Transcription

iTINJAUAN HUKUM PERJANJIAN JUAL-BELI MELALUIE-COMMERCESkripsiDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana HukumJurusan Ilmu Hukum Pada Fakultas Syari’ah dan HukumUIN Alauddin MakassarOLEH :ANDI TENRI AJENG P.NIM : 10500113292PROGRAM STUDI ILMU HUKUMFAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUMUNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR2017

ii

iii

ivKATA PENGANTARPuji hanyalah milik Allah swt. Sang penguasa alam semesta yang dengan rahmat danrahimnya sehingga peneliti dapat menyelesaikanskripsi ini, shalawat dan salam senantiasadilimpahkan kepada Nabi yang terakhir Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatbeliau, yang dengan perjuangan atas nama Islam hingga dapat kita nikmati sampai saat iniindahnya Islam dan manisnya iman.Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk melengkapi dan memenuhi sebagaipersyaratan untuk meraih gelar Sarjana Hukum jurusan Ilmu Hukum di Fakultas Syari’ahDan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.Skripsi ini juga dipersembahkan kepada orang-orang yang peneliti cintai danmencintai peneliti atas kerja keras yang telah diberikan dengan penuh kasih sayang dantanggung jawab kepada peneliti selama ini. Serta saudara-saudari peneliti yang telah banyakberkorban baik tenaga maupun waktu, ilmu dan mengajarkan arti keluarga kepada peneliti.Semoga Allah swt. Mengampuni dosa-dosa kita, meringankan azab kubur kita, menjauhkankita dari siksa nerakanya, dan menjadikan kita sebagai golongan hamba-hamba yangdiridhoinya. Amin AllahhummaAminn.Sebagai suatu hasil penelitian, tentulah melibatkan partisipasi banyak pihak yangtelah berjasa. Oleh karenanya peneliti mengucapkan banyak terima kasih dengan tidakmengurangi rasa hormat kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu,secara khusus peneliti haturkan kepada:

v1. Bapak Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si. Selaku Rektor Universitas Islam NegeriAlauddin Makassar.2. Bapak Prof. Dr. Darussalam Syamsuddin M.Ag selaku Dekan Fakultas Syari’ah DanHukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.3. Ibu Istiqamah, S.H. Selaku Ketua Jurusan Ilmu Hukum, dan Bapak RahmanSyamsuddin S.H, M.H. Selaku Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum yang telahmengizinkan peneliti untuk mengangkat skripsi dengan judul Tinjauan HukumPerjanjian Jual-Beli E-Commerce.4. Bapak Dr. Marilang S.H M.Hum sebagai pembimbing I dan Ibu Erlina, S.H M.Hselaku pembimbing II peneliti yang telah memberikan arahan, meluangkan waktu,pikiran dan kesabaran kepada peneliti hingga bisa menyusun skripsi ini.5. Segenap jajaran Bapak Ibu Dosen, Pimpinan, Karyawan dan Staf di lingkunganFakultas Syari’ah Dan Hukum di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.6. Ayahanda Andi M. Takdir Hasyim dan ibunda Vita Wahyudiani serta saudara-saudaripeneliti Andi Tenri Ola D, Andi Bintang, Andi Tenri Puja Aisya D, Andi Tenri TsaraAliya D, Andi Tenri Dirvi Alzena D, serta kakek Andi Muh. Hasyim B.A danRoesdianto dan nenek Andi Nursiah dan alm. Sri Kustini yang telah berjuangmengasuh, mendo’akan, membimbing dan membiayai peneliti selama dalampendidikan, sampai selesainya skripsi ini, kepada beliau peneliti senantiasamemanjatkan doa kepada Allah swt. mengasihi dan memberikan kebahagiaan.7. Muh. Alwi Hidayat S.H yang telah memberikan motivasi, serta dukungan dalammembantu penyelesaian skripsi ini.

