Transcription

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Telaah Pustaka1. Limbah Cair DapurLimbah yang dimaksud dengan limbah cair adalah sisa dari suatu hasilusaha dan atau kegiatan yang berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dandiduga dapat menurunkan kualitas lingkungan. Sedangkan menurutPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001, air limbahadalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwjud cair. Air limbahdapat berasal dari rumah tangga (domestik) maupun industri. Begitupundengan Sony (2014) mendefinisikan limbah berdasarkan titik sumbernyasebagai kombinasi cairan hasil buangan rumah tangga (permukiman),instansi perusahaaan, pertokoan, dan industri dengan air tanah, airpermukaan dan air hujan. Pengelolaan limbah cair dalam proses produksidimaksudkan untuk meminimalkan limbah yang terjadi, volume limbahminimal dengan konsentrasi dan toksisitas yang juga minimal.Sekitar 80% air yang digunakan manusia untuk aktivitasnya akandibuang lagi dalam bentuk air yang sudah tercemar, baik itu limbah industrimaupun limbah rumah tangga. Komposisi limbah cair rumah tangga dapat ditunjukkan pada gambar berikut:8

9Komposisi Limbah Cair DomestikAir LimbahPadatan 0,1%Air 99%AnorganikOrganikKarbohidratProteinLemak: 25%: 10%: 85%GaramLogamButiranGambar 1. Komposisi Limbah Cair DomestikSecara umum sifat limbah cair rumah tangga terbagi atas 3karakteristik yaitu karakteristik fisik, kimia dan biologi. Untuk beberapaparameter terkait karakteristik limbah cair rumah tangga disajikan dalamtabel berikut:Tabel 1. Karakteristik Limbah Cair Rumah TanggaKonsentrasi nyak dan Lemak50-150100Alkalinitas50-200100Sumber: Rahmi, 2009

10Dilihat dari komposisi dan karakteristik limbah tersebut makadiperlukan penanganan limbah dengan baik agar air buangan ini tidakmenjadi polutan. Tujuan pengaturan pengolahan limbah cair ini adalah :a. Untuk mencegah pengotoran air permukaan (sungai, waduk, danau,rawa dan lain-lain).b. Untuk melindungi biota dalam tanah dan perairan.c. Untuk mencegah berkembangbiaknya bibit penyakit dan vektorpenyakit seperti nyamuk, kecoa, lalat dan lain-lain.d. Untuk menghindari pemandangan dan bau yang tidak sedap.Pengolahan limbah cair dapat dilakukan dengan cara-cara:a. Cara Fisika, yaitu pengolahan limbah cair dengan beberapa tahapproses kegiatan (Asmadi,2012) yaitu:1) tersuspensi yang berukuran besar dan mudah mengendap sepertisampah, serpihan kertas, dan benda kasar lainnya dalam limbah.2) Proses Flotasi, yaitu menyisihkan padatan tersuspensi dan minyakdari air buangan serta pemisahan dan pengumpulan lumpur.3) Proses Filtrasi, yaitu menyisihkan sebanyak mungkin partikeltersuspensi dari dalam air atau menyumbat membran yang akandigunakan dalam proses osmosis.4) Proses adsorbsi, yaitu menyisihkan senyawa anorganik dansenyawa organik terlarut lainnya, terutama jika diinginkan untuk

ggunakan karbon aktif.5) Proses reverse osmosis (teknologi membran), yaitu proses yangdilakukan untuk memanfaatkan kembali air limbah yang telahdiolah sebelumnya dengan beberapa tahap proses kegiatan.Biasanya teknologi ini diaplikasikan untuk unit pengolahan kecildan teknologi ini termasuk mahal.b. Cara kimia, yaitu pengolahan air buangan yang dilakukan untukmenghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap(koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor dan zat organik beracundengan menambahkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Metodekimia dibedakan atas metode non degradatif misalnya koagulasi danmetode degradatif misalnya oksidasi polutan organik dengan pereaksilemon, degradasi polutan organik dengan sinar ultraviolet dan lainlain.c. Cara biologi, yaitu pengolahan air limbah dengan memanfaatkanmikroorganisme alami untuk menghilangkan polutan baik secaraaerobik maupun anaerobik. Pengolahan ini dianggap sebagai carayang murah dan efisien.Limbah cair dapur adalah limbah yang berasal dari kegiatanoperasinal dapur meliputi kegiatan pencucian bahan makanan, pencucianperalatan memasak, dan peralatan makan. Komponen limbah cair dapurterutama berupa bahan organik dan bahan pencuci (sabun/detergen).

