Transcription

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODERISK BASED BANK RATING ( RBBR )(Studi pada Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam IHSG Sub SektorPerbankan Tahun 2012 - 2014)Oleh :Andi WidiyantoProgram Studi Manajemen - S1, Fakultas Ekonomi & Bisnis,Universitas Dian Nuswantoro SemarangURL : http://dinus.ac.id/Email : [email protected] sebagai lembaga keuangan yang berperan menghimpun dana, menyalurkan, danmemberikan jasa kepada masyarakat dituntut untuk terus menjaga kesehatannya sesuai denganPeraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang penilaian tingkat kesehatan bank.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia dalam sub sektor perbankan tahun 2012 – 2014. Jenis penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah penelitian desktiptif dengan pendekatan kuantitatif. Penilaian denganmetode Risk Based Bank Rating (RBBR) terdiri dari empat faktor Risk Profile, Good CorporateGovernance, Earnings dan Capital dari setiap bank. Penelitian ini melakukan penilaian terhadapkeempat faktor yang ada, yakni Risk profile terdiri dari delapan jenis risiko namun dalampenelitian ini hanya risiko kredit dan risiko likuiditas yang akan diteliti. Risiko kredit diukurdengan menggunakan NPL dan risiko likuiditas diukur dengan menggunakan LDR. Faktor GCGdiukur dengan peringkat komposit GCG yang dipublikasikan oleh bank, faktor earnings diukurdengan rasio ROA, NIM, dan BOPO faktor capital dihitung dengan rasio CAR. Hasil penelitianmenunjukkan masih terdapat beberapa bank yang memperoleh predikat kurang sehat dan tidaksehat atas rasio NPL, LDR, ROA, NIM, BOPO dan GCG, sedangkan pada rasio CAR seluruhbank memperoleh predikat yang sehat sesuai ketentuan Bank Indonesia.Kata kunci : Tingkat Kesehatan Bank, Metode Risk Based Bank Rating (RBBR), RasioKeuangan

I.PendahuluanPerbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan,kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan, Bankadalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan danmenyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalamrangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1998).Menyadari arti penting kesehatan suatu bank bagi pembentukan kepercayaan dalam duniaperbankan serta melaksanakan prinsip kehati – hatian ( Prudential Banking ) dalam duniaperbankan, maka Bank Indonesia perlu untuk menetapkan aturan tentang kesehatan bank.Dengan adanya aturan tentang kesehatan bank ini, perbankan diharapkan selalu dalam kondisisehat, sehingga tidak akan merugikan masyarakat yang berhubungan dengan perbankan(Budisantoso, 2014:74).Seiring dengan terjadinya krisis ekonomi yang dialami oleh bangsa Indonesia tersebut telahmenjadikan bank – bank konvensional kian terpuruk bahkan sampai tutup dan padakenyataannya telah membuktikan yakni pertengahan tahun 1997 perbankan swasta banyak yangmengalami kesulitan keuangan, sehingga pada tanggal 1 November 1997 ada 16 bank yangdilikuidasi, kemudian 7 bank dibekukan operasinya pada bulan April 1998 serta pada tanggal 13Maret 1999 terdapat 38 bank yang dilikuidasi (Setyawati, 2010). Awal Juli 1997, terjadi gejolaknilai tukar. Bersamaan dengan itu, pemerintah melakukan pengetatan likuiditas. Kondisi inimemunculkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, terutama pascapencabutan ijin usaha 16 bank pada tanggal 1 November 1997. Hal ini berdampak sangat buruk,terutama memicu terjadinya depresiasi kepercayaan terhadap perbankan (Sejarah Bank Indonesia: Perbankan Periode 1997-1999).Krisis tahun 2008, Berawal Lehman Brothers bertindak selaku agen atau perantara antaramereka yang memiliki kelebihan modal (investor) dengan calon debitor sub-prime mortage disektor properti di Amerika Serikat menyatakan bangkrut. Putaran krisis ekonomi dan keuanganglobal pasca kehancurah Lehman Brothers menimbulkan kekacauan dan kepanikan di pasarkeuangan global, termasuk melibas industri perbankan di Indonesia. (Krisis Global danPenyelamatan Sistem Perbankan Indonesia, 2010).Krisis tahun 1997 dan 2008, memberikan gambaran bahwa pentingnya kesehatan bank dansistem ketahanan, oleh karena itu Bank Indonesia sebagai lembaga pengawas bank memiliki

