Transcription

www.facebook.com/indonesiapustaka

Syekh Ali Ahmad al-JurjawiHIKMATUT TASYRI'www.facebook.com/indonesiapustakaMenyingkap Hikmah Di Balik Perintah IbadahQudsi Media

Hikmatut Tasyri'Menyingkap Hikmah Di Balik Perintah IbadahCopyright Syekh Ali Ahmad al-JurjawiDiterjemahkan dari judul asli:Hikmah al-Tasyi' wa FalsafatuhuPenerjemah: Toyib Ariin, LcPenyunting: Abd. KholiqTata Letak: LendoDesain Sampul: Auliawww.facebook.com/indonesiapustakaCetakan pertama: 2015xii 302; 14,8 x 21ISBN: 978-979-1149-34-1Qudsi Media(Grup Relasi Inti Media, anggota IKAPI)Minggiran MJ II/1103B Rt 054 Rw 15Kel. Suryodiningratan. Kec. Mantrijeron, YogyakartaTlp/fax. 0274-418108

www.facebook.com/indonesiapustakaPengantar PenerbitDikisahkan bahwa Abdullah bin Amr bin Ash sangat menyesalketika usianya telah lanjut. Dahulu saat masih muda, Rasulullah Saw. telahmemberikan berbagai macam keringanan dalam beribadah kepadanyanamun ia tolak. Suatu saat Nabi Saw. bertanya kepadanya, “Benarkah kamuselalu berpuasa di siang hari dan tidak pernah berbuka?” Abdullah menjawab,“Benar, wahai Rasulullah.” Nabi pun memberi saran, “Cukuplah berpuasatiga hari dalam sebulan.” Merasa masih muda dan memiliki vitalitas, iamenanggapi saran Nabi, “Aku sanggup melakukan lebih banyak dari itu.”Kemudian Nabi Saw. memberikan saran yang lebih ringan lagi, “Kalaubegitu, kamu cukup berpuasa dua hari dalam seminggu.” Lagi-lagi Abdullahmenjawab, “Aku sanggup lebih banyak lagi.” Rasulullah kembali berkata,“Kalau begitu, lakukanlah puasa yang lebih utama, yaitu puasa Nabi Daud(puasa sehari lalu berbuka sehari)” Setelah diam sejenak, Nabi kembalibertanya, “Benarkah kamu membaca al-Quran sepanjang malam sampaitidak tidur?” Abdullah menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.” Rasulullahmenimpali, “Perbuatanmu itu baik sekali. Tetapi aku khawatir kamu akanjenuh membaca al-Quran, terutama bila kamu telah tua nanti.” KemudianNabi memberi saran, “Sebaiknya kamu membaca al-Quran sampai khatamselama satu bulan. Kalau kamu bisa lebih cepat, khatam dalam sepuluhhari. Dan kalau bisa lebih cepat lagi, khatam dalam tiga hari.” Abdullahdiam terpekur dan berusaha memahami saran-saran tersebut. RasulullahSaw. lantas mencontohkan dirinya sendiri, “Aku berpuasa dan berbuka.Aku salat dan tidur. Aku menikahi perempuan. Ketahuilah, tubuhmu jugapunya hak untuk istirahat. Maka siapa yang tidak suka sunahku, tidak akantermasuk dalam golongan umatku.” Abdullah baru menyadari saran-saran

www.facebook.com/indonesiapustakaHikmatut Tasyri'dari Rasulullah tersebut ketika usianya sudah mulai lanjut dan tulangtulangnya mulai renta sampai ia kesulitan mempertahankan kesetiaannyapada amal-amalnya saat muda dahulu, dan ia berkata “Andai saja dahuluaku terima kemudahan-kemudahan dari Rasulullah Saw.”Jika kita telusuri lebih jauh, sebenarnya apa yang disarankan olehRasulullah kepada Abdullah bin Amr bin Ash di atas sejalan denganirman Allah dalam al-Quran yang mengisyaratkan bahwa alih-alihmenghendaki kesukaran, Allah justru menghendaki kemudahan bagipara hamba-Nya sehingga Dia tidak membebani seseorang melebihibatas kesanggupan orang tersebut (QS. Al-Baqarah [2]: 185 & 286).Sebagai seorang Muslim, tentu kita semua sudah mafhum bahwadibalik setiap hukum dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh AllahSWT untuk kita, terbentang beragam rahasia dan hikmah yang mendalamdan menakjubkan. Meski rahasia dan hikmah sejati dari setiap hukumdan kewajiban itu hanya Allah yang tahu, tentu (sekali lagi) kita yakinbahwa dibalik semua itu ada kebaikan dan kemaslahatan bagi kita, baikduniawi maupun ukhrawi.Pensyariatan ibadah sendiri sebenarnya adalah salah satu saranayang digunakan oleh Allah untuk mencurahkan kasih sayang-Nya kepadapara hamba-Nya. Bahwa setiap keutamaan dari ibadah yang ditaklifkankepada umat Islam pasti akan kembali kepada sang pelaku ibadah itusendiri. Meski demikian, belajar dari kisah Abdullah bin Amr bin Ash diatas, Allah sama sekali tidak ingin membebani para hamba-Nya dengantugas-tugas ibadah tersebut. Sebaliknya, Dia menginginkan keutamaanibadah yang terkadung di dalamnya bisa kembali kepada hamba-Nyatanpa membuat sang hamba merasakan kepayahan.Buku yang sekarang berada di hadapan pembaca ini adalahterjemah jilid pertama dari kitab Hikmah al-Tasyri’ wa Falsafatuhukarya Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi. Dalam jilid ini, dibahas bermacamhikmah, rahasia, dan keutamaan dari taklif bersuci, salat, zakat, puasa,dan haji yang disyariatkan bagi kaum Muslimin. Setelah membaca danmengetahui hikmah dibalik setiap ibadah yang kita lakukan, semoga kitabisa lebih giat lagi dalam menjalankan seluruh titah-Nya dan semogaAllah senantiasa memberi kita kekuatan lahir dan batin agar kita bisaterus mengabdi kepada-Nya, aamiin. Selamat membaca!qazviedc

