Transcription

PENINGKATAN DESAIN MEBELDI JAKARTA TIMUR121Apidianto,ST.,MTRakhmanita,ST.,MTJurusan Teknik Aristektur Universitas Gunadarma ([email protected] )2Jurusan Tenik Arsitektur Universitas Gunadarma ([email protected] )ABSTRAKSIDalam persaingan pasar global atau terbuka seperti saat ini, desain merupakansalah satu hal yang sangat penting dalam menghadapi persaingan yang sangatkompetitif. Hal tersebut sudah tentu karena barang siapa yang dapat mengikutiperkembangan trend permintaan pasar akan dapat memimpin dalam persaingan.Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat kaya dengan berbagai ragambudaya yang dapat dielaborasi menjadi desain yang menarik dalam berbagai produk–produk khususnya dalam desain furniture / mebelair. Kekayaan budaya dan kearifanlokal ini perlu dikembangkan dan digali secara terus-menerus agar dapat dibuat menjadidesain-desain yang menarik perhatian dan tidak tertutup kemungkinan dikombinasikandengan desain-desain dari luar.Tujuan utama dari perancangan desain adalah : “bagaimana menciptakan suatudesain yang mampu memenuhi kebutuhan fisik dan emosional si pemakai secaramaksimal.Desain tidak dapat mengabaikan faktor estetika. Estetika dalam wujud visualnya,estetika dalam keseimbangan desainnya, maupun estetika dalam formasinya. Desainsebagai produk cipta dan karya manusia, seyogyanya dihadirkan untuk membantumanusia. Membantu bukan dalam arti harafiah, melainkan memberi kesan yangmenyarankan manusia untuk memperoleh hikmah dan nilai tertentu dari suatu desainKata kunci : Desain, furniture dan industriIn a competitive global market or open as it is today, the desain is one thing that is veryimportant in a highly competitive competition. However, this is because any person canfollow the development trend of the market demand will be the lead in the competition.Indonesia is one country that is very rich with various cultures that can be elaboratedinto an attractive desain in a variety of products, especially in furniture desain /mebelair. Culture and local wisdom should be developed and explored on an ongoingbasis in order to be made into desains that attract attention and it is possible combinedwith desains from the outside.1

The main goal of the desain is the desain: "how to create a desain that is able to meetthe physical and emotional needs of the wearer to the fullest.The desain can not ignore the aesthetic factor. Aesthetics in the form of visual, aestheticdesain into balance, and aesthetics in their formation. Desain as a product of humancreativity and work, should be presented to help humans. Help not in the literal sense,but rather gives the impression that advise people to acquire wisdom and a certainvalue of a desain.Keywords: Desain, furniture and industrialPENDAHULUANDalam persaingan pasar global atau terbuka seperti saat ini, desain merupakansalah satu hal yang sangat penting dalam menghadapi persaingan yang sangatkompetitif. Hal tersebut sudah tentu karena barang siapa yang dapat mengikutiperkembangan trend permintaan pasar akan dapat memimpin dalam persaingan.Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat kaya dengan berbagai ragambudaya yang dapat dielaborasi menjadi desain yang menarik dalam berbagai produk–produk khususnya dalam desain furniture / mebelair. Kekayaan budaya dan kearifanlokal ini perlu dikembangkan dan digali secara terus-menerus agar dapat dibuat menjadidesain-desain yang menarik perhatian dan tidak tertutup kemungkinan dikombinasikandengan desain-desain dari luar.Salah satu produk unggulan dari Provinsi DKI Jakarta adalah Furniture /Mebelair sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomer 28 Tahun 2008tentang Kebijakan Industri Nasional dan Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta kepadaMenteri Perindustrian RI Nomer : 3012 / -1.824.1 tanggal 10 Desember 2010 tentangKomoditi Industri Unggulan di Provinsi DKI Jakarta.Dalam rangka mendorong pertumbuhan dan daya saing industri furniture /mebelair, para pengusaha perlu dibantu untuk mendapatkan desain-desain yang lebihmenarik / kreatif dengan memasukan unsur–unsur kearifan lokal Budaya Betawi denganmengkombinasikan unsur –unsur budaya melayu, ukiran Jepara, Bali, Kolondia Belanda/ Inggris / Portugis dan lain – lain yang cukup besar mempengaruhi perkembanganProvinsi DKI Jakarta. Kita harapkan desain-desain yang muncul nanti merupakanperpaduan unsur budaya lokal yang ditampilkan melalui perpaduan bentuk furniture /mebelair dengan ornamentasi elemen estetik yang mengangkat karakter khas BudayaBetawi yang dapat mengangkat salah satu ciri khas DKI Jakarta di bidang furniture /mebelair.Peningkatan kualitas produk melalui diversifikasi desain diperlukan sebagaiupaya agar industri furniture / mebelair di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dapat lebihberkembang dan lebih mampu bersaing di pasar global. Inovasi produk merupakanandalan utama untuk dapat bersaing dengan berbagai komoditi global khususnyafurniture / mebelair. Salah satu unsur terpenting dalam komponen inovasi produk adalahdesain.Sehubungan dengan hal tersebut, maka dibutuhkan suatu kegiatan yang sifatnyapenelitian dan pengembangan desain industri furniture yang mengangkat khasanahbudaya lokal sehingga produk – produk DKI Jakarta dapat meningkatkan volumeekspornya.2