12Senyawa organik yang terdapat dalam limbah cair dapur berupakarbohidrat, protein dan lemak.Dampak pembuangan limbah dapur yang langsung dibuang kesaluran air atau perairan umum akan menimbulkan pencemaranlingkungan. Pencemaran lingkungan oleh bahan organik dan lemakmerupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Sehinggaterjadi proses pembusukan yang menimbulkan bau tidak enak (bau busuk).Lemak dalam limbah cair dapur diperairan akan menutupi permukaan air,sehingga menghambat masuknya oksigen. Kekurangan oksigen di air,sehinggamenyebabkan kematian berbagai biota air (Ganefati,2011).Selain itu limbah minyak/lemak jika dibiarkan mengalir dalamsaluran drainase lingkungan dapat mencemari sumber air lingkungankarena dalam limbah cair minyak/lemak terdapat polutan yang cukupberbahaya dan menjadikan sumber berkembang biak bakteri patogen yangjuga dapat mengurangi kandungan oksigen dalam limbah cair. Bila limbahcair minyak/lemak masuk ketanah akan mampu menutup pori-pori tanahdan mengganggu daya resap air tanah dalam perairan (Hakim, 2017).Menurut Sugiharto dalam Fidia (2017) bahwa dampak negatiflimbah cair rumah tangga dapat diuraikan sebagai berikut:a. Limbah cair dapat membahayakan kesehatan manusia, sebagaipembawa penyakit.

13b. Mengakibatkan gangguan ekonomi, terjadinya kerusakan bangunanmaupun tanaman pangan.c. Merusak/membunuh biota perairan.d. Mengganggu keindahan (estetika).2. Minyak dan LemakMinyak dan lemak merupakan komponen utama bahan makananyang juga banyak di dapat di dalam air limbah. Minyak adalah lemakyang bersifat cair. Keduanya mempunyai komponen utama karbon danhidrogen yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Bahan-bahantersebut banyak terdapat pada makanan, hewan, manusia dan bahkan adadalam tumbuh-tumbuhan sebagai minyak nabati. Sifat lainnya adalahrelatif stabil, tidak mudah terdekomposisi oleh bakteri. Adapun untuk sifatfisika dan kimia minyak lemak adalah:a. Sifat Fisika Minyak dan Lemak1) WarnaZat warna dalam minyak terdiri dari 2 golongan yaitu:a) Zat Warna AlamiahZat warna yang termasuk golongan ini terdapat secaraalamiah di dalam bahan yang mengandung minyak dan ikutterekstrak bersama minyak pada proses ekstraksi. Zat warnatersebut antara lain terdiri dari α dan ß karoten, xanthofil,klorofil, dan anthosianin. Zat warna ini menyebabkan minyak

14berwarna kuning, kuning kecoklatan, kehijauan dan kemerahmerahan.b) Zat Warna dari Hasil Degradasi Zat Warna AlamiahWarna gelap disebabkan oleh proses oksidasi terhadaptokoferol (vitamin E). Warna coklat hanya terdapat pada minyakatau lemak yang berasal dari bahan yang telah busuk ataumemar.Warna kuning, warna ini timbul selama penyimpanandan intensitas warna bervariasi dari kuning sampai ungukemerah-merahan.Timbulnya warna kuning terjadi dalamminyak atau lemak tidak jenuh.2) Bau Amis dalam Minyak dan LemakLemak atau bahan pangan berlemak, seperti lemak babi,mentega, krim, susu bubuk, hati, dan bubuk kuning telur dapatmenghasilkan bau tidak enak yang mirip dengan bau ikan yangsudah basi. Bau amis dapat disebabkan oleh interaksi trimetil aminoksidasi dengan ikatan rangkap dari lemak tidak jenuh. Trimetilamin oksidasi terbentuk akibat oksidasi trimetil amin olehperoksida. Umumnya persenyawaan oksidasi ini terdapat dalamotot-otot ikan, dalam jaringan hewan dan dalam susu. Jikapersenyawaan tersebut terdapat dalam minyak yang dipanaskanselama beberapa jam pada suhu sekitar 105oC senyawa tersebutakan tereduksi sehingga menghasilkan trimetil amin bebas.