peran dalam kedua hal tersebut (Widyaningrum dkk, 2014). Kebijakan penilaian tingkatkesehatan bank kembali diperbarui oleh Bank Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2011 denganmengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No.13/PBI/2011. Peraturan baru ini merupakanpenyempurnaan dari metode CAMELS yang sebelumnya digunakan. Metode baru yangditetapkan oleh Bank Indonesia merupakan metode dengan pendekatan risiko yakni Risk-basedBank Rating. Metode Risk-Based Bank Rating atau RBBR merupakan metode yang terdiri dariempat faktor penilaian yakni Risk Profile, Good Corporate Governance (GCG), Earning, danCapital (Widyaningrum dkk, 2014). Berdasarkan Latar belakang diatas makapenulisberkeinginan untuk melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS TINGKAT KESEHATANBANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED BANK RATING ( RBBR )(Studi pada Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam IHSG Sub SektorPerbankan Tahun 2012 - 2014)”Rumusan Masalah1. Bagaimana tingkat kesehatan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dinilaidengan metode Risk Based Bank Rating (RBBR) tahun 2012 – 2014 ?2. Bagaimana perbandingan tingkat kesehatan perbankan yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia dengan deskriptif kuantitatif metode Risk Based Bank Rating (RBBR) tahun2012 - 2014 ?II.1.Landasan TeoriBankBerdasarkan Undang – Undang No.10 Tahun 1998 tentang perbankan menjelaskan bahwa“Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan,kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bankdidefinisikan oleh undang – undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan undang – undangnomor 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagai “Badan usaha yang menghimpun dana darimasyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk – bentuk lainya dalam rangka meningkatkantaraf hidup orang banyak” (Undang – Undang No. 10 Tahun 1998).2.Laporan keuanganLaporan keuangan bank menunjukan kondisi keuangan bank secara keseluruhan. Darilaporan ini terlihat kondisi bank yang sesungguhnya, termasuk kekuatan dan kelemahan yangdimiliki. Laporan ini juga menunjukan kinerja manajemen bank selama periode tertentu. Dengan

membaca laporan ini, pihak manajemen dapat memperbaiki kelemahan yang ada sertamempertahankan kekuatan yang dimilikinya (Umam, 2013:336).3.Tingkat Kesehatan BankMenurut Budisantoso (2014:73), kesehatan suatu bank dapat diartikan sebagai kemampuaansuatu bank untuk melakukan kegiatan operasioanal perbankan secara normal dan mampumemenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara – cara yang sesuai dengan peraturanperbankan yang berlaku.4.Metode Risk Based Bank Rating (RBBR)Pada peraturan Bank Indonesia No 13/1/PBI/2011 pasal 2 , disebutkan bank wajibmelakukan penilaian tingkat kesehatan bank dengan menggunakan pendekatan risiko (RiskBased Bank Rating) baik secara individual ataupun konsolidasi. Peraturan tersebut menggantikanmetode penilaian yang sebelumnya yaitu metode yang berdasarkan Capital, Asset, Management,Earning, Liquidity and Sensitivity to market risk atau yang disebut CAMELS. Metode RBBRmenggunakan penilaian terhadap empat faktor berdasarkan Surat Edaran BI No 13/24/DPNPadalah faktor sebagai berikut :1) Risk ProfileBerdasarkan PBI No. 13/1/PBI/2011 bank melakukan penilaian terhadap risiko inherendan kualitas penerapan manajemen risiko dalam kegiatan operasional terhadap delapanrisiko, yakni risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum,risiko stratejik, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Penelitian ini mengukur risiko kreditpada faktor risk profile menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan toDeposit Ratio (LDR) untuk mengukur risiko likuiditas.a. Risiko Kredit dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011NoTabel 1 Predikat kesehatan bank berdasarkan NPLRasioPredikat10% NPL 2%Sangat Sehat22% NPL 5%Sehat35% NPL 8%Cukup Sehat