Dalam persaingan pasar bebas Asean China Free Trade Agreement (ACFTA),pemerintah perlu ikut berpartisipasi dalam membantu para pengusaha untukmeningkatkan daya saing dan kemampuan perusahaan agar mampu bersaing di pasarglobal.TELAAH PUSTAKAPENGERTIAN MEUBEL ATAU FURNITUREEMeubel atau furnituree adalah perlengkapan rumah yang mencakup semuabarang seperti kursi, meja, dan lemari. Meubel berasal dari kata movable, yang artinyabisa bergerak. Pada zaman dahulu meja kursi dan lemari relatif mudah digerakkan daribatu besar, tembok, dan atap. Sedangkan kata furnituree berasal dari bahasa Prancisfourniture (1520-30 Masehi). Furnituree mempunyai asal kata furnir yang artinyafurnish atau perabot rumah atau ruangan. Walaupun Meubel dan furnituree punya artiyang beda, tetapi yang ditunjuk sama yaitu meja, kursi, lemari, dan seterusnya1.Dalam kata lain, Meubel atau furniture adalah semua benda yang ada di rumahdan digunakan oleh penghuninya untuk duduk, berbaring, ataupun menyimpan bendakecil seperti pakaian atau cangkir. Meubel terbuat dari kayu, papan, kulit, sekrup, dll.Meubel adalah benda yang dapat dipakai, dipindahkan, berguna bagi kegiatanhidup manusia. Mulai dari duduk, bekerja, tidur, makan, bermain dan sebagainya yangmemberi kenyamana dan keindahan bagi pemakainya2.PENGERTIAN PENINGKATAN DESIGNPeningkatan adalah kata benda yang berarti proses, cara, perbuatanmeningkatkan (usaha, kegiatan, dsb)Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagaipencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan baiksebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti"proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain"digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujudsebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.Desain dikenakan pada bentuk sebuah rencana, dalam hal ini dapat berupaproposal, gambar, model, maupun deskripsi. Jadi dapat dikatan, desain merupakansebuah konsep tentang sesuatu. Desain lahir dari penerjemahan kepentingan, keperluan,data maupun jawaban atas sebuah masalah dengan metode-metode yang dianggapkomprehensif, baik itu riset, brainstorming, pemikiran maupun memodifikasi desainyang sudah ada sebelumnya.Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian dari peningkatan design iniadalah pembuatan pemodelan sebagai suatau usaha atau proses untuk 789/20812/4/3

