Transcription

PEDOMANAKREDITASI PERPUSTAKAANPERPUSTAKAAN NASIONAL RI2012

KATA PENGANTARPerpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak,dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhikebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka(UU No 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan) untuk itu, dalam rangka memberikanlayanan kepada masyarakat, perpustakaan diharapkan memberikan layanan minimalsesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).Penerapan standar nasional perpustakaan membutuhkan sarana untuk melihatapakah aspek-aspek penyelenggaraan perpustakaan sesuai dengan standar nasionalperpustakaan yang ada. Adapun sarana yang dibutuhkan berupa akreditasiperpustakaan. Dalam rangka melaksanakan akreditasi perpustakaan diperlukan adanyaPedoman Akreditasi dan wadah yang dapat menaungi kegiatan tersebut berupaLembaga Akreditasi Perpustakaan.Penyusunan Pedoman Akreditasi Perpustakaan ini dimaksudkan untukmemberikan acuan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaanakreditasi perpustakaan, baik perpustakaan yang akan diakreditasi maupun lembagayang akan mengakreditasi perpustakaan. Pedoman ini juga dimaksudkan untukmenjamin penyelenggaraan akreditasi perpustakaan dapat berlangsung secara benar,transparan, sistematis dan berkelanjutan.Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang menyumbangkan tenaga,pikiran dan waktunya, sehingga pedoman akreditasi perpustakaan ini dapat terwujud.Semoga pedoman ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya para pengelola danpenyelenggara perpustakaan di Indonesia.Jakarta, Juli 2013Kepala Perpustakaan Nasional RISri Sularsihi

DAFTAR ISIKata PengantarDaftar IsiiiiBab I PendahuluanALatar BelakangBTujuanCSasaranDDaftar Istilah11233Bab II Komponen Akreditasi PerpustakaanALayananBKerja samaCKoleksiDPengorganisasian Bahan PerpustakaanESumber Daya ManusiaFGedung/Ruang, Sarana PrasaranaGAnggaranHManajemen PerpustakaanIPerawatan Koleksi Perpustakaan667778891010Bab III Prosedur Akreditasi Perpustakaan11Bab IV Panitia Teknis Akreditasi PerpustakaanAMoto, Visi dan MisiBOrganisasi Panitia Teknis Akreditasi PerpustakaanCUraian Tugas Panitia Teknis Akreditasi PerpustakaanDAsesorEHak dan Kewajiban Perpustakaan yang TerakreditasiFBiaya AkreditasiGAlamat Panitia Teknis Akreditasi Perpustakaan1515151721222324Bab V Penutup25Daftar Pustaka26ii

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPerpustakaan Nasional RI yang berkedudukan di ibukota negaramerupakan lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakantugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan, dan berfungsi sebagaiperpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaanpenelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan (UU Nomor43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 5). Sebagai wakil pemerintah dalam membina semuajenis perpustakaan di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI mengemban tugas: a)menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum, dan kebijakan teknispengelolaan perpustakaan, b) melaksanakan pembinaan, pengembangan, evaluasi,dan koordinasi terhadap pengelolaan perpustakaan, c) membina kerja sama dalampengelolaan berbagai jenis perpustakaan, dand) mengembangkan standarnasional perpustakaan (Pasal 21 ayat 2, UU Nomor 43 Tahun 2007 tentangPerpustakaan).Ketentuan Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaanmengamanatkan bahwa Perpustakaan Nasional sebagai institusi pengelola koleksi“karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam” hendaknya dilaksanakan secaraprofesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Dalam rangkamemberikan layanan kepada masyarakat, perpustakaan diharapkan memberikanlayanan minimal sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).Standar adalah pedoman yang memuat ketentuan minimal dan/ataukarakteristik yang harus dipenuhi oleh suatu sistem, proses dan/atau produk,ditetapkan oleh suatu lembaga yang berwenang berdasarkan hasil konsensus parapemangku kepentingan, dipergunakan secara umum dan berulang-ulang untukmemperoleh tingkat keteraturan yang optimal.Penerapan Standar Nasional Perpustakaan dilakukan melalui kegiatanakreditasi perpustakaan. Produk/jasa, proses, sistem dan personel dalam lingkup1

