegiatan, misalnya dalam bisnis,pemerintahan, perkumpulan-perkumpulan sosial, di sekolahsekolah, di rumah-rumah, di bioskop, di jalan dan lain-lain.Istilah yang tak kalah populernya adalah “perilakuorganisasi”. Baik perilaku organisasi maupun hubungan salahan yang sama, tetapi kecenderungan terakhir telahmenunjukan beberapa perbedaan yang hakiki antara keduaistilah tersebut.Perilaku organisasi adalah suatu disiplin akademisyang berhubungan dengan pemahaman dan penggambaranperilaku manusia dalam lingkungan organisasi. Perilakuorganisasi berusaha menganalisis secara keseluruhan faktordalam organisasi dengan mengidentifikasi sebab-sebab danakibat dari perilaku manusia. Selanjutnya, hasil-hasil darianalisis perilaku organisasi digunakan oleh hubungan antarmanusia untuk membentuk kerja sama manusia yangharmonis, efektif dan memuaskan dalam mencapai tujuanorganisasi. Hubungan antar manusia adalah ‘action orienteddan ‘goal directed’. Perbedaan penekanan antara perilakuHuman Relations9

organisasi dan hubungan antar manusia identik denganperbedaan seorang ahli penyakit (pathologist) dan seorangdokter. Seorang ahli penyakit berusaha memahami penyakitmanusia tertentu, sedangkan seorang dokter menggunakanhasil analisa dari ahli penyakit untuk mencapai maksudnya(mengobati).Dengan demikian antara perilaku organisasi danhubungan antar manusia merupakan dua disiplin ataupemikiran yang saling melengkapi dan bukannyabertentangan satu sama lainnya. Kedua-duanya melingkupiobjek permasalahan yang sama serta tujuan umum yang samapula, hanya hubungan antar manusia lebih diarahkan padapenerapan (action oriented).Pengertian hubungan antar manusia dalam tulisan ini,dilihat dalam arti yang lebih sempit, khususnya dalamorganisasi kerja formal, dimana terdapat struktur hirarkisyang bersifat formal antara atasan dan bawahan, pembagianwewenang dan tanggung jawab yang jelas tujuan bersamayang hendak dicapai dan lain-lain. Dengan demikian,interaksi manusia yang dijalankan di bioskop, di rumah danlain-lain, tidak terkadang dalam pengertian hubungan antarmanusia dalam modul ini. Banyak pengertian hubungan antarmanusia yang telah dikemukakan dalam keputusan yang adasesuai dengan visi dan nuansa penulisannya masing-masing.Misalnya, Jack Halloran dalam bukunya yang berjudul“Aplled Human Relations an Organizational Approach”,menyatakan bahwa hubungan antar manusia adalah “a studyof how people work together to statify personal needs andorganizational goals”.Lebih jauh lagi, Fred J. Carvel merumuskan artihubungan antar manusia sebagai berikut : “Human relationsis the integrations of people into a work situation thatsmotivaties them to work together productively, and withHuman Relations10

economic, psychological and social statificatons”. Artinya :hubungan antar manusia adalah perpaduan dari pada orangorang ke dalam suatu kerja yang mendorong mereka untukbekerja sama secara produktif, sehingga tercapainya kepuasanbaik dilihat dari segi ekonomi, kejiwaan maupun sosial.Keith Davis seorang ahli sosiologi, merumuskanpengertian hubungan antar manusia sebagai berikut : “Humanrelations is motivating people organizations to develope teamwork,ejich effectivelly fulfils their needs and achieves organizationalobjectives. A short definitions as that human relations is motivatingpeople to develope productive, fulfilling teamwork“.Prof. Dr. Sondang P. Siagian, dalam FilsafatAdministrsi memberikan rumusan mengenai human relationssebagai berikut : Human relations adalah keseluruhan rangkaianhubungan, baik yang bersifat formal maupun informal antara atasandengan bawahan, atasan dengan atasan serta bawahan denganbawahan lain yang harus dibina dan dipelihara sedemikian rupasehingga tercipta suatu teamwork, dan suasana kerja yang intim danharmonis dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.(1981 : 7).Sedangkan Robert Dubin dalam buku HumanRelations in Administrations mengemukakan HumanRelations sebagai berikut : Human realtionship are interactionsamong people. These interactions have a systematic qualities,obeying rulers by which they are guided. Within limits, eachindividual administrator has personal choices he can make regradingthe style and manner of his own administrative relationships whitfellow members of management and with sub ordinates. (Hubunganmanusiawi ialah interaksi di antara orang-orang. Interaksi inimemiliki satu kualits yang sistematis, kepatuhan pada peraturanyang telah mereka tentukan. Di dalam batas-batas itu, setiapindividu administrator ia dapat menentukan gaya dan carahubungan administratifnya sendiri dengan teman-teman anggotamanajeman dengan bawahannya.) (1977 : 29).Human Relations11

