Transcription

Modul 1Audit, PertanggungjawabanPemerintah dan Auditor Sektor PublikProf. Indra Bastian, Ph.D, MBA, CA,CMA, Mediator.P E N D A HU L UA NModul ini akan mengkerangkai pemikiran mahasiswa mengenai audit,pertanggungjawaban pemerintah dan auditor sektor publik. Modul initerdiri dari 3 kegiatan belajar, yaitu:1. Kegiatan Belajar 1 Pengertian, Cakupan, Objek, dan Ideologi Audit SektorPublik.Dalam Kegiatan Belajar 1 ini akan dibahas mengenai pengertian auditsektor publik (ASP), cakupan audit sektor publik, objek audit sektorpublik, dan ideologi audit sektor publik.2. Kegiatan Belajar 2 Proses, Tipe dan Lingkungan Audit Sektor Publik.Dalam Kegiatan Belajar 2 ini akan dibahas mengenai proses audit sektorpublik, audit sektor publik dan audit sektor bisnis, tipe-tipe audit sektorpublik, dan lingkungan audit sektor publik.3. Kegiatan Belajar 3 Pendekatan, Elemen, Peran Auditor, dan Isu UtamaAudit Sektor Publik.Dalam Kegiatan Belajar 3 ini akan dibahas mengenai pendekatan auditsektor publik, elemen dan isu utama audit, peran auditor sektor publik, danisu-isu utama di ASPTujuan Instruksional UmumPada akhir pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu memahamidan menjelaskan konsep audit, pertanggungjawaban pemerintah dan auditorsektor publik.Tujuan Instruksional KhususPada akhir pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu memahamidan menjelaskan tentang:

1.21.2.3.Audit Sektor Publik Pengertian, Cakupan, Objek dan Ideologi Audit Sektor Publik.Proses, Tipe dan Lingkungan Audit Sektor Publik.Pendekatan, Elemen, Peran Auditor dan Isu Utama Audit Sektor Publik.

1.3 EKAP4401/MODUL 1Kegiatan Belajar 1Pengertian, Cakupan, Objek, dan IdeologiAudit Sektor PublikA. PENGERTIAN AUDIT SEKTOR PUBLIKAudit pada organisasi sektor publik telah menjadi isu yang penting dalamrangka mewujudkan good governance. Audit merupakan suatu investigasiindependen terhadap beberapa aktivitas khusus. Mekanisme audit merupakansebuah mekanisme yang dapat menggerakkan makna akuntabilitas di dalampengelolaan sektor pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atauinstansi pengelola aset negara lainnya.Auditing didefinisikan sebagai proses pengumpulan dan pengevaluasianbahan bukti, tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitasekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen, untuk dapatmenentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteriakriteria yang telah ditetapkan (Arens & Loebbecke, 1991). Meskipun auditinghanya memiliki pengertian yang tepat ketika digunakan dalam modifikasi yangterbatas, namun untuk auditing pajak ataupun auditing keuangan, satu definisiumum dapat dikemukakan sebagai berikut:“Suatu proses sistematik secara objektif penyediaan dan evaluasi buktibukti yang berkenaan dengan asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi,guna memastikan derajat atau tingkat hubungan antara asersi tersebut dengankriteria yang ada, serta mengomunikasikan hasil yang diperoleh tersebutkepada pihak-pihak yang berkepentingan”. (Auditing Concepts Committee,“Report of the Committee on Basic Auditing Concepts,” The AccountingReview. Vol. 47, Supp. 1972, hal 18).Sedangkan audit pada organisasi sektor publik didefinisikan sebagai suatuproses sistematik secara objektif, untuk melakukan pengujian keakuratan dankelengkapan informasi yang disajikan dalam suatu laporan keuanganorganisasi sektor publik. Proses pengujian ini memungkinkan akuntan publikindependen yang bersertifikasi mengeluarkan suatu pendapat atau opinimengenai seberapa baik laporan keuangan organisasi mewakili posisikeuangan organisasi sektor publik dan apakah laporan keuangan tersebutmemenuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum atau Generally