48% NPL 11%Kurang Sehat5NPL 11%Tidak Sehat(Sumber : SE BI 6/23/DPNP)b. Risiko Likuiditas dapat dihitung menggunakan sebagai berikut :Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011Tabel 2 Predikat kesehatan bank berdasarkan LDRNoRasioPredikat150% LDR 75%Sangat Sehat275% LDR 85%Sehat385% LDR 100%Cukup Sehat4100% LDR 120%Kurang Sehat5LDR 120%Tidak Sehat(Sumber : SE BI 6/23/DPNP)2) GCGBerdasarkan SE No. 15/15/DPNP Jakarta, 29 April 2013 kepada Semua Bank UmumKonvensional di Indonesia Perihal Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG ) bagiBank Umum untuk melakukan penilaian sendiri ( Self Assessment ) Tingkat Kesehatan Bankdengan menggunakan pendekatan Risiko ( Risk Based Bank Rating/ RBBR) Bank Indonesiamengenai penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan menggunakan pendekatanrisiko (RBBR), penilaian terhadap pelaksanaan GCG yang berlandasan pada 5 ( lima )prinsip dasar tersebut dikelompokan dalam suatu governance system yang terdiri dari 3(tiga) aspek governance, yaitu governance structure, governance process dan governanceoutcome.NoTabel 3 Peringkat Komposit GCGKriteria1Nilai Komposit 1,5Sangat Baik21,5 Nilai Komposit 2,5Baik32,5 Nilai Komposit 3,5Cukup Baik43,5 Nilai Komposit 4,5Kurang Baik5Nilai Komposit 4,5Tidak Baik(Sumber :SE BI No.13/24/DPNP)Nilai

3) EarningPenilaian earning (rentabilitas) diukur menggunakan sebagai berikut :a. ROARasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam menghasilkan labamelalui penanaman dana pada seluruh aktiva produktif (Setyawati, 2010). Rasio ROAdapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011NoTabel 4 Predikat kesehatan bank berdasarkan ROARasioPredikat12% ROASangat Sehat21,25% ROA 2%Sehat30,5% ROA 1,25%Cukup Sehat40% ROA 0,5%Kurang Sehat5ROA 0 % (atau negatif)Tidak Sehat(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)b. NIMRasio Net Interst Margin (NIM) merupakan perbandingan antara pendapatanbunga bersih dengan rata-rata aktiva produktif. Pendapatan bunga bersih adalahpendapatan bunga setelah dikurangi dengan beban bunga. Aktiva produktif yangdiperhitungkan aktiva produktif yang menghasilkan bunga, dalam penelitian iniaktiva produktif dinilai dari total aset bank (Widyaningrum dkk, 2014). Rasio NIMdapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011NoTabel 5 Predikat kesehatan bank berdasarkan NIMRasioPredikat13% NIMSangat Sehat22% NIM 3%Sehat

31,5% NIM 2%Cukup Sehat41% NIM 1,5%Kurang Sehat5NIM 1%Tidak Sehat(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)c. BOPOBOPO merupakan perbandingan antara beban operasional terhadap pendapatanoperasional. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuanbank dalam melakukan kegiatan operasionalnya (Kaligis, 2013). Rasio BOPO dapatdihitung menggunakan rumus sebagai berikut:Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011NoTabel 6 Predikat kesehatan bank berdasarkan BOPORasioPredikat1BOPO 94%Sangat Baik294% BOPO 95%Baik395% BOPO 96%Cukup Baik496% BOPO 97%Buruk5BOPO 97%Sangat Buruk(Sumber : SE BI 6/23/DPNP 2004)4) CapitalCapital (Permodalan) diukur menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR).Menurut (Kuncoro dan Suhardjono, 2002 dalam Setyawati, 2010) CAR adalahkecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank dalam mempertahankan modalyang mencukupi dan kemampuan manajemen bank dalam mengidentifikasi, mengukur,mengawasi, dan mengontrol risiko risiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadapbesarnya modal bank. Rasio CAR dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011No1Tabel 7 Predikat kesehatan bank berdasarkan CARRasioPredikat12% CARSangat Sehat

