Transcription

BAB IIIMETODOLOGI TUGAS AKHIR3.1 Bahan dan Alat3.1.1 Bahan1. StyrofoamSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.1 StyrofoamStyrofoam terbentuk dari campuran plastik yang memiliki warna putih danterdiri dari sel-sel. Pada saat pembuatan body roket, styrofoam digunakan sebagaibahan utama pembentuk body yang melapisi rangka dari triplek. Styrofoam yangdigunakan memiliki ketebalan 2 cm.Penggunaan styrofoam dalam pembuatan body roket dikarenakan bahannyamudah dibentuk, ringan dan mudah dicari. Styrofoam memiliki fungsi sebagai pelapisrangka guna melindungi komponen-komponen yang di muat oleh roket.32

332. Kayu Lapis/ TriplekSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.2 TriplekKayu lapis atau sering disebut triplek adalah sejenis papan pabrikan anbersama-sama.Penggunaannya di fungsikan sebagai rangka tempat melekatnya styrofoam sebagaipelindung komponen-komponen yang di muat oleh roket. Triplek yang digunakanberjenis soft wood dengan ketebalan 3 mm. Alasan penggunaan triplek sebagaipembentuk rangka dikarenakan bahannya mudah di dapat dan mudah dibentuk sertaringan.3. PipaPipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah pipa plastic yang terbuat dari gabunganmateri vinyl. Pipa PVC digunakan sebagai dudukan motor EDF (Electric Ducted Fan)pada bagian ekor roket (3 inchi/ 7,62 cm) dan lintasan pelontar (5 inchi/ 12,7 cm).Pipa yang digunakan memiliki ukuran diameter sebesar 5 inch (12,7 cm). Alasan

34penggunaan pipa PVC dikarenakan sifatnya yang ringan, tahan lama dan mudahdicari.Sumber : Google Images (PVC), 2016Gambar 3.3 Pipa PVC4. Scotlite (skotlet)Scotlite/ skotlet adalah bahan pembuat sticker yang sudah jadi. Penggunaanscotlite pada roket untuk mengurangi gaya gesek udara terhadap body roket itusendiri sehingga kerugian akibat gaya gesek dapat dikurangi. Scotlite dipilihdikarenakan memiliki pori-pori permukaan yang sangat kecil, mudah didapat danmudah dalam pemasangan.Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.4 Scotlite

355. Baut dan MurSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.5 Baut dan murBaut dan mur adalah sistem penyambungan dua bagian plat yang bersifatsementara atau dapat di bongkar-pasang. Fungsi baut dan mur dalam pembuatan roketsebagai penyambungan antara motor EDF dengan dudukan yang berupa pipa PVC.Dipilih baut mur ukuran M2 karena disesuaikan dengan ukuran lubang pada motorEDF dan dapat di bongkar-pasang.6. Motor ServoSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.6 Motor servo

36Spesifikasi motor servo:No load speed: 0.12 second / 60 degrees (4.8V)Stall Torque: 1.6 kg/cm (4.8V)Operating temperature: -30 60 degrees CelciusDead Set: 7 microsecondOperating Voltage: 4.8V - 6VWorking Current: less than 500mACable length: 180mmDimensi dan berat motor servo:Size: 22x12.5x29.5 mmWeight: 9 grams7. Sensor AccelerometerSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.7 Sensor accelerometer

37Perangkat sensor accelerometer terdiri dari board Arduino uno, modulaccelerometer, shield, kabel power supply dan recorder (memory). Power supplydidapat dari powerbank yang memiliki daya sebesar 5000 mAh dan memory cardsebesar 2 gb (gigabytes) sebagai penyimpan data.Arduino uno adalah board semacam firmware/ OS yang mana sistem sudahdidalam sehingga memudahkan electrican membuat extension shield logge.8. Pegas TekanSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.8 Pegas tekanPegas tekan adalah batang baja yang dipuntir guna mendapat ke elastisannya.Pegas tekan yang digunakan dengan diameter luar 13 cm, diameter kawat 1 cm, tinggi150 cm dan jarak pitch 5 cm berguna sebagai tolakan pada pelontar guna memberidorongan awal saat roket diluncurkan.9. Motor EDF (Electric Ducted Fan)Motor EDF (Electric Ducted Fan) ini digunakan sebagai mesin pendorongutama setelah roket dilontarkan dari sistem pelontar, sehingga roket dapat meluncursesuai target yang ditentukan.