1.4Audit Sektor Publik Accepted Accounting Principles (GAAP). Di Indonesia, PABU yangdigunakan dalam audit untuk organisasi sektor publik adalah Standar AuditSektor Publik. GAAP ditetapkan oleh The American Institute of CertifiedPublic Accountants (AICPA). Anggota dewan pengurus, staf dan sanakfamilinya tidak dapat melakukan audit, karena hubungan kekeluargaan denganyayasan mempengaruhi independensi auditor.Dari definisi tersebut di atas, beberapa bagian perlu mendapat perhatian,yaitu:1. Proses sistematik - Audit merupakan aktivitas terstruktur yang mengikutisuatu urutan yang logis.2. Objektivitas - Hal ini berkaitan dengan kualitas informasi yang disediakandan juga kualitas orang yang melakukan audit. Secara esensial,objektivitas berarti bebas dari prasangka (freedom from bias).3. Penyediaan dan evaluasi bukti-bukti - Hal ini berkaitan dengan pengujianyang mendasari dukungan terhadap asersi ataupun representasi.4. Asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi - Hal ini merupakan suatudeskripsi luas tentang subyek permasalahan yang diaudit. Asersimerupakan suatu proporsi yang secara esensial dapat dibuktikan atau tidakdapat dibuktikan.5. Derajat hubungan kriteria yang ada - Hal ini artinya suatu auditmemberikan kecocokan antara asersi dengan kriteria yang ada.6. Mengomunikasikan hasil - Secara sederhana, agar bermanfaat, hasil auditperlu dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.Komunikasi dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis.Kotak 1. Pengertian Audit Kepatuhan dan Audit Untuk TujuanKhususAudit kepatuhan atau yang lebih dikenal dengan compliance auditdilakukan untuk menentukan apakah perusahaan telah mengikuti prosedur,tata cara serta peraturan dan regulasi dari otoritas yang lebih tinggi.(http://auditorindonesia.com)Audit untuk tujuan khusus atau pemeriksaan dengan tujuan tertentubertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa.Pemeriksaan dengan tujuan tertentu dapat bersifat: eksaminasi(examination), (review), atau prosedur yang disepakati (agreed-uponprocedures). Pemeriksaan dengan tujuan tertentu meliputi antara lain:

EKAP4401/MODUL 11.5pemeriksaan atas hal-hal lain di bidang keuangan, pemeriksaan investigatif,dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern. (lampiran 1 PendahuluanStandar Pemeriksaan - Peraturan Badan Pemeriksaan Keuangan No. 1Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara)B. CAKUPAN AUDIT SEKTOR PUBLIKAda beberapa pengertian cakupan audit yang dipergunakan sebagaipemahaman untuk memperdalam metode audit, cakupan tersebut adalahsebagai berikut:1.Audit Umum (General Audit) dan Audit Keuangan (Financial Audit)Audit Umum tidak termasuk jenis audit. Audit Umum digunakan sebagaiistilah yang menggambarkan sifat. Sedangkan, Audit Keuangan mencakupelemen keuangan seperti aktiva, hutang, dan modal. Istilah audit keuangandigantikan dengan istilah Audit Atas Laporan Keuangan, yaitu audit yangdilakukan untuk memberikan pernyataan pendapat akuntan/auditor yangindependen mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan auditan ataspenggunaan dana dari berbagai sumber.2.Audit Operasional, Audit Manajemen, Audit atas Program danAudit KinerjaJenis Audit Kinerja secara substansial tidak berbeda dengan AuditOperasional yang di dalamnya mencakup Audit Manajemen dan Audit atasProgram. Kesemua jenis audit tersebut mengandung unsur evaluasi atasefektivitas.3.Audit KomprehensifAudit Komprehensif adalah suatu pendekatan audit dengan menetapkanberbagai tipe audit, seperti audit atas laporan keuangan, audit kinerja, dan atauaudit lainnya, atas berbagai aspek yang menjadi lingkup audit dalam suatupenugasan audit. Audit Komprehensif diperlukan untuk memungkinkanpelaksanaan jenis-jenis audit secara simultan guna mencakup area yang luasdan mencegah pelaksanaan audit yang berulang atau tumpang tindih atas suatuauditan.