153) KelarutanMinyak dan lemak tidak larut dalam air. Minyak danlemak hanya sedikit larut dalam alkohol, tetapi akan melarutsempurna dalam dietil eter, benzena, kloroform, heksana, karbondisulfida dan pelarut-pelarut halogen (Fidia,2017). Jenis pelarut inimemiliki sifat non polar sebagaimana halnya minyak dan lemaknetral. Kelarutan dari minyak dan lemak ini dipergunakan sebagaidasar untuk mengekstraksi minyak atau lemak dari bahan yangdiduga mengandung minyak.4) Titik Cair dan PolymorphismPolymorphism pada minyak dan lemak adalah al.Polymorphism sering dijumpai pada beberapa komponen yangmempunyai rantai karbon panjang, dan pemisahan kristal tersebutsangat sukar. Namun demikian untuk beberapa komponen, bentukdari kristal-kristalnya sudah dapat diketahui. Polymorphism pentinguntuk mempelajari titik cair minyak atau lemak, dan asam phismmempunyai peranan penting dalam berbagai proses erlihatkan kenaikan titik cair yang linier dengan bertambahpanjang rantai atom karbon. Asam lemak dengan ikatan trans

16mempunyai titik cair yang lebih tinggi dari pada isomer asamlemak yang berikatan.5) Titik Didih (Boiling Point)Titik didih dari asam-asam lemak akan semakin meningkatdengan bertambah panjang rantai karbon asam lemak tersebut.6) Titik Kekeruhan (Turbidity Point)Titik kekeruhan ditetapkan dengan cara mendinginkancampuran minyak atau lemak dengan pelarut lemak. Sepertidiketahui, minyak dan lemak kelarutannya terbatas. Campuran inikemudian dipanaskan sampai terbentuk larutan yang sempurna.Kemudian didinginkan dengan perlahan-lahan sampai minyak danlemak dengan pelarutnya mulai terpisah dan mulai menjadi keruh.Temperatur pada waktu mulai terjadi kekeruhan, dikenal sebagaititik kekeruhan.b. Sifat Kimia Minyak dan LemakReaksi yang penting pada minyak dan lemak adalah :1) HidrolisaDalam reaksi hidrolisa, minyak dan lemak akan dirubahmenjadi asam lemak bebas gliserol. Reaksi hidrolisa yang dapatmengakibatkan kerusakan minyak atau lemak terjadi karenaterdapat sejumlah air dalam minyak atau lemak tersebut. Reaksi iniakan mengakibatkan ketengikan, hidrolisa yang menghasilkan bautengik pada minyak tersebut.

172) OksidasiProses oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antarsejumlah oksigen minyak atau lemak. Terjadinya reaksi oksidasi iniakan mengakibatkan bau tengik pada minyak atau lemak.3) HidrogenasiProses hidrogenasi sebagai suatu proses industri bertujuanuntuk menjenuhkan ikatan dari rantai karbon asam lemak padaminyak atau lemak. Reaksi hidrogenasi ini dilakukan denganmenggunakan hidrogen murni dan ditambahkan serbuk nikelsebagai katalisator. Setelah proses hidrogenasi selesai, minyakdidinginkan dan katalisator dipisahkan dengan cara penyaringan.Hasilnya adalah minyak yang bersifat plastis atau keras, tergantungpada derajat kejenuhan. Reaksi pada proses hidrogenasi terjadipada permukaan katalis yang mengakibatkan reaksi antaramolekul-molekul minyak dengan gas hidrogen. Hidrogen akandiikat oleh asam lemak yang tidak jenuh, yaitu pada ikatanrangkap, membentuk radikal kompleks antara hidrogen, nikel, danasam lemak tak jenuh. Setelah terjadi penguraian nikel dan radikalasam lemak, akan dihasilkan suatu tingkat kejenuhan yang lebihtinggi. Radikal asam lemak dapat terus bereaksi dengan hidrogen,membentuk asam lemak yang jenuh.4) Esterifikasi Proses esterifikasi bertujuan untuk mengubah asamasam lemak dari trigliserida dalam bentuk ester. Reaksi esterifikasi