vi8. Teman-teman seperjuangan Kelas Ilmu Hukum F, khususnya Kakak Iga Alfianita S.Hdan Kakak Andi Rini Al Chaerani yang selama ini menjadi teman seperjuangan, danteman berbagi suka dan duka.9. Sahabat seperjuangan peneliti yang telah mengisi sejarah hidup peneliti, teman-temanangkatan 2013 Zenith 713 (PONPES MODERN IMMIM PUTRI MINASATE’NEPANGKEP) terutama kepada Afifah Nur Phreatia Waluyo yang selalu membantumengingatkan dan memberi masukan untuk peneliti, serta Uswatun hasanah,Nurfadillah, Andi Syatirah, Siti Rahma, dll yang sudah membantu menyemangatipeneliti.10. Sahabat seperjuangan peneliti yang telah mengisi sejarah hidup peneliti, teman-temanSekolah Menengah Pertama, Nurfadillah Arif, Nasrayanti, Enal Mustafa, Suriani Nur,Noni Hadriani, dan Widya Apriliani, yang sudah membantu menyemangati peneliti.Akhirnya peneliti menyadari bahwa sebagai hamba Allah yang tidak luput darikesalahan tentunya dalam penulisan skripsi ini masih banyak ditemukan kekurangan,kesalahan, serta jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangatdiharapkan. Semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi diri peneliti pada khususnya, dan bagisiapa saja yang ingin membacanya.Makassar,02 Agustus 2017PenyusunAndi Tenri Ajeng P.Nim. 10500113292

viiDAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . iPERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI . iiHALAMAN PENGESAHAN . iiiKATA PENGANTAR . ivDAFTAR ISI . viiiABSTRAK . xBAB I PENDAHULUAN . 1-9A. Latar Belakang. 1B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus . 4C. Rumusan Masalah . 5D. Kajian Pustaka . 5E. Metode Penelitian . 6F. Tujuan Penelitian . 8G. Manfaat Penelitian . 8BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 10-49A. Tinjauan Umum Tentang Perjanjian Jual-Beli . 101. Pengertian Perjanjian . 102. Pengertian Jual-Beli . 113. Ayat Al-Qur’an dan Hadist tentang Jual-Beli. 12

viii4. Syarat-syarat Sahnya Perjanjian . 15B. Tinjauan Umum Tentang Perjanjian Jual-Beli Melalui E-Commerce . 171. Pengertian Jual-Beli Melalui E-Commerce . 172. Jenis-Jenis Transaksi Dalam E-Commerce . 183. Syarat Sahnya Perjanjian Jual-Beli Melalui E-Commerce . 20C. Tujuan, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan E-Commerce dalamPerjanjian Jual-Beli . 221. Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Perjanjian Jual-Beli . 222. Manfaat Menggunakan E-Commerce dalam Perjanjian Jual-Beli . 243. Kelebihan dan kekurangan Menggunakan E-Commerce dalam PerjanjianJual-Beli. 28D. Pengaturan Tentang Perjanjian Jual-Beli Melalui Internet(E-Commerce) . 351. Subjek dan Objek Jual-Beli Melalui Internet (E-commerce) . 352. Tempat Jual-Beli Melalui Internet (E-commerce) . 363. Mekanisme Transaksi Jual-Beli Melalui Internet (E-commerce) . 384. Dasar Hukum Sistem Perjanjian E-commerce . 405. Aspek Hukum Perjanjian Transaksi Elektronik (E-commerce) dalam HukumPerdagangan di Indonesia . 416. Permasalahan Hukum E-Commerce . 48BAB III TEORI-TEORI TENTANG SAAT TERJADINYA KATA SEPAKAT DALAMPERJANJIAN JUAL-BELI. 50-58A. Teori Perjanjian Jual-Beli Jika Kedua Belah Pihak Berhadapan Langsung. 50

ix1. Teori Kehendak (Wilstheorie) . 502. Teori Gevaarzetting . 513. Teori Pernyataan. 524. Teori Kepercayaan. 53B. Teori Perjanjian Jual-Beli Melalui E-Commerce . 541. Teori Kemauan . 542. Teori Saat Mengirim Surat Penerimaan . 543. Teori Saat Menerima Surat Penerimaan . 554. Teori Saat Mengetahui Isi Surat Penerimaan . 56BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 59-89A. Proses Jual-Beli Melalui E-Commerce. 59B. Terjadinya Kata Sepakat dalam Perjanjian Jual-Beli Melalui E-commerce . 65C. Keabsahan Perjanjian Jual-Beli Melalui E-commerce . 761. Ditinjau dari Hukum Perjanjian di Indonesia Khususnya BukuKe III KUHPerdata . 782.Keabsahan Perjanjian Menurut UU ITE (Informasi dan TransaksiElektronik) . 87BAB V PENUTUP . 90-93A. Kesimpulan . 90B. Saran . 92DAFTAR PUSTAKA . 94-96LAMPIRAN-LAMPIRAN . 97