BAHAN MEUBEL1.Bahan UtamaA.Kayu SolidAda beberapa jenis kayu yang kerap dijadikan meubel, antara lain sungkai,ramin, kamper dan nyatoh. Untuk membedakannya, ada beberapa karakteristikkhusus dan kelebihan dari masing-masing kayu tersebut, antara lain ;Kayu jati yang terkenal dengan anti rayap-nya,Kamper yang memiliki banyak jenis sehingga bisa disesuaikan dengandesain perabot yang diinginkan,Nyatoh yang unggul dengan uratnya yang tampak lebih nyata dan unik biladibandingkan dengan kamper,Ramin yang tidak berurat sehingga lebih mudah diolahSungkai yang memiliki kelebihan pada urat kayunya yang bagus dantampak nyata.B.Kayu OlahanPlywood adalah bahan dasar yang umum digunakan untuk pembuatanfurniture. Harganya relatif lebih murah daripada kayu solid.Blockboard memiliki harga sedikit lebih murah dibanding plywooddemikian juga dengan kwalitasnya. Blockboard biasanya dibuat dari kayulunak sehingga tidak sekuat plywood.MDF dapat digunakan bagi anda yang memiliki budget terbatas, harganyasedikit lebih murah dari pada plywood dan blockboard. MDF terbuat dariserbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkandengan suhu dan tekanan yang tinggi.Partikel Board tidak disarankan jika menginginkan interior yang bertahanlama dan tempat tinggal berada didaerah rawan banjir . Partikel boardadalah jenis kayu olahan yang terendah kelasnya.Table 1.Perbandingan bahan kayu solid deng kayu olahanNoJenis Kayu1Kayu Solid2PlywoodGambarKelebihanKekuranganPersedian kayusolid terbatasdan harganyalebih mahaldibanding kayuolahanKayu olahanBahan dasaryang relatifplywoodlebih kuatadalah kulitdibanding jeniskayu yangkayu olahanberlapis-lapislainnya sepertidan dipress.hdf, mdf,PlywoodblockboardbiasanyaBahan dasarterkuatdibandingkankayu olahan4

NoJenis Kayu3Blockboard4MDF(serbuk kayuhalus ygdiprosesmenyerupaibahan kertas ygtebal dan solid)5Partikel BoardGambarKelebihanKekuranganatau partikelboarddilapisi kulitkayu jati,sungkai,nyatoh ataukulit handasarnyahampir samadenganplywoodMemilikiharga sedikitlebih murahdibandingplywoodDigunakanpada furniturefabrikasi yangdijual dalambentuk sudah“jadi” biasanyapelapis luarnyakertasbertextureHarganyayang palingmurahdibandingjenis kayuolahan gat rentanair, karenaberbahan dasarserbuk kayukasar yangdipress sehinggamemiliki poripori yg lebihbesardibandingkanmdf atauhdf,sehinggamudah ditembusair dan tidakkuat menahanbeban berat.Sumber : penulis,20125