1.6Audit Sektor Publik 4.Pemeriksaan Kemudian (Post Audit)Pemeriksaan Kemudian adalah audit yang dilakukan ketika periodeakuntansi untuk seluruh kegiatan yang diaudit telah selesai, atau telah tersediaasersi manajemen yang akan diverifikasi, atau kejadian/ peristiwa/ transaksitelah selesai. Audit Kemudian berbeda dengan Audit pada periode berjalan,yaitu audit yang dilakukan ketika periode akuntansi untuk kegiatan yangdiaudit sedang dalam proses, atau kejadian/peristiwa/transaksi yang sedangberlangsung.5.Audit Khusus (Special Audit)Audit Khusus adalah audit yang dilakukan atas lingkup audit yang bersifatkhusus. Sebagai contoh, audit khusus dalam rangka menilai kasus tidaklancarnya pelaksanaan pembangunan, maka audit yang digunakan adalahAudit Khusus atas Ketidaklancaran Pelaksanaan Pembangunan. Salah satubentuk audit khusus adalah Fraud Auditing.6.Audit atas Kecurangan (Fraud Auditing)Audit atas Kecurangan adalah Audit Khusus yang dimaksudkan untukmendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan atau kecurangan atastransaksi keuangan. Audit atas Kecurangan termasuk dalam audit khusus yangberbeda dengan audit umum, terutama dalam hal tujuan. Audit atasKecurangan bertujuan lebih sempit atau khusus dan cenderung untukmengungkap suatu kecurangan yang diduga terjadi dalam pengelolaanaset/aktiva.7.EvaluasiEvaluasi berbeda dengan audit. Fokus evaluasi pada pencapaian hasil ataskerja sedangkan fokus audit adalah menilai kinerja, kewajaran dan akurasiproses pencapaian kinerja. Evaluasi adalah proses pembandingan antara suatupraktik pelaksanaan kegiatan dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Hal inidilakukan untuk memberikan penilaian terhadap hasil, manfaat dan dampakyang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan tersebut.8.Audit Pajak (Tax Auditing)Audit Pajak yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk mencari,mengumpulkan, dan mengolah data dan atau keterangan lainnya dalam rangkapengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkanketentuan yang berlaku.

EKAP4401/MODUL 11.79.Audit Sosial (Social Audit)Audit Sosial adalah audit yang menyangkut pemantauan, penilaian danpengukuran prestasi organisasi dan keterlibatannya dengan masalah-masalahsosial. Audit Sosial dapat dilakukan terhadap masalah lingkungan hidup,produksi, keselamatan kerja, pemberian lowongan kerja, penggajian, pensiundan jaminan hari tua dan lain-lainnya yang berhubungan dengan kepentingansosial.10. Audit Mutu (Quality Audit)Audit Mutu adalah suatu pemeriksaan yang sistematik dan independenuntuk menentukan apakah kualitas aktivitas dan pencapaian hasil sesuaidengan rencana yang sudah dirancang, dan apakah rancangan tersebut dapatdiimplementasikan secara efektif dalam mencapai tujuan. Dengan kata lain,Audit Mutu disebut juga sebagai suatu alat manajemen yang digunakan untukmengevaluasi, mengonfirmasi atau memverifikasi aktivitas yang berhubungandengan kualitas.11. Audit Tunggal (Single Audit)Audit Tunggal adalah pendekatan yang digunakan untuk melaksanakanaudit secara efisien. Audit Tunggal dilakukan untuk meniadakan duplikasi atautumpang tindih audit dalam waktu bersamaan untuk berbagai kepentingan.12. Audit Berbasis Risiko (Risk Based Auditing)Audit Berbasis Risiko adalah suatu audit yang dimulai dengan prosespenilaian risiko audit, sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, danpelaporan auditnya lebih difokuskan pada area-area penting yang berisiko daripenyimpangan, kecurangan. Dengan demikian audit berbasis risiko bukanlahmerupakan suatu jenis audit, tetapi lebih merupakan suatu pendekatan dalammelaksanakan suatu audit.13. Audit Ketaatan (Legal Auditing)Audit Ketaatan adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukanapakah kegiatan suatu entitas itu sesuai atau tidak dengan standar ataukebijakan yang dikeluarkan oleh manajemen atau hukum dan peraturanpemerintah yang berlaku.