perpustakaan yang telah memenuhi ketentuan/spesifikasi teknis dalam standaryang diacu dapat diberikan sertifikat melalui proses akreditasi perpustakaan.Akreditasi adalah prosedur yang digunakan oleh lembaga yang berwenangdalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi atau seseorangmempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Lembaga yang telahdiakreditasi akan diberikan sertifikat.Akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuanformal oleh lembaga akreditasi perpustakaan yang menyatakan bahwa lembagaperpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaanperpustakaan.Lembaga yang memiliki hak melakukan kegiatan akreditasi perpustakaandan mengeluarkan sertifikat akreditasi perpustakaan adalah Lembaga AkreditasiPerpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (LAP-PNRI).LAP-PNRI adalah lembaga independen yang anggotanya terdiri atasberbagai organisasi asosiasi perpustakaan dibawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Perpustakaan Nasional RI (c.q. Deputi Bidang Pengembangan SumberDaya Perpustakaan), salah satu tugas pokok Deputi Bidang PengembanganSumber Daya Perpustakaan adalah melaksanakan akreditasi (dan memberikansertifikat terakreditasi) kepada organisasi perpustakaan.Dalam rangka memberikan arah pelaksanaan akreditasi perpustakaan dianggapperlu untuk menyusun sebuah pedoman akreditasi perpustakaan yang memuatproses pelaksanaan akreditasi perpustakaan hingga diterbitkan sertifikat akreditasiperpustakaan.B. TujuanPedoman akreditasi ini disusun dengan tujuan :1. Sebagai acuan bagi perpustakaan dalam rangka proses pengajuan akreditasiperpustakaan kepada LAP -PNRI;2. Sebagai acuan bagi LAP-PNRI dalam melaksanakan visitasi dan penilaianterhadap tingkat kelayakan perpustakaan.2

C. SasaranSasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan akreditasi perpustakaanadalah profil perpustakaan terakreditasi sesuai dengan SNP dari PerpustakaanNasional RI, meliputi:1) Perpustakaan Provinsi(mengacu pada SNP 002:2011 Perpustakaan Provinsi)2) Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota(mengacu pada SNP 003:2011 Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota)3) Perpustakaan Kecamatan(mengacu pada SNP 004:2011 Perpustakaan Kecamatan)4) Perpustakaan Desa/Kelurahan(mengacu pada SNP 005:2011 Perpustakaan Desa/Kelurahan)5) Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah(mengacu pada SNP 006:2011 Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah)6) Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah(mengacu pada SNP 007:2011 Perpustakaan Sekolah Dasar/MadrasahIbtidaiyah)7) Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah(mengacu pada SNP 008:2011 Perpustakaan Sekolah MenengahPertama/Madrasah Tsanawiyah)8) Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah(mengacu pada SNP 009:2011 Perpustakaan Sekolah MenengahAtas/Madrasah Aliyah)9) Perpustakaan Perguruan Tinggi(mengacu pada SNP 010:2011 Perpustakaan Perguruan Tinggi)D. Daftar Istilah1. Akreditasi PerpustakaanAkreditasi Perpustakaan adalah rangkaian kegiatan proses pengakuan formaloleh LAP-PNRI yang menyatakan bahwa suatu lembaga perpustakaan telahmemenuhi persyaratan minimal untuk melakukan kegiatan pengelolaanperpustakaan.2. Lembaga Akreditasi Perpustakaan - Perpustakaan Nasional RI (LAPPNRI)Lembaga Akreditasi Perpustakaan – Perpustakaan Nasional RI (LAP-PNRI)adalah unit penyelenggara akreditasi yang sudah mendapatkan pengakuan3

tertulis (sertifikat) dari Perpustakaan Nasional RI untuk menyelenggarakanakreditasi semua jenis perpustakaan yang ada di Indonesia.3. PerpustakaanPerpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dankarya rekam, yang diselenggarakan secara sistemik dan profesional dengansistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian,pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.4. AsesorAsesor adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dankompetensuntuk kan untuk diakreditasi.5. VerifikasiProses pemeriksaan tentang kebenaran pengisian instrumen akreditasi yangdisampaikan oleh perpustakaan sekolah/madrasah yang bersangkutan.6. Asesmen perpustakaanProses yang dilaksanakan oleh badan akreditasi untuk menilai kompetensiperpustakaan, berdasarkan standar dan atau dokumen normatif tertentu danuntuk lingkup akreditasi tertentu7. Tim AsesmenTim penilaian lapangan yang dibentuk oleh LAP-PNRI. Anggota LAP-PNRIterdiri atas asesor dan pendamping.8. Rapat Tim AkreditasiRapat Tim Akreditasi adalah sebuah rapat yang terdiri atas: pengarah, direktur,sekretariat dan anggota sekretariat lembaga akreditasi dan sertifikasiperpustakaan, asesor dan pendamping asesor.4