Daftar Isiwww.facebook.com/indonesiapustakaPengantar Penerbit vDaftar Isi viiHikmah Pembuatan Syariat 1Hikmah Diutusnya Para rasul dan Bukti Manusia MembutuhkanMereka 2Hikmah Penugasan Para Rasul 7Tuduhan Miring Tentang Agama 12Hikmah Diutusnya Nabi Muhammad Saw 14Pendapat Heraklius (Kaisar Romawi Timur) Terkait Misi NabiMuhammad Saw 21Pendapat Negus Tentang Nabi Muhammad Saw 24Surat Nabi Muhammad Saw. kepada Negus dan Penolakannya 27Al-Quran Yang Mulia 29Agama Islam yang Suci 40Kesaksian Bangsa Eropa Terhadap Islam dan Penganutnya 47Percakapan dengan Seorang Ilmuwan Perancis tentang KeadaanIslam dan Muslim 59Kritikan Yang Terus-menerus 63Bagaimana Hukum Bersekutu dengan Musuh-Musuh Islam 64

Hikmatut Tasyri'Hikmah dan Rahasia dalam Pentaklifan kepada Hamba 71Ibadah adalah Hak Allah SWT 76www.facebook.com/indonesiapustakaHikmah Bersuci Dalam Ibadah 81Hikmah Menghilangkan Najis dengan Air 86Hikmah Wudu dan Menyucikan Anggota-Anggota Tertentu 87Hikmah Diwajibkannya Wudu dan Hal-hal yangMembatalkannya 91Hikmah Diwajibkannya Mandi Besar dan Lainnya 94Hikmah Batalnya Wudu Karena Beberapa Angin 96Hikmah Salat 97Hikmah Di Balik Anggota Tubuh Seseorang Yang Salat 106Hikmah Khusyuk Dalam Salat 110Hikmah Menjadikan salat dalam Waktu-waktu Tertentu 113Hikmah Bacaan Keras dan Lirih Dalam Salat 115Mengapa Dalam Salat Tidak Boleh Membaca Selain BahasaArab 117Hikmah Bilangan Rakaat Dalam Salat 118Hikmah Salat Sunah 120Mengapa Salat Dimakruhkan Di Sebagian Waktu 122Hikmah salat Jemaah 123Hikmah salat Jumat 125Hikmah Khutbah Jumat 127Hikmah salat Dua Hari Raya 129Hikmah Sujud Tilawah 131Hikmah salat Qasar 132Hikmah Mengqasar Salat Empat Rakaat Menjadi DuaRakaat 134Hikmah Salat Khauf (Salat dalam Peperangan) 135Hikmah Salat Bagi Orang Sakit 136Hikmah Salat Istisqa (Salat Minta Hujan) 137qazeviii dc