29% CAR 12%Sehat38% CAR 9%Cukup Sehat46% CAR 8%Kurang Sehat5CAR 6%Tidak Sehat(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)III. METODE PENELITIAN1.Penentuan Populasi dan SampelPopulasi dipilih sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dasi tekniktersebut diperoleh 15 Bank yang menjadi penelitian. Dalam penelitian ini, untuk menentukansampel digunakan kriteria-kriteria sebagai berikut:a. Bank Umum terdaftar di Bursa Efek Indonesia bersifat konvensional yang beroperasi diIndonesia tahun 2012 – 2014.b. Bank Umum harus tetap beroperasi selama periode penelitian tahun 2012-2014.c. Bank yang memiliki data keuangan annual report lengkap rasio keuangan NPL, LDR, ROA,NIM, BOPO, CAR dan laporan pelaksanaan hasil self assessment Good CoorporateGovernance tahun 2012 – 2014.2.Sumber DataPenelitian ini menggunakan data sekunder yang meliputi laporan keuangan dan publikasipredikat komposit hasil self assesment penerapan GCG tahun 2011-2013 milik bank yangterdaftar dalam papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.3.Teknik Pengumpulan DataPenelitian ini menggunakan teknik dokumentasi untuk memperoleh data sekunder yangdibutuhkan. Data-data yang berhubungan dengan obyek penelitian diperoleh dari website resmiBursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id4.Analisis Dataa.Menganalisis tingkat kesehatan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiadinilai dengan metode Risk Based Bank Rating (RBBR) tahun 2012 – 2014.b.Menganalisis perbandingan tingkat kesehatan perbankan yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia dinilai dengan deskriptif kuantitatif metode Risk Based Bank Rating(RBBR) tahun 2012 – 2014.IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

1.Analisis Risk Profile (Resiko Profile)Tabel 8 Kesehatan Bank berdasarkan Non Performing Loan (NPL)NoKodeNama Bank1INPCBank Artha GrahaInternasional Tbk2BBKPBank Bukopin Tbk3BBCABank Central AsiaTbk4BDMNBank Danamon Tbk5BMRIBank Mandiri(Persero) Tbk6MEGABank Mega Tbk7BCICBank Mutiara (d/hBank Century) Tbk8BBNIBank NegaraIndonesia (Persero)Tbk9BBNPBank NusantaraParahyangan Tbk10BEKSBank PundiIndonesia TbkBKSWBank QNB Kesawan(d/h Bank Kesawan)Tbk12BBRIBank RakyatIndonesia (Persero)Tbk13BSIMBank Sinarmas 8%2.50%PredikatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSehatSehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSangat SehatSehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSehatSehatSehatTidak SehatTidak SehatSehatSehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatKurang SehatCukup SehatCukup SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSehat

1415BBTNBank TabunganNegara (Persero)TbkBVICBank VictoriaInternational %2.30%0.70%3.52%SehatSehatSehatSehatSehatSangat SehatSehat(Sumber : Data Diolah, 2015)No1234567891011Tabel 9 Kesehatan Bank berdasarkan Loan to Deposit Ratio (LDR)KodeNama BankTahunLDRPredikat201287.42%Cukup SehatBank Artha GrahaINPC201388.87%Cukup SehatInternasional Tbk201487.62%Cukup Sehat201283.81%SehatBBKPBank Bukopin Tbk201385.80%Cukup Sehat201483.89%Sehat68.60% Sangat Sehat2012Bank Central 0% Kurang SehatBDMN Bank Danamon Tbk201395.10%Cukup Sehat201492.60%Cukup Sehat77.66%2012SehatBank Mandiri82.97%BMRI2013Sehat(Persero) Tbk82.02%2014Sehat52.39%2012Sangat Sehat57.41% Sangat SehatMEGABank Mega Tbk201368.85% Sangat Sehat2014201282.81%SehatBank Mutiara (d/hBCIC201396.31%Cukup SehatBank Century) Tbk201471.13% Sangat Sehat201277.52%SehatBank NegaraBBNIIndonesia (Persero)201385.30%Cukup SehatTbk201487.81%Cukup Sehat201284.94%SehatBank NusantaraBBNP201384.44%SehatParahyangan Tbk201485.19%Cukup Sehat201283.68%SehatBank PundiBEKS201388.46%Cukup SehatIndonesia Tbk201486.11%Cukup SehatBKSW Bank QNB Kesawan201287.37%Cukup Sehat