18dapat dilakukan melalui reaksi kimia yang disebut interesterifikasiatau pertukaran ester yang didasarkan atas prinsip transesterifikasifriedel-craft.Untuk kadar maksimum baku mutu minyak dan lemak sesuaiPeraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.68 Tahun 2016Tentang Baku Mutu Limbah Domestik sebesar 5 mg/l denganmenggunakan perhitungan baku mutu domestik terintegrasi dan KadarMaksimum Minyak dan Lemak sesuai Peraturan Daerah DIY No. 7 Tahun2016 tentang Baku Mutu Air Limbah adalah 10 mg/L. Minyak dapatsampai ke saluran air limbah, sebagian besar minyak ini mengapung didalam air limbah, akan tetapi ada juga yang mengendap terbawa olehlumpur. Sebagai petunjuk dalam mengolah air limbah, maka efek burukyang dapat menimbulkan permasalahan pada dua hal yaitu pada saluran airlimbah dan pada bangunan pengolahan (Fidia, 2017).c.Pengolahan Minyak dan LemakKandungan dari limbah cair dapur sebagian adalah lemak danminyak. Adanya lemak dan minyak dalam air mengakibatnya susahnyasinar matahari masuk ke dalam air sehingga kebutuhan oksigen menurun.Lemak dan minyak juga mengakibatkan efek buruk yang dapatmenimbulkan permasalahan pada dua hal yaitu pada saluran air limbahdan pada bangunan pengolahan seperti penyumbatan saluran dan estetikalingungan.

19Pengolahan yang dilakukan untuk mengurangi lemak dan minyakadalah :1) Flotasi yaitu pengapungan digunakan untuk memisahkan padatandari air.2) Grease Trap yaitu alat penyaringan ataupun alat yang mampumemfilter antara air dan minyak hasil buang limbah tempat cucipiring gelas dan dapur.3) Pelarutan yaitu dengan menambahkan bahan organic non polarseperti dalam etil eter, karbon disulfida dan pelarut-pelarut halogenagar lemak dan minyak bisa terlarut.4) Bak Pengendap Lemak untuk pengendapan limbah cair yangmengandung sisa minyak yang mampu lewat dari grease trap, laluditangkap ulang dalam bak pengendap lemak.d.Mekanisme Penurunan Kadar Minyak dan LemakKadar minyak dan lemak yang terdapat di dalam limbah cairdiberi campuran perasan daun belimbing wuluh dan jeruk nipis. Dalamperasan daun belimbing wuluh dan jeruk nipis terdapat bahan kimia yangdominan dapat melarutkan minyak dan lemak yaitu tanin, flavonoid dansaponin. Saponin memiliki molekul yang dapat menarik air atauhidrofilik dan molekul yang dapat melarutkan lemak atau lipofilik.ehingga dapat menurunkan tegangan permukaan sel yang akhirnyamenyebabkan kehancuran bakteri (Nugraha, 2017).

20Dalam tanin dan flavonid terdapat fenol, yang dalam penelitianyang pernah dilakukan lemak dan minyak dapat larut denganmenambahkan fenol pada limbah cair yang mengandung minyak danlemak.Menurut penelitian Ganefati (2011) dan Fidia (2017) denganmenggunakan perasanbelimbing wuluh dan jeruk nipisdapatmenurunkan kadar minyak dan lemak dalam limbah cair dapur. Dalamreaksi kimia yang terjadi antara kandungan perasan daun belimbing wuluhdan jeruk nipis dipengaruhi oleh suhu dan pH. Penurunan minyak danlemak juga dipengaruhi suhu dan pH.Minyak dan lemak yang larut dalam air terjadi reaksi hidrolisis.Hidrolisis ini akan menyebabkan kerusakan minyak dan lemak akibatadanya air. Salah satu faktor yang mempercepat laju reaksi hidrolisisadalah suhu. Akibat adanya pemanasan akan menyebabkan energi kinetikdari atom, atom akan naik dikarenakan semakin tidak teraturnya darimolekul-molekul di dalam sampel, akibatnya entropi meningkat, dankemungkinan untuk terjadi tumbukan semakin besar sehingga reaksihirolisis semakin cepat terjadi.3. Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L)Tanaman di Indonesia banyak yang bisa memberi manfaat untukkehidupan, salah satu diantaranya adalah belimbing wuluh (Averrhoabilimbi L.). Belimbing wuluh merupakan salah satu spesies dalam familiAverrhoa yang tumbuh di daerah ketinggian hingga 500 m di ataspermukaan laut dan dapat ditemui di tempat yang banyak terkena sinar