Hikmah Pembuatan Syariatwww.facebook.com/indonesiapustakaHikmah salat Gerhana Matahari dan Bulan 139Mengapa Perempuan Tidak Boleh Salat Ketika Haid 141Hikmah Salat Tarawih 142Hikmah Salat Wusta 144Hikmah salat Jenazah 146Hikmah Takziah Dalam Kematian 148Hikmah Azan 149Hikmah Tayamum 151Hikmah Persamaan Lelaki dan Perempuan dalamSebagian hukum 154Hikmah Menghadap Kiblat 155Hikmah Variasi Ibadah 160Hikmah Zakat 161Hikmah Merahasiakan Sedekah Dalam Zakat 163Hikmah Zakat Mencegah Kikir 167Hikmah Adil Dalam Mengeluarkan Zakat 169Hikmah Menunaikan Zakat Yang Hakiki adalah Wujud RasaSyukur Kepada Allah SWT 170Hikmah Menunaikan Zakat Adalah Sebagai Bukti Kasih SayangDari Hati 170Hikmah Menunaikan Zakat Adalah Melanggengkan Nikmat 171Hikmah Menunaikan Zakat Menyebabkan Keamanan diNegara 173Hikmah Bagi Para Amil Zakat dan Penjelasan Tentang Siapa YangBerhak Menerima Zakat 176Hikmah Kewajiban Zakat Hanya Untuk Barang-barangTertentu 186Mengapa Kuda Tidak Dizakati? 188Mengapa Bagal dan Khimar Tidak Dizakati? 189Hikmah Zakat Fitrah 190Hikmah Kebolehan Mengeluarkan Zakat Kepada Kair Zimi 191qazixedc

Hikmatut Tasyri'Hikmah Diharamkan Zakat Kepada Nabi Muhammad Saw. danKeluarganya 192Hikmah Gugurnya Zakat dari Pemiliknya Apabila Zakat Diambiloleh Para Raja 194Hikmah-Hikmah Dari Sebagian Raja Persia 195www.facebook.com/indonesiapustakaHikmah Puasa 197Hikmah Dibalik Syarat-Syarat Puasa Yang Bersifat Batin 216Hikmah Puasa Sunah 219Hikmah Diperbolehkan Tidak Berpuasa Bagi Musair 220Mengapa Kita Tidak Boleh Berpuasa Pada Hari-hari Tertentu 221Mengapa Kewajiban Puasa Dikhususkan Pada BulanRamadan 222Mengapa Puasa Dilakukan Pada Siang Hari 223Puasa Menjadi Obat Dari Berbagai Penyakit 224Puasa Di Masa Lampau 226Pensyariatan Puasa Bagi Para Pengikut Agama 227Bulan Puasa Di India 228Bulan Puasa Di Masa Dinasti Fatimiyah 229Pengaruh Puasa Dalam Memperkokoh Karakter Orang 230Nasehat Medis Bagi Orang Yang Berpuasa 232Pengaruh Puasa Bagi Jasmani dan Rohani 232Keutamaan Lailatul Qadar (malam kemuliaan) 234Hikmah Haji 241Manfaat Haji Dari Sisi Perdagangan 244Haji Dapat Membimbing Akhlak 246Bangsa-Bangsa Terdahulu Juga Melakukan “Haji” (ziarah) 247Hikmah Keutamaan Baitul Haram 250Penghormatan Pada Ka’bah Sebelum Islam 251Balasan Allah Kepada Diktator Yang Hendak MerusakKa’bah 257qazxedc

Hikmah Pembuatan Syariatwww.facebook.com/indonesiapustakaMengapa Haji Harus Dilakukan di Baitul Haram? 262Mengapa Haji Harus Dilakukan Pada Waktu Khusus(tertentu) 263Hikmah Wukuf di Arafah 263Hikmah Manasik di Mina 265Hikmah Sa’i di Antara Shafa dan Marwah 266Hikmah Melempar Jamrah 268Rajam Dalam Sejarah Bangsa-Bangsa Terdahulu 269Hikmah Mencukur Rambut 271Hikmah Mencium Hajar Aswad 273Penghormatan Berbagai Bangsa Terhadap Hajar Aswad 275Mengapa Pakaian Ihram Tidak Boleh Dijahit 281Mengapa Pakaian Ihram Harus Putih 282Hikmah Medis Di Balik Pakaian Ihram 282Hikmah Menyembelih Hewan Kurban 283Menyembelih Hewan Kurban Dalam Sejarah Bangsa-BangsaTerdahulu 284Hikmah Berlari Cepat Dalam Haji 287Hikmah Tawaf Qudum 287Hikmah Bermalam di Muzdalifah 288Hikmah Berwukuf di Masy’aril Haram 289Hikmah Tawaf Wada’ (perpisahan) 290Hikmah Mengunjungi Makam Rasulullah 290Khutbah Rasulullah di Haji Wada’ 291Hikmah Di Balik Keringanan Dalam Agama 295Merokok di Majelis Al-Quran Hukumnya Haram 296Bait-bait Tentang Al-Azhar dari Ahmad Syauqi Bik (Pangeran ParaPenyair) 299qazxiedc

