Transcription

BAB IIIMETODE PENELITIANA. Lokasi dan Subjek Penelitian1. Lokasi PenelitianLokasi penelitian ini dilakukan di department store SOGO Paris Van Java(PVJ) Resort and Lifestyle Place. Bertempat di Jl. Sukajadi 131-139 Bandung,40162. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam menentukan SOGO sebagailokasi penelitian berdasarkan hasil studi pendahuluan mengenai kecerendunganpembelian impulsif yang terjadi di departement store, jarak yang cukup dekatlokasi dan peneliti juga melakukan wawancara awal dengan konsumen yangberbelanja di SOGO PVJ.2. Subjek PenelitianSubjek penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di SOGO PVJ.Dalam penelitian difokuskan untuk konsumen perempuan yang berusia 18 tahunke atas dan pernah melakukan pembelian barang di SOGO PVJ cabang Bandung.3. Populasi dan Sampel PenelitianMenurut Azwar (2013) populasi merupakan sekelompok subjek yang akandikenai generalisasi hasil penelitian. Sekelompok subjek tersebut terdiri darisejumlah individu yang setidaknya mempunyai ciri atau karakteristik yang sama.Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki olehpopulasi tersebut. Apa yang dihasilkan atau dipelajari dari sampel, kesimpulannyaakan dapat diberlakukan untuk populasi. Sehingga, sampel yang diambil daripopulasi harus betul-betul representatif (mewakili) (Sugiyono, 2013).Berdasarkan data dari SOGO PVJ, jumlah pengunjung yang melakukantransaksi setiap bulan rata-rata mencapai 555 orang. Teknik penentuan sampelpada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposiveDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu21

22sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu(Sugiyono, 2013). Pertimbangan-pertimbangan yang diambil oleh penelitidiuraikan sebagai berikut:(1) Sampel penelitian yaitu konsumen SOGO PVJ, (2) berjenis kelaminwanita, dan (3) berusia 18 tahun ke atas. Peneliti memilih jenis kelamin wanitasebagai subjek penelitian karena berdasarkan penelitian sebelumnya wanita lebihcenderung melakukan pembelian impulsif dibandingkan pria. Selain itu,mengambil rentang usia dewasa awal karena menurut Santrock (2002), salah satuciri dari dewasa awal adalah kemandirian ekonomi dan kemandirian dalammembuat keputusan. Sehingga, tidak bergantung pada keputusan pada orang laindan memiliki tanggung jawab penuh pada keputusannya yang dibuatnya.Untuk menentukan ukuran sampel menggunakan rumus Isaac danMichael, untuk tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10% (Sugiyono, 2013:87) sebagaiberikut:dengan dk 1, taraf kesalahan kesalahan 5%P Q 0,5. d 0.05. s jumlah sampelMaka dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael (Sugiyono, 2013),dengan jumlah populasi (N) sebanyak 555 orang per bulan maka diperoleh ukuransampel (s) dan kesalahan sebanyak 5% maka sampel yang akan diteliti sebanyak213 orang atau konsumen SOGO.B. Desain PenelitianDalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Idrus(2009), penelitian kuantitatif mempunyai sifat terinci, luas, menggabungkanliteratur yang terkait dengan tema penelitian sebagai pendukung, memilikiprosedur yang jelas, hipotesis penelitian sudah dirumuskan sejak awal dan ditulissecara lengkap sebelum melakukan penelitian di lapangan. Penelitian kuantitatifDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