9. SertifikatSurat pernyataan tertulis atau tercetak tentang kewenangan LAP-PNRI untukmenyelenggarakan akreditasi setiap jenis perpustakaan yang dinyatakan dalamSurat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI.5

BAB IIKOMPONEN AKREDITASI PERPUSTAKAANProses penyelenggaraan akreditasi perpustakaan dilakukan melalui penilaian terhadap9 (sembilan) komponen penilaian akreditasi perpustakaan. Kesembilan komponenakreditasi perpustakaan tersebut berlaku untuk semua jenis perpustakaan yang akandiakreditasi, meliputi:1. Layanan2. Kerja sama3. Koleksi4. Pengorganisasian bahan perpustakaan5. Sumber daya manusia6. Gedung/ruang, sarana prasarana7. Anggaran8. Manajemen perpustakaan9. Perawatan koleksi perpustakaanRincian masing-masing komponen penilaian akreditasi perpustakaan secara umumyaitu:A.LayananAspek layanan yang dinilai dalam proses akreditasi perpustakaan yaitu:1.2.3.4.5.6.7.Jam buka perpustakaan per-minggu;Sistem peminjaman/pengembalian buku;Jumlah anggota perpustakaan;Frekuensi rata-rata anggota meminjam buku per-bulan;Jenis promosi yang pernah dilaksanakan per-tahun;Jumlah promosi yang pernah dilaksanakan per-tahun;Layanan yang diberikan perpustakaan (layanan baca, digital/elektronik, literasiinformasi, dan layanan khusus);8. Penyediaan akses intelektual ke sumber daya informasi;9. Pendidikan pemustaka;10. Layanan perpustakaan keliling (khusus perpustakaan umum kabupaten/kota);11. Jumlah buku yang dipinjam setiap kali peminjaman.6

B. Kerja samaAspek kerja sama yang dinilai dalam proses akreditasi perpustakaan yaitu:1. Kerja sama pengembangan perpustakaan;2. Kerja sama layanan per-peminjaman.C. KoleksiAspek koleksi yang dinilai dalam proses akreditasi perpustakaan yaitu:1. Jumlah total buku cetak yang dimiliki;2. Jumlah total buku elektronik yang dimiliki;3. Persentase koleksi nonfiksi dari seluruh koleksi perpustakaan (perpustakaansekolah);4. Jumlah buku rujukan yang dimiliki (misalnya kamus, ensiklopedia, direktori,handbook/ manual dll.);5. Jumlah koleksi khusus/muatan lokal;6. Jumlah surat kabar yang dilanggan;7. Jumlah majalah yang dilanggan;8. Jumlah kaset, cakram data (CD, CD-R, atau DVD) yang dimiliki;9. Jumlah brosur, leaflet, pamflet yang dimiliki;10. Jumlah koleksi kartografi (peta, bola dunia, dan atlas);11. Penambahan buku per-tahun;12. Sistem jaringan (automasi perpustakaan, katalog online, jaringan internet,homepage/website);13. Jumlah koleksi anak dan remaja (perpustakaan umum kabupaten/kota);14. Jumlah koleksi mainan anak-anak (perpustakaan umum kabupaten/kota);15. Persentase koleksi inti (koleksi yang menunjang kurikulum program studi)dari seluruh koleksi perpustakaan (perpustakaan sekolah dan perpustakaanperguruan tinggi);16. Persentase koleksi yang sesuai subjek/disiplin ilmu tertentu (sesuai kebutuhaninstansi induk) dari keseluruhan koleksi (khusus perpustakaan khusus).17. Penyiangan (weeding);18. Stock opname.D. Pengorganisasian Bahan PerpustakaanAspek pengorganisasian bahan perpustakaan yang dinilai dalam proses akreditasiperpustakaan yaitu:1. Penggunaan alat seleksi bahan perpustakaan;2. Pengolahan buku/monografi dan nonbuku;3. Kelengkapan buku.7