www.facebook.com/indonesiapustaka

www.facebook.com/indonesiapustakaqaHikmaha Pembuatan SyariatzeddcKetahuilah, bahwa seluruh syariat samawi itu memiliki empattujuan:1. Makrifat kepada Allah, mengesakan, mengagungkan, danmenyifati-Nya dengan beragam sifat sempurna dan sifat-sifat yangwajib, mustahil, serta jaiz bagi-Nya.2. Tata cara melaksanakan ibadah kepada-Nya yang terdiri ataspengagungan dan syukur atas berbagai nikmat-Nya yang tidak bisakita hitung, Dan jika Anda menghitung nikmat Allah, tidaklah dapatAnda menghinggakannya. (Q.S. Ibrahim[14]: 34).3. Motivasi amar ma’ruf nahi munkar dan menghiasi diri denganbudi pekerti tinggi, akhlak yang suci, dan berbagai keistimewaanyang bisa mengangkat seseorang kepada tingkatan mulia danunggul seperti dermawan dalam membantu orang yang sangatmembutuhkan, melindungi tetangga, menjaga amanat, sabar, dankeistimewaan-keistimewaan agung yang lain.4. Menghentikan orang yang melampaui batas dengan meletakkanhukum-hukum yang ditetapkan dalam muamalah. Sekiranyaaturan-aturan masyarakat sosial tidak goyah karena kekacauankeamanan untuk menetapkan sanksi-sanksinya (yang diabaikanpada zaman ini) dan lain-lainnya dari seluruh hukum yangberhubungan dengan aturan hidup masyarakat.

Hikmatut Tasyri'www.facebook.com/indonesiapustakaHikmah Diutusnya Para rasul dan Bukti ManusiaMembutuhkan MerekaPembahasan yang kita fokuskan ini awalnya dibincangkan secarasepintas oleh para pemikir dari kalangan ilsuf yang merujuk berbagaipermasalahanya kepada dasar-dasar agama. Para pemikir lainnyamenjadikan hawa nafsu sebagai dasar hukum, bahkan ada juga yang sesatibarat para pencari kayu bakar di malam hari yang menginjakkan kakinyasecara serampangan. Selain itu, sebagian dari mereka ada yang dibukakantabirnya oleh Allah SWT menuju kebenaran sehingga mengetahuihikmah di balik pengutusan para rasul dan memahami bahwa manusiamembutuhkan mereka. Di sini, kami mengemukakan pembahasan inidengan senantiasa memohon kepada Allah agar memberikan pertolonganNya, menunjukkan kami kepada jalan yang benar, dan menjauhkan kamidari tergelincirnya pijakan dengan pertolongan dan kemuliaan-Nya.Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini merupakantempat meniti jalan menuju kehidupan abadi yang tiada kefanaan selamalamanya. Kita tidak perlu menghiraukan orang-orang yang berkatabahwa ketika roh manusia keluar dan tubuhnya hancur lalu kembalikepada materi asal diciptakannya, maka manusia tidak bisa hidup lagi.Hidupnya telah berakhir dan hilang. Kita juga tak perlu menghiraukanorang yang berpendapat tentang reinkarnasi dan titisan pada jasad lain,baik pada hewan atau yang lebih halus dari semua itu. Sebab merekaadalah orang-orang yang sesat dan bingung dalam kerancuan sertakegelapan pemahaman.Sesungguhnya jika Anda memakai akalmu di setiap urusan danmemikirkan pergerakan alam semesta serta hiruk-pikuk kehidupanini, maka akan nampak bukti yang jelas serta argumen kokoh dan kuatbahwa semua amal manusia tidak akan hilang begitu saja dengan sia-sia.Di sana ada kehidupan akhirat, pengadilan tinggi, dan hakim adil yangakan membalas setiap amal manusia dengan balasan yang setimpal.Saya sampaikan kepadamu sebuah pandangan (pendapat) dan sayayakin Anda tidak akan membantahnya: setiap syariat samawi atau hukumqaz2edc