xABSTRAKNamaNimJurusanJudul: Andi Tenri Ajeng P.: 10500113292: Ilmu Hukum: Tinjauan Hukum Perjanjian Jual-Beli Melalui E-Commerce.Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Kapan terjadinya kata sepakatdalam perjanjian jual-beli melalui E-Commerce ? 2. Bagaimana keabsahan perjanjian jual-belimelalui E-Commerce ?Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan penelitian pustaka ataulibrary research dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif (syar’i) danpendekatan yuridis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah bahan hukum primeryaitu Undang-undang dan putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder yaitu berbagai literatur,pendapat ahli, kamus hukum. Bahan non hukum seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia danbuku-buku ekonomi.Hasil dari penelitian ini setelah mengadakan beberapa kajian terhadap tinjauan hukumperjanjian jual-beli melalui e-commerce, Hasil penelitian yang dilakukan bahwa keabsahanperjanjian jual beli online oleh pihak yang berbeda sistem hukumnya, tetap sah. Hal ini dapatdilihat walaupun berbeda sistem hukum perjanjian terjadi karena adanya suatu kesepakatanterlebih dahulu antar para pihak, dimana pada saat hendak melakukan kontrak e-commerce parapihak dapat menentukan pilihan hukum dan pilihan forum mana yang menjadi dasarpelaksanaan e-commerce serta menjadi kesepakatan kedua belah pihak apabila terjadi sengketadikemudian hari. Apabila tidak dilakukan pilihan hukum, maka untuk menentukan hukum yangberlaku harus digunakan asas/teori (the most craracteristic) dalam Hukum Perdata.Implikasi dari penelitian ini adalah Pertama : hendaknya pemerintah mempersiapkanbadan sebagai bentuk pengawasan atau seleksi bagi setiap orang yang akan membuat toko atausitus maya, dengan harapan bisa meminimalisir bentuk-bentuk kejahatan khususnya kejahatanjual-beli melalui internet serta peraturan perundang-undangan mengenai Informasi danTransaksi Elektronik ini dapat lebih dikembangkan kembali berkaitan dengan perlindunganperlindungan baik terhadap penjual serta pembeli yang terdapat pada perundang-undangankhususnya mengeni transaksi Informasi dan Transaksi Elektronik. Kedua : hendaknyamasyarakat atau pengguna internet, bahwa dalam hal ingin menggunakan komputer atau mediaelektronik lain yang dapat terhubung dengan jaringan internet sebagai sarana untuk jual-beliatau membeli barang melalui internet ada baiknya terlebih dahulu memperhatikan situs yangingin dilihat, baik dari alamat situs yang harus jelas dan terpercaya, memiliki kontrak perjanjianatau term of conditions yang jelas serta tidak saling merugikan.

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSatu dekade terakhir ini sebuah fenomena yang terjadi dan merevolusihampir semua aspek kehidupan khususnya dalam hal bertransaksi. Fenomenatersebut adalah teknologi yang sering dianggap solusi bagi sebagian orangkhususnya pelaku usaha. Kelebihan teknologi ini terbukti ketika denganmudahnya teknologi mampu merevolusi sistem pembayaran konvensional(cash) yang telah berjalan berabad-abad menjadi sistem elektronik (non ogiuntukmelakukan sistem perdagangan dengan memanfaatkan teknologi tersebut.Secara garis besar transaksi memanfaatkan teknologi tersebut dapatmenghasilkan revenue stream atau sumber pendapatan bagi para pelaku usahayang mungkin tidak dapat disediakan cara perdagangan konvensional. Selainitu juga dapat meningkatkan market exposure, menurunkan biaya cle,selainitumeningkatkan supplier management, melebarkan jangkauan (global reach),meninggalkan customer loyality dan bahkan meningkatkan value chaindengan mengkomplemenkan business practice dengan mengkonsolidasikaninformasi dan membuka kepada pihak-pihak yang terkait didalam value chaintersebut.1