2.Bahan VariasiBahan variasi adalah bahan yang digunakan untuk asesoris sehingga mempunyainilai estika dan mempunyai daya jual yang menyesuaikan desainnya. Penerapannya bisadilakukan menggunakan cara yang sama dengan bahan baku utama. Beberapa jenisbahan variasi misalnya: rotan, kulit, kaca, fiber, aluminium, stanlisteel, formika danplastik.A.KacaPenggunaan kaca untuk furniture telah menjadi sangat populer sebagaipelengkap dari furniture rumah tinggal ataupun furniture pada bangunanperkantoran. Keuntungan menggunakan kaca adalah bahwa hal itu memberikanpenampilan ramping dan bersih, yang memadukan baik ke desain kontemporersaat ini.3.Bahan FinishingApapun bahan utama yang dipergunakan untuk furniture, permukaan luar harusdi finishing agar tampilannya indah. Ada berbagai macam jenis style finishing material,antara lain : Finishing Melamix, Cat Duco dan Laminate. Bagian dalam kabinetbiasanya dilapisi bahan melaminto. Tapi kabinet yang menggunakan pintu kaca, bagiandalamnya tidak dilapisi melaminto, melainkan dilapis dengan bahan yang sama denganpelapis kabinet bagian luar. Jadi dari luar kaca, bagian dalam kabinet tetap terlihatindah.METODE PENELITIANPekerjaan ini mempergunakan metodologi penelitian deskriptif yaitu peneletianyang cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaahsecara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat. tidakadanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan, dan tidak adanya uji hipotesis.TEKNIK PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATADalam penyusunan penulisan ini, penulis menggunakan metode – metodesebagai berikut :a.Observasi Tidak Langsung/Studi KepustakaanMetode yang digunakan untuk mendapatkan data – data literatur melaluiinternet, buku – buku, artikel sebagai referensi tambahan yang belum kita dapatpada survey lapangan untuk menunjang tentang pembahasan ini. Data-dataliteratur tersebut antara lain: pengertian meubel, sejarah meubel, fungsi meubel,perkembangan disain meubel, gaya / style meubel, perkembangan produkmeubel, pasar meubel.b.Observasi LangsungMetode yang digunakan untuk mendapatkan data lapangan atau data primermelalui survey lapangan, dengan melakukan pengamatan dan pengenalan secaralangsung terhadap obyek yang akan diteliti. Selain itu, terhadap responden(penjual dan pengrajin meubel), akan dilakukan wawancara mendalam denganmempergunakan pertanyaan terbuka berstruktur. Data-data primer yang akan6

digali antara lain: gaya / trend, aspek material, aspek fungsi, pasar, aspekekonomi, aspek sosial budaya, aspek legal / hukum.c.AnalisaMetode untuk menguraikan dan menjelaskan semua data – data dan informasiyang sudah kita dapat pada observasi langsung maupun observasi tidak langsunguntuk disusun pada penulisan ini.Lebih jelas tentang analisa tersebut dapat dilihat pada Bagan Alur Berpikirberikut ini:TEKNOLOGIPRODUKSIMODALPEMASARANGambar 1.Alur pikir penelitianSumber : penulis (2012)HASIL DAN PEMBAHASANTingginya tingkat kelahiran dan migrasi penduduk yang terbentur padakenyataan bahwa lahan di perkotaan semakin terbatas dan nilai lahan yang semakinmeningkat serta mayoritas penduduk dari tingkat ekonomi rendah, menimbulkanpermukiman-permukiman padat di kawasan yang dianggap strategis seperti Jakarta.Alternatif pembangunan yang dianggap paling sesuai dengan kondisi di atasyaitu pembangunan kearah vertikal, dalam hal ini adalah Rumah Susun. Pembangunanrumah susun ini merupakan konsekuensi logis di kota besar terutama di kawasan yangberfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi seperti Jakarta . Di Jakarta sendiri terlihatbahwa keterbatasan lahan bagi pemukiman semakin terbatas. Kendala lain yang jugatidak boleh dilupakan adalah keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat.7