21matahari langsung tetapi cukup lembab. Pada umumnya belimbing wuluhditanam dalam bentuk tanaman pekarangan yaitu diusahakan sebagaiusaha sambilan atau tanaman peneduh di halaman rumah (Melia, 2014).Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuhyang terkena cahaya matahari langsung dan cukup lembab.a.Manfaat Blimbing Wuluh1) Bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk pengobatanbatuk dan sariawan (sotamatitis).2) Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk menyembuhkansakit perut, gondongan (parotitis) dan rematik.3) Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk bumbu masak danmenyembuhkan batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigiberlubang, jerawat, panu, tekanan darah tinggi, kelumpuhan,memperbaiki fungsi pencernaan dan radang rectum.b. Sistematika aha,2017) :Kingdom: Plantae (tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)Superdivisio: Spermatophyta (menghasilkan biji)Divisio: Magnoliophyta (berbunga)Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)Sub-kelas: Rosidaeadalah

22Ordo: GeranialesFamilia: Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)Genus: AverrhoaSpesies: Averrhoa bilimbi LGambar 2. Daun Belimbing WuluhBelimbing wuluh disebut Averrhoa bilimbi L, yang termasukdalam famili Oxalidaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerahlimeng, selemeng, beliembieng, blimbing buloh, limbi, libi, tukureladan malibi. Nama asingnyabilimbi, cucumber tree dan kamias.c. Morfologi TanamanPohonnya tergolong kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batangtidak begitu besar, kasar berbenjol-benjol dan mempunyai garis tengahsekitar 30 cm. Percabangan sedikit, arahnya condong ke atas, cabangmuda berambut halus seperti beludru berwarna cokelat muda. Bungaberupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau cabang aungukemerahan. Buahnya berbentuk bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5

23cm, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak dan rasanyamasam. Bijinya berbentuk bulat telur (Fidia, 2017). Daun majemukmenyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daunbertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong, ujungruncing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3cm, warnanya hijau, permukaan bawah warnanya lebih muda.4. Komponen Kimia Daun Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L)Zat aktif yang bisa di dapat pada daun belimbing wuluh antara lain adalahtanin, sulfur, asam format, peroksida, saponin dan flavonoid (Melia,2014).a. TaninTanin merupakan suatu senyawa fenol yang memiliki beratmolekul besar yang terdiri dari gugus hidroksi dan beberapa gugusyang bersangkutan seperti karboksil untuk membentuk kompleks kuatyang efektif dengan protein dan beberapa makromolekul. Tanin terdiridari dua jenis yaitu tanin terkondensasi dan tanin terhidrolisis. Keduajenis tanin ini terdapat dalam tumbuhan, tetapi yang paling dominanterdapat dalam tanaman adalah tanin terkondensasi. Kadar tanin Hayati,2010).Oksidasi tanin akan menghasilkan senyawa berwarna coklatyang tidak mampu mengendapkan protein. Fenol sangat peka terhadapoksidasi enzim dan mungkin hilang pada proses isolasi akibat kerja

24enzim fenolase yang terdapat pada tumbuhan. Kompleks tanninprotein umumnya terbentuk dengan adanya ikatan hidrogen dan tidaklarut. Ikatan hidrogen antara gugus karbonil dari ikatan peptidadengan gugus hidroksil dari tanin merupakan ikatan yang palingdominan di dalam kompleks tanin protein. Interaksi hidrofobik taninprotein terlihat pada cincin aromatik fenol dan alifatik serta rantaisamping aromatik pada protein asam amino. Kompleks inidipengaruhi oleh pH, suhu dan bobot molekul. Nilai pH yang rendahakan menurunkan pembentukan kompleks tanin-protein sebagai akibatadanya efek elektrostatik dari protein.Putu (2014) tanin terdiri dari katekin, leukoantosianin dan asamhidroksi yang masing-masing dapat menimbulkan warna bila bereaksidengan ion logam. Warna ini terbentuk karena terbentuknya kompleksantara logam Fe dari FeCI3 1 % dengan gugus hidroksi dari tanin.Terikatnya Fe pada tannin menghasilkan warna yang 21 spesifikkarena gugus hidroksil berkonjungasi dengan ikatan rangkap,sedangkan terikatnya katekin dengan Fe tidak memberikan warnayang sama, sebab gugus hidroksil tidak berkonjugasi dengan ikatanrangkap. Manfaat tanin salah satunya untuk pengobatan luka bakar,pada industri tekstil dan industri tinta tanin sebagai zat warna,pencegah korosi, sebagai penjernih dalam industri minuman anggur,sebagai bahan fotografi dan menurunkan viskositas lumpur pada pipapengeboran minyak.