E. Sumber Daya ManusiaAspek sumber daya manusia yang dinilai dalam proses akreditasi perpustakaanyaitu:1.2.3.4.Status kepala perpustakaan;Jenjang pendidikan kepala perpustakaan;Diklat perpustakaan yang pernah diikuti kepala perpustakaan;Continuing profesional development kepala perpustakaan (seminar, pelatihan,lokakarya, dan bimbingan teknis);5. Jumlah tenaga perpustakaan;6. Jumlah tenaga perpustakaan yang berlatar belakang pendidikan minimal D2perpustakaan;7. Jumlah tenaga perpustakaan berstatus pustakawan (fungsional);8. Jumlah tenaga perpustakaan berstatus pegawai tetap;9. Rata-rata jumlah jam tenaga perpustakaan mengikuti diklat perpustakaan ;10. Continuing profesional development tenaga perpustakaan (seminar, pelatihan,lokakarya, dan bimbingan teknis);11. Jumlah pembinaan yang diikuti tenaga perpustakaan (misalnya mengikutilomba pustakawan, seminar/workshop, menulis karya ilmiah);12. Jumlah tenaga perpustakaan yang menjadi anggota profesi (misalnya, forumperpustakaan, asosiasi tenaga perpustakaan, Ikatan Pustakawan Indonesia, danlain-lain).F. Gedung/ruang, Sarana PrasaranaAspek gedung/ruang dan sarana prasarana yang dinilai dalam proses akreditasiperpustakaan yaitu:1.2.3.4.5.6.7.Luas gedung/ruang perpustakaan;Ruang/area rujukan/referensi;Ruang/area audiovisual;Ruang/area kerja staf;Ruang kerja/area kepala perpustakaan;Ruang pertemuan;Ruang/area pembinaan (perpustakaan provinsi dan perpustakaan umumkabupaten/kota);8. Ruang/area mushola (perpustakaan provinsi, perpustakaan umumkabupaten/kota, dan perpustakaan perguruan tinggi);9. Ruang/area toilet untuk pemustaka (perpustakaan provinsi dan perpustakaanumum kabupaten/kota , dan perpustakaan perguruan tinggi);10. Ruang/area parkir untuk pemustaka (perpustakaan provinsi dan perpustakaanumum kabupaten/kota , dan perpustakaan perguruan tinggi);11. Garasi mobil keliling (perpustakaan provinsi dan perpustakaan umumkabupaten/kota);12. Kondisi perpustakaan (aspek kebersihan, penerangan, dan sirkulasi udara);8

13. Letak/lokasi perpustakaan;14. Keamanan;15. Rak buku yang dimiliki (lebih kurang berukuran 180x120 m);16. Rak majalah yang dimiliki;17. Rak surat kabar yang dimiliki;18. Rak audiovisual (multimedia);19. Rak buku rujukan/referensi;20. Lemari/laci katalog yang dimiliki yang berisi subjek, judul, dan pengarang;21. Rak display buku baru;22. Rak penitipan tas/pengunjung;23. Filing kabinet;24. Papan pengumuman;25. Meja belajar perseorangan (study carrel) yang dimiliki;26. Meja baca besar (misalnya untuk 4 s.d. 8 orang);27. Meja sirkulasi;28. Meja kerja petugas;29. Kursi baca yang dimiliki;30. Kursi tamu;31. Mesin tik;32. Kipas angin;33. Pengatur suhu udara (AC);34. Komputer untuk kegiatan administrasi perpustakaan;35. Printer untuk kegiatan administrasi perpustakaan;36. Komputer untuk pemustaka;37. Komputer dengan akses internet;38. Perangkat multimedia (VCD dan DVD player);39. Televisi;40. Mesin pemindai (scanner);41. Fasilitas hotspot;42. Fasilitas Closed-circuit television (CCTV);43. Telepon/fax;44. Laptop;45. LCD proyektor;46. Sarana dokumentasi;47. Kendaraan bermotor.G. AnggaranAspek anggaran yang dinilai dalam proses akreditasi perpustakaan yaitu:1. Jumlah anggaran per-tahun;2. Alokasi anggaran untuk perpustakaan dari seluruh anggaran (khususperpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan sekolah);3. Partisipasi masyarakat/sumbangan yang tidak mengikat.9