23akan menggambarkan fenomena berdasarkan teori yang dimilikinya. Data yangdihasilkan akan banyak didominasi oleh angka sebagai hasil suatu pengukuranyang berdasarkan variabel yang telah dioperasionalkan. Data penelitian kuantitatifdiperoleh dengan melakukan pengukuran atas variabel yang sedang diteliti.Penelitian ini menggunakan statistik inferensial. Statistik inferensialadalah teknik statistika yang digunakan untuk menganalisis data sampel danmemberlakukan hasilnya untuk populasi (Sugiyono, 2013).C. Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiankorelasional. Penelitian koresional adalah suatu metode untuk menyelidiki nilainilai dari dua variabel dan menguji atau menentukan hubungan-hubungan atauantar hubungan yang ada di antara mereka di dalam satu lingkungan tertentu(Silalahi, 2010). Metode korelasional dalam penelitian ini digunakan untukmelihat bagaimana hubungan antara variabel pembelian impulsif dengan variabelpenyesalan pasca pembelian konsumen SOGO di PVJ.D. Definisi OperasionalBerdasarkan identifikasi masalah dalam penelitian ini terdapat dua konseputama, yaitu pembelian impulsif dan penyesalan pasca pembelian:1. Pembelian ImpulsifSecara konseptual, pembelian impulsif merupakan keputusan yangemosional atau menurut desakan hati, emosi dapat menjadi sangat kuat danberlaku sebagai dasar dari motif pembelian yang dominan (Schiffman & pakanpengambilankeputusan seorang konsumen SOGO untuk membeli sesuatu yang tidakdirencanakan sebelumnya, merasakan dorongan emosional yang kuat untukmembeli suatu produk tanpa memperdulikan konsekuensi negatif saat berbelanjadi toko tersebut. Dalam proses ini meliputi dua aspek utama yaitu kognitif danDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

24afektif. Aspek kognitif adalah pengendalian informasi yang mereka dapatkan;aspek afektif adalah yang dirasakan mengenai stimulus dan kejadian. Adapunindikator dari setiap aspek dikemukakan sebagai berikut,a. Aspek kognitif meliputi indikator:- Tidak memperhatikan harga dan kegunaan suatu produk,- Tidak melakukan perencanaan pembelian suatu produk,- Tidak melakukan perbandingan produk yang akan dibeli dengan produk yangmungkin lebih berguna.b. Aspek afektif meliputi indikator:- Timbulnya dorongan perasaan untuk segera melakukan pembelian- Timbul perasaan puas dan senang setelah melakukan pembelian- Kurangnya kontrol diri dalam membelanjakan uangKemudian indikator pembelian impulsif dalam penelitian ini terungkapdari jawaban kuesioner konsumen SOGO melalui instrumen pembelian impulsifyang berbentuk skala berdasarkan definisi operasional tersebut.2. Penyesalan Pasca PembelianSecara konseptual, penyesalan pasca pembelian merupakan suatu sensasimenyakitkan yang timbul setelah membeli suatu produk karena mendapatperbandingan yang tidak setara antara apa yang diharapkan dengan apa yangdidapatkan setelah membeli dan menggunakan produk tersebut (Lee dan Cotte,2009).Secara operasional, penyesalan pasca pembelian adalah emosi negatif yangtimbul dan dirasakan konsumen SOGO setelah melakukan evaluasi atas keputusanpembelian yang telah dilakukan, dimana evaluasi yang dilakukan didasarkan padahasil dan proses dari pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen, dalamproses ini meliputi aspek outcome regret yaitu penyesalan akibat evaluasi padahasil produk yang telah dibeli dan aspek process regret yaitu penyesalan akibatevaluasi pada proses pembelian produk. Adapun indikator dari setiap aspekdikemukakan sebagai berikut,Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

25a. Outcome regret meliputi indikator-indikator:- Menyesal karena alternatif produk yang tidak terpilih- Menyesal karena perubahan fungsi produk yang signifikanb. Process regret meliputi indikator-indikator:- Menyesal karena kurangnya pertimbangan saat membeli barang- Menyesal karena memilki pertimbangan berlebihan saat membeli barangE. Pengembangan Instrumen Penelitian1. Pembelian ImpulsifAlat ukur yang digunakan untuk mengukur pembelian impulsifberdasarkan instrumen Impulsive Buying Tendency (IBT) oleh Verplanken &Herabadi (2001), yang kemudian dibuat kuesioner untuk ditujukan kepadakonsumen. Skala terdiri dari dua dimensi, dimensi kognitif dan afektif, setiapdimensi terdiri atas 10 pernyataan. Kuesioner adalah salah satu bentuk tesperfomansi tipikal (Azwar, 2011). Performansi tipikal adalah performansi yangditampakkan oleh individu sebagai proyeksi dari kepribadiannya sendiri sehinggaindikator perilaku yang diperlihatkannya adalah kecerendungan umum saatindividu menghadapi situasi tertentu (Azwar, 2013).Kuesioner yang dibuat dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert.Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorangatau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013). Pilihanjawaban terdiri dari Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Kurang Sesuai (KS), danTidak Sesuai (TS). Berikut kisi-kisi instrumen pembelian impulsif.Tabel 3.1Kisi –kisi Instrumen Pembelian i Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