(d/h Bank Kesawan)Tbk12BBRIBank RakyatIndonesia (Persero)Tbk13BSIMBank Sinarmas Tbk14BBTNBank TabunganNegara (Persero)Tbk15BVICBank VictoriaInternational ang SehatCukup SehatSehatCukup SehatSehatSehatSehatSehatKurang SehatKurang SehatKurang SehatSangat SehatSangat SehatSangat Sehat(Sumber : Data Diolah, 2015)2.Analisis Good Coorporate Governance (GCG)No12345678Tabel 10 Kesehatan Bank berdasarkan Self Assesment GCGKodeNama BankTahunGCGPredikat20122.00BaikBank Artha GrahaINPC20132.00BaikInternasional Tbk20142.00Baik20122.50Cukup BaikBBKPBank Bukopin Tbk20132.00Baik20142.00Baik20121.08Sangat BaikBank Central AsiaBBCA20131.00Sangat BaikTbk20141.00Sangat Baik20121.50BaikBDMN Bank Danamon Tbk20132.00Baik20142.00Baik20121.50BaikBank MandiriBMRI20132.00Baik(Persero) Tbk20142.00Baik20122.68Cukup BaikMEGABank Mega Tbk20132.00Baik20142.00Baik20122.75Cukup BaikBank Mutiara (d/hBCIC20134.00Kurang BaikBank Century) Tbk20144.00Kurang Baik20121.30Sangat BaikBank NegaraBBNIIndonesia (Persero)20132.00Baik

Tbk9BBNPBank NusantaraParahyangan Tbk10BEKSBank PundiIndonesia TbkBKSWBank QNB Kesawan(d/h Bank Kesawan)Tbk12BBRIBank RakyatIndonesia (Persero)Tbk13BSIMBank Sinarmas Tbk14BBTNBank TabunganNegara (Persero)Tbk15BVICBank VictoriaInternational 652.002.001.353.002.002.002.002.00BaikSangat BaikBaikBaikBaikBaikBaikBaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikBaikBaikBaikSangat BaikCukup BaikBaikBaikBaikBaik(Sumber : Data Diolah, 2015)Analisis Earnings (Rentabilitas)Tabel 11 Kesehatan Bank berdasarkan Return on Asset (ROA)No KodeNama BankTahunROAPredikat20120.68%Cukup SehatBank Artha Graha1INPC20131.39%SehatInternasional Tbk20140.76%Cukup Sehat20121.61%Sehat2BBKPBank Bukopin Tbk20131.72%Sehat20141.23%Cukup Sehat20123.32%Sangat SehatBank Central Asia3BBCA20133.59%Sangat SehatTbk20143.75%Sangat Sehat20123.52%Sangat Sehat4 BDMN Bank Danamon Tbk20133.00%Sangat Sehat20141.82%Sehat20123.23%Sangat SehatBank Mandiri5BMRI20133.28%Sangat Sehat(Persero) Tbk20143.04%Sangat Sehat6 MEGABank Mega Tbk20122.40%Sangat Sehat

7BCICBank Mutiara (d/hBank Century) Tbk8BBNIBank NegaraIndonesia (Persero)Tbk9BBNPBank NusantaraParahyangan Tbk10BEKSBank PundiIndonesia TbkBKSWBank QNB Kesawan(d/h Bank Kesawan)Tbk12BBRIBank RakyatIndonesia (Persero)Tbk13BSIMBank Sinarmas Tbk14BBTNBank TabunganNegara (Persero) Tbk15BVICBank VictoriaInternational 1.07%1.76%1.63%0.57%Cukup SehatCukup SehatCukup SehatTidak SehatTidak SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSehatSehatCukup SehatCukup SehatTidak SehatTidak SehatCukup SehatCukup SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSehatCukup SehatSehatSehatCukup SehatSehatSehatCukup Sehat(Sumber : Data Diolah, 2015)Tabel 12 Kesehatan Bank berdasarkan Net Interest Margin (NIM)No KodeNama BankTahunNIMPredikat20124.02%Sangat SehatBank Artha Graha1INPC20134.71%Sangat SehatInternasional Tbk20144.07%Sangat Sehat20123.75%Sangat Sehat2BBKPBank Bukopin Tbk20133.52%Sangat Sehat20143.13%Sangat Sehat20124.79%Sangat SehatBank Central Asia3BBCA20135.32%Sangat SehatTbk20145.80%Sangat Sehat