H. Manajemen PerpustakaanAspek manajemen perpustakaan yang dinilai dalam proses akreditasi perpustakaanyaitu:1.2.3.4.Kelembagaan perpustakaan;Pendirian perpustakaan;Program kerja perpustakaan;Laporan kegiatan yang disusun;I. Perawatan Koleksi PerpustakaanAspek perawatan koleksi perpustakaan yang dinilai dalam proses akreditasiperpustakaan yaitu:1. Pengendalian kondisi ruangan;2. Penjilidan;3. Perbaikan bahan pustaka;10

BAB IIIPROSEDUR AKREDITASI PERPUSTAKAANAkreditasi Perpustakaan terhadap semua jenis perpustakaan dilaksanakan olehLembaga Akreditasi Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (LAPPNRI). Akreditasi perpustakaan dilakukan dengan meninjau langsung ke lapanganterhadap kondisi perpustakaan yang bersangkutan dan melakukan penilaian terhadapsetiap komponen akreditasi perpustakaan. Besarnya nilai setiap unsur akreditasiperpustakaan dihitung berdasarkan perkalian bobot setiap komponen dengan hasilpenilaian.Sebuah perpustakaan akan mendapatkan sertifikat terakreditasi berdasarkanjumlah nilai tertimbang dari layanan, kerja sama, koleksi, pengorganisasian materiperpustakaan, sumber daya manusia, gedung/ruang, sarana prasarana, anggaran, danmanajemen perpustakaan dengan nilai minimal 60. Berikut ini tabel skor dan predikatpenilaian, serta status perpustakaan yang diakreditasi.Tabel 1Skor dan Predikat PenilaianNilaiPredikat Penilaian91 – 100Akreditasi A (Amat Baik)76 – 90Akreditasi B (Baik)60 – 75Akreditasi C (Cukup Baik) 60Belum terakreditasiProsedur akreditasi merupakan proses pemeriksaan, pengujian, dan penilaian olehLAP-PNRI terhadap berkas usulan akreditasi yang diajukan sehingga menghasilkansebuah nilai akreditasi yang menggambarkan kondisi sebuah perpustakaan.Alur mekanisme pengurusan akreditasi perpustakaan dapat dilihat pada diagramberikut ini:Gambar 1Alur Mekanisme Akreditasi Perpustakaan11

MulaiPengusulan akreditasi perpustakaanke lembaga akreditasi perpustakaanVerifikasi ?TidakPembinaan oleh PusatPengembangan Perpustakaandan Pengkajian Minat BacaYaNominasiPemetaan Lapangan oleh TimAsesmenPresentasi Profil PerpustakaanSurvei PerpustakaanRapat Tim AsesmenPresentasi/Ulasan Tim AsesmenTanggapan LembagaRapat Tim AkreditasiTerakreditasi?TidakYaTim Akreditasi Perpustakaanmenerbitkan sertifikat hasil akreditasiSelesai12Tim Akreditasi mengirimkansurat pemberitahuan

Keterangan:1. PengusulanUsulan akreditasi disampaikan oleh pihak perpustakaan kepada LAP-PNRIdengan melampirkan berkas-berkas komponen dari unsur-unsur akreditasiperpustakaan dalam batas waktu tertentu.2. Penerimaan Berkas dan Verifikasi DataSetelah berkas usulan akreditasi yang diajukan kepada LAP-PNRI diterima untukditindaklanjuti ke tahap verifikasi data. Pada tahap ini berkas akreditasi yangmasuk diseleksi untuk menentukan tingkat kelayakan. Jika berkas yang masukdinilai layak untuk diakreditasi maka akan dilanjutkan ke tahap pemetaanlapangan oleh Tim Asesmen sedangkan usulan akreditasi yang tidak masukkualifikasi selanjutnya LAP-PNRI akan melakukan pembinaan terhadapperpustakaan yang bersangkutan.3. Pemetaan LapanganPelaksanaan pemetaan lapangan diawali dengan presentasi profil perpustakaanyang bersangkutan. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab oleh TimAsesmen.4. Survei PerpustakaanSurvei perpustakaan dilaksanakan setelah presentasi profil perpustakaan selesai.Adapun hal-hal yang akan disurvei meliputi: identifikasi, verifikasi, dan validasiisian instrumen akreditasi sesuai dengan kondisi perpustakaan.5. Rapat Tim AsesmenRapat tim asesmen bertujuan untuk mengumpulkan data yang berasal dari hasilpemetaan di lapangan. Kemudian data hasil pemetaan lapangan akan diverifikasidan hasilnya dibahas dalam Rapat Panitia Teknis Akreditasi Perpustakaan.13