Sesuaikan ukuran mebel dengan skala rumah yang ada sekarang ini. Bentukmebel modern yang serba simpel dengan garis lurus-lurus, memang ideal untuk rumahsusun. Namun, bukan berarti mebel klasik dengan dekoratif kriwil-kriwil tidakdiperbolehkan. Asalkan skalanya tetap disesuaikan, lebih sederhana, dan dalam ukuranyang lebih kecil dari standar biasanya.PERMASALAHAN PENINGKATAN DESAIN MEUBELTEKNOLOGI1.Permasalahan teknologi yang biasa ditemui adalah keterbatasan pada saat prosesdesain biasanya para produsen mengeluarkan desain yang monoton dikarenakantidak adanya kerjasama produsen dengan para desainer mebel juga tidakterbukanya informasi untuk mengakses desain-desain yang sedang trend.2.Kemudian permasalahan teknologi pada saat produksi adalah keterbatasan skillatau keahlian tenaga kerja dalam menggunakan peralatan-peralatan yangberteknologi yang sebetulnya berguna untuk mempermudah pekerjaan, sepertipenggunaan mesin mekanis.3.Permasalahan selanjutnya adalah setelah desain jadi kemudian diaplikasikan,untuk memasarkannya para produsen masih menggunakan cara-cara yangmonoton seperti menjualnya di workshop atau tokonya saja, padahal kalau sajapara produsen menguasai teknologi internet maka produsen dapat menjaringkonsumen lebih luas lagi, bahkan sampai dengan luar negeri.PRODUKSI1.Secara umum, relatif kecil permasalahan produksi yang dihadapi oleh produsenindustri kecil mebel kayu. Satu diantaranya adalah cuaca. Pada saat musimpenghujan, terutama antara bulan Desember sampai dengan Februari saat curahhujan cukup tinggi, kelembaban udara menyebabkan kayu yang akan dikerjakanagak lembab. Selain itu juga membuat proses pengeringan pewarnaan danfinishing bertambah lama. Hal ini disebabkan belum tersedianya ruangan khususuntuk pengeringan dengan bantuan peralatan pengering.2.Permasalahan lain adalah kecenderungan harga kayu yang semakin tinggisebagai akibat menipisnya persediaan hutan jati dan mahoni. Banyak produsenbesar mebel yang terpaksa mengimpor kayu jati guna mengamankan pasokanagar tidak terkena sanksi dari pemesan, terutama pesanan impor. Pendekatan initentu tidak mudah untuk dilakukan oleh usaha kecil mebel, sehingga berpotensimenjadi permasalahan serius di masa depan, utamanya bagi kesinambunganusaha kecil mebel berbasis kayu jati.MODAL1.Kebutuhan akan modal dalam usaha mebel kayu lebih banyak diperlukan padakebutuhan tanah dan bangunan, sementara untuk modal peralatan relatif kecil.Peralatan yang cukup besar adalah alat transportasi produk untuk keperluanpengiriman barang kepada konsumen dan pengangkutan bahan baku kayu.8

PEMASARAN1.Kesulitan memasarkan produk dapat berakibat berlebihnya penyimpana produkdi gudana atau over produk. Sehingga tidak ada pemasukkan bagi si produsen.Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para produsen bersaing denganprodusen lainnya , hal ini jika tidak diantisipasi maka produsen yang kalahbersaing akan mengalami gagal produk.2.Umumnya produsen mebel kayu ini memasok untuk pasar lokal. Jalurpemasaran mebel lokal dapat digambarkan sebagai berikut.Gambar 2.Jalur Pemasaran ProdukSumber : penulis,2012Upaya untuk meningkatkan volume penjualan mebel kayu dilakukan antara lainmelalui pameran dan atau menyewa area pertokoan untuk memajang produk dalamwaktu tertentu. Cara ini membantu produsen agar produknya dapat lebih dikenal dandiminati oleh konsumen yang lebih luas.Permasalahan pemasaran yang umum dialami oleh produsen kecil termasukprodusen kecil mebel kayu diantaranya adalah kurangnya informasi pasar sepertiketerbatasan akses untuk mengetahui perkembangan harga dan jenis produk yangsedang diminati konsumen.Permasalahan berikutnya adalah harga jual yang relatif tinggi untuk produkmebel kayu memperkecil potensi daya beli konsumen. Akibatnya, sebagian potensialkonsumen ini beralih kepada jenis mebel berbahan baku murah, seperti papan partikel,rotan, bambu dan plastik.STRATEGI PENINGKATAN DESAIN MEUBELTEKNOLOGI1.Solusi untuk permasalahan teknologi yang ditemui ketika mendisain adalah paraprodusen dapat bekerja sama dengan para desainer mebel untuk dapatmenemukan desain baru yang inovatif, atau produsen dapat menguasai slah satusoftware bantuan untuk dapat mendisain sehingga dapat digali lagi bentukanbentukan yang inovatif.9