4BDMNBank Danamon Tbk5BMRIBank Mandiri(Persero) Tbk6MEGABank Mega Tbk7BCICBank Mutiara (d/hBank Century) Tbk8BBNIBank NegaraIndonesia (Persero)Tbk9BBNPBank NusantaraParahyangan Tbk10BEKSBank PundiIndonesia Tbk11BKSWBank QNB Kesawan(d/h Bank Kesawan)Tbk12BBRIBank RakyatIndonesia (Persero)Tbk13BSIMBank Sinarmas Tbk14BBTNBank TabunganNegara (Persero) Tbk15BVICBank VictoriaInternational .23%4.31%3.78%2.36%2.17%1.58%Sangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatTidak SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatCukup SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSehatSehatCukup Sehat(Sumber : Data Diolah, 2015)No1Tabel 13 Kesehatan Bank berdasarkan BOPOKodeNama BankTahunBOPOPredikat201293.03%Sangat BaikBank Artha GrahaINPCInternasional Tbk201374.08%Sangat Baik

2BBKPBank Bukopin Tbk3BBCABank Central AsiaTbk4BDMNBank Danamon Tbk5BMRIBank Mandiri(Persero) Tbk6MEGABank Mega Tbk7BCICBank Mutiara (d/hBank Century) Tbk8BBNIBank NegaraIndonesia (Persero)Tbk9BBNPBank NusantaraParahyangan Tbk10BEKSBank PundiIndonesia TbkBKSWBank QNB Kesawan(d/h Bank Kesawan)Tbk12BBRIBank RakyatIndonesia (Persero)Tbk13BSIMBank Sinarmas Tbk14BBTNBank TabunganNegara (Persero)Tbk15BVICBank VictoriaInternational 80.74%82.19%89.19%78.82%81.35%Sangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BurukSangat BurukSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikBurukSangat BurukSangat BurukSangat BurukSangat BurukSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat BaikSangat Baik

201493.25%Sangat Baik(Sumber : Data Diolah, 2015)4.Analisis Capital ( Permodalan )Tabel 14 Kesehatan Bank berdasarkan Capital Adequacy Ratio (CAR)No KodeNama BankTahunCARPredikat201216.30% Sangat SehatBank Artha Graha1INPC201315.75% Sangat SehatInternasional Tbk201415.69% Sangat Sehat201216.34% Sangat Sehat2BBKPBank Bukopin Tbk201315.12% Sangat Sehat201414.21% Sangat Sehat201214.24% Sangat SehatBank Central Asia3BBCA201315.66% Sangat SehatTbk201416.86% Sangat Sehat201218.38% Sangat Sehat4BDMN Bank Danamon Tbk201317.48% Sangat Sehat201418.17% Sangat Sehat201215.48% Sangat SehatBank Mandiri5BMRI201314.93% Sangat Sehat(Persero) Tbk201416.60% Sangat Sehat201216.83% Sangat Sehat6MEGABank Mega Tbk201315.74% Sangat Sehat201415.23% Sangat Sehat201211.90%SehatBank Mutiara (d/h7BCIC201314.29% Sangat SehatBank Century) Tbk201414.83% Sangat Sehat201219.33% Sangat SehatBank Negara8BBNIIndonesia (Persero)201317.35% Sangat SehatTbk201418.76% Sangat Sehat201212.17% Sangat SehatBank Nusantara9BBNP201315.75% Sangat SehatParahyangan Tbk201416.60% Sangat Sehat201213.27% Sangat SehatBank Pundi10 BEKS201311.43%SehatIndonesia Tbk201410.05%Sehat201227.79% Sangat SehatBank QNB Kesawan11 BKSW (d/h Bank Kesawan)201318.73% Sangat SehatTbk201415.10% Sangat Sehat201217.03% Sangat SehatBank Rakyat12BBRIIndonesia (Persero)201316.99% Sangat SehatTbk201418.31% Sangat Sehat