6. Presentasi tim asesmenPresentasi tim asesmen dilakukan dengan cara memberikan ulasan terhadapkondisi perpustakaan dan memberikan bantuan solusi untuk perbaikan di masamendatang.7. Tanggapan Lembaga (perpustakaan yang diakreditasi)Setelah presentasi dari tim asesmen, maka lembaga/perpustakaan yangdiakreditasi akan diberikan kesempatan untuk menanggapi hasil penilaiansementara tim asesmen.8. Rapat Tim AkreditasiRapat tim akreditasi terdiri atas: pengarah, ketua, sekretariat, anggota sekretariatLAP-PNRI, asesor akreditasi perpustakaan dan perwakilan bidang akreditasi.Adapun standar penetapan hasil penilaian perpustakaan terakreditasi adalahdengan standar sebagai berikut, yaitu:a. Nilai 91–100 dengan predikat penilaian Terakreditasi A (Amat Baik)b. Nilai 76–90 dengan predikat penilaian Terakreditasi B (Baik)c. Nilai 60–75 dengan predikat penilaian Terakreditasi C (Cukup Baik)d. Nilai 60 dengan predikat penilaian Belum Terakreditasi9. Penerbitan SertifikatBerdasarkan nilai akhir hasil akreditasi perpustakaan yang ditetapkan melaluiRapat Lembaga Akreditasi Perpustakaan, LAP-PNRI sesuai kewenangannya rtifikatAkreditasiPerpustakaan mencantumkan bahwa Perpustakaan Terakreditasi dengan pilihankategori sebagai berikut, yaitu:a. Terakreditasi A (Amat Baik)b. Terakreditasi B (Baik)c. Terakreditasi C (Cukup Baik)d. Belum Terakreditasi14

BAB IVLEMBAGA AKREDITASI PERPUSTAKAANPERPUSTAKAAN NASIONAL RI (LAP-PNRI)A. Moto, Visi dan Misi1. MotoProfesional, akuntabel, kredibel, independen, dan imparsial (PAKIM)2. VisiMenjadi lembaga akreditasi perpustakaan terbaik dalam penyelenggaraanstandardisasi dan akreditasi perpustakaan.3. ditasiPerpustakaan.b.Melaksanakan program akreditasi perpustakaan (asesmen) untuk semuajenis perpustakaan.c.Membangun dan mengembangkan perpustakaan sesuai dengan standarnasional perpustakaan sehingga mendapatkan sertifikatakreditasiperpustakaan.B. Organisasi Panitia Teknis Akreditasi Perpustakaan1. Lembaga Akreditasi Perpustakaan-Perpustakaan Nasional RI (LAP-PNRI)dibentuk oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berdasarkanUndang-Undanng No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan2. Struktur Organisasi LAP-PNRI terdiri atas pembina, ketua, sekretaris, bidangbidang akreditasi perpustakaan dan kelompok asesor3. OrganisasiLAP-PNRIdibuatberdasarkanPerpustakaan Nasional RI sebagai berikut.15SuratKeputusanKepala

Gambar 2Struktur OrganisasiLembaga Akreditasi Perpustakaan-Perpustakaan Nasional RIPembina:1. Kepala Perpustakaan Nasional RI2. Deputi IIKetuaKapus P3MBSekretariat:Kabid PSPTAnggota :Erna Ambarwati, S.SosNeni MulyaniR. Romadon, S.HumNofalita, S.HumKepala bidangAkreditasiPerpustakaanPerguruan TinggiB. Mustofa,Kepala bidangAkreditasiPerpustakaanSekolahKepala bidangAkreditasiPerpustakaanUmumKabupaten/KotaDrs. SupriyantoDra. Budiati, M.SiAsesor1.2.3.4.5.6.7.B. MustofaIr. Djati wahyuni,NurcahyonoNia GusniawatiNani toIhsanuddinErnaAmbarwati,Endang Sri.S.AnggunKusumaSuharyantoJus AiniSubeti Perwira RSri LestariUpriyadiTutyHendrawatiAtikahKepala bidangAkreditasiPerpustakaanKhususZurniaty NasrunMLS,Asesor1. Zurniaty N2. AgungSujatmiko3. NurWidyastuti4. Budi Kusuma5. Sri Palupi6. Alfiah7. E Sugiyanti8. Arsi Suparni