2.3.Solusi untuk permasalahan teknologi yang ditemui ketika masa prouksi,produsen dapat mengikut sertakan tenaga kerjanya dalam pelatihan-pelatihanyang diadakan lembaga pemerintah maupun swasta, sehingga skill ataukemampuan tenaga kerjanya dapat lebih meningkat.Solusi untuk permasalahan teknologi yang ditemui ketika saat pemasaran,produsen dapat melakukan pemasaran lewat jaringan internet sehingga bisamembantu produsen furniture untuk melakukan pengenalan pasar.PRODUKSI1.Solusi untuk permasalahan produksi yang dihadapi oleh produsen industri kecilmebel kayu. Satu diantaranya adalah pada saat akhir dari proses cuaca. karenamembuat proses pengeringan pewarnaan dan finishing bertambah lama.Solusinya adalah menggunakan finishing sintesis atau menggunakan Laminate.Laminate adalah metode finishing interior atau furniture dengan merekatkanbahan pelapis dipermukaan furniture. Pelapis yang umum digunakan antara lainHPL, tacon, decosit, supercon dan PVC. Di antara keempat pelapis tersebut,HPL paling mahal, disusul tacon, decosit, supercon dan terakhir PVC.2.Solusi untuk permasalahan harga kayu yang semakin tinggi sebagai akibatmenipisnya persediaan hutan jati dan mahoni yaitu dengan menggunakanalternatif jenis kayu lain seperti plywood, blockboard, MDF bahkan mungkinPartikel Board. Juga penggunahan bahan variasi seperti bahan variasi misalnya:rotan, kulit, kaca, fiber, aluminium, stanlisteel, formika dan plastic.MODAL1.Modal dapat diperoleh bukan hanya dari dalam tetapi bisa juga dari luar sepertidari pinjaman bank , hibah , dan sebagainya.2.Para produsen mebel kayu tersebut biasanya memfungsikan rumah sebagaitempat tinggal sekaligus sebagai tempat usaha. Bagian rumah yang difungsikansebagai tempat usaha, sebagian untuk produksi dan sebagian lagi untukpenjualan berupa showroom/outlet/toko. Toko ini juga berfungsi sebagai gudangbarang jadi sekaligus tempat transaksi jual beli.hal ini dirasa cukup efektif untukmemecahkan permasalahan modal untuk tanah dan bangunan.3.Menjawab permasalahan alat transportasi adalah produsen mebel bisamembebankan biaya pengiriman kepada konsumen. Atau memasukkan biayapengiriman ke dalam harga jual produk.PEMASARAN1.Untuk mengatasi permasalahan pemasaran yang disebabkan kurangnyainformasi pasar seperti keterbatasan akses untuk mengetahui perkembanganharga dan jenis produk yang sedang diminati konsumen adalah denganmenyarankan untuk membentuk atau bergabung dalam koperasi atau asosiasiusaha sejenis lalu juga dapat dengan mengikuti pameran-pameran mebel.Fasilitas internet bisa membantu produsen furniture untuk melakukanpengenalan pasar, misalnya dengan mempelajari portal riset pasar sepertimelalui keikutsertaan dalam portal business to business . Riset pasar juga bisadilakukan melalui web dari asosiasi terkait seperti: International Mass RetailerAssociation (IMRA), Furniture Retailers of America ( FRA), National HomeFurnishings Association (NHFA), dll Perluasan pasar melalui diversifikasi pasar.10