www.facebook.com/indonesiapustakaHikmah Pembuatan Syariatpositif dan setiap mazhab di setiap waktu maupun tempat menetapkankewajiban seseorang untuk menegakkan peraturan seperti mendirikanperadilan untuk melaksanakan keadilan dan obyektivitas, menetapkanhukuman kepada yang orang zalim dan memberikan keadilan kepadaorang yang terzalimi. Oleh sebab itu renungkanlah jika seseorangmenganiayamu dan Anda tidak mampu mengadilinya—misalnya karenakezaliman itu terjadi di tempat yang jauh dari peradaban atau orang yangmenzalimimu memiliki kekuatan dan kekuasaan sehingga Anda tidakmampu menghukuminya, kemudian salah satu dari keduanya meninggaldunia—maka apakah kezaliman tersebut akan hilang begitu saja danAnda tak bisa melakukan keadilan terhadap orang yang menzalimimu?Ataukah orang yang zalim seharusnya mendapatkan balasan sesuaiyang dilakukannya di pengadilan akhirat selain pengadilan-pengadilandunia sehingga kebenaran tidak akan terlantar dan kebatilan tidak akanmenang? Tak ragu lagi bahwa Anda menerima untuk mendapatkanhakmu dan berlaku adil kepada orang yang menzalimimu pada suatusaat nanti.Demikian juga ketika Anda melakukan suatu perbuatan baikpada diri seseorang, maka wajib bagi orang tersebut untuk membalaskebaikanmu. Jika kita menyangka bahwa dia tidak mampu membalas,maka apakah Anda akan menganggap bahwa perbuatan baikmu akanberlalu begitu saja tanpa balasan? Bukankah seharusnya Anda mendapatpahala sehingga Anda tidak rugi dalam melakuan kebaikan? Dari sini,kita mengetahui bahwa di sana ada kehidupan lagi selain kehidupan inidan di sana terdapat perhitungan amal, pahala, dan balasan.Kami katakan bahwa kehidupan di dunia ini adalah jalan yangmengantarkan manusia menuju kehidupan akhirat yang abadi. Jalan inisungguh sangat gelap. Dengan itrahnya, seseorang tidak mungkin bisamengetahui esensi dan hakikat kegelapan maknawi ini hingga dia mampumenyelami dengan akalnya sendiri tanpa pembimbing hidup. Karena diatidak memiliki kesempurnaan yang merupakan salah satu di antara sifatsifat Sang Pencipta, Allah SWT. Oleh sebab itu, dia membutuhkan lampuqaz3edc

www.facebook.com/indonesiapustakaHikmatut Tasyri'yang akan menerangi jalannya hingga bisa sampai kepada kehidupanakhirat dengan selamat dari bahaya dan ancaman. Lampu (cahaya) iniadalah syariat-syariat yang dibawa oleh para rasul yang telah diutus olehAllah SWT kepada hamba-Nya untuk menunjukkan mereka kepadakebahagiaan di dunia dan akhirat.Kegelapan juga mempunyai dua cabang: cabang yang di dalamnyaterdapat berbagai bahaya, balasan, dan ancaman, serta cabang yang didalamnya tak ada ancaman sama sekali. Sekalipun akal mengetahuidan mengerti sesuai dengan itrahnya sebagian yang terkandung didalam kegelapan berupa kebaikan dan kejelekan, namun akal tersebuttidak bisa mengetahui sebagian yang lain. Sehingga dalam hal ini, akalmembutuhkan orang yang mampu menyingkap semua tabir sehinggajalannya menjadi mudah dan bisa selamat dari setiap bahaya. Karenaalasan-alasan tersebut, maka diutuslah para rasul.Agar lebih jelas, perhatikan contoh berikut; apabila seorangpenguasa menjajah suatu daerah di benua lain di luar benuanya sendiridan melantik seseorang untuk memakmurkannya, apakah menurutmuraja tersebut akan membiarkan daerah itu berada dalam kondisikelaparan tanpa ada orang yang mengatur urusan rakyat, kemaslahatan,dan meluruskan orang yang melenceng dalam setiap urusan ataumenetapkan salah satu dari mereka untuk mengemban tugas tersebut?Tidak diragukan lagi pasti akan dipilih seorang petugas yang profesionaldan baik. Sebab jika tidak demikian, maka keadaan rakyat tersebut akanmemburuk, peraturannya menjadi kacau, orang-orang yang kuat akanmenganiaya yang lemah, dan kehancuran akan menimpa daerah jajahantersebut. Tentu saja kondisi semacam itu tak direlakan oleh penguasayang menginginkan kemakmuran.Dengan demikian, di antara hikmah Allah SWT adalah bahwa Diamenciptakan bumi dan memberi mandat kepada manusia sebagai petugasyang mengurusnya sekaligus melaksanakan setiap tugas individualnyadalam kehidupan sosial kemasyarakatan, sehingga alam semesta akanmenjadi makmur. Allah tidak ingin membiarkan bumi menjadi sia-siaqaz4edc