1.8Audit Sektor Publik 14. Due Deligence AuditDue Deligence Audit merupakan suatu audit yang mendalam danmenyeluruh dari segala aspek yang diarahkan untuk suatu tujuan tertentu, agardapat melindungi kepentingan klien yang umumnya adalah entitas keuanganperbankan maupun nonperbankan. Dalam hal ini bank memberikan hak kepadapemeriksa untuk meminta konfirmasi kepada manajemen mengenai kebenaranlaporan keuangan melalui pemeriksaan yang dilakukan secara langsungterhadap bank.15. Audit LingkunganAudit Lingkungan adalah proses verifikasi sistematis dan terdokumentasiterhadap perolehan dan evaluasi bukti audit yang dilakukan secara objektifuntuk menentukan bahwa suatu aktivitas lingkungan, kejadian, kondisi, sistemmanajemen, atau informasi tertentu tentang masalah lingkungan sesuai kriteriaaudit, dan melaporkan hasil dari proses ini kepada klien.16. KatalisatorKatalisator adalah suatu fungsi auditor internal untuk membantu anggotaorganisasi secara langsung dalam mempercepat suatu penyelesaian masalahdan pencapaian tujuan sesuai dengan ruang lingkup kewenangannya.17. Objek Pemeriksaan (Obrik)Istilah obrik tidak hanya dimaksudkan sebagai entitas ekonomi atauinstansi yang diaudit tetapi dapat berupa aktivitas, program, fungsi, atauoperasi suatu entitas yang dinilai mempunyai masalah audit potensial.18. Electronic Data Processing (EDP)Electronic Data Processing (EDP) Audit adalah suatu prosespengumpulan dan evaluasi bukti untuk menetapkan apakah sistem pembukuankomputer dapat mengamankan harta, menjaga integritas data, tujuan organisasidapat tercapai dengan efektif dengan penggunaan sumber-sumber daya efisien.19. Audit Eksternal dan Audit InternalAudit Eksternal adalah suatu proses pemeriksaan yang sistematik danobjektif yang dilakukan oleh auditor eksternal yang independen terhadaplaporan keuangan suatu organisasi/unit organisasi dengan tujuan untukmemberikan pendapat mengenai kewajaran keadaan keuangan dan hasil usaha

EKAP4401/MODUL 11.9organisasi/unit organisasi tersebut. Sedangkan, Audit Internal merupakanpengawasan manajerial yang fungsinya mengukur dan mengevaluasi sistempengendalian dengan tujuan membantu semua anggota manajemen dalammengelola secara efektif pertanggungjawabannya dengan cara menyediakananalisis, penilaian, rekomendasi dan komentar-komentar yang berhubungandengan kegiatan-kegiatan yang ditelaah.C. OBJEK AUDIT SEKTOR PUBLIKObjek audit sektor publik meliputi keseluruhan organisasi di sektor publikdan/atau kegiatan yang dikelola oleh organisasi sektor publik tersebut dalamrangka mencapai tujuannya. Setiap objek audit memiliki wewenang dantanggung jawab yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan sistempendelegasian wewenang yang diselenggarakan pada organisasi tersebut.Dalam suatu divisi yang dikelola secara terdesentralisasi, pimpinandepartemen/divisi memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk mengaturdepartemen/divisi tersebut seperti suatu organisasi yang berdiri sendiri.Perencanaan, pengelolaan, pengendalian, pengambilan keputusan yangberkaitan dengan departemen/divisi menjadi wewenang dan tanggung jawabpimpinan departemen/divisi, yang akan dipertanggungjawabkan bersamaandengan penyajian laporan departemen/divisi kepada pimpinan organisasi.Suatu departemen/divisi dalam organisasi publik dapat berupa kementerian,pemerintah daerah, badan usaha milik negara, badan layanan umum, danlainnya. Departemen/bagian dalam suatu organisasi sektor publik memilikiwewenang dan tanggung jawab utama pada departemen/divisi tersebut.Untuk mencapai tujuannya, objek audit menetapkan berbagai programyang pelaksanaannya dijabarkan ke dalam berbagai bentuk kegiatan. Setiapprogram-program/ aktivitas yang diselenggarakan pada setiap departemen/divisi harus selaras dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. Oleh karenaitu, auditor harus memahami tujuan organisasi dan berbagai program/ aktivitasyang diselenggarakan untuk mendapatkan pemahaman tentang keselarasantujuan tersebut.Dalam pemahaman terhadap objek audit, auditor harus mendapatkaninformasi tentang sumber daya atau kapasitas aktivitas yang dimiliki objekaudit dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Di samping itu, metode operasiatau cara pelaksanaan kegiatan juga harus menjadi perhatian penting karenadari hubungan antara metode operasi dengan ketersediaan sumber daya,