25b. Asam FormatAsam format atau asam formiat ( nama sistematis : asammetanoat )adalah asam karboksilat yang paling sederhana. Asam format secaraalami antara lain terdapat pada sengat lebah dan semut, sehinggadikenal pula sebagai asam semut.c. PeroksidaSenyawa peroksida yang dapat berpengaruh terhadap antipiretik,peroksida merupakan senyawa pengoksidasi dan kerjanya tergantungpada kemampuan pelepasan oksigen aktif dan reaksi ini mampumembunuh banyak mikroorganisme (Fidia,2017).d. SaponinSaponin berfungsi sebagai anti hiperglikemik dengan caramencegah pengambilan glukosa pada brush border di usushalus. Saponin memiliki molekul yang dapat menarik air atauhidrofilik dan molekul yang dapat melarutkan lemak atau lipofilik(Nugraha, 2017).e. FlavonoidFlavonoid merupakan salah satu senyawa metabolit sekunderyang paling banyak ditemukan di dalam jaringan tanaman. Flavonoidtermasuk dalam golongan senyawa phenolik dengan struktur kimiaC6-C3-C6. Flavonoid bekerja dengan cara denaturasi protein. Prosesini juga menyebabkan gangguan dalam pembentukansel sehinggamerubah komposisi komponen protein. Fungsi membran sel yang

26terganggu dapat menyebabkan peningkatan permeabilitas sel, diikutidengan terjadinya kerusakan sel bakteri. Kerusakan tersebutmenyebabkan kematian sel bakteri. Flavonoid berfungsi untukmenjaga pertumbuhan normal dan pertahanan terhadap pengaruhinfeksi dan kerusakan.Pada sel daun terdapat cairan vakuola yang terdapat dalamvakuola terutama terdiri dari air, namun didalamnya dapat terlarutberbagai zat seperti gula, berbagai garam, protein, alkaloida, zatpenyamak atau tanin dan zat warna. Jumlah tanin dapat berubah-ubahsesuai dengan musim serta pigmen dalam vakuola adalah flavonoid(Putu,2014). Flavonoid berfungsi untuk menunda absorbsi karbohidratsehingga kadar glukosa darah akan menurun.5. Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)Tanaman Citrus aurantifolia .Swingle dikenal di pulau Sumatradengan nama Kelangsa (Aceh), di pulau Jawa dikenal dengan nama jeruknipis (Sunda) dan jeruk pecel (Jawa), di pulau Kalimantan dikenal dengannama lemau nepi, di pulau Sulawesi dengan nama lemo ape, lemo kapasa(Bugis) dan lemo kadasa (Makasar), di Maluku dengan naman puhat emnepi (Buru), ahusi hisni, aupfisis (Seram), inta, lemonepis, ausinepsis,usinepese (Ambon) dan Wanabeudu (Halmahera) sedangkan di Nusatenggara disebut jeruk alit, kapulungan, lemo (Bali), dangaceta (Bima),mudutelong (Flores), mudakenelo (Solor) dan delomakii (Rote).