Peninjauan pengartian human relations dari sisi laindapat disimak dari pendapat Keith Davis dalam bukunyaHuman Relations at work. Ia mengatakan bahwa humanrelations adalah seni dan ilmu terapan (applied science).Dibanding dari sudut pemimpin yang bertanggung jawabuntuk memimpin sebuah kelompok,” human relations(huungan insani) adalah pengintegrasian orang-orang kedalam suatu situasi kerja yang menggiatkan mereka untukbekerja sama dengan perasaan puas, yang meliputi kekuasaanekonomis, psikologis dan kepuasan sosial”. (Onong UchyanaEffendy, 1988:16).Penulis tertarik kepada definisi hubungan antarmenusia dari Keith Davis tersebut, mengingat penulisanhubungan antar manusia ini ditujukan kepada mereka yangberfungsi sebagai pimpinan atau administrator yangmempunyai dimensi yang berbeda dengan seorang yangmengadakan interaksi sosial. Di samping itu juga, perumusanarti hubungan antar manusia oleh Keith Davis inimenekankan pada unsur menusia dari pada unsur ekonomiatau mekanis serta lebih mengkhususkan pada orang-orangyang terlibat di dalam lingkungan yang terorganisisr (formal)dari pada lingkungan yang tidak terorganisir dengan baik.Ciri hakiki pengertian hubungan antar manusia,sesungguhnya bukan terletak pada “human” dalampengertian manusia (human being), melainkan dalam maknaproses rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaan yangberdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap tingkahlaku, dan aspek kejiwaan lainnya yang terdapat pada dirimanusia. Dalam pengertian hubungan antar manusia initerdapat kegiatan komunikatif-persuasif-sugestif dan keduapihak merasa hatinya puas, yang merupakan aspek-aspekmanusia dari hubungan antar manusia.Human Relations12

Permasalahan hubungan antar manusia adalahpermasalahan rohaniah, yakni peroses rohaniah yangmenyangkut watak, sifat perangai, kepribdian, sikap dantingkah laku menuju tercapainya suatu kebehagiaan ataukepuasan batin. Proses ini berlangsung pada dua atau lebihorang yang terlibat dalam hubungan komunikatif, yaknikomunikasi antar individu yang karena sifatnya dialogis,makna masing-masing tahu, sadar dan merasakan akibatnya.Jika semua merasa bahagia, maka orang yang melakukankegiatan hubungan antar manusia itu dapat dikatakanberhasil. Namun, apabila tidak menimbulkan rasa puas,berarti hubungan antar manusia yang dailakukan dapatdikatakan gagal. Kepusan, pada hakekatnya merupakanterpenuhinya kebutuhan seseorang sampai tingkat tertentu.Kebutuhan seseorang dalam perjalanan hidupnya tak akanterpuaskan atau terpenuhi secara mutlak (100%), dan apabilaseluruh kebutuhan telah terpenuhi secara mutlak, maka orangtersebut pada hakehatnya telah meninggal. Jadi, kepuasansetiap orang bersifat relatif.Hubungan antar manusia sebagai suatu aktivitastidaklah mudah dilaksanakan, oleh karena itu senantiasamenjadi bahan studi hingga dewasa ini. Kesulitan utamadalam kegiatan hubungan antar manusia itu terletak padapolitik dan rumitnya rohani manusia.Calvin C, Thomson dan Frank A. Clement kalaubukunya Human relations in action mengatakan : “No twoleaves, no two snoflakes, no two people (not even indenticaltwins) are just a like. This principleof individuality is knownas varations.Artinya : Sebanyak manusia di bumi ini, tidak ada duapun yang sama dan serupa dalam segala hal, bahkakndiantara yang kembarpun, terutama dalam watak, sifat,perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku.Human Relations13