www.facebook.com/indonesiapustakaHikmah Pembuatan Syariattanpa pengatur yang baik. Atas pertimbangan tersebut, maka diutuslahpara rasul yang mengatur rencana untuk dijalankan oleh manusia untukmeniti kehidupan menuju akhirat dengan selamat.Mungkin ada yang berpendapat bahwa lebih baik kita menyerahkansemua permasalahan kepada akal karena akal sendirilah yang mampumengemban tugas itu dan Allah tidak perlu mengutus para rasul.Menanggapi pendapat seperti itu, kami menjawab bahwa sesungguhnyasebelum mengerti setiap hal yang harus diketahui dalam kehidupannya,akal tidak mampu meraih derajat kesempurnaan manusia. Karena itu,harus ada orang yang selalu mengarahkan dan menuntunnya menujuhal yang penting sehingga berbagai masalah menjadi baik dan diamendapatkan kebahagiaan.Anda mengetahui bahwa di sana ada dunia lain yang disebut sebagaidunia lain. Di sana juga ada suatu tempat yang disebut sebagai akhirat.Apabila manusia bingung dan tersesat dalam hal-hal yang sudah pastikebenarannya (menurut akal)—yakni bisa dilihat dan didengar, makabagaimana akalnya memahami berbagai wasilah yang mengantarkannyake akhirat, tempat yang lebih agung dan lebih mulia?Sekelompok ulama Basrah berpendapat bahwa keadilan sudahcukup untuk menegakkan situasi dan kondisi manusia dan mengaturpersatuan kehidupannya. Kami bertanya kepada mereka, “Siapa yangmenciptakan prinsip-prinsip keadilan?” Mereka menjawab, “Akal.”Kami mengatakan kepada mereka, “Jawaban itu merupakan bentukpenyelewengan dari akal dan menunjukkan bahwa orang tersebut tidaktahu hakikat akal.” Tidak semua manusia bisa menerima pendapat yangobyektif dari orang yang berakal sekalipun. Jika orang berakal dan adilmenjalankan perannya serta memerintahkan suatu umat di antara umatumat yang ada atau kelompok di antara mereka dengan suatu perintah,maka mereka semuanya tidak akan rela dengan perintah atau hukumtertentu.Apabila manusia yang berakal ini meningkatkan martabat dirinyadengan potensi akal yang dia miliki, mau menghidupkan pikirannyaqaz5edc

www.facebook.com/indonesiapustakaHikmatut Tasyri'hingga sampai ke tingkatan yang mendekatkan dirinya kepada derajatmalaikat, dan jika tampak hal yang sulit baginya sedangkan dia tidaktahu sebab dan tidak mengerti solusinya sehingga dia nampak lemahdi hadapannya sendiri dan hina di hadapan orang yang menunjukkankebenaran, maka coba jelaskan bagaimana dia bisa memberikan hidayahkepada orang lain, sementara dia sendiri membutuhkan petunjuk?Jika eksistensi manusia dengan adanya pengutusan para rasul,penceramah, ahli hikmah, ulama, pembimbing hidup, dan denganadanya peradilan, hukum samawi, serta hukum positif ternyata masih sajamembunuh hak-hak asasi manusia, menzalimi orang yang lebih lemah,dan masih menjalankan berbagai maksiat serta tidak terbimbing kepadakebenaran, bagaimanakah keadaannya jika dia pasrah dan menyerahkanperkaranya kepada akalnya? Dapat dipastikan bahwa hal itu akanmenjerumuskannya ke dalam jurang kesesatan dan menjatuhkan dirinyapada kehancuran.Barangkali ada yang menyanggah: Apabila masalahnya demikiandan akal merupakan sesuatu yang agung dan mampu menampilkanpencerahan—meski tidak mampu memberikan petunjuk kepadapemiliknya atau orang lain—kenapa Allah tidak menciptakan kekuatan(spirit) yang cukup sehingga dapat menuntun pada kebaikan dantidak perlu lagi mengirim para rasul yang menjelaskan proses pijakankehidupan dan memberikan bimbingan? Kami jelaskan bahwa sistemalam semesta ini menghendaki manusia memiliki berbagai tingkatan akalyang berbeda-beda. Sehingga jika mereka ingin mencari hidayah denganmodal kekuatan (spirit) yang cukup untuk memperoleh bimbingandan hidayah, maka sistem alam semesta ini akan menjadi kacau. Alamsemesta ini akan tercipta secara berbeda dengan yang selama ini ada,berlawanan dengan tabiat manusia yang kritis, dan dunia manusiaakan menjadi seperti dunia malaikat tanpa dosa dan begitu seterusnya.Dengan demikian, tidak ada gunanya reward and punishment (pahaladan hukuman) karena sifat kasih sayang dan ampunan dari Dzat YangMahatinggi tidak akan muncul serta tidak akan ada baik dan jahat, sebabqaz6edc