26Aspek1. Tidak- Saya berpikir secaraKognitifmemikirkan danmendalam sebelum51No.Jumlahmempertimbangkan membeli sesuatu. (UF)kegunaan barangDimensiIndikatorPernyataanItem- Sebelum membeli1113, 1923121sesuatu, sayamempertimbangkanapakah membutuhkanbarang tersebut (UF)- Saya hanya membelibarang yang benarbenar dibutuhkan (UF)- Saya membeli baranglain, selain barang yangsudah diniatkan untukdibeli (F)- Saya membeli barangtanpa banyak berfikir(F)2. Tidak melakukan - Saya hanya membeliperencanaanbarang yang sudahsebelum membelidiniatkan untuk dibelibarang(UF)Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

27- Ketika membeli suatu231181No.Jumlahbarang, sayamelakukannya denganspontan (F)- Pembelian yang sayalakukan tidakdirencanakan terlebihdahulu (F)DimensiIndikatorPernyataanItem- Dengan mudahnya4114117, 242membeli barang tanpaalasan merupakankebiasaan saya (F)- Saya mempersiapkandaftar barang yang akandibeli sebelumberbelanja (UF)3. Tidak melakukan - Saya langsungperbandinganmembeli barang di tokoantara produk yangyang dikunjungi padadiinginkan dengansaat itu juga (F)produk lain.- Saya membandingkanterlebih dahulu barangyang saya lihat di tokolain (UF)Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

28- Saya berpikir produk91261No.Jumlahyang ingin dibeli adalahpilihan yang tepatdibandingkan denganproduk lain (F)- Saya sukamembandingkan antarmerek yang berbedasebelum saya membelibarang. (UF)DimensiIndikatorPernyataanItemAspek1. Timbul perasaan- Saya menjadiAfektifsenang dan puasantusias ketikahanya sesaat ketikamelihat barang yangmelihat atau setelahingin dibeli (F)melakukan- Saya merasapembelian barangbersalah setelah61111121211membeli sesuatu yangtidak diniatkan untukdibeli (F)- Saya bukan tipeorang yang akanlangsung menyukaibarang yang dilihat ditoko (UF)- Setelah saya selesaiberbelanja, saya inginDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

29membeli barangkembali. (F)- Saya merasa senang271101No.Jumlahdan puas hanya sesaatsetelah melakukanpembelian barangyang diinginkan (F)Dimensi2. Timbul dorongan- Saya bisa menahandalam diri yang kuatdiri untuk tidakuntuk berbelanjamembeli barang yangdengan segera.dilihat di toko (UF)IndikatorPernyataanItem- Saya membeli15128120171sesuatu karena sayasuka berbelanja,bukan karenamembutuhkan barangtersebut (F)- Bagi saya,berbelanja merupakankegiatan yangmembosankan (UF)- Saya selalu melihatbarang yang menariksetiap kali melewatisebuah toko (F)3. Timbul doronganSaya tidak bisauntuk berbelanjamenahan perasaanDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

30karena melihatuntuk membeli suatubarang kondisibarang (F)tertentu- Saya sulit22181No.Jumlahmelewatkanpenawaran barangdengan harga murahatau diskon (F)- Jika saya melihatproduk baru, sayaingin segeramembelinya (F)DimensiIndikatorPernyataanItem- Saya susah161251melewatkan begitusaja barang yangterlihat menarik ditoko (F)- Jika melihatpenawaran barangdengan jumlah yangterbatas, saya inginsegera membelinya(F)Total282. Penyesalan Pasca PembelianAlat ukur yang digunakan untuk mengukur penyesalan pasca pembelianberdasarkan instrumen Post-Purchase Consumer Regret (PPCR) oleh Lee & CotteDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

