Transcription

III. METODE PENCIPTAANA. Implementasi Teoritik1. TematikKucing adalah hewan yang memiliki karakter yang unik dan menarik.Tingkah laku kucing yang ekspresif, dinamis, lincah, dan luwes menjadi dayatarik tersendiri. Kucing memiliki ciri khas yang istimewa. Keistimewaannya mulaiciri fisik hingga tingkah lakunya. Ciri khas kucing dari segi ciri fisik, diantaranyapada matanya yang tajam dan memiliki warna-warna mata yang berbeda, daribulu yang memiliki warna dan corak yang khas, bentuk kepala yang beragamsesuai dengan jenis ras, bentuk hidung yang berbeda-beda, ukuran ekor mulai daripendek hingga panjang. Ciri fisik pada kucing memberikan nilai keindahansehingga memunculkan karakter pada karya lukis.Tingkah laku kucing mulai dari sifat yang dimiliki menjadi ciri khastersendiri. Kucing bisa bertingkah baik atau buruk sesuai dengan respon manusiajika memberikan kasih sayang maka kucing akan bersikap manja dan sebaliknya,dan jika respon manusia buruk terhadap kucing maka kucing juga tidak bersikapmanis terhadap kita. Hal tersebut sudah menjadi sesuatu yang alami karenamemang ini adalah insting hewan.Tingkah laku kucing juga memiliki karakter tersendiri, karaktermasing-masing dari kucing akan terlihat ketika mereka sedang beraktifitas.Contohnya ketika sedang makan, tidur, bermain, membersihkan diri, dan lain-lain.Hal-hal tersebut akan memberikan karakter tersendiri bagi masing-masing kucing.31

322. KonsepsiPenjelasan konsep yang dipakai penulis berupa konsep yaitu berupagaris, bidang, warna, tekstur, dan komposisi. Berikut penjelasannya :a. GarisVisualisasi kucing sebagai sumber ide seni lukis, menggunakan garislurus dan lengkung. Penggunaan garis tersebut ditorehkan untuk membentukkontur, sebagai batasan objek visual satu dengan lainnya.b. Bidang (shape)Bentuk bidang yang digunakan terdiri dari bidang geometrik danbiomophic. Bidang geometrik yang digunakan saat membuat bentuk bidangberupa lingkaran yang divisualisasikan ke objek kucing. Bidang biomorphic gunamenghasilkan bentuk bebas dan tidak beraturan sesuai dengan keinginan. Bidangyang sering dimunculkan pada karya ini adalah bidang biomorphic.c. ammemvisualisasikan karya dengan sumber ide kucing. Warna pastel merupakanwarna primer (warna dasar) yang dicampur dengan warna putih, sehinggamenimbulkan warna yang cerah. Pemilihan warna tersebut dilakukan agarmember kesan lembut pada lukisan. Warna objek kucing dalam pengerjaannyatidak sesuai dengan warna asli kucing yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari,seperti warna hitam, coklat, putih, abu-abu, dan lain-lain, tetapi menggunakanwarna-warna pastel sesuai yang diinginkan.

33d. TeksturTekstur yang ditampilkan dalam karya adalah tekstur nyata. Teksturnyata tersebut muncul dikarenakan sapuan kuas dalam lukisan, dengan caramenggoreskan cat dengan tebal serta dalam memberikan kontur terhadap objekdan menggunakan teknik dekoratif yang memberikan efek tekstur padapermukaan bidang.e. KomposisiKomposisi yang digunakan dalam karya adalah komposisi terbuka,karena susunan unsur-unsur pada karya terlihat menyebar Komposisi inidigunakan dengan pola bebas sehingga ada beberapa objek yang terlihatmenyebar.B. Implementasi Rupa1. Media dan TeknikKarya tugas akhir ini mengangkat kucing sebagai sumber ide temayang divisualisasikan dalam karya seni lukis dengan teknik dekoratif. Media lukisyang digunakan, pada umumnya yaitu kanvas dan cat. Cat yang digunakan penulisuntuk melukis karya tugas akhir menggunakan cat akrilik, karena sifat cat akrilikyang lebih mudah kering sehingga dapat meminimalisir waktu dalampengerjaannya.Karya ini menggunakan teknik dekoratif menghasilkan goresan yanglebih spontan dan berkarakter sesuai dengan keinginan dalam unsur menghiaslukisan.