2Dalam kehidupan sehari-hari bentuk transaksi menggunakanteknologi ini dapat kita lihat dalam wujud electronic transaction (ebanking) melalui ATM, phone banking, internet banking dan lainsebagainya sebagai bentuk baru delivery channel memodernisasi setiaptransaksi. Di Indonesia sendiri, E-Commerce atau transaksi elektroniktelah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik,dimuat dalamLembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, danTambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843. UU ITEini terdiri dari 13 Bab dan 54 Pasal.1Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 2 Undang-Undang TentangInformasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), disebutkan bahwa transaksielektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakankomputer, jaringan computer, dan/atau media elektronik lainnya.Transaksi jual beli melalui internet merupakan salah satuperwujudan ketentuan diatas. Pada transaksi jual beli secara elektronik ini,para pihak yang terkait didalamnya, melakukan hubungan hukum yangdituangkan melalui suatu bentuk perjanjian atau kontrak yang jugadilakukan secara elektronik dan sesuai ketentuan Pasal 1 angka 17Undang-Undang Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) No.11Tahun 2008, disebut sebagai kontrak elektronik yakni perjanjian parapihak yang dibuat melalui sistem elektronik.1ResaRaditio, AspekHukumTransaksiElektronik, (Cet-1; Yogyakarta, GrahaIlmu, 2014) h. 1-4

3Penggunaan internet sebagai media perdagangan terus meningkatdari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena berbagai manfaat yangdidapat oleh perusahaan maupun konsumen dengan melakukan transaksimelalui internet. Di Indonesia telah mulai penggunaannya oleh beberapaperusahaan yaitu electronic commerce atau yang lebih dikenal dengan ECommerce. E-Commerce pada dasarnya merupakan suatu kontraktransaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dengan menggunakanmedia internet. E-Commerce tidak hanya memberikan kemudahan bagikonsumen, namun perkembangan ini memudahkan produsen dalammemasarkan produk yang berpengaruh pada penghematan biaya danwaktu. Pelaksanaan jual beli secara online dalam prakteknya menimbulkanbeberapa permasalahan misalnya pembeli yang seharusnya bertanggungjawab untuk membayar sejumlah harga dari produk jasa yang dibelinyatapi tidak melakukan pembayaran. Bagi pihak yang tidak melakukantanggung jawab sesuai dengan perjanjian yang disepakati dapat digugatoleh pihak yang merasa dirugikan untuk mendapat ganti rugi.Permasalahan hukum di bidang E-Commerce adalah terutama dalammemberikan perlindungan terhadap para pihak yang melakukan transaksiinternet. Oleh karena itu pada tahun 2008 Indonesia mengeluarkanperaturan khusus yang mengatur transaksi internet yaitu UU ITE. Kontrakelektronik juga harus memiliki kekuatan hukum yang sama dengankontrak konvensional, dimana mengikat para pihak sebagaimana pasal 18ayat 1 UU ITE yang menyebutkan bahwa “transaksi elektronik yangdituangkan ke dalam kontrak elektronik mengikat para pihak”. Jika dilihat

4dari sistem hukum perdata, jual beli melalui internet belum dapatdikatakan sah oleh karena dalam transaksi jual beli tersebut penjual danpembeli tidak bertemu secara langsung sehingga sulit untuk menentukankapan terjadinya kesepakatan.Demikian halnya dalam jual beli online, seseorang tidak tahu apakahorang tersebut sudah cakap hukum seperti yang diatur dalam pasal 1320KUHPerdata. Berdasarkan kajian tersebut yang akan diteliti adalah yangberkaitan dengan relevansi peraturan perundang-undangan yang sudah adadengan kebutuhan akan peraturan dalam transaksi jual beli HUKUMPERJANJIAN JUAL-BELI MELALUI E-COMMERCE”.B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus1) Fokus PenelitianFokus penelitian dalam penelitian ini adalah untuk meneliti mengenaiTinjauan Hukum dalam perjanjian jual-beli melalui e-commerce.2) Deskripsi FokusAdapun deskripsi fokus penelitian yakni sebagai berikut:a. Tinjauan adalah pemeriksaan yang teliti, penyelidikan, kegiatanpengumpulan data, pengolahan, analisa dan penyajian data yang dilakukansecara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan.b. Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuatdengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban,keadilan, mencegah terjadinya kekacauan. Hukum memiliki tugas untuk