Berdasarkan uraian diatas, maka pimpinan dalamorganisasi apapun dalam bidang apapun, agar berhasilmencapai tujuan organisasi, dituntut untuk memilikipengetahuan dan keterampilan (seni) dalam menerapkanhubungan antar manusia, sebagaimana sifat hubungan antarmanusiawi itu sendiri yakni sebagai ‘science and art’.3. Maksud dan Tujuan Human RelationsSeseorang memasuki organisasi adalah untukmemenuhi kebutuhannya, demikian pula dengan parapegawai baik itu pegawai perusahaan atau pegawai instansipemerintahan. Oleh kerannya bila pimpinan ingin mendapatbantuan dari para pegawai/bawahan janganlah melupakankebutuhan-kebutuhan mereka sebab dengan terpenuhnyakebutuhan tersebut berarti adanya perasaan puas. Dengandemikian tugas pimpinan adalah mengkoordinasikanaktivitas-aktivitas para pegawai atau bawahan untuk bekerjabersama-sama, maka tugas pimpinan adalah menentukansuasana kerja sehingga terjadi pengintegrasian atau penyatuanorang-orang ke dalam suatu situasi kerja yang tidak lianadalah tindakan human relations.Pengertian Human Relations menurut penulis adalahkomunikasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompoksecara tatap muka dengan cara persuasif, komunikatif,sugestif, dengan memperhatikan aspek manusiawi untukkepuasan bersama dalam mencapai teamwork yang baik.Selanjutnya Drs. Suriakusumah Dipl. P.A dalam bukuPeranan Human dan Publik Relations dalam Organisasimenyebutkan maksud dan tujuan Human Relations adalah:a. Untuk meningkatkan gairah kerja di dalam suatuorganisasi.Human Relations14

b. Untuk meningkatkan hubungan kerja serta kerja samayang baik antara atasan dan bawahan maupunsebaliknya, serta kerja sama di antara teman sekerja.c. Untuk dapat mengurangi akan aspek-aspek negatifdari timbulnya konflik maupun frustasi.d. Untuk mengetahui seawal mungkin masalah nyangterjadi di dalam oraganisasi.e. Untuk mengetahui sejauh mana faktor-faktorpsikologis, manajemen, sosiologi maupun komunikasiserta ekologi mempengaruhi hubungan kerja di dalamsuatu organisasi.f. Agar pegawai dapat berprestasi lebih tinggi dan lebihproduktif dalam rangka memenuhi kebutuhantuntutan intansinya.g. Berhasil atau tidaknya human relations, tergantungpada faktor-faktor antara lain:1) Pendidikan yang dimilikinya.2) Latar belakang kehidupannya di waktu anak-anak.3) Kehidupan lingkungannya.4) Kondisi psikologisnya.5) Pengalaman seseorang di dalam suatu organisasitempat ia pernah bekerja.Adapun dasar pemikiran Human Relations sebagaimetode yang baik dalam mewujudkan kerja sama, karena didalam organisasi terdapat berbagai kepentingan dan arapanyang berbeda-beda, bahkan terjadi persaingan ataupertentangan satu sama lainnya dan pertentangan inimerupakan suatu kenyataan dan pendekatan HumanRelations (Human relations approach), berusaha mengarahkanyang pahit ini sedemikian rupa, sehingga terdapatlahkehidupan yang harmonis yaitu masing-masing bekerja samadengan menyesuaikan diri satu sama lain.Human Relations15

Maksud dan tujuan human relations tersebut dapatterlaksana dengan baik hanya dengan menerapkan prinsipprinsip human relations. Selanjutnya Prof. Dr. ArifinAbdulrachman dalam buku Human Relations untukManajemen, mengemukakan tanda-tanda human relationsyang berhasil dalam kelompok orang atau dalam organisasi,sebagai berikut :a. Adanya kerja sama yang baikb. Antusiasmec. Kesetiaan kepada organisasi dan kepada pimpinand. Kesolidaritasan antar pegawai dalam kelompoke. Adanya kebangaan dalam melakukan pelayanan(pride in the services). (1979:14)4. Prinsip-Prinsip Human RelationsProf. Dr. Sondang P. Siagian dalam buku filsafat danAdministrasi mengemukakan sepuluh prinsip pokok humanrelations yang sering disebut sebagai ‘the ten commandementof human relations’.1. Harus ada sinkronisasi antara tujuan organisasidengan tujuan-tujuan individu dalam organisasitersebut. Artinya bahwa setiap manusia mempunyaikemampuan-kemampuan yang sangat terbatas, baikkarena keterbatasan fisik, biologis maupun mental.Karena keterbatasan itu ia tidak mampu untukmemuaskan semua kebutuhannya, dengan efisien danekonomis tanpa bekerja sama dengan orang n diri dengan berbagai organisasi.William H. Whyte menyebutkan manusia itu sebagai“manusia berorganisasi”. Akan tetapi manusia itupada dasarnya adalah makhluk yang egoistis. Karenaia egoistis, maka harus dijaga agar jangan sampai diaHuman Relations16