31(2009), yang kemudian dibuat kuesioner untuk ditujukan kepada konsumen. Skalaterdiri dari dua dimensi, penyesalan akibat hasil dan proses, setiap dimensi terdiriatas 8 pernyataan. Kuesioner adalah salah satu bentuk tes perfomansi tipikal(Azwar, 2011). Performansi tipikal adalah performansi yang ditampakkan olehindividu sebagai proyeksi dari kepribadiannya sendiri sehingga indikator perilakuyang diperlihatkannya adalah kecerendungan umum saat individu menghadapisituasi tertentu (Azwar, 2013).Kuesioner yang dibuat dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert.Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorangatau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013). Pilihanjawaban terdiri dari Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Kurang Sesuai (KS), danTidak Sesuai (TS). Berikut kisi-kisi instrumen penyesalan pasca pembelian:Tabel 3.2Kisi-kisi Instrumen Penyesalan Pasca nyesalan1. Penyesalan- Saya seharusnya memilihakibat hasilkarenaproduk dengan merek lainpembelianalternatifdibandingkan dengan yangprodukproduk yangtelah dibeli (F)tidak terpilih- Saya menyesali keputusan211151dalam memilih produk yangtelah dibeli (F)- Jika saya bisa mengulangwaktu, maka saya akanmemilih membeli produkmerek lain (F)Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

322. Penyesalan- Saya menyesal telahkarenamembeli produk ini karenaperubahansebenarnya tidak terlalufungsi produk penting (F)- Saya berharap tidakyangsignifikan3111181No.Jumlahmembeli produk ini karenasekarang tidak berguna bagisaya (F)- Saya menyesal telahmembeli produk ini karenasebenarnyasaya tidakmembutuhkannya (F)DimensiIndikatorPernyataanItemPenyesalan1. Penyesalan- Seandainya saya mencariakibat evaluasikarenainformasi lebih banyakproseskurangnyatentang suatu produk ini,pembelianpertimbanganmaka saya bisa membuatproduk61917141keputusan yang tepat (F)- Saya kurang banyakpertimbangan sebelummembeli produk ini (F)- Saya menyesal membeliproduk ini karena tidakberpikir lebih matang dalammengambil keputusanmembeli. (F)2. PenyesalanSaya telah menghabiskanDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

33karenabanyak waktu dalampertimbanganmengambil keputusanberlebihanmembeli produk ini (F)Saya terlalu banyak berpikir121101dalam proses membeliproduk ini (F)Saya telah menghabiskanusaha yang terlalu banyakmencari informasi dalamproses membeli produk ini.(F)12TotalUntuk mengukur skala pembelian impulsif dan penyesalan pasca pembelian,digunakan skala Likert. Dalam skala ini disediakan 4 (empat) alternatif pilihanjawaban yang masing-masing memiliki bobot nilai dan terbagi menjadi duamacam pernyataan favorable dan unfavorable. Berikut bobot skor pilihanjawabannya:Tabel 3.3Bobot Skor Pilihan JawabanPilihan JawabanSangat SesuaiSesuaiTidak SesuaiSangat Tidak SesuaiBobotFavorable4321Unfavorable12343. Uji Validitas dan Realibilitasa. Uji ValiditasMenurut Sugiyono (2013) menyatakan suatu instrumen dinyatakan validapabila instrumen tersebut betul-betul mengukur apa yang seharusnya diukur.Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

341). Uji Validitas Konstruk IsiValiditas isi menunjukkan sejauh mana item-item dalam tes mencakupkeseluruhan indikator-indikator yang hendak diukur oleh tes tersebut (Azwar,2010).Menurut Idrus (2009), validitas isi ditentukan melalui metode profesionaljudgement yaitu pendapat ahli (keilmuan) tentang isi materi atau skala. Penilaianinstrumen dalam penelitian ini digunakan untuk mengkoreksi dan memberikanpendapat mengenai setiap item pernyataan pada instrumen pembelian impulsifdan penyesalan pasca pembelian dari segi konstruk, isi, dan redaksi konsumen.Penilaian instrumen dalam penelitian ini melibatkan judgement experts yaitu Bpk.Helli Ihsan, M.Si., Bpk. Medianta Tarigan, M.Psi., dan Ibu Gemala Nurendah,S.Pd., MA. Setelah melakukan proses judgment, terdapat beberapa item yangdirevisi dan diubah susunan redaksionalnya. Seperti penghilangkan salah satupernyataan yang memiliki makna yang sama, menghilangkan kata yangmenunjukkan frekuensi seperti kata, “sering”, kadang-kadang”, dsb.2). Memilih Item yang layakUntuk mengetahui sejauhmana tingkat validitas instrumen dalampenelitian ini, maka dilakukan proses uji validitas dengan analisis item. Proses inibisa dilakukan setelah pengambilan data uji coba instrumen.Pemilihan item-item yang layak menggunakan cara korelasi productmoment Pearson, untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungandua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau rasio (Sugiyono,2013). Korelasi ini juga mengukur konsistensi antara skor item dengan skor secarakeseluruhan, yang dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi antara setiap itemdengan skor keseluruhan. Rumusnya yaitu:(Azwar, 2010).Keterangan:Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