C. Uraian Tugas Lembaga Akreditasi Perpustakaan1. LAP-PNRI mempunyai fungsi sebagai:a. Penyelenggara akreditasi perpustakaan dengan tugas:1)menyusun pedoman akreditasi perpustakaan;2)menentukan asesor;3)melakukan asesmen;4)menetapkan sertifikat akreditasi perpustakaan;5)membina dan mengembangkan kinerja asesor dan perpustakaan yangtelah diakreditasi.b. Pelaksana dalam pelayanan dan pengembangan akreditasi perpustakaandan standar nasional perpustakaan dengan tugas:1) mengidentifikasi kebutuhan terkait akreditasi perpustakaan;2) membantu dan mengembangkan standar nasional perpustakaan;3) membantu dan mengkaji ulang standar nasional perpustakaan;4) mengembangkan pelayanan akreditasi perpustakaan kepada semuajenis perpustakaan.2. LAP-PNRI mempunyai wewenang:a. menerbitkan sertifikat akreditasi perpustakaan;b. mencabut atau membatalkan sertifikat akreditasi perpustakaan;c. menetapkan perpustakaan yang akan diakreditasi;d. memberikan sanksi kepada asesor dan perpustakaan yang akan diakreditasibila terindikasi menyimpang dari peraturan;e. mengusulkan revisi terhadap pedoman akreditasi perpustakaan dan standarnasional perpustakaan.3. Pembina bertangggung jawab atas kebijakan dan keberlangsungan LAPPNRI dengan lingkup:a. menentukan visi, misi dan tujuan LAP-PNRI;b. menetapkan program kerja;c. menetapkan anggaran belanja;d. melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder);e. memobilisasi sumber daya.17

4. Ketua LAP-PNRI menjalankan fungsi sebagai pelaksana kebijakan yangtelah ditetapkan oleh pembina, dengan tugas sebagai berikut:a. menyusun dan mengusulkan program kerja strategi LAP-PNRI kepadapembina;b. menyiapkan dan menyusun rencana kegiatan dan penganggaran;c. melaksanakan program kerja tahunan LAP-PNRI;d. mempertanggungjawabkan pelaksanaan manajemen operasional akreditasiperpustakaan, manajemen keuangan dan pelaksanaan tugas operasionallembaga;e. mengajukan penambahan dan/atau pengurangan tenaga dan asesor LAPPNRI kepada pembina;f. menampung dan menindaklanjuti pengaduan yang berkaitan denganakreditasi;g. mengembangkan lingkup organisasi LAP-PNRI, termasuk menambahjumlah tenaga asesor perpustakaan yang berasal dari daerah;h. mengkoordinasikan seluruh sumber daya di lingkungan LAP-PNRI danpemangku kepentingan (stakeholder);i. memimpin rapat LAP-PNRI penetapan keputusan akreditasi.j. bila Ketua LAP-PNRI berhalangan hadir dalam rapat, ketua dapatmendelegasikan pada sekretaris LAP-PNRI. Rapat LAP-PNRI dapatmemutuskan akreditasi bila dihadiri minimun 7 (tujuh) orang dari 14(empat belas) orang (ketua, sekretaris dan 3 (tiga) orang anggota, kepalabidang akreditasi PT, kepala bidang akreditasi PS, kepala bidangakreditasi PU,kepala bidang kkreditasi PK, dan 4 (empat) orangperwakilan masing-masing kelompok asesor.k. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kerja LAPPNRI;l. memberikan laporan berkala dan insidental serta bertanggung jawabkepada pembina LAP-PNRI;18