5menjamin bahwa adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh sebabitu setiap masyarat berhak untuk memperoleh pembelaan didepan hukum.Hukum dapat diartikan sebagai sebuah peraturan atau ketetapan/ ketentuanyang tertulis ataupun yang tidak tertulis untuk mengatur kehidupanmasyarakat dan menyediakan sangsi untuk orang yang melanggar hokum.c. Perjanjian adalah sumber perikatan, di sampingnya sumber-sumber lain.Suatu perjanjian juga dinamakan persetujuan, karena dua pihak itu setujumelakukan sesuatu. Dapat dikatakan bahwa dua perkataan (perjanjian danpersetujuan) itu adalah sama artinya.d. Jual-beli adalah suatu perjanjian bertimbal balik dalam mana pihak yangsatu (si penjual) berjanji untuk menyerahkan hak milik atas suatu barang,sedang pihak yang lain-nya (si pembeli) berjanji untuk membayar hargayang terdiri atas sejumlah uang sebagai imbalan dari perolehan hak miliktersebut.e. E-commerce adalah suatu proses penjualan dan pembelian produk maupunjasa yang dilakukan secara elektronik yaitu melalui jaringan komputeratau internet. Arti lain dari e-commerce yaitu penggunaan teknologiinformasi dan komunikasi pengolahan digital dalam melakukan transaksibisnis untuk menciptakan, mengubah dan mendefenisikan kembalihubungan yang baru antara penjual dan pembeli.

6C. Rumusan MasalahDari latar belakang masalah di atas dapat di kemukakan beberaparumusan masalah yaitu:1. Kapan terjadinya kata sepakat dalam perjanjian jual-beli melaluiE-Commerce ?2. Bagaimana keabsahan perjanjian jual-beli melalui E-Commerce?D. Metode PenelitianMetode penelitian dalam pembahasan skripsi ini meliputi berbagaihal sebagai berikut :1. Jenis PenelitianJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahPenelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yangsumber datanya diperoleh dari sumber tertulis, mencakup buku-buku,undang-undang, jurnal, ensiklopedi, internet, dan karya-karya tulis lainyang berhubungan dengan objek yang diteliti.2. Metode PendekatanPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:a. Pendekatan Yuridis Normatifyaitu sebagai usaha mendekatkanmasalah yang diteliti dengan sifat hukum yang normatif. Pendekatanyang bersifat normatif yakni meliputi asas-asas hukum, perbandinganhukum atau sejarah yang menguraikan tentang norma-norma, danpasal-pasal perundangan

7b. Pendekatan normatif (syar’i), yakni cara pendekatan dengan melihatdali-dalil atau nash al-Qur’an dan hadist Nabi saw yang terkait denganjudul skripsi.3. Sumber DataPenelitian ini menggunakan jenis sumber data sekunder yang terdiriatas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sumber datamerupakan bagaimana cara untuk memperoleh data. Dalam penelitian inipeneliti menggunakan sumber data yang terdiri dari :a. Primer (yang diutamakan) yaitu perundang-undangan yang terkaitdengan masalah yang diteliti, Al-Qur’an dan Hadist.b. Sekunder yaitu semua publikasi tentang hukum, jurnal-jurnal hukumdan komentar-komentar atas putusan pengadilan seperti kesaksian ahli,makalah diseminar dan bahan kuliah yang tertulis.c. Bahan non hukum, untuk tulisan ini perlu mengetahui dan ontohnya:Wawancara dengan pejabat yang berwenang seperti Hakim dan Hasildialog yang apabila substansi hukum dan dipublikasinya menjadibahan hukum sekunder.4. Metode Pengumpulan DataMetode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitianini adalah kepustakaan (library research), yaitu penelitian akanmencari dan mengumpulkan berbagai peraturan yang terkait, ayat-ayatAl-Qur’an dan Hadist yang relevan, literatur hukum di berbagai