35 Koefisien korelasi antara variabel X dan Yn Banyaknya subjek Skor item Skor totalKorelasi item-total ini memiliki bias karena skor total skala di dalamnyatermasuk skor item yang dikorelasikan itu sehingga akan cenderung menghasilkankorelasi agak lebih tinggi karena item berkorelasi dengan dirinya sendiri (Ihsan,2013). Untuk menghilangkan bias ini dibuatlah koreksi terhadap korelas item-totalatau corrected item-total correlation (Ihsan, 2013).Corrected item-total correlation adalah korelasi antara skor item denganskor total dari sisa item yang lainnya, oleh karena itu skor item yang dikorelasikantidak termasuk di dalam skor total. Item yang dipilih menjadi item final adalahitem yang memiliki korelasi item-total sama dengan atau lebih besar dari 0,30(Ihsan, 2013). Namun jika terdapat korelasi item-total yang mendekat 0,30, itemfinal juga bisa dipilih apabila 0,25Analisis item ini didapatkan melalui hasil uji coba instrumen pembelianimpulsif dan penyesalan pasca pembelian kepada pengambilan data untuk uji cobainstrumen dilakukan pada Agustus – September 2014 kepada mahasiswa danorang-orang yang ditemui sedang berbelanja di pusat pertokoan di Kota Bandung,seperti Borma Supermarket, Bandung Indah Plaza, Bandung Electronic Center,dan Istana Plaza.Berdasakan hasil perhitungan dengan program SPSS (Statistical Packagefor Sosial Science) versi 22 diketahui bahwa setelah uji coba data pada 250responden, instrumen pembelian impulsif yang terdiri dari 28 item, terdapat 2item yang tidak layak ( 0.25)Tabel 3.4Uji Corrected item-total correlation Pembelian ImpulsifItem Layak Digunakan(koefisienItem Tidak Layak Digunakan(koefisienDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

361, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 12, 13,6, 11.14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22,23, 24, 25, 26, 27, 28Jumlah 26 itemJumlah 2 itemHal yang sama dilakukan pada instrumen penyesalan pasca pembelianyang telah diuji coba kepada 250 responden, dari 12 pernyataan ada satu itemyang koefisiennya0.3, sehingga item di instrumen tersebut tidak layakdigunakan.Tabel 3.5Uji Corrected item-total correlation Instrumen Penyesalan Pasca PembelianItem Layak DigunakanItem Tidak Layak Digunakan(koefisien(koefisien1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 1210Jumlah 11 itemJumlah 1b. Uji ReliabilitasReliabilitas mengacu pada konsistensi, keajegan, dan kepercayaan alatukur. Secara empirik tinggi rendahnya realiabilitas ditunjukkan melalui koefisienreliabilitas (Azwar, 2010). Pada prinsipnya, suatu alat ukur dikatakan reliabel jikaalat ukur tersebut mampu memberikan hasil pengukuran yang relatif sama biladilakukan pengukuran kembali pada subjek yang sama.Pengujian reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini dilakukan denganbantuan program SPSS versi 20 dengan teknik koefisien Alpha Cronbach yaitudengan membelah item sebanyak jumlah itemnya. Semakin besar koefisienreliabilitas berarti semakin kecil kesalahan pengukuran maka semakin reliabel alatukur tersebut. Sebaliknya, semakin kecil koefisien reliabilitas berarti semakinbesar kesalahan pengukuran maka semakin tidak reliabel alat ukur tersebut(Sugiyono, 2013). Rumus koefisien Alpha Cronbach adalah sebagai berikut.α (Sugiyono, 2013)Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