1.10Audit Sektor Publik auditor akan mendapatkan informasi awal apakah suatu kegiatan telahdilaksanakan dengan ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.D. IDEOLOGI AUDIT SEKTOR PUBLIKSecara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea danlogia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea juga diartikan sesuatuyang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran ataurencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedangkata logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara.Ideologi didefinisikan sebagai satu aturan yang bertautan luas antara ideide dan keyakinan tentang dunia, yang diselenggarakan oleh sekelompok orangyang menunjukkan perilaku dan percakapan ke berbagai orang ataumasyarakat. Sistem kepercayaan ini biasanya dilihat sebagai “cara atau halyang benar” oleh kelompok di antara mereka, dan mereka menjadi cara untukmemahami dunia (Meighan et al 2007: 212).Dalam pengertian lain, ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kataideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untukmendefinisikan “sains tentang ide”. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yangkomprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu, secara umum jikaideologi dilihat dalam kehidupan sehari hari dan beberapa arah filosofis jikaideologi dilihat sebagai ideologi politis, dapat dipahami sebagai sekelompokide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melaluiproses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidakhanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik,sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. (www.wikipedia.org)Dari berbagai pengertian ideologi di atas, ideologi audit dapat diartikansebagai satu aturan yang bertautan luas antara ide-ide dan keyakinan tentangdunia yang diselenggarakan oleh sekelompok orang dalam hal ini auditor, yangditerapkan dalam proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentanginformasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi (organisasisektor publik).Ideologi audit terdapat di negara demokratis, di mana negara harusbertanggung jawab atas integritas, kinerja dan kepengurusan, sehinggapemerintah harus menyediakan informasi yang berguna untuk menaksirakuntabilitas serta membantu dalam pengambilan keputusan ekonomi, sosial

EKAP4401/MODUL 11.11dan politik. Pemerintah adalah entitas pelapor (reporting entity) yang harusmembuat laporan keuangan. Audit dalam hal ini berfungsi memeriksa danmemberikan opini terkait laporan yang dihasilkan tersebut.L AT IH A NUntuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,kerjakanlah latihan berikut!1)2)3)4)Jelaskan tentang pengertian audit pada organisasi sektor publik!Sebutkan cakupan dari audit sektor publik!Apa sajakah objek audit sektor publik?Jelaskan pengertian ideologi audit sektor publik!Petunjuk Jawaban Latihan1) Baca Kegiatan Belajar 1 Modul 1 pada bagian Pengertian Audit SektorPublik yang berisi beberapa pengertian audit dan bagian-bagian audit yangperlu diperhatikan.2) Baca Kegiatan Belajar 1 Modul 1 pada bagian Cakupan Audit SektorPublik yang dikemukakan sebagai pemahaman untuk memperdalammetode audit.3) Baca Kegiatan Belajar 1 Modul 1 pada bagian Objek Audit Sektor Publikyang mengemukakan bahwa untuk mencapai tujuannya, objek auditmenetapkan berbagai program yang pelaksanaannya dijabarkan ke dalamberbagai bentuk kegiatan. Setiap program-program/aktivitas yangdiselenggarakan pada setiap departemen/divisi harus selaras dengantujuan organisasi secara keseluruhan.4) Baca Kegiatan Belajar 1 Modul 1 pada bagian Ideologi Audit SektorPublik yang mengemukakan bahwa secara etimologis, ideologi berasaldari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yangberarti melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiransebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau rencana. Kata logiamengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasaldari kata logos dari kata legein yaitu berbicara.