38Prinsip kerja dari motor EDF ini adalah seperti turbin angin, yaitu denganmenghisap udara dari sisi inlet dengan menggunakan bentuk sudut dari blade danlangsung dibuang menuju sisi outlet sebagai tenaga pendorong dari roket.Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.9 Motor EDFPower supply motor EDF diperoleh dari baterai Li-Po dengan kapasitas 2300mAh yang disalurkan menuju tiap pin di receiver melalui ESC (Electronic SpeedControl).Spesifikasi Motor EDF (Electric Ducted Fan) :EDF Duct Fan 68 mm – 8 bladeRpm (Kv): 6000 rpm/VNo Load Current: 2,2 AmpereLoad Current: 2,85 AmpereShaft Diameter: 3 mm

39Rotor Diameter: 2,5 cmNo Load Speed: 49980 rpmLoad Speed: 30320 rpmInput Voltage: 14,8 V – 4S LiPoMax Pull: 1500 grPower: 780 WattRendemen total: 0,6810. Remote ControlSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.10 Remote controlSpesifikasi Remote Control :Brand Name: Flysky FS-i6Channels: 6 ChannelsModel Type: Glider/Heli/Airplane

40RF Range: 2.40-2.48 GHzBandwidth: 500 KHzBand: 142RF Power: Less Than 20 dBm2.4ghz System: AFHDS 2A and AFHDSCode Type: GFSKSensitivity: 1024Low Voltage Warning: less than 4.2VDSC Port: PS2; OutputCharger Port: NoANT length: 26 mm*2 (dual antenna)Weight: 392 gPower: 6V 1.5AA*4Display mode: Transflective STN positive typeSize: 174x89x190mmOn-line update: yesColor: BlackCertificate: CE0678,FCCModel Memories: 20:PPMRemote control ini berfungsi sebagai transceiver (transmitter/ receiver) yangmemfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dengan penerima sinyal(receiver).

4111. Baterai (power supply)Spesifikasi baterai Li-Po :Tempat asal (mainland): ChinaUkuran: (H) 100 * (W) 35 * (T) 24 mmKapasitas nominal: 2300 mAhJenis: Li-polymerTegangan nominal: 14,8 VKuat arus: 2,2 ampereJumlah sel: 4SSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.11 Baterai Li-Po 2300 mAhFungsi dari baterai Li-Po ini adalah sebagai power supply untuk komponenyang membutuhkan power supply seperti motor EDF (Electric Ducted Fan) dan

42servo yang disalurkan melalui receiver yang sebelumnya dihubungkan dengan ESC(Electronic Speed Control).Sedangkan untuk power supply untuk sensor accelerometer menggunakanpowerbank dengan kapasitas tertera 5000 mAh dan arus listrik sebesar 1 ampere.Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.12 Powerbank 5000 mAh3.1.2 Alat1. Tang JepitSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.13 Tang jepit

43Kegunaan dari tang jepit adalah untuk mencengkeram atau memegang bendakerja serta dapat menjangkau bagian-bagian yang sempit.2. CutterSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.14 CutterCutter adalah perangkat pemotong benda kerja yang bersifat soft (halus).Penggunaan cutter disini untuk keperluan pemotongan di dalam body roket(menghaluskan/ merapikan).3. Pemotong Styrofoam ListrikPemotong styrofoam listrik adalah alat khusus pemotong listrik adalah alatkhusus memotong styrofoam dengan menggunakan tenaga listrik. Kegunaan alatpemotong styrofoam adalah untuk membentuk body roket sesuai ketentuan agar lebihmudah dari pengerjaan pemotongan manual.

44Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.15 Pemotong styrofoam listrik4. ObengSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.16 Obeng jam tanganObeng adalah alat untuk memudahkan dalam proses bongkar-pasang baut danmur. Obeng dalam pengerjaan yang digunakan dari ukuran 1 mm sampai 3,5 mm.

455. Gergaji PipaSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.17 Gergaji pipaGergaji adalah alat pemotong benda kerja dan digunakan untuk memotongpipa sesuai ukuran yang dikehendaki.6. PenggarisSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.18 PenggarisPenggaris adalah alat ukur yang memiliki ketelitian tertentu sesuai denganbenda kerja yang diukur.