34Proses pembuatan karya selain menggunakan kanvas dan cat, jugamenggunakan alat lukis seperti kuas serta plastik yang berbentuk segitiga yangmemiliki fungsi untuk menunjang pengerjaan karya seni lukis denganmenggunakan teknik dekoratif.2. ProsesAdapun cara pembuatan karya seni lukis teknik dekoratif sebagaiberikut:a. Proses awal adalah membuat sketsa sebagai acuan dalam pengerjaan karya senilukis.b. Proses selanjutnya dari sketsa gambar dipindahkan ke kanvas denganmenggunakan kapur, karena kapur memiliki ketebalan garis yang tipis dan mudahdihapus.c. Proses selanjutnya adalah mengecat gambar, menggunakan cat akrilik dan kuaskhusus untuk cat akrilik, kuas tersebut memiliki ukuran yang berbeda dari yangkecil sampai yang besar, untuk memudahkan dalam mengecat objek yang kecildan besar. Pemilihan warna, menggunakan warna yang ada dalam cat akrilikdengan mencampur warna-warna tersebut dengan warna putih, karenamemberikan efek warna yang berbeda dan cerah serta lebih mempermudah dalammenggores dan lebih tebal dalam goresannya.d. Tahap selanjutnya adalah memberikan kontur pada objek lukisan, konturtersebut akan diberikan untuk objek. Warna yang digunakan adalah warna hitam,dalam pengerjaannya tidak menggunakan kuas tetapi menggunakan plastikberbentuk segitiga, cara kerjanya adalah plastik segitiga diisi dengan cat kemudian

35ujung plastik segitiga tersebut dipotong, lalu terapkan pada lukisan, sepertimenghias kue, karena plastik berbentuk segitiga memang digunakan untukmenghias kue dan tidak dipungkiri hal tersebut dilakukan karena terinspirasi darimenghias kue.3. PenyajianPenyajian pada karya seni memberikan kesan indah dan nilai tersendiridalam karya seni, karena merupakan kelengkapan dari sebuah karya seni yangakan disajikan kepada para penikmat seni. Penyajian karya lukis ini menggunakanpenyajian karya tanpa pigura, dalam penyajian ini kanvas akan dipasangmenggunakan spanram dengan ketebalan 4 cm sampai 5cm, sehingga masihterlihat rapi meskipun tanpa menggunakan pigura. Penyajian tanpa piguradilakukan dengan tujuan supaya penikmat seni lebih tertuju pada hasil karyavisual semata, serta karya lukisan tidak memberikan kesan terbatas dalamkomposisi karya.IV. ANALISIS KARYAA. Karya PertamaKarya pertama yang berjudul “Mom” (lihat Gambar 13), yang artinyaadalah ibu, menggambarkan tentang induk kucing dan ketiga anaknya, merekaterlihat sedang bercengkrama dan ketiga anak kucing tersebut saling mendekatiinduknya, ada yang berada di punggung, ada yang di bawah perut, dan ada yangberada di bawah mulut induk kucing. Suasana menggambarkan di luar rumah,yaitu berada di taman. Maksud dari karya ini adalah memvisualisasikan aktivitas

36induk kucing dan anaknya ketika sedang bersama, ekspresi dari anak kucing yangmanja dan merasa nyaman berada di pelukan induknya, menggambarkan tentangkasih sayang ibu terhadap anaknya.Gambar 13. Karya Pertama“Mom”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)Pemilihan warna pada karya hampir semua sama yaitu menggunakanwarna pastel. Warna pastel memberikan kesan lembut pada lukisan. Warna padaobjek kucing yang warna-warni sesuai dengan imajinasi, namun tetap sesuai

37dengan kecocokan pada objek supaya terlihat selaras. Ukuran karya pada lukisanhampir semua sama yaitu 100 x 100 cm, karena memudahkan penataan danterlihat balance (seimbang).Teknik yang digunakan pada karya hampir semua sama yaitumenggunakan teknik dekoratif dan blok, memberi warna dengan cat akrilik padasetiap objek dan background pada karya dengan memberi batasan garis konturhitam pada setiap bidang. Garis kontur hitam pada karya ini memiliki teksturtimbul karena pada pengerjaannya tidak menggunakan kuas melainkanmenggunakan media plastik segitiga kemudian diisi dengan cat akrilik laludigoreskan kepada bidang. Beberapa bidang pada karya ini juga menggunakanteknik dekoratif, memberikan hiasan berupa titik-titik dan motif.B. Karya KeduaKarya kedua yang berjudul “Gemes” (lihat Gambar 14) yang berartigemas, menggambarkan dua ekor kucing sedang bercengkrama dengan seoranggadis. Gadis tersebut hanya memeluk satu ekor kucing saja, dan satunya lagihanya mendekat pada gadis tersebut seolah-olah juga ingin dipeluk juga. Suasanapada karya ini berada di kamar, dengan adanya objek karpet dan background padakarya ini menggambarkan tembok kamar, yang ada hiasan berupa gambar bunga.Maksud dari karya ini adalah memvisualisasikan kucing ketika sedang bersikapmanja terhadap manusia, manusia yang merasa gemas pun juga memberikanperhatian berupa pelukan terhadap kucing.