27a. Klasifikasi tumbuhanJeruk nipis merupakan salah satu jenis citrus (jeruk) yang asal usulnyaadalah dari India dan Asia Tenggara. Adapun sistematika jeruk nipisadalah sebagai berikut (Fidia,2017):Divisi: SpermatophytaSubdivisi : AngiospermaeKelas: DicotyledoneaeBangsa: GerenialesSuku: RutaceaeMarga: CitrusJenis: Citrus aurantifoliaGambar 3. Buah Jeruk Nipisb. Morfologi tumbuhanJeruk nipis (Citrus aurantifolia ) termasuk salah jenis citrusjeruk. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Jeruk nipistermasuk jenis tumbuhan perdu yang memiliki dahan dan ranting.Batang pohonnya berkayu ulet dan keras, sedangkan permukaan kulit

28luarnya berwarna tua dan kusam. Daunnya majemuk, berbentuk elipsdengan pangkal membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit. Panjangdaunnya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. Tulang daunnyamenyirip dengan tangkai bersayap, hijau dan lebar 5-25 mm.17Varietasnya yang terkenal ada 3 macam yaitu Citrus aurantumsubspes aurantifolia var fusca yang umum dikenal sebagai jeruk nipis,C.aurantum subspes aurantifolia var Limetta (banyak diusahakan diMexiko) dan C.aurantum subspes aurantifolia var Bergamia yanglebih dikenal sebagai jeruk bergamot penghasil minyak bergamot 18Jadi yang digunakan pada penelitian ini adalah Citrus aurantifolia .6. Kandungan Bahan Kimia Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)Jeruk nipismengandung unsur-unsur senyawa kimia yangbemanfaat, misalnya: asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyakatsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat,linali-lasetat, aktilaldehid, nonildehid), damar, glikosida, asam sitrun,lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Selain itu, jeruknipis juga mengandung senyawa saponin dan flavonoid yaitu hesperidin(hesperetin 7-rutinosida), tangeretin, naringin, eriocitrin, eriocitrocide.Buah jeruk nipis memiliki rasa pahit, asam, dan bersifat sedikitdingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jeruk nipis diantaranya adalah asam sitrat sebanyak 7-7,6%, damar lemak, mineral,vitamin B1, sitral limonene, fellandren, lemon kamfer, geranil asetat,cadinen, linalin asetat. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung vitamin C

29sebanyak 27 mg/100 g jeruk, Ca sebanyak 40 mg/100 g jeruk, dan Psebanyak 22 mg, jeruk nipis memiliki pH sekitar 2.00-2.35 (Hariana,2006). Tanaman genus Citrus merupakan salah satu tanaman penghasilminyak atsiri yang merupakan suatu substansi alami yang telah dikenalmemiliki efek sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang dihasilkan olehtanaman yang berasal dari genus Citrus sebagian besar mengandungterpen, siskuiterpen alifatik, turunan hidrokarbon teroksigenasi, danhidrokarbon aromatik. Komposisi senyawa minyak atsiri dalam jeruknipis (Citrus aurantifolia) adalah limonen (33,33%), β-pinen (15,85%),sitral (10,54%), neral (7,94%), γ- terpinen (6,80%), α-farnesen (4,14%),α-bergamoten (3,38%), β-bisabolen (3,05%), α-terpineol (2,98%), linalol(2,45%), sabinen (1,81%), β-elemen (1,74%), nerol (1,52%), α-pinen(1,25%), geranil asetat (1,23%), 4-terpineol (1,17%), neril asetat (0,56%)dan trans-β-osimen (0,26%) (Astarini, 2010).

30B. Kerangka KonsepBahan organikKarbohidratLimbah cair dapurProteinMinyak dan LemakCampuran Perasan daunbelimbing wuluh danjeruk nipis denganberbagai komposisiDiolah / dicampur1. pH2. Suhu3. WaktuKontakPenurunan kadarminyak dan lemakGambar 4. Kerangka KonsepKeterangan: Variabel yang diteliti Variabel yang tidak ditelitiC. Hipotesis1. Ada pengaruh penambahan campuran perasan daun belimbing(averrhoa bilimbi) dan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) terhadap kadarminyak dan lemak limbah cair dapur.2. Ada pengaruh penambahan berbagai komposisi campuran perasan daunbelimbing (averrhoa bilimbi) dan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia)terhadap kadar minyak dan lemak limbah cair dapur.

c. Untuk mencegah berkembangbiaknya bibit penyakit dan vektor penyakit seperti nyamuk, kecoa, lalat dan lain-lain. d. Untuk menghindari pemandangan dan bau yang tidak sedap. Pengolahan limbah cair dapat dilakukan dengan cara-cara: a. Cara Fisika, yaitu pengolahan limbah cair d