467. Gerinda TanganSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.19 Gerinda tanganGerinda tangan adalah alat pemotong benda kerja dengan menggunakantenaga listrik. Gerinda tangan digunakan sebagai pemotong pipa lintasan pelontardengan ukuran yang dikehendaki.3.2 Desain Perancangan Roket3.2.1 Desain Perancangan Body RoketDari gambar desain di bawah diketahui panjang total dari roket yaitu 80 cm,ini diambil karena desain roket disesuaikan dengan muatan yang dibawa sehinggamengurangi hambatan massa dan hambatan udara yang terjadi saat peluncuran roket.Ruang untuk komponen-komponen terbagi menjadi 3 bagian yaitu ruang untukbaterai, ruang untuk sensor dan ESC (Electronic Speed Control) serta ruang untukbaterai dan receiver. Motor EDF ditempatkan di bagian ekor roket sebagai mesinpendorong roket.

47BAGambar 3.20 Desain body roket dalam satuan cm : (A) Rangka roket, (B) Body roketdan penempatan komponen-komponennya (AutoCAD 2007)Pada bagian tempat untuk muatan pada Gambar 3.20 (B), memiliki ukuran 8 x7 x 10 cm (panjang x lebar x kedalaman) yang telah disesuaikan dengan dimensimuatan yang dipilih.Pada bagian tempat untuk sensor dan ESC pada Gambar 3.20 (B), memilikiukuran 8 x 7 x 10 cm (panjang x lebar x kedalaman) yang telah disesuaikan dengandimensi sensor (7 x 5 cm) dan ESC (7 x 3 cm) sehingga cukup untuk pemasangan danpeletakan komponen.Pada bagian tempat untuk baterai dan receiver pada Gambar 3.20 (B),memiliki ukuran 10 x 7 x 10 cm (panjang x lebar x kedalaman) yang telah

48disesuaikan dengan dimensi baterai (10 x 3 cm) dan receiver (3 x 2 cm) sehinggacukup untuk pemasangan dan peletakan komponen.Bagian ekor roket terdapat lubang dengan kedalaman 20 cm dan diameter 8cm, ini telah disesuaikan untuk pemasangan motor EDF dan pembuatan lubang untukjalur masuk udara hisapan motor EDF (inlet). Ukuran motor EDF yaitu denganpanjang 11 cm (termasuk ekor motor EDF) dan diameter 7 cm, sedangkan lubanguntuk hisapan udara dengan ukuran persegi 7 x 7 cm yang berjumlah 4 lubangsehingga memudahkan sirkulasi udara menuju motor EDF.Pada bagian ujung roket (cone) dibuat sudut 23 derajat yang telah disesuaikanagar mendapat hambatan udara terkecil dan sesuai dengan ukuran panjangnya (20cm). Bagian sayap untuk kemudi roket dengan panjang 20 cm dan lebar 12 cm sertasudut sebesar 30 derajat yang telah disesuaikan dengan konstruksi roket.1. Perhitungan Titik Berat RoketDiketahui :m1 massa muatan 100 gr/ 0,1 kgm2 massa sensor 80 gr/ 0,08 kgm3 massa baterai 258 gr/ 0,258 kgm4 massa ESC receiver 72 gr/ 0,072 kgm5 massa motor EDF (Electric Ducted Fan) 159 gr/ 0,159 kgDengan g (percepatan gravitasi) 9,81 m/s2, sehingga :W1 0,1 kg x 9,81 m/s2 0,981 Newton

49W2 0,08 kg x 9,81 m/s2 0,785 NewtonW3 0,258 kg x 9,81 m/s2 2,53 NewtonW4 0,072 kg x 9,81 m/s2 0,706 NewtonW5 0,159 kg x 9,81 m/s2 1,56 NewtonJarak titik tengah beban terhadap sumbu y :R1 17 cm 0,17 m (arah sumbu negatif)R2 7 cm 0,07 m (arah sumbu negatif)R3 7 cm 0,07 m (arah sumbu positif)R4 12 cm 0,12 m (arah sumbu positif)R5 30 cm 0,3 m (arah sumbu positif)Ditanya : Koordinat titik berat (X, Y) ?