38Gambar 14. Karya Kedua“Gemes”/Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)C. Karya KetigaKarya ketiga yang berjudul “Main Bareng” (lihat Gambar 15) yangartinya bermain bersama, menggambarkan ada tiga ekor kucing sedang bermainaquarium yang berisi ikan, yang satu mencoba memasukan tangannya ke dalamaquarium tersebut, dan keduanya mengamati. Suasana dalam karya tersebutberada di ruang tamu, digambarkan dengan adanya meja dan hiasan rumah.

39Maksud dari karya ini adalah memvisualisasikan tingkah laku kucing ketikasedang bermain bersama dan menunjukkan sifat yang dimiliki kucing, yaitu rasaingin tahu, rasa ingin tahu terhadap benda-benda yang hidup atau bergerak.Gambar 15. Karya Ketiga“Main Bareng”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)

404. Karya KeempatGambar 16. Karya Keempat“Bobok”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)Karya keempat yang berjudul “Bobok” (lihat Gambar 16) yang artinyaadalah tidur. Menggambarkan tiga ekor kucing sedang tidur di atas karpet yangketiganya saling berhimpitan tetapi berada di posisi yang nyaman. Disekelilingkucing terdapat mainan, bola, dan tulang ikan. Menggambarkan bahwa aktivitastidur dilakukan setelah kucing melakukan aktivitas bermain dan makan. Maksud

41dari karya ini adalah memvisualisasikan tingkah laku kucing ketika sedang tidurbersama, yaitu saling berhimpitan tetapi masih tetap merasa nyaman.5. Karya KelimaGambar 17. Karya Kelima“Berburu Burung”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)Karya kelima yang berjudul “Berburu Burung”(lihat Gambar 17),menggambarkan kucing yang sedang mendekati mangsa yaitu burung, namunburung berada di dalam sangkar. Kucing masih saja nekat untuk memangsa,

42karena tangan kucing mendekati sangkar burung. Maksud dari karya ini adalahmemvisualisasikan tingkah laku kucing ketika sedang ingin menangkap buruan.6. Karya KeenamGambar 18. Karya Keenam“Minta Maem”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)Karya keenam yang berjudul “Minta Maem” (lihat Gambar 18), yangartinya adalah meminta makan, menggambarkan tentang kucing yang sedangberada di kaki seorang gadis yang menandakan bahwa kucing ingin makanan,

43kemudian gadis dalam karya sedang menuangkan makanan kucing. Maksud darikarya keenam adalah memvisualisasikan tingkah laku kucing ketika sedang diberimakanan, dia mendekat kepada yang memberi makanan.7. Karya KetujuhGambar 19. Karya Ketujuh“Naksir”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)Karya ketujuh yang berjudul “Naksir” (lihat Gambar 19), yang artinyaadalah menyukai sesuatu dan menginginkannya, menggambarkan dua kucing

44yang sedang berada di luar kandang dan di atas pagar. Kucing yang berada di ataspagar sedang mengintip kucing yang berada di luar kandang, menandakan bahwakucing yang berada di atas pagar tertarik dengan kucing yang berada di luarkandang. Maksud dari karya ketujuh adalah memvisualisasikan kucing ketikasedang tertarik dengan lawan jenisnya, yaitu selalu kucing jantan selalu mengintaikucing betina.8. Karya KedelapanGambar 20. Karya Kedelapan“Sembarangan”/ Acrylic on canvas / 100 x 100 cm / 2016(Sumber : Hre Dharma Santi, 2016)

45Karya kedelapan yang berjudul “Sembarangan” (lihat Gambar 20)yang artinya adalah tidak pada tempatnya, menggambarkan kucing yangmerasa tidak bersalah setelah buang air besar di atas kursi, sebelah dariobjek kucing terdapat kotoran air besar. Maksud dari karya kedelapanadalah memvisualisasikan tingkah laku kucing ketika buang air besar tidakpada tempatnya yaitu tidak merasa bersalah dan cenderung cuek.

yang divisualisasikan dalam karya seni lukis dengan teknik dekoratif. Media lukis yang digunakan, pada umumnya yaitu kanvas dan cat. Cat yang digunakan penulis untuk melukis karya tugas akhir menggunakan cat akrilik, karena sifat cat akrilik yang lebih mudah kering sehingga dapat meminimalisir waktu dalam pengerjaannya.