37Keterangan:α koefisien reliabilitas alphak banyaknya belahan tesvarians belahan tes varians skor total tesKoefisien reliabilitas dikategorikan berdasarkan kriteria yang dibuat olehGuilford (Sugiyono, 2013) yaitu sebagai berikutTabel 3.6Koefisien Realibilitas GuilfordDerajat RealibilitasKategori0,90α1,00Sangat Reliabel0,70α0,90Reliabel0,40α0,70Cukup Reliabel0,20α0,40Kurang ReliabelαTidak Reliabel0,20Selanjutnya, dilakukan penghitungan nilai corrected item-total correlation denganmenggunakan program SPSS versi 22. Batas minimal untuk menentukan apakahitem tersebut reliabel jika menunjukkan lebih besar atau sama dengan 0,70.1) Reliabilitas Instrumen Pembelian ImpulsifUji Reliabilitas dilakukan dua kali, yang pertama dilakukan saat item-itemyang tidak layak tidak dibuang. Hasil uji reliabilitas sebagai berikut.Tabel 3.7Reliabilitas Instrumen Pembelian Impulsif Sebelum Uji ValiditasStatisitik ReliabilitasCronbach’sJumlahAlphaItem.92728Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

38Tabel diatas menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas instrumenpembelian impulsif berada dalam kategori sangat reliabel. Kemudian pada ujireliabilitas yang kedua, yaitu setelah uji validitas yang mana item-item yang tidaklayak dibuang, hasilnya sebagai berikut.Tabel 3.8Reliabilitas Instrumen Pembelian Impulsif Sesudah Uji ValiditasStatistik ReliabilitasCronbach'sJumlahAlphaItem.93026Tabel diatas menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas instrumenpembelian impulsif setelah dua item yang tidak layak tidak sertakan tetap beradadalam kategori sangat reliabel. Meskipun tidak terjadi perubahan yang signifikanantara hasil reliabilitas sebelum dan sesudah uji validitas2) Reliabilitas Instrumen Penyesalan Pasca PembelianDari perhitungan reliabilitas diatas menggunakan Cronbach’s Alphaseperti terlihat pada tabel diatas didapatkan hasil bahwa koefisien reliabilitassebesar 0.703 yang menandakan bahwa instrumen penyesalan pasca pembelianmasuk dalam kategori cukup reliabel.Tabel 3.9Nilai Reliabilitas Instrumen Penyesalan Pasca Pembelian Sebelum Uji ValiditasStatistik ReliabilitasCronbach'sJumlahAlphaItem.70312Dari perhitungan realibilitas diatas menggunakan Cronbach’s Alphaseperti terlihat pada tabel diatas didapatkan hasil bahwa koefisien reliabilitassebesar 0.703 yang menandakan bahwa instrumen penyesalan pasca pembelianmasuk dalam kategori cukup reliabel. Kemudian pada uji reliabilitas yang kedua,Dani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

39yaitu setelah uji validitas yang mana item-item yang tidak layak dibuang, hasilnyasebagai berikut.Tabel 3.10Reliabilitas Instrumen Pembelian Impulsif Sesudah Uji ValiditasStatistik ReliabilitasCronbach'sJumlahAlphaItem.70611Tabel diatas menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas instrumenpenyesalan pasca pembelian setelah satu item yang tidak layak tidak sertakantetap berada dalam kategori cukup reliabel. Meskipun tidak terjadi perubahanyang signifikan antara hasil reliabilitas sebelum dan sesudah uji validitas,dikarenakan hanya satu item saja yang dibuang.F. Kategorisasi SkorTujuan kategorisasi adalah menempatkan individu ke dalam kelompokkelompok yang posisinya berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atributyang diukur (Azwar, 2012). Untuk melihat profil karakteristik sumber datapenelitian dilakukan pengkategorisasian data.Dalam penelitian ini, data dari variabel pembelian impulsif dan penyesalanpasca pembelian dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu sangat tinggi,tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Begitu pula dengan setiap dimensi darimasing-masing variabel, pengelompokkan tersebut berdasarkan tabel berikut:Tabel 3.11Rumusan Lima KategoriPerhitungan NormaKategoriX μ 1.5σSangat tinggiDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