50Gambar 3.21 Posisi titik beratPenyelesaian :X W1. R1 W2. R2 W3. R3 W4. R4 W5. R5W1 W2 W3 W4 W5 0,981. (-0,17) 0,785. (-0,07) 2,53. (0,07) 0,706. (0,12) 1,56. (0,3)0,981 0,785 2,53 0,706 1,56 (-0,16677) (-0,05495) 0,1771 0,08472 0,4686,562 (0,077) 0,077 m atau 7,7 cm dari titik 0 (nol) ke arah x positif.Y 0 (nol) karena penampang benda kerja dibuat simetris terhadap sumbu x.Jadi, letak koordinat titik berat (0,077 ; 0) m atau (7,7 ; 0) cm.

512. Perhitungan Daya MotorDaya Motor Daya Hambat Udara Daya Hambat MassaDiketahui : 1,15(pada temperatur 32O C)Massa roket 2 kg (termasuk massa tambahan muatan)Berat roket 2 kg . 9,81 m/s2 19,62 N v selisih kecepatan (vt – v0) (75 – 20) m/s 55 m/sGambar 3.22 Gerak parabola roket

52a. Daya Hambat Udara yang TerjadiPudara ½ . ½ . ρ . A. v3 ¼ . 1,15 kg/m3. 0,00785 m2. (55 m/s)3 375,488 Nm/s 375,488 Wattb. Perhitungan Drag Force (Pforce)Pforce Pudara . cos (90O – β) 375,488 Watt . cos (90O – 23O) 375,488 Watt . cos 67O 146,715 WattGambar 3.23 Drag force yang terjadi

53c. Daya Hambat Massa Roket P I (impuls) m . v 2 kg . 55 m/s 110 kg m/s 110 NsF Impuls (Ns) / Waktu (s) 110 Ns / 2,8 s 39,286 NDaya hambat massa F . s / tDimana :F Gaya yang dialami 39,286 Ns Jarak yang dicapai roket ½ . keliling oval (ellips) 12,95 mKeterangan :a ½ diameter pendek 5 mb ½ diameter panjang ½ . 6 m 3 mt lama waktu tempuh 2,8 sekonSehingga,Daya hambat massa F . s / t 39,286 N . 12,95 m / 2,8 s 181,69 WattJadi, daya hambat total yang dialami roket 146,715 Watt 181,69 Watt 328,405 Watt

54d. Daya EDF (Electric Ducted Fan) yang DigunakanDaya motor yang digunakan yaitu 780 Watt dengan rendemen total (mekanisdan elektrik) sebesar 0,68 sehingga,Pefektif 780 Watt . 0,68 530,4 WattMaka,Pefektif edf Phambat total530,4 Watt 328,405 WattJadi, motor EDF yang digunakan memenuhi persyaratan untuk daya minimalmotor EDF yang dibutuhkan berdasarkan dari kemungkinan hambatan total yangdialami oleh roket selama proses peluncuran.3.2.2 Desain Pelontar RoketPelontar yang menggunakan pipa sebagai lintasan dan pegas tekan sebagaipendorong roket. Panjang pipa yang digunakan yaitu 150 cm dengan diameter dalam13 cm. Untuk rangka dudukan pipa menggunakan besi baja bentuk segitiga denganpengelasan sebagai metode penyambungannya, panjang alas segitiga yaitu 50 cmdengan tinggi 40 cm.

55BAGambar 3.24 Desain pelontar: a.tampak depan, b.tampak samping (dalam satuan cm)Perhitungan gaya pelontar dengan :1. Berat roket 2 kg (termasuk berat muatan di luar komponen) 2 kg . 9,81 m/s2 19,62 N2. Tinggi lontaran 10 m3. Diameter pipa pelontar 13 cm 0,13 m4. Tipe pegas tekan yang digunakan tipe springend plain.Maka,Ep m . g . h (akhir) 2 kg . 9,81 m/s2 . 10 m 196,2 Joule

56Sehingga,Ekawal Epawal Ekakhir Epakhir½ m(vakhir)2 0 0 m.g.h(vakhir)2 m.g.h/ ½.m 2.g.h 196,2vakhir 14,07 m/s EpW Epakhir (karena Epawal 0) 196,2 Joule F.sin α.sWGerak parabola (pada gambar 3.23), dengan sudut 700 dan Vo 31,8 m/s :Vox Vawal.cos 800 5,52 m/sVoy Vawal.sin 800 31,32 m/sMaka,y 10 my Voy.t – ½.g.t210 31,32.t – 4,91. t24,91. t2 – 31,32.t 10 0