1.12Audit Sektor Publik R A NG KU M ANDalam buku ini, audit pada organisasi sektor publik didefinisikansebagai suatu proses sistematik secara objektif untuk melakukanpengujian keakuratan dan kelengkapan informasi yang disajikan dalamsuatu laporan keuangan organisasi sektor publik. Adapun, objek auditsektor publik meliputi keseluruhan organisasi di sektor publik dan/ataukegiatan yang dikelola oleh organisasi sektor publik tersebut dalam rangkamencapai tujuannya.Dalam pemahaman terhadap objek audit, auditor harus mendapatkaninformasi tentang sumber daya atau kapasitas aktivitas yang dimiliki objekaudit dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Di samping itu, metodeoperasi atau cara pelaksanaan kegiatan juga harus menjadi perhatianpenting karena dari hubungan antara metode operasi dengan ketersediaansumber daya, auditor akan mendapatkan informasi awal apakah suatukegiatan telah dilaksanakan dengan ekonomis, efisien dan efektif dalammencapai tujuannya. Pemerintah adalah entitas pelapor (reporting entity)yang harus membuat laporan keuangan. Audit dalam hal ini berfungsimemeriksa dan memberikan opini terkait laporan yang dihasilkantersebut.TES F OR M AT IF 1Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!1) Auditing didefinisikan sebagai proses pengumpulan dan pengevaluasianbahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitasekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untukdapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksuddengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Pengertian auditingtersebut dikemukakan oleh.A. Arens & LoebbeckeB. MeighanC. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP)D. The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)

EKAP4401/MODUL 11.132) Suatu pendekatan audit dengan menetapkan berbagai tipe audit, sepertiaudit atas laporan keuangan, audit kinerja, dan atau audit lainnya, atasberbagai aspek yang menjadi lingkup audit dalam suatu penugasan auditdisebut dengan .A. Audit umumB. Audit operasionalC. Audit komprehensifD. Pemeriksaan kemudian3) Untuk mencapai tujuannya, objek audit menetapkan berbagai . yangpelaksanaannya dijabarkan ke dalam berbagai bentuk kegiatan. Setiapprogram-program/aktivitasyang diselenggarakan pada setiapdepartemen/divisi harus selaras dengan tujuan organisasi secarakeseluruhan.A. kegiatanB. rencanaC. aturanD. program4) Kata ideologi sendiri diciptakan oleh . pada akhir abad ke-18A. Destutt de TracyB. Adam SmithC. KeynesD. Weber5) Ideologi didefinisikan sebagai satu aturan yang bertautan luas antara ideide dan keyakinan tentang dunia, yang diselenggarakan oleh .A. sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seoranganggota masyarakatB. sekelompok orang yang menunjukkan perilaku dan percakapan kemasyarakatC. entitas pelapor (reporting entity) yang harus membuat laporankeuangan.D. seorang politikus yang mengajukan ide atau gagasan yang berkaitandengan masyarakat

1.14Audit Sektor Publik Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yangterdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian,gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadapmateri Kegiatan Belajar 1.Tingkat penguasaan Jumlah Jawaban yang BenarJumlah Soal 100%Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% baik sekali80 - 89% baik70 - 79% cukup 70% kurangBila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapatmeneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yangbelum dikuasai.