Hikmah Pembuatan Syariateksistensi kasih sayang mendorong eksistensi perlakuan dosa. Kebaikantidak bisa diketahui kecuali dari kejelekan, sebagaimana kegelapan dapatdiketahui dengan adanya cahaya dan sebaliknya.Sesungguhnya apabila semua orang menjadi berakal seperti yangsudah kami jelaskan, maka dunia akan hancur. Begitu juga apabila semuaorang menjadi bodoh, maka sistem alam semesta ini akan menjadi kacau.Dunia tidak akan ada hingga saat ini melainkan akan lenyap sejak masaNabi Adam as. Oleh sebab itu, penjelasan di atas membuktikan urgensidiutusnya para rasul untuk membimbing makhluk dan menunjukkanmereka menuju jalan kebaikan dan menjauhkannya dari jalan keburukan.Jika Anda sudah tahu ini, maka mari kita ucapkan: “Ya Allah,jadikanlah kami orang-orang yang mendapatkan hidayah melalui petunjukrasul terpercaya, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang dekat kepadaMu di surga-Mu dan kami berlindung kepada Allah dari setan ikmah Penugasan Para RasulPada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa pengutusan para rasulitu sangat penting bagi umat manusia dan akal saja tidak cukup untukmembimbing manusia menuju kebahagiaan dunia-akhirat. Seperti halnyaapabila semua manusia memiliki potensi yang besar untuk meraih jalankebenaran dan setiap individu menjadi berakal (dapat berpikir logis),maka sistem alam semesta akan menjadi kacau, merusak kemaslahatanmanusia, dan perdamaian dunia tempat kita hidup tidak akan terwujudhingga saat ini.1 Pada bab ini, kami akan menjelaskan tugas para rasuldan memerincinya dengan baik dan memuaskan.1 Perbedaan daya pemahaman, penerimaan, keyakinan, dan keimanan manusiamerupakan sunnatullah yang mengandung banyak hikmah, baik dipahamioleh manusia maupun tidak. Menggugat takdir keragaman manusia tentutidaklah tepat karena sudah menjadi fakta dan kehendak Allah. (penj.)qaz7edc

www.facebook.com/indonesiapustakaHikmatut Tasyri'Penganut setiap agama dan kepercayaan sepakat bahwa adapenciptaan alam yang berisi planet-planet di orbitnya, yang berisi planetplanet di orbitnya, berbagai benda yang bernyawa, dan tanaman diperkebunan. Benda-benda yang mati dengan fasih menyatakan, “Akutidak menciptakan diriku sendiri, akan tetapi sang Pencipta mewujudkandan menciptakanku”. Namun akal bingung, pikirannya tersesat,persepsinya tumpul, dan tekadnya untuk memahami semua ini kurangsehingga gagal mengetahui esensi Pencipta Agung pemilik kekuatan soliddan yang telah menciptakan manusia yang berakal dan berikir.Ketika motivasi melemah, manusia tidak mampu untuk memahamiDzat Yang Suci (Allah) dan jiwa-jiwa ingin terlepas dari kelelahan yangterus menerus. Selanjutnya, setiap penganut agama akan melempartongkat lotre dan dengan lash mind memilih sembahan (tuhan)-nya.Mereka melabelkan sifat pada sembahan itu dan mendeskripsikannyasesuai indera penglihatan maupun rasa, sebagaimana telah dijelaskanoleh setiap agama dan mazhab dalam aturan dan eksistensi yang dapatmenjadi wasilah makrifat kepada sang Pencipta, menurut asumsi dandeskripsinya meskipun semua itu tidak sesuai dengan kebenaran danrealita.Orang Majusi beranggapan bahwa tuhan adalah unsuryang dinamakan api, lalu mereka menyembahnya. Kaum paganismenpersoniikasikan tuhan dalam bentuk patung dan berhala yangbisu. Sebagian orang melihat bahwa matahari adalah planet terbesar danlantas mereka sembah. Selain dari mereka semua, ada yang mengatakanbahwa tuhan bukanlah ini dan bukan itu. Tuhan adalah sang Penciptayang tak terlihat oleh pandangan kita dan terhalang hijab, di manatidak ada kekuatan manusia yang mampu menembus hijab tersebut.Begitu seterusnya hingga manusia merumuskan tuhan sesuai aturan dankepercayaan yang berbeda-beda dalam tradisi khusus untuk mengenalAllah SWT.Jika pengetahuan tentang Sang Pencipta adalah hal pertama yangharus diketahui oleh manusia, maka:qaz8edc

Hikmah Pembuatan Syariatwww.facebook.com/indonesiapustakaPertama: Yang dilakukan oleh para rasul adalah menunjukkan makhlukkepada Sang Pencipta Agung yang dahsyat kekuasaanNya. Para rasul telah menjelaskan “identitas” tuhan denganmenyebut sifat-sifat yang bisa dipahami dengan mudah.Sehingga pancaindra mereka penuh dengan makna tauhiddengan cara terdekat dan termudah.Kedua:Para rasul mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah,kemuliaan Qadar-Nya,keagungan kemampuan-Nya,perilaku-Nya dalam ciptaan-Nya, apa yang wajib, jaiz, danyang mustahil bagi-Nya melalui berbagai deskripsi dansifat-Nya. Dia Mahasuci dan kuasa untuk memuliakan danmerendahkan orang yang dikehendaki-Nya. Allah membalassetiap orang sesuai dengan apa yang dilakukannya, baik lewatperingatan, kabar gembira, janji, ancaman, maupun segalayang termasuk dalam arti nasehat dan petunjuk (hidayah).Ketiga:Para rasul mendorong orang-orang untuk menghiasi diri merekadengan etika mulia dan moralitas yang membebaskan jiwa.Moralitas ini adakalanya bermanfaat bagi diri manusia sendiriseperti jujur, memelihara lisan dari kebohongan, dan menjagamata dari melihat apa yang diharamkan untuk dilihat. Adapunyang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain adalahseperti kedermawanan, menolong orang yang teraniaya, belakuadil terhadap orang yang tertindas, dan memberi makan kepadapengemis atau orang fakir. Selain itu ada juga sifat pemberani,jantan, menjaga harga diri, dan berbagai akhlak utama yanglainnya. Dalam kondisi seperti ini, orang-orang tersebut akanmenjadi generasi yang mampu menjelaskan kepada manusiasiapakah sebaik-baik Pencipta (yaitu Allah), memberikankabar gembira kepada mereka berupa pahala yang besar danmemperingatkan mereka dari siksaan yang pedih.qaz9edc