57x Vo.t 5,52 m/s.6,04 sekon 33,34 mJika : W 196,2 Jouleα 800s 33,34 mW F.sin 800.s196,2 F.sin 800.33,34F 196,2/ 32,83 5,98 NTekanan pelontaran F / ADimana, A π r2 3,14 . (0,06)2 0,011304 m2Jadi, tekanan pelontaran F / A 5,98 N / 0,011304 m2 529,016 N/m23.3 Proses Pembuatan3.3.1 Pembuatan Body RoketPersiapkan lembaran triplek dengan ketebalan 3 mm dan styrofoam lembarandengan ketebalan 2 cm. Gambar desain kerangka body pada triplek menggunakan

58pensil. Garis sesuai ukuran yang ditentukan menggunakan penggaris. Potong tripleksesuai desain kerangka body dengan menggunakan cutter.Pada tahap proses pembuatan kerangka body roket, setelah triplek di potongkemudian dirangkai satu sama lain menggunakan lem sehingga membentuk sesuaidengan kerangka yang diinginkan. Rapikan body roket agar sesuai dengan yangdiinginkan.Pasang scotlite pada body roket. Pemasangan scotlite pada body roketmenggunakan pemanas (hairdryer). Potong scotlite sesuai dengan lekukan yang adapada roket. Lakukan pemasangan scotlite secara perlahan agar tidak merusak body.Gambar 3.25 Skema pembuatan body roket

59Tahap pembuatan ruang komponen sesuaikan ruangan untuk muatan, sensor,ESC (Electronic Speed Control), baterai, dan reciever. Potong styrofoam yang sudahdiukur dengan menggunakan cutter. Hati – hati dalam memotong styrofoam padaruang komponen agar tidak merusak body. Rapihkan ruangan komponen agar sesuaidengan yang diinginkan.Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.26 Hasil pembuatan body roket

603.3.2 Pembuatan PelontarPersiapkan pipa dengan ukuran diameter 13 cm dan pegas tekan denganukuran diameter luar 13 cm, panjang 150 cm dan jarak pitch 2 cm. Potong pipadengan panjang 150 cm dengan menggunakan gerinda tangan.Buat lintasan pada pipa, sesuaikan dengan posisi keempat sayap roketsehingga lintasan dapat menyesuaikan arah gerak roket. Potong keempat lintasansayap roket hingga tersisa 30 cm dari total 150 cm panjang pipa. Amplas bekaspotongan agar halus dan tidak merusak sayap roket.Gambar 3.27 Skema pembuatan pelontar roket

613.3.3 Pemasangan Komponen-Komponen RoketPemasangan motor EDF diletakan pada bagian bawah roket. EDF dikaitkanmenggunakan mur dan baut pada body roket. Setelah itu hubungkan EDF dengan 3keluaran kabel output ESC (power, ground, dan control).Tempatkan Baterai dan ESC pada ruang komponen yang telah dibuatsebelumnya. Hubungkan 2 keluaran kabel output ESC ke baterai (power dan ground).Sambungkan kabel control ESC (power, ground dan control) ke receiver pada pin no3 (channel 3).Gambar 3.28 Skema pemasangan komponen-komponen roket

62Selanjutnya pemasangan servo pada sayap ekor untuk mekanisme kemudi.Servo dipasang paralel agar posisi sayap yang saling berlawanan sesuai yangdiinginkan. Sepasang kabel dipasang paralel sesuai warna kabel agar memperolehgerakan output motor servo yang berlawanan dan sepasang kabel servo lainnyadipasang paralel dengan membalik kabel lainnya (kecuali kabel tengah) agar gerakanoutput motor servo searah. Setelah itu masing-masing servo dikaitkan dengan kawatberdiameter 1,5 mm yang berfungsi sebagai pendorong dan penarik sayap ekor.3.3.4 Penyetelan Remote ControlGambar 3.29 Skema penyetelan channel receiver

63Pada penyetelan remote control terdapat 3 channel yang digunakan untukmengendalikan roket. Channel 1 berada di tuas kanan arah naik dan turun padaremote control, berfungsi untuk mengatur arah naik dan turun gerakan sayap(aileron). Channel 2 berada kanan tuas arah kiri dan kanan pada remote control,berfungsi untuk mengatur arah kanan dan kiri gerakan sayap (elevator). Channel 3berada di tuas kiri arah naik dan turun pada remote control berfungsi untuk mengaturkecepatan EDF.Pada display remote control terdapat indikator baterai yang berada di pojokkanan atas layar display dan indikator voltase baterai.Gambar 3.30 Penyetelan remote control