13BSIMBank Sinarmas Tbk14BBTNBank TabunganNegara (Persero)Tbk15BVICBank VictoriaInternational %18.38%17.69%15.62%14.64%17.96%17.95%18.35%Sangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat Sehat(Sumber : Data Diolah, 2015)V.1.KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanBerdasarkan analisis kesehatan bank menggunakan metode Risk Based Bank Rating(RBBR) menggunakan rasio NPL, LDR, ROA, NIM, BOPO dan CAR serta publikasi hasil selfassesment GCG sebagai berikut :a.Analisis Kesehatan Bank dengan faktor risk profile atas resiko kredit dengan rasio NPLdiperoleh bank Bank Mutiara (d/h Bank Century) Tbk dan Bank Pundi Indonesia Tbk yangmempunyai resiko tertinggi artinya bahwa bank memiliki resiko kredit atas penyalurankredit yang diberikan kepada nasabah dengan bank lainnya serta untuk resiko likuiditasdengan rasio LDR diperoleh Bank Danamon Tbk, Bank QNB Kesawan (d/h BankKesawan) Tbk, Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mempunyai resiko tertinggi artinyabahwa bank kurang mampu untuk memenhi kewajiban deposan yang ingin menarikkembali dananya.b.Analisis Kesehatan Bank dengan faktor Good Coorporate Governance diperoleh bankpredikat kurang baik diperoleh Bank Mutiara (d/h Bank Century) Tbk dan Bank yangmemiliki predikat cukup baik dimiliki oleh Bank Bukopin Tbk, Bank Mega Tbk, dan BankTabungan Negara (Persero) Tbk artinya bank kurang mampu menjalankan secara baikprinsip – prinsip governance system yang terdiri dari governance structure, governance

process dan governance outcome serta 11 (sebelas) faktor penilaian pelaksanaan GoodCoorporate Governance .c.Analisis Kesehatan Bank dengan faktor Earning (Rentabilitas) dengan ROA, NIM danBOPO. Analisis rasio ROA terdapat predikat bank tidak sehat dimiliki oleh Bank Mutiara(d/h Bank Century) Tbk, Bank Pundi Indonesia Tbk, Bank QNB Kesawan (d/h BankKesawan) Tbk. Analisis NIM diperoleh rata – rata bank sangat sehat dan Bank Mutiara(d/h Bank Century) Tbk memperoleh predikat tidak sehat ditahun 2014. Analisis rasioBOPO rata – rata bank memperoleh predikat sangat baik, namun terdapat beberapa bankberpredikat sangat buruk dan buruk dimiliki oleh Bank Mutiara (d/h Bank Century) Tbk,Bank Pundi Indonesia Tbk, Bank QNB Kesawan (d/h Bank Kesawan) Tbk.d.Analisis Kesehatan Bank dengan faktor Capital (Permodalan) diukur dengan rasio CapitalAdequacy Ratio (CAR) rata – rata sangat sehat, dengan sesuai ketentuan bank Indonesiakewajiban modal minimum yang harus dimiliki oleh bank sebesar 8%.2.SaranAdapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti atas penelitian yang telah dilakukanadalah sebagai berikut:a.Kondisi Risk Profile atas resiko kredit dengan rasio NPL dan resiko likuiditas dengan rasioLDR untuk bank yang memperoleh predikat tidak sehat, kurang sehat dan cukup sehatsebaiknya bank harus berhati-hati dalam hal penyaluran kredit karena semakin besar kredityang diberikan apabila tidak diimbangi dengan manajemen kredit yang baik akanberpotensi menimbulkan risiko kredit maupun risiko likuiditas yang dapat mengganggukesehatan bank tersebut, dan yang sudah mendapat predikat sangat sehat atau sehat harusdipertahankan agar menjaga tingkat kesehatan bank.b.Kondisi GCG Bank Mutiara (d/h Bank Century) Tbk dengan predikat kurang baik harusmemperhatikan kondisi GCG perusahaan bank agar menjadi lebih baik.