berusaha mencapai tujuan pribadinya dengan samasekali melupakan tugas dan kewajibannya dalamrangka pencapaian tujuan organisasi. Artinya di dalamkehidupan berorganisasi perlu dijaga agar jangansampai timbul pertentangan yang runcing antaratujuan organisasi itu sendiri. Karenanya harusdiusahakan agar terdapat singkronisasi antara tujuanorganisasi dengan tujuan orang-orang di dalamorganisasi bahwa apabila tujuan organisasi telahtercapai, hal itu sekaligus akan tercapai pula tujuantujuan pribadi dari individu-individu dari dalamorganisasi.2. Suasana kerja yang menyenangkan. Suasana kerjayang menyenangkan di sini berarti sangat luas. Yangdimaksud meliputi : (a) Pekerjaan yang menarik,penuh tantangan dan tidak rutin, (b) Hubungan yangintim, (c) Lingkungan kerja yang membangkitkankegairahan kerja, seperti penerangan ruangan lampuyang cukup memberi udara segar, dan (d) Perlakuanyang adil.3. Informalitas yang wajar dalam hubungan kerja. Suatuorganisasi yang baik adalah suatu organisai yangdipimpin dengan cara-cara yang demokratisadministrasi dan manajemen yang demokratis seringdisebut dengan istilah “Open Administrations andManagement”, sifat keterbukaan dari oragnisasi yangdemokratis dimanifestasikan terutama oleh hubungankerja yang informal tanpa melupakan segi formal darihubungan kerja itu. Memang organisasi harus dapatmencapai keseimbangan antara informalitas danformalitas dalam hubungan kerja, jika informalitasterlalu menonjol rasa hormat terhadap pemimpindapat berkurang. Sebaliknya, jika formalitas terlaluHuman Relations17

menonjol, maka kekakuan dalam hubungan kerja akantimbul yang mengakibatkan kelambatan-kelambatan.4. Manusia bawahan bukan mesin, berbeda dari uang,mesin, metode, material, dan alat-alat produksi yanglain. Manusia ingin diperlakukan secara terhormat.Kepribadiannya diakui, keinginannya diperhatikan,kebutuhannya yang material dan non materialdipuaskan, kemampuannya dikembangkan secarateratur. Untuk itu pengertian penghargaan danperasaan memegang peranan yang menentukan.5. Kembangkan kemampuan bawahan sampai tingkatmaksimal. Kepada setiap orang di dalam organisasiharus diberikan kesempatan yang seluas-luasnyauntuk mengembangkan kapasitas mentalnya melaluipendidikan dan latihan, naik yang besifat off-the-jobtraining dan cara-cara pengembangan lainnya tour ofduty, tour of area dan teknik lainnya. Untukmenerapkan prinsip ini dengan sebaik-baiknnyaadalah tugas pimpinan untuk mengetahui bakat dankeahlian bawahannya. Pemimpin harus pulamengetahui batas-batas kemampuan bawahannya agardalam usaha pengembangan kemampuan itupengarahannya yang lebih tepat dapat dibuat.Meskipun harus diakui pula pentingnya kapasitasbawahan, harus diingat bahwa “no training candevelop a man, he must develop himself”.6. Pekerjaan yang menarik dan penuh tantangan. Seorangyang sungguh-sungguh mau bekerja akan tidakmenyenangi pekerjaan ruitn. Baginya pekerjaan yangdemikian akan segera membosankan, sebaliknyapekerjaan yang intersant dan penuh tantangan akanmemperbesar kegairahan bekerjanya, memperluasHuman Relations18

7.8.9.10.imajinasi dan memperhebat daya kreasi daninisiatifnya.Pengakuan dan penghargaan atas pelaksanaan tugasdengan baik (extraordinary performance), pemimpinharus cepat mengakui dan menghargai pelaksanaantugas dengan baik oleh seorang bawahan. Bentukpengakuan dan penghargaan itu dapat berbentukkenaikan pangkat luar biasa, hadiah uang, suratpenghargaan dan kombinasi dari beberapa hal itu.Alat perlengkapan yang cukup. Sering keterlambatanterjadi dalam pelaksanaan tugas disebabkan oleh tidaktersedianya alat perlengkapan yang diperlukan untukpelaksanaan tugas. Memang administrasi danmanajemen harus beroperasi dalam keadaan serbakekurangan, akan tetapi paling sedikit, alat yangminimal diperlukan untuk melaksanakan tugasdengan baik harus tersedia.“The right man in the rigth place”, setiap orang harusditempatkan menurut keahlian dalam kecakapannya.Untuk itu sangat penting bagi seorang pemimpinuntuk mengetahui apa bakat, kecakapan, dan keahlianbawahannya. Harus diketahui pula batas-bataskemampuannya. Dalam organisasi dikenal apa yangdisebut “occupa

Human Relations 1 1. Tinjauan Singkat Historis Human Relations Walaupun eksistensi hubungan antar manusia telah ada sejak manusia telah mampu bekerja sama dengan orang