64Gambar diatas menunjukkan penyetelan remote berdasarkan channel danbeserta display nya. Pada display menunjukkan voltase remote control dan receiverdari power supply. Arti dari Int.V 1 : 5,30 V yaitu voltase pada receiver berkirsar5,30 volt. Sedangkan Tx.V 1 : 5,77 V menunjukkan remote control (transmitter)memiliki voltase yang berkisar 5,77 volt.3.3.5 Penyetelan Display Software Sensor AccelerometerSumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.31 Keterangan komponen-komponen sensorGambar diatas adalah perangkat sensor accelerometer yang digunakan sebagaipencatat kecepatan dan percepatan roket selama proses peluncuran di udara, sertasebagai perangkat pemberi sinyal untuk pergerakan servo untuk pembukaan parasut.

65Terdapat komponen-komponen seperti modul sensor accelerometer, shield, memory,kabel power, kabel servo dan tombol on/ off.Prinsip kerja dari sensor accelerometer diawali ketika modul sensoraccelerometer memberi masukan pembacaan kecepatan dan percepatan sensor yangselanjutnya akan diteruskan menuju shield dan akan tersimpan dalam memory. Datayang tersimpan dalam memory akan tersimpan dalam bentuk file dan akan dapatterbaca menggunakan software processing yang telah terpasang di PC. Setelahmembuat coding pada software processing selanjutnya data akan terbaca dantampilan akan berupa kurva percepatan dan kecepatan dari beberapa kali pergerakanyang telah terbaca.Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.32 Coding yang digunakan dalam pembacaan sensor

66Sumber : Dokumentasi Tugas AkhirGambar 3.33 Hasil testing sensor accelerometer3.4 Metode Pengambilan DataSudut Lontaran 7001. Kecepatan (v) terhadap waktu (t)Grafik yang menunjukkan grafik kecepatan (v) dalam m/s terhadap waktu (t)dalam sekon. Dengan menggunakan sudut lontar 700 dan kecepatan udara berkisar 2,5m/s – 7,5 m/s pada temperatur udara 320C. Grafik dimulai dari detik ke-1, lalumenuju ke detik ke-5 dengan kisaran kecepatan 0 m/s sampai 75 m/s pada titikmaksimal membentuk gerak parabola.2. Percepatan (a) terhadap waktu (t)Grafik yang menunjukkan grafik percepatan (a) dalam m/s2 terhadap waktu (t)dalam sekon. Dengan menggunakan sudut lontar 800 dan kecepatan udara berkisar 2,5m/s – 7,5 m/s pada temperatur udara 320C. Grafik dimulai dari detik ke-1, lalu

67menuju ke detik ke-5 dengan kisaran percepatan 0 m/s2 sampai 3 m/s2 pada titikmaksimal membentuk lintasan gerak parabola.3. Lintasan horizontal (Shorizontal) terhadap waktu (t)Grafik lintasan horizontal yang di ambil pada uji coba dengan sudutpelontaran 700. Kecepatan angin pada saat uji coba berkisar 2,5 m/s – 7,5 m/s padatemperatur udara 320C. Grafik mengalami kenaikan lintasan horizontal tiapperubahan waktu dimana nilai Shorizontal maksimal yaitu 6 meter dari titik awalpelontaran dan memakan waktu sampai4.Lintasan vertikal (Svertikal)Grafik lintasan vertikal yang di ambil pada uji coba dengan sudut pelontaran700. Kecepatan angin pada saat uji coba berkisar 2,5 m/s – 7,5 m/s pada temperaturudara 320C. Grafik mengalami kenaikan lintasan vertikal tiap perubahan waktudimana nilai Svertikal maksimal yaitu 6 meter dari titik awal pelontaran dan kemudianmenurun hingga titik 0 meter vertikal yang memakan waktu sampai 5 detik.

Gambar 3.17 Gergaji pipa Gergaji adalah alat pemotong benda kerja dan digunakan untuk memotong pipa sesuai ukuran yang dikehendaki. 6. Penggaris Sumber : Dokumentasi Tugas Akhir Gambar 3.18 Penggaris Penggaris adalah alat ukur yang memiliki ketelitian