2.Diversifikasi ini dimaksudkan untuk memasuki peluang-peluang baru, baik dipasar yang sama atau pasar baru. Diversifikasi ini bisa horisontal, vertikalmaupun geografis. Diversifikasi Horisontal: menambah keanekaragaman jenisproduk pada pasar yang sama.Diversifikasi Vertikal: penambahan nilai tambahproduk pada pasar yang sama. Diversifikasi Geographis: penambahan pasartujuan ekspor. Penambahan pasar tujuan ekspor ini bisa dengan menambahsasaran ekspor ke kota baru atau ke Negara baru.Untuk mengatasi permasalahan pemasaran yang disebabkan oleh harga jual yangrelatif tinggi untuk produk mebel kayu sehingga mengakibatkan sebagianpotensial konsumen ini beralih kepada jenis mebel berbahan baku murah, sepertipapan partikel, rotan, bambu dan plastik. Permasalahan ini dapat dimitigasidengan mengedepankan nilai seni dan kualitas tinggi sehingga diharapkanmempunyai konsumen tersendiri (captive market) yang loyal.KESIMPULAN DAN SARANTujuan utama dari perancangan desain adalah : “bagaimana menciptakan suatudesain yang mampu memenuhi kebutuhan fisik dan emosional si pemakai secaramaksimal.Desain tidak dapat mengabaikan faktor estetika. Estetika dalam wujudvisualnya, estetika dalam keseimbangan desainnya, maupun estetika dalam formasinya.Desain sebagai produk cipta dan karya manusia, seyogyanya dihadirkan untukmembantu manusia. Membantu bukan dalam arti harafiah, melainkan memberi kesanyang menyarankan manusia untuk memperoleh hikmah dan nilai tertentu dari suatudesainSiapa dan bagaimana manusia itu hendaknya dijadikan parameter utama dalamkonsep perancangan. Dan hasil karya seorang desainer perancang dapat diterima olehmasyarakat,karena mampu memenuhi tuntutan dan memuaskan konsumen. Faktormanusia memang tidak mungkin lepas dari perencanaan desain, karena manusialahyang nantinya akan menggunakan desain yang telah dibuat.Karena banyak hal yang harus kita perhatikan dalam mendesain, maka seringkalikita lalu bingung dan tidak tahu darimana bisa memulai sebuah rencana desain. Tetapibagaimanapun juga, faktor manusia adalah salah satu faktor yang penting, karena diayang nanti akan menggunakan dan tentunya ia ingin bahwa desain tersebut bisamenunjang tugas – tugasnya, artinya secara dalam desaintersebut biasdipertanggungjawabkan, memenuhi seleranya akan keindahan.DAFTAR PUSTAKAa. Undang – Undang No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrianb. Undang – Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerahc. Undang – Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Tata Ruangd. Undang – Undang No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakartasebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesiae. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2011 tentang PengadaanBarang / Jasa Pemerintahf. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 10 Tahun 2008tentang Organisasi Perangkat Daerahg. Inpres No. 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif11

h. Peraturan Gubernur No. 69 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja DinasPerindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakartai. Peraturan Gubernur No. 174 Tahun 2009 tentang Perubahan atas PeraturanGubernur Nomor 130 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakartaj. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI JakartaTahun 2007 – 2012k. Rencana Strategi (RENSTRA) Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI JakartaTahun 2007 – 2012l. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA – SKPD)tahun Anggaran 2012 Nomor 13 / DPA / 2012 tanggal 30 Desember 2011m. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor 23 /2012 tentang Penetapan Dra. Margeretha MGB, MM sebagai Pejabat PembuatKomitmen (PPK) Pada Lingkup Tugas dan Kewenangan Bidang Industri AlatTransportasi, Telematika dan IKM, Dunas Perindustrian dan Energi Provinsi DKIJakartan. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor 14 /2012 tentang Penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada DinasPerindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta12

Meubel terbuat dari kayu, papan, kulit, sekrup, dll. Meubel adalah benda yang dapat dipakai, dipindahkan, berguna bagi kegiatan hidup manusia. Mulai dari duduk, bekerja, tidur, makan, bermain dan sebagain