8sumber tertulis lainnya yang relevan tersedia, peneliti kaji sebagaisumber informasi berupa data.5. Metode Pengolahan Dan Analisis DataSetelah mengumpulkan beberapa data melalui sumber-sumberreferensi (buku, jurnal, internet, wawancara), peneliti mengklarifikasidata tersebut dan kemudian akan menggunakan penelitian bersifatdeskriptif analisis, yaitu metode yang dilakukan untuk sun,mengklarifikasikan serta menganalisis kemudian menguraikannya,sehingga permasalahan mengenai penelitian ini dideskripsikanberdasarkan data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menarikkonklusi deskriptif.E. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumMengetahui Bagaimana Tinjauan Hukum dan Hukum Islam MengenaiPerjanjian Jual-Beli Melalui E-Commerce.2. Tujuan Khususa. Mengetahui kapan terjadinya kata sepakat dalam pejanjian jualbeli melalui E-Commerce.b. Mengetahui bagaimana keabsahan perjanjian jual-beli melalui ECommerce.F. Kegunaan PenelitianPenelitian yang dilakukan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut :

91. Bagi Institusi : memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuankhususnya untuk dunia hokum dengan adanya data-data yangmenunjukan bagaimana Tinjauan Hukum Perjanjian Jual-Beli MelaluiE-Commerce, serta menambah khazana penelitian tentang bagaimanakeabsahan dalam jual-beli melalui E-Commerce ini. Penelitian inidijadikan landasan untuk penelitian selanjutnya.2. Bagi Peneliti dan Pengembangan IPTEK : memberikan kontribusiterhadap pengembangan teori hukum perdata.3. Bagi masyarakat : dapat dijadikan pertimbangan untuk masyarakatmengetahui bagaimana keabsahan perjanjian jual-beli melalui ECommerce, sehingga memberikan penanganan terhadap masalahtersebut.

BAB IITINJAUAN TEORITISA. Tinjauan Umum Tentang Perjanjian Jual-Beli1. Pengertian Perjanjian1Perikatan yang lahir dari kontrak atau perjanjian dijadikan judul Bab II Buku IIIBurgerlijk Wetboek (BW). Digunakannya kata “atau” diantara kata “kontrak” dan“perjanjian” oleh Bab II Buku III tersebut menurut bahasa hukum menunjukkanbahwa antara kontrak dengan perjanjian memiliki arti yang berbeda. Kontrakbiasanya disamakan dengan perjanjian dalam bentuk tertulis dalam arti kontrak lebihsempit dari perjanjian karena ditujukan kepada perjanjian atau persetujuan yangtertulis2, sedangkan perjanjian biasanya dalam bentuk lisan. Sekalipun demikian,pada sisi tertentu, antara kontrak dengan perjanjian memiliki arti yang sama yaitukeduanya mengandung janji atau kesanggupan pihak tertentu melaksanakan sesuatu,yang dalam hukuk perjanjian disebut prestasi berupa menyerahkan sesuatu,melaksanakan sesuatu, dan tidak melaksanakan sesuatu (Pasal 1234 BW).Persoalannya adalah mengapa Bab II Buku III BW menggunakan kedua istilahtersebut. Menurut J.Satrio bahwa dengan penyebutan secara berturut-turut istilah1Marilang, Hukum Perikatan – Perikatan yang Lahir dari Perjanjian, (Cet ke-1, Makassar, AlauddinUniversity Press, 2013) h. 141-1422Subekti, Hukum Perjanjian, (Jakarta : Intermasa, 1979), h.110