1.15 EKAP4401/MODUL 1Kegiatan Belajar 2Proses, Tipe, dan LingkunganAudit Sektor PublikA. PROSES AUDIT SEKTOR PUBLIKProses auditing yang dilakukan pada organisasi sektor publik memilikibeberapa konsep dasar. Konsepsi auditing merupakan hal yang harusdilakukan saat pelaksanaan proses audit. Adapun konsepsi auditing yangdimaksud adalah sebagai berikut:1. Pembuktian (evidence) yang CukupBukti yang digunakan dalam proses audit merupakan bukti yang validyaitu yang memenuhi syarat formil dan materiil.2. Memeriksa dengan Hati-hati (Due Audit Care)Pemeriksaan yang dilakukan selama proses audit harus menggunakankecermatan secara profesional sesuai dengan keahliannya.3. Penyajian yang Wajar (Fair Presentation)Konsep audit penyajian yang wajar berkaitan dengan ketepatan akuntansi(accounting propriety), pengungkapan yang cukup (adequate disclosure),dan kewajiban pemeriksaan (audit obligation).4. Bebas, mampu bertindak jujur dan objektif (independence) terhadap faktadan penyajiannya.5. Berbuat/bertindak sesuai dengan kode etik (ethical conduct) sesuaidengan etika profesi akuntan.Secara umum proses audit terdiri dari tiga langkah yaitu perencanaan(planning), pelaksanaan (executing), pelaporan (reporting). Langkah yangsama juga dilakukan dalam proses audit sektor publik. Berikut ini disajikanlangkah-langkah audit pada saat proses audit dilakukan pada organisasi.

1.16Audit Sektor Publik Sumber: Indra Bastian, 2007, Audit Sektor Publik (Edisi 2), Salemba EmpatGambar 1.1. Bagan Proses Audit1.Perencanaan AuditPerencanaan audit merupakan tahap yang vital dalam audit. Perencanaanaudit yang matang, akan sangat menentukan kesuksesan audit. Perencanaanaudit yang baik merupakan faktor penting bagi bukti audit (evidence) yangcukup dan kompeten pendukung isi laporan audit.

1.17 EKAP4401/MODUL 1Sumber: Indra Bastian, 2007, Audit Sektor Publik (Edisi 2), Salemba EmpatGambar 1.2Bagan Perencanaan AuditProses perencanaan audit di sektor publik, pada umumnya, meliputi tahaptahap sebagai berikut:a.Pemahaman Atas Sistem Akuntansi Keuangan Sektor PublikPemahaman atas sistem akuntansi sangatlah penting, karena saat ini auditsektor publik tidak lagi berfokus pada laporan realisasi anggaran saja, tetapijuga laporan keuangan lainnya berupa neraca, surplus/defisit, dan arus kas.Jadi, auditor harus memiliki pemahaman yang memadai tentang sistemakuntansi keuangan daerah.b.Penentuan Tujuan dan Lingkup AuditTujuan dan lingkup audit sektor publik sangat tergantung pada mandatdari lembaga audit yang bersangkutan. Audit atas laporan keuangan yangdilakukan auditor eksternal pada umumnya bertujuan untuk menilai kewajaranlaporan keuangan (memberikan opini) atas laporan keuangan entitas,sedangkan audit atas penyusunan laporan keuangan oleh pengawas bertujuanuntuk memberikan rekomendasi perbaikan sistem pengendalian internal dankoreksi kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan.