c.Kondisi Earnings (Rentabilitas) diukur dengan NIM perlu dijaga dan dipertahankan sertaditingkatkan, ROA dan BOPO menunjukan Bank QNB Kesawan Tbk, Bank Mutiara (d/hBank Century) Tbk, Bank Pundi Indonesia Tbkberpredikat tidak sehat, bank harusmeperhatikan tingkat efisiensi biaya dan mengurangi resiko kredit dan likuiditas agarmemperoleh keuntungan.d.Kondisi Capital (Permodalan) bank diukur menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR)mendapat predikat secara keseluruhan rata – rata sangat sehat, sebaiknya terusdipertahankan oleh manajemen bank agar kesehatan bank yang dinilai menggunakanmetode Risk Based Bank Rating (RBBR) tetap terjaga.e.Penelitian ini hanya menganalisis tingkat kesehatan bank dengan metode Risk Based BankRating (RBBR) dengan empat faktor, yaitu faktor Risk Profile sesuai dengan ketentuanBank Indonesia atas delapan resiko, namun pada penelitian ini menggunakan resiko kreditdan resiko likuiditas, faktor Good Coorporate Governance, faktor Earnings, dan faktorcapital. Sehingga dalam menganalisis tingkat kesehatan bank peneliti belum mampumengkompositkan tingkat kesehatan bank yang diwakili oleh empat faktor secarakeseluruhan metode Risk Based Bank Rating (RBBR), dan diharapkan pada penelitianselanjutnya menggambarkan kesehatan bank yang sesuai Surat Edaran BI No 13/24/DPNPmengenai penilaian tingkat kesehatan bank metode Risk Based Bank Rating (RBBR).DAFTAR PUSTAKABudisantoso, Totok dan Nuritomo. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba 4 :Jakarta.Kaligis, Yulia Wilhelmina. 2013. Analis Tingkat Kesehatan Bank Dengan MenggunakanMetode CAMEL Pada Industri Perbankan BUMN Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.Jurnal EMBA Vol. 1 No. 3 September, Hal. 263 – 272. ISSN 2303 – 1174.Kuncoro, Mudrajad, dan Suhardjono. 2002. Manajemen Perbankan. Yogyakarta : BPFE.Sekaran, Uma. 2006. Research Methods for Business. Jakarta : Salemba Empat.

Setyawati, Indah . 2010. Evaluasi Kinerja Model CAMELS Pada PT Bank DanamonIndonesia. Kajian Akuntansi, Volume 5, Nomor 1, Juni .Umam, Khaerul. 2013. Manajemen Perbankan Syariah. Bandung : Pustaka Setia. ISBN :978-979-076-308-1Widyaningrum, Hening Asih dkk . 2014. Analisis Tingkat Kesehatan Bank DenganMenggunakan Metode Risk-Based Bank Rating ( RBBR ) ( Studi Pada Bank Yang TerdaftarDi Bursa Efeek Indonesia Dalam IHSG Sub Sektor Perbankan Tahun 2012 ). JurnalAdministrasi Bisnis (JAB) Vol. 9 No. 2 April.Bank Indonesia. ”Sejarah Bank Indonesia : Perbankan Periode 1997 – 1999” diakses padatanggal 02 Juni 2015Bank Indonesia. 2010. “Krisis Global dan Penyelamatan sistem Perbankan Indonesia” diaksespada tanggal 02 Juni 2015Bank Indonesia. 1998. “ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 TentangPerbankan Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998” d/id/tentang-bi/uubi/Documents/uu bi 1099.pdfBank Indonesia. 2011. “ Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/24/DPNP Perihal PenilaianTingkat Kesehatan Bank Umum” diakses pada tangg

Rasio CAR dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Sumber : Lampiran SE BI 13/24/DPNP/2011 Tabel 7 Predikat kesehatan bank berdasarkan CAR No Rasio Predikat 1 12% CAR Sangat Sehat . 2 9% CAR 12% Sehat 3 8% CAR 9% Cukup Sehat 4 6% CAR 8% Kurang Sehat 5 CAR 6% Tidak Sehat .