11kontrak atau perjanjian memang sengaja dilakukan oleh pembuat undang-undanguntuk menunjukkan bahwa kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama 1, danmemang kontrak dan perjanjian dari sisi tertentu sebagaimana dikemukakan di atasmemiliki arti sama yaitu keduanya mengandung janji atau kesanggupan seseoranguntuk melakukan prestasi. Di sisi lain, kontrak tidak lain adalah perjanjian dalambentuk tertulis atau sebaliknya perjanjian adalah kontrak dalam bentuk lisan. Dengandemikian, istilah kontrak dan perjanjian, khususnya pada judul Bab II Buku III BWpengertiannya sama, sehingga khusus istilah kontrak disini tidak diartikan sebagaiperjanjian yang dibuat untuk jangka waktu tertentu dan dalam bentuk tertulis.Kamus hukum menggunakan dua istilah kaitannya dengan pengertian perjanjian,yaitu perjanjian dan persetujuan, dimana perjanjian atau persetujuan diartikan sebagaisuatu perbuatan dimana seorang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap seorang lainatau lebih2. Sementara Pasal 1313 BW menggunakan istilah persetujuan yangdiartikan sebagai suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkandirinya terhadap satu orang lain atau lebih.2. Pengertian Jual-BeliJual-beli (menurut B.W) adalah suatu perjanjian bertimbal balik dalam manapihak yang satu (si penjual) berjanji untuk menyerahkan hak milik atas suatu barang,12J.Satrio, Hukum Perjanjian, (Bandung : Citra Aditya Bakti , 1992), h. 19Yan Pramadya Puspa, Kamus Hukum Bahasa Belanda-Indonesia-Inggris, (Semarang, Aneka, 1977),h.248

12sedang pihak yang lain-nya (si pembeli) berjanji untuk membayar harga yang terdiriatas sejumlah uang sebagai imbalan dari perolehan hak milik tersebut.Dalam pasal 1458 BW yang berbunyi :3Jual beli dianggap sudah terjadi antara kedua belah pihak seketika setelahmereka mencapai sepakat tentang barang dan harga, meskipun barang itubelum diserahkan maupun harganya belum dibayar.3.Ayat Al-Qur’an Dan Hadist Tentang Jual-Belia. Ayat Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 275Muamalah adalah tukar-menukar barang atau sesuatu yang member manfaatdengan cara yang ditentukan, seperti jual beli, sewa-menyewa, upah-mengupah,pinjam-meminjam, urusan bercocok tanam, berserikat dan usaha lainnya. Agamatelah memberikan aturan terhadap masalah muamalah ini untuk kemaslahatan umum.Dengan teraturnya muamalah, maka kehidupan manusia jadi terjamin dengan sebaikbaiknya dan teratur tanpa adanya penyimpangan-penyimpangan yang merugikannya.Salah satu bentuk kegiatan muamalah yang dibolehkan oleh Allah swt.adalah jual beli sebagaimana dalam firmanNya QS al-Baqarah : 275 3R.Subekti, Aneka Perjanjian, (Cet-Ke 11, Bandung : PT Citra Aditya Bakti, 2014), h.1-2

13 Terjemahnya :Allah swt telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. 4Aturan jual beli ini juga dijelaskan dalam firmanNya dalam QS an-Nisa/4 : 29Terjemahnya :Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan hartasesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yangberlaku dengan suka sama-suka diantara kamu. dan janganlah kamu membunuhdirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. 5a. Hadist4Departemen Agama Republik Indonesia , Al-Qur’an Dan Terjemahnya, (Jakarta : CV. Kathoda,2005) h. 585Abdullah Yusuf Ali, Qur’an Terjemahan Dan Tafsirnya , (Jakarta : Pustaka Firdaus, 1993) h.111

14Hadist ini dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, dan hadist ini shahih.Hadist tersebut dari Ibnu Umar Ra. Dari Rasulullah Saw yang menjelaskan apabilaada dua orang melakukan jual beli maka masing-masing keduamya mempunyai hakkhiyar, selama mereka belum berpisah. Dan hadist tersebut ditunjukkan denganperbuatan Ibnu Umar yang terkenal. Bila kedua pihak semuanya berdiri dan pergibersama-sam

Subjek dan Objek Jual-Beli Melalui Internet (E-commerce). 35 2. Tempat Jual-Beli . perjanjian jual-beli melalui e-commerce, Hasil penelitian yang dilakukan bahwa keabsahan perjanjian jual beli online oleh pihak yang berbeda sistem hukumnya, tetap sah. Hal ini dapat