1.18Audit Sektor Publik Dalam menentukan tujuan dan ruang lingkup, auditor harus memastikanbahwa tujuan dan ruang lingkup audit yang ditetapkan telah sesuai denganmandat dan wewenang lembaga audit dan pengawas yang bersangkutan.Dalam konteks audit atas laporan keuangan instansi pemerintahan (sektorpublik), pengawas memiliki wewenang:1) Melakukan review atas sistem akuntansi dan pengendalian internal, danmemberikan rekomendasi perbaikan atas kelemahan-kelemahannya;2) Melakukan pengujian dan koreksi atas kesalahan pencatatan akuntansi,sehingga laporan keuangan dihasilkan dengan informasi yang dapatdiandalkan.Tujuan pemahaman mandat ini adalah sebagai berikut:1) Untuk mengetahui batasan-batasan yang ada pada pekerjaan audit;2) Untuk mengidentifikasikan wewenang yang dimiliki dalam pelaksanaanaudit;3) Untuk memastikan bahwa pengawas telah memenuhi persyaratan hukumyang berlaku;4) Untuk memberikan keyakinan bahwa pendekatan audit yang direncanakantelah sesuai dengan kebijakan audit yang ditetapkan;5) Untuk memastikan bahwa tujuan audit telah memenuhi kebutuhanlegislatif;6) Untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berhak menerima laporan audit.c.Penilaian RisikoKegiatan audit dilaksanakan melalui berbagai tes yang mengandung risikokesalahan, maka penilaian risiko pengendalian (control risk), risiko bawaan(inherent risk), dan risiko deteksi (detection risk) perlu dilakukan. Sehingga,kesimpulan dan opini yang diberikan oleh auditor memiliki jaminan yangmemadai.d.Penyusunan Rencana Audit (audit plan)Berdasarkan tahapan kegiatan perencanaan audit di atas, suatu rencanaaudit perlu disusun. Rencana audit pada umumnya berisi uraian mengenai areayang akan diaudit, jangka waktu pelaksanaan audit, personel yang dibutuhkan,dan sumber daya lain yang diperlukan untuk pelaksanaan audit.

1.19 EKAP4401/MODUL 1e.Penyusunan Program AuditUntuk setiap area yang diaudit, auditor harus menyusun langkah-langkahaudit yang akan dilakukannya. Langkah-langkah ini tertuang di dalam programaudit. Suatu program audit akan berisi: tujuan audit untuk tiap area, proseduraudit yang akan dilakukan, sumber-sumber bukti audit, dan deskripsimengenai kesalahan (error).2.Pelaksanaan AuditSumber: Indra Bastian, 2007, Audit Sektor Publik (Edisi 2), Salemba EmpatGambar 1.3Bagan Pelaksanaan AuditPekerjaan audit adalah pekerjaan mengumpulkan atau memperoleh danmengevaluasi bukti-bukti. Sebagian besar waktu yang digunakan dalampekerjaan audit sebenarnya tercurah pada perolehan atau pengumpulan danpengevaluasian bukti-bukti. Bukti-bukti tersebut digunakan untukmengevaluasi sistem pengendalian internal.Evaluasi sistem pengendalian internal dilakukan dengan melakukanpengujian terhadap bukti yang terkumpul. Pengujian dapat dilakukan dengandua cara, yaitu:a. Pengujian dengan prosedur analitik pengujian substantif. Prosedur analitikdigunakan bila ada dugaan bahwa sistem pengendalian internal yangberjalan di dalam organisasi buruk.b. Pengujian yang bersandar pada pengendalian internal pengujiansubstantif. Pengujian yang bersandar pada pengendalian internal dapat

1.20Audit Sektor Publik dilakukan apabila pengendalian internal yang berjalan di organisasi sektorpublik berlangsung baik.Hasil dari pengujian yang dilakukan terhadap bukti transaksi tersebutadalah kertas kerja. Kertas kerja inilah yang kemudian digunakan oleh auditoratau pengawas sebagai dasar untuk melakukan analisis sistem pengendalianinternal yang berjalan pada organisasi, dan kemudian membuat laporan hasilaudit sektor publik.3.Pelaporan Hasil Pelaksanaan AuditSumber: Indra Bastian, 2007, Audit Sektor Publik (Edisi 2), Salemba EmpatGambar 1.4Bagan Pelaporan Hasil Pelaksanaan AuditPelaporan audit dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap kertas kerjayang sudah dibuat pada proses pelaksanaan audit. Infor

Audit Komprehensif adalah suatu pendekatan audit dengan menetapkan berbagai tipe audit, seperti audit atas laporan keuangan, audit kinerja, dan atau audit lainnya, atas berbagai aspek yang menjadi lingkup audit dalam suatu penugasan audit.