Hikmatut Tasyri'Keempat: Para rasul mengajarkan kepada manusia tata caramengagungkan Sang Pencipta dan melaksanakan apa yangdiwajibkan kepadanya berupa ibadah-ibadah dengan segalajenisnya berdasarkan aturan yang sempurna, sehingga hatimanusia selalu hadir dan penghambaan (ibadah) dapatterealisasi dengan hati yang sempurna. Selain itu, jiwa bisaterbebas dari hiburan dan permainan yang bisa menghalanginyadari Sang Pencipta karena pasrah dan tunduk pada hawa nafsuakan menghalangi manusia dari Sang pencipta.www.facebook.com/indonesiapustakaKelima: Para rasul menetapkan undang-undang dan menciptakanserangkaian aturan yang mengikat seseorang dalam berbagaipola relasi horisontal (muamalah) seperti hukuman bagi pezina,potong tangan bagi pencuri, bunuh bagi pembunuh, hukumanmenduduh zina, hukuman bagi peminum minuman keras, danaturan yang bisa membedakan antara yang halal dan haram.Semua aturan tersebut dimaksudkan agar tak ada darah yangtertumpahkan (perang atau pembunuhan), tak ada perempuanyang ternodai, dan manusia tidak akan mengeluarkan satudirham pun kecuali untuk sesuatu yang halal. Selain itu, adapula hal-hal lain yang berkaitan dengan beragam aturan danundang-undang yang akan diselenggarakan oleh para penegakkeadilan sehingga penduduk bisa merasakan stabilitas dankeamanan di negara tersebut. Jadi dalam hal ini, para nabiberposisi sebagai penegak hukum dan legislator.Keenam: Para rasul menjelaskan kepada manusia cara-cara menstabilkankehidupan materinya dan mendorongnya untuk mengikuticara-cara tersebut, seperti mengajak mereka untuk rajinbekerja, memberi teladan kepada mereka, dan menyampaikanpesan-pesan yang menginspirasi dan mampu membuatmereka membenci kemalasan. Anda dapat menerapkanqaz10edc

Hikmah Pembuatan Syariatwww.facebook.com/indonesiapustakaprinsip (metode) ini dalam segala sesuatu, yakni jika manusiamenjalankan aktiitas-aktiitas tersebut maka dia akan hidupmenyenangkan dan memuaskan.Apabila Anda mengetahui semua hal di atas, maka Anda juga akanmengetahui bahwa tugas para rasul secara langsung bukanlah mengatur,mengajarkan perdagangan, eksplorasi perut bumi untuk mencari hasilhasil tambang, mengembangkan tanaman-tanaman di atas bumi danseterusnya—yang mana semua itu hanyalah cabang ilmu yang lakukanoleh ahlinya dan orang yang berkecimpung di dalamnya. Sebutlah semuajenis tugas yang berbeda dengan tugas inti para rasul, yaitu menasehati,memberi petunjuk dan bimbingan. Karena tugas para rasul terfokuspada amar ma’ruf nahi munkar dan menunjukkan manusia kepadajalan kebenaran hingga mereka mengikutinya dan menunjukkan jalankeburukan hingga mereka menjauhinya. Jika Anda mengetahui hal diatas, maka Anda akan mengetahui hakikat penugasan para rasul dantugas dari Allah yang dibebankan kepada mereka untuk dilaksanakan dialam ini.Jika datang informasi dari para rasul dan nabi tentang kondisialam semesta atau bumi, maka hal itu dimaksudkan sebagai sebentukpemikiran dan penghayatan da

Hikmah Salat Sunah 120 Mengapa Salat Dimakruhkan Di Sebagian Waktu 122 Hikmah salat Jemaah 123 Hikmah salat Jumat 125 Hikmah Khutbah Jumat 127 Hikmah salat Dua Hari Raya 129 Hikmah Sujud Tilawah 131 Hikmah salat Qasar 132 Hikmah Mengqasar Salat Empat Rakaat Menjadi Dua Rakaat 134 Hikmah Salat Khauf (Salat