40μ 0.5σ X μ 1.5σTinggiμ - 0.5σ X μ 0.5σSedangμ - 1.5σ X μ - 0.5σRendahX μ - 1.5σSangat rendah(Ihsan, 2010)Keterangan:X Skor subjekμ Mean (nilai rata-rata)σ Standar DeviasiKategorisasi skor ini kemudian sebagai norma dalam pengelompokkanskor sampel berdasarkan norma kelompoknya. Baik pada skor pembelian impulsifmaupun pada skor penyesalan pasca pembelian.Tabel 3.12Kategori Skor Pembelian Impulsif dan Penyesalan Pasca PembelianKategoriPembelian ImpulsifPenyesalan PascaPembelianSangat tinggiX 95.20X 39.10Tinggi83.01 X 95.2034.06 X 39.10Sedang70.82 X 83.0129.01 X 34.06Rendah58.63 X 70.8223.97 X 29.01Sangat rendahX 58.63X 23.97Selain itu, dibuat pula norma dari setiap dimensi pembelian impulsif dandimensi penyesalan pasca pembelian berdasarkan norma kelompoknya. Baik padaDani Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

41variabel pembelian impulsif maupun penyesalan pasca pembelian. Hal inibertujuan untuk memberikan skor pada tiap dimensi, yang dijelaskan pada tabelberikut ini:Tabel 3.13Kategori Dimensi-dimensi Pembelian ImpulsifVariabelDimensiNormaKategoriX 51.54Sangat tinggi44.81 X 51.54Tinggi37.78 X 44.81Sedang30.75 X 37.78RendahX 30.75Sangat rendahX 44.44Sangat tinggi38.56 X 44.44Tinggi32. 67 X 38.56Sedang26.79 X 32.67RendahX 26.79Sangat rendahX 21.78Sangat tinggi18.56 X 21.78TinggiHasil15.35 X 18.56SedangPembelian12.13 X 15.35RendahProdukX 12.13Sangat rendahPascaX 17.95Sangat tinggiPembelian15.55 X 17.95TinggiEvaluasi13.16 X 15.55SedangProses10.76 X 13.16RendahPembelianX 10.76Sangat ni Triawan Kramadibrata, 2014Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumenSogo PVJ Di BandungUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

42G. Teknik Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalahdengan menggunakan metode kuesioner. Kuesioner merupakan salah satu bentuktes perfomansi tipikal (Azwar, 2011). Performansi tipikal merupakan performansiyang ditampakkan oleh individu sebagai proyeksi dari kepribadian individusehingga indikator perilaku yang diperlihatkannya merupakan kecerendunganumum diri individu dalam menghadapi situasi tertentu (Azwar, 2011). Kuesioneryang dikembangkan dalam penelitian ini berupa instrumen skala Likert. SkalaLikert digunakan untuk mengukur pendapat, dan persepsi sesorang atausekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013).H. Teknik Analisis Data1. Uji Normalitas DataUji normalitas digunakan untuk menguji apakah sebuah model regresi,variabel bebas atau variabel terikat atau keduanya mempunyai distribusi normalatau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi normal atau mendekatinormal. Untuk menguji apakah sampe penelitian merupakan jenis distribusinormal, maka digunakan pengujian Kolmogorov-Smirnov Goodness of Fit Testterhadap masing-masing variabel dengan kaidah keputusan jika signifikansi lebihbesar dari alpha 0.05 (taraf kesalahan 5%) maka dapat dikatakan data tersebutnormal. Pengujian Kolmogorov-Smirnov ini dilakukan dengan menggunakanbantuan SPPS versi 20.Berdasarkan hasil uji normalitas yang telah dilakukan terhadap variabelpembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian, diperoleh hasil berikut.Tabel 3.14 Uji Normal

Berdasarkan data dari SOGO PVJ, jumlah pengunjung yang melakukan transaksi setiap bulan rata-rata mencapai 555 orang. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive . 22 Dani Triawan Kramadibrata, 2014 Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan pasca pembelian pada konsumen .