5. Sekretaris melaksanakan tugas sebagai berikut.a. menerima dan memproses registrasi perpustakaan yang akan diakreditasi;b. memfasilitasi unit kerja LAP-PNRI dalam rangka terselenggaranyaprogram akreditasi perpustakaan;c. melaksanakan tugas ketatausahaan organisasi LAP-PNRI;d. menindaklanjuti kegiatan administrasi proses akreditasi perpustakaan;e. melaksanakan kegiatan administrasi umum dan dokumentasi LAP-PNRI;f. melakukan pemutakhiran (up-dating) dokumen administrasi LAP-PNRI;g. mendokumentasikan skema akreditasi, pengembangan organisasi, hasilverifikasi perpustakaan yang diakreditasi dan asosiasi profesi pendukungLAP-PNRI;h. melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kesekretariatan kepada KetuaLAP-PNRI;6. Bidang Perpustakaan Perguruan Tinggi melaksanakan tugas:a. memfasilitasi kegiatan identifikasi perpustakaan perguruan tinggi yangdianggap layak untuk diakreditasi;b. memfasilitasi kegiatan pengembangan dan implementasi standar nasionalperpustakaan (SNP) perpustakaan perguruan tinggi;c. memfasilitasi pengusulan penyempurnaan/revisi yang terkait denganstandar nasional perpustakaan (SNP) perpustakaan perguruan tinggi;d. memfasilitasi penyusunan materi pedoman akreditasi perpustakaan danmemonitoring akaan khususnya untuk perpustakaan perguruan tinggi;e. akaanperguruan tinggi yang telah diakreditasi;f. melaksanakan bimbingan teknis pengelola perpustakaan perguruan tinggiyang telah diakreditasi;g. menghadiri rapat LAP-PNRI yang menetapkan keputusan akreditasi;h. melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan akreditasi bidang perpustakaanperguruan tinggi kepada Ketua LAP-PNRI.19

7. Bidang Perpustakaan Sekolah melaksanakan tugas:a. memfasilitasi kegiatan identifikasi perpustakaan sekolah yang dianggaplayak untuk diakreditasi;b. memfasilitasi kegiatan pengembangan dan implementasi standar nasionalperpustakaan (SNP) perpustakaan sekolah;c. memfasilitasi pengusulan penyempurnaan/revisi yang terkait denganstandar nasional perpustakaan (SNP) perpustakaan sekolah;d. memfasilitasi penyusunan materi pedoman akreditasi perpustakaan danmonitoring serta validasi penggunaan pedoman akreditasi perpustakaankhususnya untuk perpustakaan sekolah;e. melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi perpustakaan sekolahyang telah diakreditasi;f. melaksanakan bimbingan teknis pengelola perpustakaan sekolah yangtelah diakreditasi;g. menghadiri rapat LAP-PNRI yang menetapkan keputusan akreditasi.h. melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan akreditasi bidang perpustakaansekolah kepada Ketua LAP-PNRI.8. Bidang Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota melaksanakan tugas :a. memfasilitasi kegiatan identifikasi perpustakaan mmum kabupaten/kotayang dianggap layak untuk diakreditasi;b. memfasilitasi kegiatan pengembangan dan implementasi standar nasionalperpustakaan (SNP) perpustakaan umum kabupaten/kota;c. memfasilitasi pengusulan penyempurnaan/revisi yang terkait denganstandar nasional perpustakaan (SNP) perpustakaan umum kabupaten/kota;d. memfasilitasi penyusunan materi pedoman akreditasi perpustakaan danmonitoring serta validasi penggunaan pedoman akreditasi perpustakaankhususnya untuk perpustakaan umum kabupaten/kota;e. melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi perpustakaan umumkabupaten/kota yang telah diakreditasi;f. bupaten/kota yang telah diakreditasi;g. menghadiri rapat LAP-PNRI yang menetapkan keputusan akreditasi;20umum

h. melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan akreditasi bidang perpustakaanumum kabupaten/kota kepada Ketua LAP-PNRI.9. Bidang Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah melaksanakan tugas:a. sinstansipemerintah yang dianggap layak untuk diakreditasi;b. memfasilitasi kegiatan pengembangan dan implementasi standar nasionalperpustakaan (SNP) perpustakaan khusus instansi pemerintah;c. memfasilitasi pengusulan penyempurnaan/revisi yang terkait denganstandar nasional perpustakaan (SNP) perpustakaan khusus instansipemerintah;d. memfasilitasi penyusunan materi pedoman akreditasi perpustakaan danmemonitoring akaan khususnya untuk perpustakaan khusus instansi pemerintah;e. melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi perpustakaan khususinstansi pemerintah yang telah diakreditasi;f. melaksanakan bimbingan teknis pengelola perpustakaan khusus instansipemerintah yang telah diakreditasi;g. menghadiri rapat LAP-PNRI yang menetapkan keputusan akreditasi

perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan (UU Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 5). Sebagai wakil pemerintah dalam membina semua jenis perpustakaan di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI mengemban tugas: a)